PERTANIAN DI KEJAYAAN UMAT ISLAM

PERTANIAN DALAM BINGKAI ISLAM
NURMAN IHSAN

Ada sebuah paradigma di sebagian besar kalangan umat Islam: “bila umat islam kembali kepada pedoman hidupnya, maka dalam seluruh sendi kehidupannya, umat islam akan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia,,, “.

Menurut saya, Paradigma ini jelas memiliki nilai kebenaran. Paradigma seperti inilah yang harus kita miliki sebagai seorang muslim, bila kita ingin memiliki kejayaan di dunia. Bahkan di akhirat kelak.

Ada sebagian umat islam yang masih ragu akan kebenaran ini mengatakan, apa betul pernyataan demikian ?

Coba kita baca sejarah tentang robot , siapakah bapak robot dunia? selama ini dunia barat sengaja menutupi dengan nama Leonardo da Vinci yang merupaka pelopor bapak robot itu. Itulah tipu daya Dunia Barat. Padahal pelopor robot itu sendiri berasal dari seorang muslim brilian yang bernama Ibnu Ismail al Jazari.

Pada abad ke-13 M Insinyur Muslim Al Jazari yang hidup di zaman kekhalifahan sudah mampu menciptakan robot mirip manusia. Pencapaian itu sekaligus mematahkahkan klaim Barat yang kerap menyebut Leonardo da Vinci sebagai perintis teknologi robot. Ketika Da Vinci baru merancang teori pembuatan robot pada 1478, itu pun baru berbentuk desain di atas kertas.

Robot Burung Merak

Robot Burung Merak

Hebatnya, 200-300 tahun sebelumnya Insinyur Muslim yang sangat brilian, Ibnu Ismail al Jazari, sudah berhasil merancang dan menciptakan aneka bentuk robot pada awal abad ke-13 M. Atas dasar itulah, masyarakat sains modern menjulukinya sebagai ”Bapak Robot”. Peradaban Islam lebih maju tiga abad dalam teknologi robot dibanding Barat.

Itu baru sebagian kecil prestasi umat islam pada saat itu. Bagaimana dengan bidang yang lainnya. Ternyata, di dalam bidang pertanian juga tak kalah hebatnya.

Insinyur Pertanian Muslim yang bernama Abu Zakariyyah Yahya b. Muhammad atau lebih dikenal dengan Ibnu Al-Awwam telah membuat kagum dunia. Ibnu Al-Awwam menulis kitab pertanian yang fenomenal dengan judul Kitab Al-Filaha.

Dari Buku Pedoman Pertanian inilah kemungkinan besar dunia barat belajar ilmu pertanian modern-nya. Karena kitab/buku pedoman pertanian tersebut diketahui sampai berabad-abad kemudian diterjemahkan ke bahasa Spanyol dan kemudian juga kedalam bahasa Perancis hingga pertengahan abad 19.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca tulisan Islamic Agriculture

Bila dunia pertanian dan perkebunan kita nyaris stagnan sejak jaman Belanda, bisa jadi karena kita salah belajar pertanian dari penjajah yang memang tidak mau membuat kita pinter. Bila kemudian pertanian kita banyak merusak lahan-lahan yang semula subur menjadi lahan yang hasilnya pas-pasan, bisa jadi karena kita salah mengambil guru karena belajar dari para kapitalis yang menjadikan petani sebagai pasar semata untuk pupuk dan obat-obat kimia mereka. Lantas dari mana mestinya kita belajar ? Anda akan terkejut dengan referensi yang ada di dunia Islam tentang pertanian ini !

Sekitar enam ratus tahun sebelum Belanda mengajari atau memaksa kita berkebun, di dunia Islam sudah bermunculan ahli-ahli pertanian dan perkebunan yang mulai menyusun dasar-dasar ilmu agronomi dan botani modern. Nama-nama seperti Ibnu Wafid, Abu ‘Umar Ahmad, Abu Al-Khayr, Ibnu Bassel dlsb. mulai menulis kitab-kitab pertanian sejak abad 4 H.

Puncaknya adalah di abad ke 6 H ketika Abu Zakariyyah Yahya b. Muhammad atau lebih dikenal dengan Ibnu Al-Awwam (meninggal th 580H atau 1185 M) menulis kitab pertanian yang fenomenal dengan judul Kitab Al-Filaha. Dari kitab inilah kemungkinan besar dunia barat belajar ilmu pertanian modern-nya. Karena kitab tersebut diketahui sampai berabad-abad kemudian diterjemahkan ke bahasa Spanyol dan kemudian juga kedalam bahasa Perancis hingga pertengahan abad 19.

Kitab Al-Filaha – menurut saya sendiri yang pernah kuliah 4 tahun di perguruan tinggi pertanian – adalah referensi yang sangat lengkap meliputi seluruh ilmu pertanian dalam arti luas, yang kalau di perguruan tinggi modern diajarkan di belasan jurusan yang berbeda-beda !

Bahkan untuk jaman modern ini-pun kitab ini masih sangat relevan, yang mungkin perlu diupdate hanya pada teknologi-teknologi yang berkembang saja. Selebihnya malah bisa mengoreksi kesalahan dunia pertanian di abad terakhir yang mengandalkan pupuk dan obat-obatan kimia.

Di antara isi dari kitab ini meliputi antara lain hal-hal sebagai berikut :

· Teori tentang tanah, jenis-jenis dan kwalitas tanah, cara memperbaiki tanah – (di perguruan tinggi sekarang diajarkan di jurusan ilmu tanah)

· Kotoran ternak dan kompos, jenis dan kwalitasnya, cara penyiapan dan penggunaannya – (jurusan peternakan/hasil peternakan)

· Tentang Air, jenis dan kwalitasnya, knostruksi sumur air, leveling dan pengairan – (jurusan hidrologi atau tata guna air)

· Perencanaan kebun, pemilihan pohon dan penempatannya – (jurusan agronomi atau perkebunan)

· Pembibitan dan penanaman pohon, pembenihan dengan biji, cangkok, tunas dan akar – (jurusan agronomi, kehutanan dlsb)

· Penanaman dan pemeliharaan pohon buah – (jurusan hortikultura)

· Penanaman dan pemeliharaan tananam-tanaman khusus seperti anggur, zaitun, tebu, pisang, bunga mawar dan teh –(bisa di jurusan apa saja)

· Transplantasi tanaman, metode dan pemilihan waktunya, jenis-jenisnya dan berbagai teknik transplantasi dari Persia, Yunani, Romawi – (bisa di jurusan apa saja)

· Pruning atau pemangkasan, tanaman-tanaman yang perlu pemangkasan dan yang tidak perlu, peremajaan tanaman dengan pruning dan pemangkasan tunas – (bisa di jurusan apa saja).

· Teknik-teknik pengolahan tanah, pembajakan, penggalian dan pencangkualan – (bisa di jurusan apa saja).

· Irigasi khusus tanaman buah, peningkatan hasil dan kwalitas rasa – (jurusan hortikultura)

· Polinasi atau pembuahan dengan keterlibatan manusia untuk buah tin, delima dan kurma – (jurusan hortikultura)

· Perlakuan terhadap hama dan penyakit tanaman – (jurusan hama dan penyakit tanaman)

· Teknik-teknik untuk perbaikan kwalitas warna, aroma (bau dan rasa) untuk buah-buahan dn bunga-bunga-an – (jurusan horticultura atau tanaman hias)

· Pengolahan dan pengawetan buah, sayur, benih dan biji-bijian – (jurusan pengolahan hasil pertanian atau teknologi pertanian)

· Biji-bijian/legume dan manfaatnya untuk kesuburan tanah – (bisa jurusan apa saja)

· Penyemaian biji-bijian seperti padi, wijen dan kacang-kacangan dll– (jurusan agronomi)

· Penyemaian untuk jenis umbi-umbian (bisa di jurusan agronomi)

· Penyemaian untuk tanaman khusus seperti mentimun, melon, semangka, sawi, habatussauda, coriander dlsb – (bisa di horticultura)

· Teknik untuk kebun kebutuhan sehari-hari – ( bisa jurusan apa saja)

· Teknik penanaman tanaman sumber minyak atsiri – (bisa di jurusan agronomi)

· Teknik pemanenan, penyimpanan, pencegahan serangga, penggilingan dan pengawetan biji-bijian dan kacang-kacangan (bisa di jurusan teknologi pasca panen)

· Teknik pengolahan hasil pertanian, pengepresan minyak zaitun, penyulingan minyak atsiri, pengolahan sirup buah dan cuka (bisa di jurusan teknologi pangan atau hasil pertanian)

· Pengelolaan kalender tanam dan adaptasi cuaca ( di jurusan agroklimatologi)

· Teknik pembiakan dan perawatan ternak domba, kambing, sapi , pengeloaan pakan, kandang dan kesehatannya ( jurusan peternakan)

· Teknik kedokteran dan pembedahan hewan (jurusan kedokteran hewan)

· Teknik pemeliharaan unggas ( bisa di jurusan peternakan)

· Teknik pemeliharaan lebah madu, dst.

Daftar tersebut baru sebagian saja dari isi Kitab Al-Filaha yang ketika diterjemahkan kedalam bahasa Perancis menjadi dua kitab dengan total halaman sampai sekitar 1,300-an halaman.

Dari sebagian isi tersebut saja kita sudah bisa menangkap pesan betapa majunya pertanian dunia Islam sembilan abad lampau, lantas mengapa sekarang kita seolah ketinggalan ? ya bisa jadi karena kita belajar dari sumber-sumber yang keliru tersebut di atas. Bila saja kita mau kembali ke sumber-sumber ilmu dari para ulama di bidang pertanian ini, maka kita tidak akan merusak tanah dan ecosystem lingkungan dengan pupuk dan obat-obat kimia.

Kitab seperti Al-Filaha ini juga merupakan dokumentasi best practice pada jamannya, jadi itulah yang dilakukan ulama atau petani-petani yang berilmu di jaman itu – ketika mereka menghijaukan padang pasir dari Jordania sampai Damascus dan menyuburkan pinggiran gurun dari Mesir sampai Marocco. Maka rujukan semacam ini insyaAllah juga sangat berguna untuk menyuburkan kembali bumi pertiwi kita yang aslinya memang sudah subur ini.

Masalahnya adalah tinggal siapa yang akan mengajarkan kitab semacam ini kepada para petani kita ? jelas kitab semacam ini tidak dijadikan rujukan di perguruan tinggi pertanian jaman ini. Tidak juga dijadikan rujukan di perguruan tinggi agama – karena dianggap bukan bidangnya. Lantas siapa yang akan membawakannya ?

Insyaallah kitab semacam ini akan menjadi salah satu rujukan pengajaran pertanian di madrasah-madrasah pertanian kita nantinya. Saat ini kami sedang melacak keberadaan kitab-kitab tersebut dalam bahasa aslinya selengkap mungkin, untuk kemudian diterjemahkan oleh Baitul Hikmah dan juga disebar luaskan untuk masyarakat luas secara gratis pada waktunya – Insyaallah !

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

One Response to PERTANIAN DI KEJAYAAN UMAT ISLAM

  1. Adakah kitab terjemahannya pak Efendy manan ?
    di manakah kami bisa mendapatkan kitab tersebut ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s