PERTANIAN ALAMIAH

Sejarah Hidup Masanobu Fukuoka (1)

Pada tulisan sebelumnya, telah disebutkan setidaknya ada 5 pola budidaya tanaman padi. Dari kelima pola tsb, yang paling menggelitik perhatian saya adalah pola yang kelima: Pola Pertanian alamiah.

Pertanian Alamiah

Apa sih pertanian alamiah tsb? ada juga yang menyebut pertanian alami.

Secara pribadi, saya lebih suka menggunakan kalimat: Pertanian Alamiah

Untuk memahami pertanian alamiah ini, setidaknya kita harus mengenal siapa yang pertama kali mencetuskan ide/konsep tsb.

Konseptor pertanian alamiah adalah Masanobu Fukuoka, petani dari Jepang. Siapa dia? dan apa saja yang melatarbelakangi dia melakukan konsep pertanian alamiah tsb?

Sejarah Hidup Masanobu Fukuoka

Untuk lebih mengenal sosok Masanobu Fukuoka, saya telah membaca tulisan di sini http://sekolahpetani.blogspot.com/. yang berkaitan dengan pertanian alami

Di blog tsb, telah ditulis secara berkala sampai 12 tulisan, sehingga kita bisa mengetahui jalan pikiran dan jalan hidup Masanobu Fukuoka tsb.

Di blog Oksigen Pertanian ini pula, akan saya tulis jalan hidup konseptor pertanian alamiah dari blog sekolahpetani tsb, akan tetapi akan saya edit seperlunya saja, ini tidak lain, agar dapat dibaca dengan nyaman.

Mengenang Sosok Masanobu Fukuoka

Sekarang, marilah kita pelajari jalan pikiran dan jalan hidup legenda pertanian alamiah yaitu Masanobu Fukuoka, petani dari Jepang, Dia adalah sang pelopor pertanian paling sederhana, nyaris tanpa kerja. Itulah yang disebutnya “pertanian alamiah”.

Prinsip pertanian yang dikembangkan seakan berbalik arah. Biasanya di dalam setiap usaha tani, bila ingin mendapatkan hasil yang maksimal: kerjakan ini, kerjakan itu dan kerjakan ini itu,,,

Sang legenda pertanian alami justru punya konsep terbalik: jangan kerjakan ini, jangan kerjakan itu dan jangan kerjakan ini itu,,,

Insan hebat ini telah meninggal Agustus 2008, usianya mencapai 95 tahun. Tidan aneh, beliau berumur panjang. Sebab pola pikir dan pola hidupnya dekat dengan alam. Bahkan seirama dengan alam,,,

Masanobu Fukuoka

[Sumber foto: Treehugger]

Tahun 1988 dia mendapatkan dua anugerah sekaligus, Magsaysay dari Filipina dan Deshikottam dari India. Keduanya sangat bergengsi. Tahun 1997 Fukuoka-san, begitu panggilan kehormatannya sebagai orang Jepang, mendapat “Penghargaan Dewan Bumi” (Earth Council Award), kehormatan yang biasanya diberikan pada politisi, pebisnis, sarjana, pegiat NGO karena jasa-jasanya pada pembangunan berkelanjutan.

Wawancara ini diterbitkan oleh Mother Earth News, sebuah majalah web terkenal di bidang hidup berkelanjutan dan mandiri. Majalah ini memiliki rubrik wawancara yang bertajuk Plowboy Interview. Rubrik ini berisi wawancara dengan berbagai tokoh yang memperjuangkan kelestarian bumi.

Tahun 1979 Fukuoka-san berkeliling Amerika Serikat. Suatu ketika dia diberi kesempatan memberikan kuliah di sebuah universitas, dia berbicara selama beberapa jam dengan Larry Korn, seorang mahasiswa yang mempelajari metode pertanian alami.

Waktu mereka saling berbicara, orang tua asal Jepang ini sudah beruban, suaranya tertahan, mengenakan pakaian tradisional Jepang. Penampilannya tak memberi kesan sesepuh ini adalah seorang petani inovatif yang telah berhasil menjadi teladan asali.

Di sebuah gunung yang menghadap ke Teluk Matsuyama di bagian selatan pulau Shikoku, Fukuoka-san sudah lama bercocok tanam padi, gandum, bulir-buliran lain di musim dingin, dan jeruk mandarin Jepang .. tapi dengan praktik bertani yang aneh. Banyak orang memandang caranya itu terbelakang atau bodoh!

Tapi tanahnya secara konsisten ternyata menghasilkan hasil cocok tani yang sama atau bahkan lebih tinggi daripada petani-petani lain tetangganya yang menggunakan banyak tenaga kerja dan berbagai metode yang sangat bergantung pada bahan-bahan tambahan kimiawi.

Sistem bertani yang dikembangkan Fukuoka tak hanya membuat orang jadi terheran-heran karena tingginya hasil panen, tapi juga karena fakta bahwa sudah selama puluhan tahun dia tak pernah membajaknya sama sekali.

Dia juga tak menggunakan pupuk yang dipersiapkan terlebih dahulu untuk lahannya. Bahkan kompos juga sesungguhnya tidak.

Dia juga tak mencabuti rumput-rumput liar di ladangnya atau menggenangi padinya dengan air sebegitu banyak seperti para tetangganya.

Melalui percobaan yang panjang, petani Jepang ini sekarang telah berhasil memperkenalkan suatu metode pertanian yang memantulkan kedekatan dan sekan-akan bergerak beriringan bersama dengan alam.

Dia sekarang yakin bahwa dengan memperluas pemahaman melampaui batas-batas tradisional dari pengetahuan ilmiah, tapi juga dengan mempercayakan diri pada kebijakan terhadap proses kehidupan. Maka kita dapat memperoleh apa yang kita perlukan tentang bagaimana cara yang tepat ketika menanam tanaman-tanaman pangan.

Dia mengatakan bahwa seorang petani selayaknya lebih baik bersikap cermat mempelajari dan memahami siklus alam lalu bekerja sesuai dengan pola-pola alam itu, daripada mencoba menundukkan dan menjinakkan alam.

Bertahun-tahun tak ada orang yang peduli pada gagasan Fukuoka yang unik itu. Hanya sedikit orang saja di Jepang mengenal metodenya.

Tahun 1975, sejak dia menulis buku berjudul “Revolusi Sebatang Jerami”, yang kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa. Baru diterbitkan dalam bahasa Indonesia tahun 1991 oleh Yayasan Obor. Sejak bukunya terbit kemudian dia banyak diminati oleh berbagai kelompok yang bersemangat mempelajari sikap “baru”-nya yang aneh dalam cara bercocok tanam.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, BUDIDAYA PADI. Bookmark the permalink.

2 Responses to PERTANIAN ALAMIAH

  1. robiramli says:

    memang sangat betul sekali pola pertanian alamiah itu handal bagi petani yang peduli lingkungan dan kelanjutan generasi nya …. yang menjadi pertanyaan adalah berapa persen petani yang masuk kategori pecinta kelestarian …???????
    sementara ini saya mengunakan konsep foging untuk pengendalian hama karena ini sangat ramah lingkungan tanpa meninggalkan residu apa pun kepada tanaman dan lahan ……efektif , murah meriah , hanya berbahan aktif yg disediakan oleh alam ………
    semoga ini menjadi acuan bagi para sedulur tani semua …..

  2. Joko says:

    Bgm memulai pertanian secara alami tsb ? atau apa yg hrs kt perbuat pertama kalinya ?
    secara nalar kami msh bingung ada usaha pertanian tanpa dibajak tanpa dipupuk tanpa disiangi tanpa diaplikasi psetisida
    mngk da yg bisa bantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s