PENYAKIT KEMBANG API

MENGENAL PENYAKIT KEMBANG API
Oleh : Efendy Manan

Tulisan ini bermula dari keluhan teman FB saya sebut saja namanya Pak Bejo. Beliau mengeluhkan malai padinya yang kosong tanpa sebulir pun yang berisi dan menyerang hampir setengah areal sawah yang dimilikinya. Dan tak ayal lagi, hasil panenpun anjlok lebih dari 50 % yang semula 7 ton/ha sekarang tinggal 3 ton saja.

Beliau bercerita pula, penyakit itu datang tanpa beliau perkirakan karena semula tanaman sangat sehat dan tidak ada tanda-tanda datangnya kupu-kupu penggerek batang, namun saat keluar malai, bulir padi menjadi kering dan tidak mampu berisi.

kembang api

Peristiwa diatas sebenarnya sering dialami oleh petani-petani kita saat MT 1 atau musim penghujan. Dimana kelembaban udara tinggi, hujan tiada henti disertai angin kencang.

Hal ini, ditambah lagi pola tanam yang rapat dan kebiasaan petani yang menggunakan pupuk kimia Nitrogen yang tinggi. Pada satu sisi, minimnya penggunaan pupuk Pospat dan Kalium, ini jelas semakin memperparah serangan penyakit ini.

Penyakit ini secara ilmiah dinamakan penyakit Udbatta Desease yang disebabkan jamur Ephelis Oryzae Syd. Penyebaran jamur ini begitu cepat saat musim hujan yang lembab dengan intensitas curah hujan yang tinggi.

Persebarannya penyakit ini sudah lama ada di India dan Cina, sedangkan di Jawa baru pertama kali dilaporkan tahun 1976 (Amir,1986).I

nfeksi terutama terjadi pada padi namun jamur patogen ini bisa pula bersarang pada padi liar, jajagoan atau jawan (echinochloa crusgalli), rumput grinting (cynodon dactylon) dan bisa juga menyerang juwawut (setarica italica).

Dari beberapa penelitian penyakit ini terbawa oleh biji (seed born) yang semula sudah terinfeksi namun tidak dapat bertahan hidup di tanah terlalu lama. Jamur membentuk stroma putih kotor sampai kelabu.

Semula piknidium tenggelam didalam stroma, kemudian berkembang agak menonjol dan cembung, membulat dengan garis tengah 1-1,5 mm. Konidiofor seperti jarum, bercabang, hialin, dengan ukuran 22-85 x 1-1,44 mikro meter.

Konidium seperti jarum,bercabang,hialin dengan ukuran 12-40 x 1,2-1,5 mili mikro meter. Begitu miripnya penampakan penyakit ini hingga petani kita menyamakan dengan penyakit teklik, patah leher atau blast. Lebih parah lagi beberapa petani kita masih menganggapnya dengan landasan klenik seperti dimakan buto saat gerhana bulan dan kena petir/kilat saat hujan.

Gejala Serangan :
1. Gejala penyakit mulai tampak pada waktu malai keluar dari upuh daun bendera
2. Malai telah terinfeksi saat masih dalam upih daun/bunting
3. Malai terhambat perkembangannya karena terselubung/terinfeksi jamur
4. Malai yang sakit nampak keras dan terselubungi hifa putih kotor hingga kelabu
5. Makin tua jamur maka akan membentuk skelorotium berwarna hitam
6. Terkadang pula malai yang sakit tidak mampu keluar dan tetap berada didalam upih daun.

Cara penangulangan :
1. Melakukan seleksi benih dengan air garam.Selain untuk mencari benih unggul,garam dipercaya mampu mematikan jamur.
2. Seed treatment dengan menggunakan air hangat 54 derajad celcius selama 10 menit
3. Penggunaan teknik kimia dengan menggunakan jenis fungsida untuk perlakuan benih
4. Waspadai kondisi cuaca lembab dengan intensitas hujan yang tinggi pada saat padi mulai memasuki fase primordia
5. Atur jarak tanam yang longgar,tanam jajar legowo 2:1 untuk meminimalisir serangan
6. Menekan penggunaan pupuk kimia berbahan Nitrogen tinggi seperti Urea karena bisa membuat jamur berkembang lebih cepat
7. Penggunaan pupuk K dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan jamur
8. Penggunaan fungisida jenis Triazole,fungisida kombinasi,mankozeb saat padi memasuki fase primordia atau bunting sehingga mampu menekan pertumbuhan jamur.
9. Bersihkan lahan dari gulma yang bersimbiosis dengan jamur ini.

Semoga bermanfaat
Sumber : LPM-IPB

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, HAMA DAN PENYAKIT. Bookmark the permalink.

2 Responses to PENYAKIT KEMBANG API

  1. robi ramli says:

    saya mau bertanya mengenai seputar penyakit KEMBANG API …..sebagai petani yang sangat awam ;
    pendeteksian awal secara visualnya apa yang nampak ….?

  2. efendy manan says:

    Penyakit kembang api/Udbatta desease…walau terlihat “mengerikan” sebenarnya bukan penyakit yang masuk kategori “zona merah” bagi petani padi di Indonesia dan menimbulkan kerusakan yg masive seperti kresek/xanthomonas dan patah leher/blas..namun jika dibiarkan tanpa ada antisipasi kembang api bisa menurunkan hasil panen.Penyakit ini sebenarnya menyerang “bayi” malai yg masih dalam kandungan upih/batang padi dan secara visual pun sulit dibedakan mana rumpun yang terserang dan mana dalam kondisi sehat.Jadi yang bisa dilakukan petani adalah penanganan mulai awal (seed treatment) dengan memilih benih yg sehat,seleksi benih dg garam,penggunaan fungisida seed treatment,atau bisa juga dengan mewaspadai apakah penyakit ini selalu berulang pada periode tertentu sehingga kita bisa mengantisipasinya dengan menggunakan fungisida baik kimia,hayati/organik..dan yang penting adalah membudayakan pemupukan yang berimbang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s