ANAK ELANG

Jalan Hidup Anak Manusia

Setiap kita yang lahir ke dunia ini, mempunyai alur cerita kehidupan tersendiri. Mempunyai jalan hidup masing-masing. Dan tentunya, setiap kita, secara Sunatullah akan dihinggapi dengan berbagai macam persoalan/masalah hidup.

Paradigma Masalah

Karena sudah menjadi Sunatullah, bahwa manusia dilahirkan, kemudian tumbuh dan berkembang, salah satu bagian dari kehidupannya adalah akan mendapatkan ujian/cobaan/persolan/masalah/dll.

Maka paradigma (cara pandang kita) terhadap masalah menjadi sangat urgen. Ini boleh disebut “inti kehidupan”.

Bila kita menganggap masalah sebagai beban, kita sangat mungkin akan meletakkan beban tsb. Kemudian berusaha menghindarinya. Bahkan akan menjauhinya.

Bila kita menganggap masalah sebagai penghalang, kita mungkin saja akan dengan berat hati menghadapinya.

Namun, bila paradigma kita mengatakan bahwa MASALAH adalah HADIAH, maka bisa jadi kita akan terima dengan suka cita. Dengan pandangan demikian, kita bisa melihat anak-anak tangga kesuksesan dibalik setiap masalah.

Bisa jadi, masalah yg kita hadapi adalah anak tangga menuju kesuksesan berikutnya. Kesuksesan yang lebih tinggi.
Maka, hadapi dan ubahlah masalah menjadi anak tangga menuju kesuksesan. Tanpa ada masalah, kita tak layak memasuki jalur kesuksesan. Bahkan hidup ini pun pada hakekatnya adalah kumpulan masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Paradigma Anak Elang

Coba perhatikan anak-anak elang.
Apakah hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya?
Hadiah tsb bukanlah serpihan-serpihan daging yg diberikan induknya.
Bukan pula dekapan hangat sang induk di malam-malam yang dingin.

Gambar diambil dari internet

Gambar diambil dari internet

HADIAH TERBESAR anak-anak elang justru ketika mereka dilempar oleh induknya dari tempat yang tinggi. Dilempar dari atas bukit. Di lempar secara sadar oleh induknya,,,

Apa yang terjadi?
Di detik-detik pertama, apa yang ada dibenak anak-anak elang terhadap induknya ?
Paradigma anak-anak elang akan mengatakan penuh hal negatif. Anak-anak elang menganggap induk mereka sungguh tak punya nurani. Induk mereka adalah pembunuh.
Anak-anak elang akan menjerit ketakutan, menangis, dll. Tindakan induk elang seolah-olah membawa anak-anak elang kepintu kematian.

Tapi, apa yang terjadi?
Ternyata, beberapa puluh detik selanjutnya, bukan kematian yang mereka terima, namun sebaliknya. Mereka menemukan jati diri sebagai burung, terutama burung elang, yaitu mereka terbang. Di detik-detik selanjutnya anak-anak elang mendapatkan hadiah terbesarnya: mereka bisa terbang !!!

Paradigma anak-anak elang berubah seketika terhadap induknya. Ternyata, tindakan induknya adalah hadiah terbesar terhadap kehidupan mereka. Dan “tradisi” atau tindakan tsb akan diteruskan kepada keturunannya.

Renungan
Dari cerita di atas, bila Allah SWT memberikan kita musibah/cobaan/masalah, maka pergunakan paradigma anak-anak elang tsb. Ternyata, musibah yang menerpa hidup kita, bisa jadi merupakan anak-anak tangga menuju kesuksesan. Dan itulah yang bisa membuat kita bisa “terbang” jauh. Semoga. Amin.

Nb: Tulisan di tas terinspirasi dari blog Lembah Pinus

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in MOTIVASI, SHARE ILMU. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s