HASIL PANEN PADI

BAGAIMANA MENINGKATKAN HASIL PANEN

Pertanyaan Banyak Pembaca

Sejak mulai menulis di blog ini, salah satu bentuk pertanyaan yang banyak ditanyakan kepada saya adalah masalah hasil panen. Bagaimana caranya meningkatkan hasil panen?
Apa benar ada yang bisa panen sebanyak 11-12 ton/ha, padahal untuk dapat kisaran 6-8ton/ha susahnya minta ampun.
Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yg semisal tsb

Paradigma Baru Petani

Untuk membahas persoalan ini, memang tidaklah mudah, kita harus melihat permasalahan ini secara utuh. Menurut saya, pendekatan ini harus melibatkan 2 sisi.

Apa itu ?
Pertama, sisi manusia
Kedua, sisi lingkungan.

Ada yang harus dirubah dari sisi manusianya, ada juga yang harus diciptakan dari sisi lingkungannya. Ini bagai sisi mata uang.

Secara umum, menurut saya untuk meningkatkan hasil panen padi, dapat dibagi kedalam dua faktor.

Pertama, FAKTOR PRIORITAS
Kedua, FAKTOR PENUNJANG

PERTAMA, FAKTOR PRIORITAS

Faktor PRIORITAS ini harus melibatkan dua pendekatan sekaligus. Ini harus dikerjakan secara bersamaan agar hasil panen yang kita harapkan bisa meningkat.

FAKTOR PRIORITAS yang Pertama: Pendekatan Manusia

Manusia dalam hal ini kita fokuskan kepada para petani. Itu artinya petani harus menjadikan dirinya sebagai manusia baik. Manusia yang berdayaguna bagi insan lain. Petani yang harus memiliki iman dan taqwa. Ini adalah pupuk terbesar dalam bertani !!!

Coba simak ayat ini

QS 7. Al A’raaf:96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوْاْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَـٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ
وَٱلأَْرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَـٰهُمْ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya PENDUDUK SUATU NEGERI BERIMAN DAN BERTAQWA, PASTILAH KAMI akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. ”

Bila kita ingin langit dan bumi ini berkah, langit dan bumi mengeluarkan semua potensinya, syaratnya kita beriman dan bertaqwa. Ini adalah mutlak. Sebab ini janji Allah SWT yang menciptakan alam ini.

Bumi dalam bahasa petani secara khusus adalah lahan pertanian/sawah, maka petani harus beriman dan bertaqwa. Dan sebaliknya, bila bumi dan langit tidak mengeluarkan berkahnya, yang terjadi adalah banyak musibah. Banyak hama dan penyakit. Dan akibatnya akan merugikan kita.

Di lapangan, kadang saya sedih, bila menjumpai petani yang muslim tapi belum malaksanakan sholat 5 waktu. Padahal sholat ini adalah kewajiban bagi setiap muslim. Bagaimana Allah SWT akan menurunkan KEBERKAHAN pada petani yang belum malaksanakan sholat 5 waktu ?

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah.
Nabi Muhamad SAW berkata, “Ketika seorang laki-laki berada di tempat yang sunyi, dia mendengar suara awan, ‘Siramilah kebun fulan.’
Lalu awan itu menjauh dan menumpahkan airnya di tanah dengan bebatuan hitam. Ternyata ada saluran air yang telah dipenuhi oleh seluruh air itu. Laki-laki itu menelusuri jalannya air.
Ternyata ada seorang laki-laki yang berdiri di kebunnya, dia mengalirkan air dengan cangkulnya.
Dia bertanya, ‘Wahai hamba Allah, siapa namamu?’
lelaki itu menjawab, ‘Fulan.’ Nama yang didengarnya dari suara di awan.
Lelaki itu berkata, ‘Wahai hamba Allah mengapa kamu bertanya tentang namaku?’
Dia menjawab, ‘Sesungguhnya aku mendengar suara di awan di mana airnya adalah ini. Suara itu berkata, ‘Siramilah kebun fulan.’ Yaitu, namamu. Apa yang kamu lakukan padanya?’ Lelaki itu menjawab, ‘Karena kamu mengatakan itu, maka aku membagi hasil kebunku. Sepertiganya aku sedekahkan, sepertiga lagi aku makan bersama keluargaku, dan sepertiga sisanya aku kembalikan kepadanya.

Kita memang tidak bersedekah dengan 1/3 nya, akan tetapi hasil dari sawah kita ada zakatnya. Maka tunaikanlah zakat tsb.

Biasanya, realita di lapangan yang saya hadapi, ketika ada petani yang rutin menunaikan zakatnya setiap habis panen, hasil panennya lebih baik dari petani disekelilingnya.

Profesi Petani

Menjadi petani adalah pilihan kita dalam profesi/bekerja. Bekerja adalah ibadah. Ibadah bisa dapat pahala atau sebaliknya mendapat dosa. Ibadah ada aturannya. Tak boleh buat kerusakan di muka bumi. Tak merugikan orang lain. Tunaikan zakat, dll

Menjadi petani adalah pilihan pekerjaan. Pekerjaan akan sukses bila dikerjakan dengan rasa senang. Salah satu indikator petani sukses adalah adanya keterikatan antara petani dengan tanaman yang dipelihara. Bahasa sederhananya: ada ikatan bathin antara petani dengan tanaman yang dipeliharanya.

Kemudian, sebisa mungkin seorang petani memasuki wilayah Ikatan ekosistem tanaman. Dengan demikian, sang petani akan merasakan apa yang dirasakan tanamannya.

FAKTOR PRIORITAS yang Kedua: Pendekatan Sistem Lingkungan

Ada ungkapan: Bekerjalah dengan sistem, maka sistem yang akan membuat lebih mudah.

Demikian pula dalam hal bertani, bila bertani ada sistemnya maka pekerjaan petani akan lebih Mudah.
Dengan sistem pola tanam yang teratur, maka sistem inilah yang akan membuat siklus hidup tanaman dan makhluk lain yang ada disekitanya lebih teratur.

Oleh sebab itu, pertama kali yang perlu dilakukan adalah ciptakan/kondisikan sistem pola tanam di suatu tempat/daerah.

Idealnya Padi – Padi – Palawija/kacang2an

Dengan sistem ini (pola tanam) yang teratur ini, banyak manfaat yg didapat,

Ke hama penyakit

Dengan pola tanam ini akan mumutus siklus hama penyakit. Hama seperti burung, tikus, kungkang, wereng, dll siklusnya dapat terputus. Demikian juga penyakit seperti HDB, kerdil rumput, dll akan terputus siklus hidupnya.
Hama dan penyakit ini adalah momok petani dalam berbudidaya tanaman. Bila ini dapat dikendalikan, maka hasil panen dengan mudah bisa didapat.

Coba cermati, pengeluaran untuk membeli “racun” pestisida dari tahun ke tahun harganya semakin meningkat dengan tajam. Bahkan hampir di banyak tempat, pembelian pestisida ini merupakan “kewajiban” dalam bertani,,,

Ada teman yang bercanda kepada saya: “Tanpa ada hama dan penyakit, siapapun dapat bercocok tanaman”.
Dan ini adalah candaan yang masuk akal, menurut saya.

Ke tanah:

Dengan pola tanam ini, tanah lebih dinamis dng sistem pola perakaran yang berganti. Kemudian tanah lbh subur, nutrisi tanaman lebih lengkap, dll.

Ke manusia

Dengan pola tanam ini, beratri penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia berkurang. Lingkungan sawah lebih ramah buat petani. Pengeluaran para petani lebih sedikit.

Demikian juga, pola konsumsi akan bervariasi dengan menanam padi dan palawija, akan ada kombinasi tanaman penghasil karbohidrat (padi) dan protein dan vitamin (kacang2an).

Dengan pola tanam yang telah terbentuk, seakan-akan tanpa sadar, para petani dipaksa tanam serempak. Biasanya, pada bulan November-juli tanam padi, agustus-oktober tanam palawija.

Selanjutnya, Pendekatan ekosistem lingkungan sawah
Ciptakan ekosistem sawah yg dinamis. Kembalikan jerami, sekam, dedaunan ke lahan. Membiarkan binatang-binatang sawah hidup apa adanya. Biarkan ikan-ikan berenang dan berkembang biak. Biarkan katak dan anak-anaknya bernyanyi malam. Biarkan belut-belut beranak pinak, dll.

Mengapa? sebab kitalah yang akan menikmati keberadaan mereka di lahan kita !!!

Bila ini dilakukan, dengan sendirinya akan tercipta keseimbangan ekosistem. Adanya hama akan diimbangi dengan adanya predator. Bila faktor di atas telah terbentuk, MAKA PADI JENIS APAPUN YANG KITA TANAM AKAN MEMBERIKAN HASIL TERBAIK.

2. KEDUA, FAKTOR PENUNJANG

Menurut analisa saya, selama ini faktor penunjang oleh sebagian besar peneliti dan petani dipandang sebagai faktor terbesar dalam mendukung keberhasilan produk pertanian. Faktor-faktor itu adalah faktor benih, pupuk/pestisida kimia, sistem tanam, dll.

Secara pribadi, saya malah berpandangan sebaliknya. Faktor-faktor seperti benih, pupuk kimia, pestisida, dll hanya sebatas faktor penunjang saja. Selama SISTEM UTAMA/PRIORITAS belum terbentuk maka sebagus apapun benih, sebanyak apapun pupuk/pestisida kimia, dll. Maka hasil yang kita dapatkan akan kurang maksimal.

Akan banyak kendala yang dihadapi oleh petani di lapangan. Bagitu banyak faktor hama dan penyakit yang perlu dihadapi oleh petani, bila pola tanam dan ekosistem lahan belum terbentuk. Apalagi bila faktor prioritas tsb tak ada sama sekali.

Cara praktis adalah memakai pupuk kimia dan racun pestisida yang banyak. Bila cara ini dari tahun ke tahun dilakukan maka hasil panen akan statis. Bahkan cendrung turun. Sebab lingkungan akan rusak. Belum lagi biaya yang dikeluarkan akan makin besar. Apalagi biaya pupuk kimia, pestisida, tenaga kerja, dll dari tahun ke tahun akan semakin melambung tinggi. Sedangkan hasil panen yang kita harapkan hasilnya tak kunjung meningkat.

Penutup

Dengan penjelasan di atas, semoga saja bisa memberikan penjelasan kepada kita, mengapa hasil panen khususnya tanaman padi di suatu daerah bisa tinggi, sedangkan pada daerah lain tidak.

Mengapa di suatu daerah bisa dengan mudah menghasilkan panen 8-10 ton/ha, sedangkan di daerah lain untuk hasil 6-8 ton/ha saja sangat susah.

Terima kasih

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in BUDIDAYA PADI. Bookmark the permalink.

2 Responses to HASIL PANEN PADI

  1. Sulasman Supandi says:

    Assalamualaikum Pa Nurman,
    Saya pernah baca mengenai zakat pertanian di fb khususnya tanaman padi, apabila kita/petani itu harus mengeluarkan biaya untuk pengadaan air untuk mengairi sawahnya, maka zakatnya sebesar 5%, sedangkan apabila kita cukup memanfaatkan air yang memang sudah tersedia (air suangai/hujan), maka zakatnya sebesar 10%. Mohon tanggapannya Pa Nurman. Terima kasih. Meski terlambat saya ucapakan : taqobbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir batin. Wassalam.

    • NURMANIHSAN says:

      Wa’alaikum salam wr wb. pak sulasman
      Sama2 pak, Mohon maaf lahir dan bathin juga

      Kalo urusan zakat kita bisa lihat di blog yang khusus membahas zakat.
      Tp sebagai tambahan, sy pernah membaca di suatu blog, intinya bila lahan pertanian mendapatkan perlakuan tambahan biaya misalkan biaya pengolahan lahan, tanam benih, pemupukan, dll. maka zakatnya 5 % saja. tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s