BUDIDAYA PADI

SISTEM BUDIDAYA PADI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Macam-Macam Pola budidaya

Sampai saat ini, menurut sepengetahuan saya, setidaknya ada berbagai sistem/model/pola budidaya tanaman padi. Setiap petani akan mewakili pola budidaya yang dilakukannya. Dan setiap sistem/model/pola budidaya, setidaknya memiliki berbagai karakteristik yang mengikutinya.

Adapun pola budidaya padi adalah sbb :

Pertama, Pola Asal
Untuk menjabarkan pola ini, rada-rada susah. Sejatinya, bertani dilakukan dengan sungguh-sungguh agar hasilnya yang didapatkannya dapat maksimal.
Nah, karena pola asal, dipikirannya: tani ya tani. Apa-apa yang dilakukannya serba asal. Dan biasanya, hasil yang didapatkannya pun : asal dapat saja

Kedua, pola kimia full

Bagi petani model ini, di kepalanya penuh ide-ide kimia.
“Bertani itu modalnya berani kasih pupuk dan berani kasih obat (racun)” begitu kata seorang petani kepada saya.
Sekali beli racun, petani ini bisa menghabiskan uang sekitar 2-3 juta.
Dia pun enggan menggunakan jerami. Jerami-jerami padi yang seharusnya dibalikann lagi ke sawah, seringkali dibakar. Kadang juga dibiarkan saja, ketika buruh kerja peternak mengambil sisa jerami habis panen.
Di musim ini, di MT-3, sepertinya penyakit WBC menghajar sebagian besar areal pertanian di daearah Jawa. Tak terkecuali di daerahnya.
Racun-racun yang dia semprotkan kepada hama WBC ini seakan-akan tidak mempan. Tanaman padinya begitu merana. Berat rasanya tanaman padi dapat tumbuh dengan baik. Bila tidak panen, kerugiannya bisa mencapai 20 juta rupiah.
Di sinilah hebatnya hama penyakit, makin digempur dengan racun-racun berbahaya, semakin banyak serangan yang dilancarkan.

Ketiga, Pola Kimia Biasa
Bedanya pola ketiga dengan kedua adalah pola ketika mau memasukkan kembali jerami padinya ke sawah.
Petani model ini masih memahami manfaat jerami. Jerami dapat menyuburkan tanah. Akan tetapi, dia soal perkembangan tanaman dimeyakini bahwa dengan pupuk kimia dan obat (racun) dapat teratasi. Petani ini belum yakin ada cara lain yang bisa menggantikannya.

Keempat, Pola semi organik
Petani model ini sudah memahami pentingnya jerami padi. Begitu pula penggunaan pupuk organik/kandang di lahan sawahnya.
Pemberian MOL/pupuk hayati juga dilakukan. Akan tetapi, petani model ini belum bisa melepaskan pupuk kimia dan racun kimia.
” Ya minimal kita bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia dan racun pestisida” begitu biasanya yang mereka lontarkan
“Kalau melepaskan pupuk kimia dan pestisida sama sekali, ya belum berani lah,,,”
“Ini adalah jalan tengah untuk menjembatani petani yang suka dengan serba kimia dengan petani organik”

Saya pribadi sangat bersyukur bila banyak petani yang mempunyai pikiran seperti ini. Memasukkan  sebanyak mungkin bahan organik ke sawahnya. Plus mengurangi pemberian pupuk kimia dan racun kimia.

Keempat, Pola Organik
Petani model ini punya kaidah: “haram” memasukan bahan kimia sintetis ke dalam sawahnya.
“Apapun yang berbau kimia ujung-ujungnya akan merugikan kita semua,,,”
“Coba lihat petani kita dulu, mereka tak pakai bahan kimia, hasil panennya bagus. Tapi sejak bahan kimia masuk sawah, apa hasilnya,,,”
“Cara organik itu mudah, bisa dibuat sendiri. Jerami ada, rumput-rumput banyak, dll. Bisa buat MOL sendiri. Pupuk kandang bisa disiasati. Pertanian pasti lestari. Harga jual tinggi,,,”

Kelima, Pola Alami
Pola ini bisa juga disebut Pola Pertanian Alamiah. Sebuah konsep pertanian yang natural.
“biarkanlah alam yang bekerja, campur tangan manusia hanya seperlunya”

Coba tengok hutan. Hutan tumbuh subur tanpa campur tangan manausia. Semakin hari hutan akan semakin subur. Hutan akan berkerja dengan iramanya,,,

Dari sini timbul pertanyaan. Apa ada yang pupuk hutan. Apakah hutan pernah dibajak supaya subur. Apakah dimasukkan pupuk kandang supaya subur. Apakah perlu hutan disemprot dengan pupuk kimia supaya hama penyakit terkendali.

Nyatanya tampa itu semua, hutan semakin hari semakin subur bila tidak ada campur tangan manusia.

Secara garis besar, Konsep pertanian alamiah adalah sbb
1. Tidak membajak sawah
2. Tidak menggunakan pupuk (kompos) yang disengaja, apalagi pupuk kimia
3. Tidak mengiangi rumput-rumput
4. Tidak memberikan racun pestisida

Konsep inilah yang dinamakan Pertanian Alamiah. Konsep ini dikenalkan oleh Masanobu Fukuoka dari Jepang.

Sejak Masanobu menulis buku berjudul “Revolusi Sebatang Jerami” pada tahun 1975, konsep pertanian alamiah mulai terkenal. Pemikiran Masanobu pun kemudian banyak dikenal orang. Bahkan tidak sedikit jadi menjadi pengikutnya.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

2 Responses to BUDIDAYA PADI

  1. Joko says:

    SBG PETANI GUREM DIMANA YO POSISI AKU. HEE HEE

  2. Sulasman Supandi says:

    Assalamualaikum Pa Nurman,
    Setelah panen yg diperkirakan akhir November ini sy berencana untuk mengistirahatkan lahan sawah sy dg harapan lahan akan semakin subur. Terkait dg hal tsb saya mohon saran/nasihat Pa Nurman atas langkah-langkah yang akan saya lakukan antara lain :
    – setelah selesai panen lahan sawah akan diairi /direndam mungkin sekitar 2 – 3 hari agar tanah menjadi lembek..
    – setelah itu sy kembalikan jerami ke lahan sambil dinjak-injak/dibenamkan dan dibiarkan kurang lebih 2 pekan.
    – kemudian sy masukan juga pupuk kandang (kotoran ayam yg sudah tercampur sekam padi) dg dosis 2 ton/ha.
    Nah, untuk mempercepat pembusukan khususnya jerami, apakah boleh/bisa dibantu dengan menyemprotkan decomposer langsung ke lahan sawah seperti misalnya, MA-11 dioplos dengan EM4 ?
    – pembajakan lahan akan dilakukan setelah diperkirakan jerami membusuk sempurna.
    Demikian Pa Nurman, atas saran dan nasehatnya sy ucapkan banyak terima kasih. Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s