KESAN PERTAMA

Kesan Pertama Begitu Menggoda

Pada kesempatan kali ini, dan semoga kedepannya, saya akan mencoba memposting tulisan ( bisa tulisan sendiri atau insan lain), yang intinya membuat kita sadar diri. Sebuah renungan kehidupan nyata, yang kita bisa saksikan dalam keseharian.

Saya berulang kali, mendapatkan “kesan pertama” yang begitu menggoda, terutama waktu di dunia kampus dulu. Begitu juga di dunia kehidupan lainnya. Karena saya pria, maka “kesan pertama” tentu datang dari wanita.

Ketika ada banyak wanita memberikan penampilan “kesan pertama” kepada pria lain, termasuk saya, jelas begitu menggoda. Ada aura kharisma tertentu yang dipancarkannya. Saya pribadi, beri nilai 9 buatnya.

Akan tetapi, seiring perjalanan waktu. Kharisma penampilan yang dipancarkannya, dari waktu ke waktu, semakin lama semakin memudar,,,

Dan akhirnya, skor nilainya sudah di bawah 6.

Sebaliknya, ada juga wanita yang pada penampilan pertama, biasa saja. Datar-datar saja. Saya kasih nilai 6 buatnya. Akan tetapi, seiring perjalan waktu, aura penampilan yang dipancarkan semakin bercahaya. Dan nilai skornya pun meninggi.

Kisah ini, bisa saja dialami oleh siapapun. Dan dimanapun. Ketika saya tanya beberapa teman, mereka pun pernah mengalami.

Kere Tapi Keren

Nah, tulisan Jamil Azzaini, menurut saya, cocok ditampilkan di sini.
Judulnya unik: Keren Tapi Kere

Keren dan kere adalah dua kata yang maknanya sangat berbeda. Keren itu bisa bermakna “wow” hebat, cakep, luar biasa, menarik, bagus dan kata-kata pujian lainnya. Sementara kere itu bermakna miskin, melarat, tak punya uang, hidup susah dan sejenisnya.

Banyak orang yang ingin terlihat keren dengan memperbaiki penampilan dan sesuatu yang terlihat namun dengan cara berhutang kesana kemari, itulah keren tapi kere. Apakah tidak boleh berhutang? Tentu boleh tetapi hanya untuk hal-hal yang penting atau primer bukan untuk yang menimbulkan “kesan pertama terlihat kaya padahal menderita.”

Saya termasuk orang yang tidak pro dengan ajaran “timbulkan kesan pertama.” Buat apa orang tertarik dengan kesan pertama yang kita ciptakan tetapi setelah itu kita menderita berkepanjangan. Kesan pertama hanya sesaat padahal perjalanan hidup masih lama.

Bagi saya kesan pertama penting tetapi kesan selanjutnya jauh lebih penting. Dengan kata lain, lebih baik kita dapat nilai 7 saat jumpa namun dapat nilai 9 setelah berinteraksi lama. Jangan terbalik, kesan pertama dapat nilai 9 namun semakin lama bergaul nilainya semakin menurun.

Keren tapi kere itu perwujudan dari miskin tapi sombong. Dan tentu Anda tahu, Allah membenci orang yang miskin tapi sombong. Kalau dalam bahasa gaulnya “gak punya apa-apa aza blagu.” Atau kalau bahasa betawinya “kesohor tapi tekor.”

Keren tapi kere itu menyiksa. Anda terlihat hebat di lingkungan pergaulan tetapi anak istri tersiksa di rumah. Keren tapi kere itu membuat hidup Anda selalu gelisah. Mengapa? Karena Anda sibuk mencari pujian manusia.

Kita memang lahir dan besar di bumi tetapi hakekat hidup kita bukan untuk mengejar pujian penduduk bumi. Hidup kita justeru semakin keren bila kita sibuk berlari mengejar pujian penduduk langit. Caranya? Jadilah ahli ibadah sekaligus ahli manfaat. Bumi tempat kita berpijak, langit tempat kita mencari pujian. Keren khan?

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s