AYO TANAM INPARI 8

INPARI 8 : SI VARIETAS JADUL NAMUN BANDEL

Oleh : Efendy Manan

Sebentar lama musim hujan akan tiba.Berarti musim tanam padi di seluruh Indonesia akan bergeliat kembali setelah lama tidur panjang akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Para petani pun kembali sibuk mencari benih unggul padi yang tentu saja diharapkan tahan hama penyakit dan berdaya hasil tinggi.

Ada beberapa varietas yang begitu dikenal dan jamak ditanam oleh petani seperti Ciherang, Mekongga, Cibogo, Sidenuk, dll, namun karena sering ditanam maka ketahanan varietas tersebut terhadap hama penyakit menjadi turun dan cenderung melemah.

Di sisi lain hama penyakit semakin resisten karena penggunaan pestisida yang berlebihan ditambah dengan ekosistem yang sudah makin tidak seimbang. Akibatnya petani kita selalu dihadapkan pada lingkaran setan yaitu selalu timbulnya hama penyakit yang terus menerus, dan ini menyebabkan makin meningkatkan konsumsi pestisida. Dan akhirnya, pendapatan petani secara real menjadi rendah.

Pemerintah pun sebenarnya tidak tinggal diam. Melalui program bantuan dan pelatihan mencoba mendidik petani agar lebih pergiliran varietas, penggunaan teknologi ramah lingkungan, pestisida yang bijak maupun pada program pemuliaan benih-benih unggul baru yang tahan hama penyakit.

Namun sayang disini petani masih sulit mengakses informasi varietas-varietas apa saja yang tahan terhadap hama penyakit tertentu.
Salah satu varietas unggul baru (VUB) yang “tahan” hama penyakit adalah inpari 8. Varietas ini direlease tahun 2009 oleh BBPadi dan BPTP Sulawesi Selatan.

Secara nasional Inpari 8 memang tidak sementereng Ciherang dkk, Inpari 13 yang pernah booming di era tahun 2010 an karena tahan WBC. Namun varietas ini begitu melegenda di hati sebagian besar petani Pasuruan Jawa Timur hingga saat ini.

Bagi petani di Pasuruan Inpari 8 seperti panasea si dewa penyelamat dari ancaman puso karena bandel di tanah dengan PH agak masam, tahan virus tungro, tahan WBC, kurang disukai penggerek batang. Bahkan hebatnya si tikus pun seperti ogah mengobrak – abrik nya sedangkan varietas lain dirusak.

Penulis pernah mengalaminya sendiri saat menguji sebuah calon galur bulan Maret 2014 lalu. Galur kami hancur diserang penggerak,tungro dan HDB namun anehnya inpari 8 disamping petakan seperti tidak terjamah.

Pengakuan yang sama pun disampaikan oleh bapak Ken Al Taerami dari Demak Jateng. Menurut beliau inpari 8 sangat handal di MT 1 karena cukup tahan HDB, penggerek batang dan kurang disukai tikus. Dan untuk hasil pun padi jenis ini tidak mengecewakan..

Agar para pembaca tidak penasaran maka saya akan memberikan sekelumit deskripsi Inpari 8 sbb:

INPARI 8 :
Nomor seleksi : IR 73012-15-2-2-1
Golongan : Cere
Umur tanaman : 125 hss
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : 105 cm
Anakan produktif : 19 batang
Warna Gabah : Kuning bersih
Bentuk gabah : Panjang ramping
Tekstur nasi : Pulen
Kerontokan ; Sedang
Kadar amilosa : 21 %
Bobot 1000 bulir : 25,3 gram
Rata- rata hasil : 6,3 ton /Ha GKP
Potensi hasil : 9,9 ton /Ha GKP
Ketahanan Hama : Tahan Tungro
Dilepas tahun : 2009

Akhirnya penulis berharap semoga sekelumit informasi ini mampu memberi solusi dalam memilih vareitas yang tepat menghadapi musim tanam mendatang. Semoga

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, BENIH UNGGUL PADI. Bookmark the permalink.

9 Responses to AYO TANAM INPARI 8

  1. robi ramli says:

    kembali saya bertanya dikarenakan pengetahuan saya yang hanya sekelumit , saya ingin bertanya kemampuan inpari 8 atas rendaman air dan kekeringan …..tq

  2. efendy manan says:

    Assalamualaikum Pak Robi Ramli….selamat datang di blog kami.Mengenai kemampuan rendaman air/banjir,Inpari 8 bukan termasuk tipe ini pak msh lbh inpari 29 dan inpari 30/ciherang sub 1…inpari 8 hanya lbh beradaptasi pada lahan yang sirkulasi airnya sulit (jawa:becer) dan lbh toleran pada keracunan fe dan Al..seperti diketahui sebagian besar lahan di pasuruan kota ke timur bertype spt itu.Sedangkan untuk kekeringan,Inpari 8 kurang bagus juga.Tidak sebaik kemampuan padi jenis gogo seperti situbagendit,towuti,Inpago bahkan inpari 10 Laeya..Umur inpari 8 yg lbh panjang dr ciherang 7 hari membuat inpari 8 kurang sesuai dengan daerah tadah hujan atau daerah dengan curah hujan yang pendek.

  3. sa says:

    Bulirnya kecil

  4. efendy manan says:

    betul pak….salah satu kelemahannya ada bulir agk lbh kecil….mirip bondoyudo jadi utk beberapa daerah kurang sesuai…cuma karena di pasuruan timur endemik opt jadi lbh memilih inpari 8

  5. Amin says:

    Cari beninya di mana kang Ef

  6. efendymanan says:

    Bisa saya bantu kang….

  7. oci says:

    posting inpari yang terbaru kang….

  8. efendymanan says:

    Sekarang sdh ada inpari 42 dan 43…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s