BUDIDAYA PADI HASIL TINGGI

BUDIDAYA PADI GAYA ANAK MUDA
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Rasa Penasaran

Ternyata, kalau ada cara budidaya yang memberikan hasil yang menjanjikan, ada kesan kuat dari para pembaca. Rasa tertarik akan hasilnya. Sebab, bagi sebagian besar petani, “tonase adalah segalanya”.

“Ya, iyalah, Pak Nurman, itu yang saya cari” ada petani yang komentar ke saya langsung. Hee

Selanjutnya, ada kesan untuk secepatnya mendapatkan ilmu tsb. Ada juga rasa penasaran: “kok tulisan selanjutnya belum muncul juga ya,,,,”

Siapa Anak Muda ini?

Oh ya, nama anak muda ini adalah Naviudin. Biasa dipanggil Mas Avi. Tapi saya lebih suka memanggilnya Mas Navi.

Cara budidaya anak muda

Sudah langsung saja, pak Nurman. Bagaimana cara budidayanya. Beres kan !

Oke, oke,,,

Berbeda Budidaya Padi Non Hibrida dan Hibrida

Karena Mas Avi bertanam padi dengan jenis padi hibrida dan non hibrida. Tentu ke-2 jenis ini ada perlakuan yang berbeda. Tapi dalam hal ini, perbedaan tsb tak terlalu signifikan.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang budidaya non hibrida terlebih dahulu. Mengenai  budidaya non hibridanya, Insya Allah nanti menyusul,,,

Sistem Tanam Secara Umum

Dalam hal budidaya padi ini, Mas Avi menanam dengan sistem tanam legowo 4:1. Jarak tanamnya 30 x 30. Tapi karena sistem legowo tsb ada sisipan di semua baris, maka jarak tanamnya menjadi 30 x 15 cm.

Kemudian, dia tanam dengan bibit yang masih muda : 7 hss. Ditanam dengan 1 bibit/lubang.

Oh ya, sistem pengairan yang dilakukan menggunakan sistem parit. Artinya di sekeliling sawah dibuat parit. Model ini biasa digunakan oleh petani SRI.

Cara Budidaya Padi Ala Mas Avi

Setelah itu, barulah kita memasuki bagaimana Mas Avi mengelola cara budidayanya.

Secara pribadi, saya membagi cara budidaya Mas Avi ke dalam 4 tahapan :

Pertama, Pra Tanam

Pupuk organik 2 ton/ha
5 liter PGPR. Cara buat PGPR bisa lihat disini
5 liter EM4
5 liter Agrobio

Bila pH tanah mendekati netral, tidak ditambakan kapur dolomit. Tapi bila pH kurang/rendah ditambah 250-500 kg (tergantung kadar pH tanah).

Pupuk organik sebanyak 2 ton/ha yang dimasukkan ke sawahnya adalah pupuk organik yang telah melalui proses permentasi. Pupuk organik yang telah jadi kompos. Pupuk kompos tsb berisi jerami padi, kotoran sapi/kambing, dll. Artinya jerami padi hasil sisa penen dibalikan lagi ke sawah.

Aplikasi lapangan : pupuk kompos tsb disebar ke permukaan sawah. Kemudian 5 liter PGPR + 5 liter EM4 + 5 liter Agrobio ditambahkan 200 liter air. Selanjutnya disemprotkan ke permukaan sawah.

Setelah itu, baru tanah disingkal. Setelah selesai, dibiarkan selama 7 hari. Setelah 7 hari, baru sawah dibajak. Dan dibiarkan selama 7 hari pula. Sawah pun siap ditanami,,,

Catatan : PGPR, EM4 dan Agrobio dibuat sendiri oleh Mas Avi. Nah, bagi kita yang tidak bisa bagaimana ?

“Mas Avi, PGPR kalau kita beli ada tidak? tanya saya

“Pake petro bio, mas. Didalamnya ada PGPR dan juga ada Agrobionya” jelas Mas Avi.

Kalau EM4, ada dipasaran.

Untuk Agrobio bisa pakai Biobos, Petro bio, dll

Kedua, Pupuk Dasar

Dilakukan 1 hari sebelum tanam. Pemupukan yang dilakukan sbb :

50 kg ZA, 50 SP-36 dan 5 kg MgSO4 (magnesium sulfat = garam inggris ) diberikan sewaktu lahan sawah dalam keadaan macak-macak.

Apa fungsi MgSo4/garam inggris ini ? ternyata MgSO4 ini bisa menghijaukan daun/membentuk klorofil, membuat tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit, dll

Ketiga, Pemupukan di masa vegetatif

  1. Dilakukan 7 hst yaitu 200 kg NPK pelangi, 50 kg urea, 2 kg utradap, 5 kg mikoriza.

Catatan : ultradap adalah pupuk yang mengandung hara 12 % N dan 60 % fosfat. Kelebihan pupuk ini adalah mudah larut dan sdserap tanaman.

Untuk mikoriza Mas Avi, buat sendiri.

Aplikasi : seluruh bahan dicampur kemudian disebar secara merata.

Apakah dibiarkan saja ? ternyata tidak. Metode Mas Avi, setelah pemupukan harus diinjak-injak di sela-sela tanaman. Untuk tugas ini membutuhkan 8 tenaga kerja ½ hari. Atau 4 tenaga sehari penuh. Biaya tenaga kerja tukang injak-injak ini 15ribu/insan.

Kok perlu diinjak-injak kan perlu tenaga kerja ?

Ternyata bila hal ini tidak dilakukan panennya akan turun 1 ton/ha !!!

Coba bandingkan, Bila ada lebih hasil 1 ton GKP, itu seharga sekitar 3 juta – 3,5 juta. Jadi jelas ada selisih yang jauh.

Jadi, dengan metode ini, ada banyak keuntungan yang didapat : bisa menyerap tenaga kerja sekaligus menaikkan hasil panen.

  1. Dilakukan 36-45 hst ( tergantung umur padi ) yaitu 100 kg NPK ponska + 2 kg MKP + 5 kg Agrobio

Setelah pemupukan, dilakukan pula hal yang sama yaitu proses penginjakan. Tujuan dari proses ini adalah mencegah gulma,memutus akar serabut, mengurangi anakkan tak produktif,  supaya pupuk yang disebar dapat masuk ke dalam sawah. Jadi, pupuk akan lama tersimpan, dalam tanah, sehingga akan maksimal diserap oleh akar tanaman.

Ternyata, proses penginjakan dilakukan sekali lagi yaitu pas tanaman fase primordial/fase bunting. INI YANG UNIK. Dengan Perlakukan ini, akan memperlama masa pengisian bulir. Hasilnya tanaman akan maksimal dalam proses pengisian ini, sehingga malai padi akan banyak yang bernas.

Cuma, ada cumanya, dengan cara demikian: panen akan tertunda sekitar 5 hari.

Keempat, Pemupukan lewat Daun

Pemupukan lewat daun (penyemprotan) ini memakai MOL/POC ( pupuk organik cair ) yang dibuat sendiri. Aplikasinya dilakukan tiap pekan sekali. Dimulai sejak 9 hst dan dilakukan secara berkala.

Penyemprotan dilakukan dengan alat mist duster. Dengan alat ini pekerjaan menyemprot lebih maksimal dan lebih cepat.

Dalam 1 ha, dengan alat mist duster proses penyemprotan dapat selesai sekitar 4 jam. Upah untuk tukang semprot ini sekitar 20 ribu di daerah Mas Avi.

Demikianlah cara  yang dilakukan oleh Mas Avi. Dengan metode ini, tanaman padi sidenuk (padi non hibrida) yang ditanam dapat menghasilkan panen sebanyak 12,5 ton/ha.

Catatan : dalam proses penginjakan dilakukan 3 kali, bila salah satu dari proses ini tidak dilakukan akan kehilangan potensi hasil 1 ton. Bila tidak dilakukan 3 kali hasil panen akan turun sekitar 3 ton.

43 Responses to BUDIDAYA PADI HASIL TINGGI

  1. rizal says:

    mas mau tanya aplikasi mikoriza stahu saya kurang maksimal untuk d baerengkan dengan pupuk kimia..sama satu lg klo d tempat saya di gosrok atow d sodong orang maduranya bilang.pakek alat ato papan datar yang beralaskan paku.fungsinya bisa membongkar tanah dan akar bisa putus apa hal tsb sama dg menginjak nginjak seperti yang terter d tulisan d atas??

    • Ari says:

      Kang ma ngungkapin ide,klo seandainya pemupukan dilakukan sebelum di gasrok dgn tujuan biar sekalian bisa mbenamin pupuknya bagaimana,tolong analisanya..tnks

  2. avi says:

    sejauh ini aplikasi mikoriza bersama pupuk kimia tetap efektif mas rizal meskipun efek kinerjanya lebih lambat dibandingkan dg aplikasi secara single cuma sy msh mengambil segi ekonomis dan praktisnya utk menekan biaya operasional
    Kalau fungsi gosrok hampir sm dg injak injak tp keunggulan injak injak jangkauan lebih dalam mas

    • cantrik says:

      mas Avi, bisa dijelaskan lebih rinci manfaat penginjakan. Apakah penginjakan pertama, kedua dan ketiga memiliki manfaat yg berbeda? Maturnuwun

  3. avi says:

    intinya manfaat penginjakan adalah utk memberikan sirkulasi oksigen ke tanah,membenamkan pupuk dan menghambat pertumbuhan gulma.
    Fungsi detail penginjakan
    -Penginjakan pertama mulai 7 hst/stlh aplikasi pupuk 1 berfungsi memberi sirkulasi oksigen kedalam tanah,menghambat gulma
    -Penginjakan ke dua 21 hst/setelah aplikasi pupuk ke 2 berfungsi menghambat gulma,memutus akar serabut tanaman agar timbul akar baru yg lbh cepat tanggap terhadap pemberian pupuk sehingga anakan akan lebih seragam dan produktif
    -penginjakan ketiga usia 35 hst/setelah aplikasi pupuk ketiga berfungsi mengurangi anakan yg tak produktif,memperlama masa pengisian bulir sehingga bulir lebih bernas akan tetapi masa panen jg akan mundur
    Itu td fungsi utamanya dr penginjakan dan msh bnyk fungsi lainnya yg saling berkaitan

    • cantrik says:

      Mas Avi, anakan lebih banyak berarti karena faktor lain ya mas.. Bukan karena injek injek. Di satu legowo inp 19 saya lebih cepat keluar malai, tanpa ada perlakuan injak2.

      • avi says:

        anakan lebih banyak itu krn akar serabut putus saat penginjakan pertama dan kedua mas disebabkan krn tanaman melakuan reflek memperbarui akar yg putus dg akar akar baru yg lebih respon terhadap hara dan krn penyerapan hara maksimal jd anakan akan muncul lebih banyak

  4. idin khoerudin says:

    asslkm mas nurman, mas avi.
    1. mohon maaf saya agak kurang faham mengenai penjelasan mas avi pada pemupukan disertai penginjakan pada umur 21 hst. pake pupuk jenis apa dan dosisnya berapa ya mas?
    2. dikarenakan letak sawah yg rendah dan selalu terendam air hingga banyak hama keong mas sedang cara pembuatan parit disekeliling sawah kurang efektip,karena banyaknya air. untuk mengatasinya boleh tidak menggunakan saponen dicampurkan dengan pupuk dasar dan penggunaan umur bibit 15 sd 20 hari?
    3. dikarenakan masih awam tentang pertanian organik dan mikroba, boleh tidak saya mau merepoti ikut beli poc dan pestisida maupun fungisida organik buatan mas avi yang sudah jadi. mudah2an berkenan membantu ya mas.
    mohon maaf ya mas bila pertanyaannya kebanyakan dan permintaannya kurang berkenan dimas nurman dan mas avi.
    terima kasih, wslm

    • avi says:

      wa’alaikum salam Bpk idin khoirudin.
      1.pemupukan usia 21 hst/pupuk kedua sy memakai 100kg NPK 20-10-10 ,50kg urea dan 2kg MKP/ha
      2.jika menggunakan pupuk hayati/mikroba sbg tambahan pupuk kimia sebaiknya jgn menggunakan molusida dan herbisida,parit disekeliling lahan sy rasa efektif pak asalkan bukan sawah rawa,posisi parit lebih dalam dr sawah dan tanggul kanan kiri sama tinggi,parit ini berfungsi menghadang keong yg akan masuk ke lahan dan biasanya keong berkumpul disitu lalu mudah utk diambil,pengendalian keong jg bs memakai kapur pertanian sehari sblm tanam,boleh saja memakai bibit usia 15-20 hss.Tehnik ini sudah diterapkan oleh teman sy di aceh yg endemik keong mas dan cukup efektif dan mau dicoba oleh teman sy yg ada di subang dan karawang
      3.Boleh saja memakai agensia hayati/biofertilizer yg sy kembangkan pak jika sy msh ada stok,semoga bisa membantu budidaya yg lebih ramah lingkungan

    • NURMANIHSAN says:

      Wa ‘alaikumussalam pak idin,
      1. silahkan baca tulisan budidaya padi https://ceritanurmanadi.wordpress.com/2013/04/05/budidaya-padi-gaya-anak-muda/ dan https://ceritanurmanadi.wordpress.com/2013/04/11/budidaya-padi-gaya-anak-muda-2/
      2. apa yg dikemukakan oleh mas avi, bisa dicoba pak.
      cuma kalau air memang tdk bisa dibuang maka, cara ini bisa dipakai. misalkan bapak punya sawah 2 petak.
      1 petak sawah biasa, air bisa dibuang
      1 petak yg slalu terendam.
      Maka dalam 1 petak sawah biasa, tanam bibit muda, dengan jarak rapat, setelah sekitar 20-25 hst tiap beberapa baris bisa dicabut kemudian ditanam di sawah yang selalu tergenang.
      Ini jauh lebih baik dari padi merusak sawah dengan racun keong/moluksida, kalau sering menggunakan racun ini, tanaman cendrung akan lebih kerdil dibandingkan dengan yang tidak memakainya. Atau daripada tanam bibit trus habis dimakan, tanam lagi habis lagi. mending pakai cara yg saya sebutkan. tks

  5. suli says:

    Ikut menambahkan aja….
    Pada prinsipnya gosrok lebih banyak di gunakan pada sawah yang mulai banyak sekali calon gulma (purna tumbuh) dan tidak berencana memakai herbisida.lebih saat pengaturan air susah setelah tanam lahan yang tadinya di buat macak macak lama lama kering dan irigasi belum datang/hujan tak kunjung turun, jika gosrok bisa mengobrak abrik calon gulma karena maju mundur. tradisi injak injak akan tambah berguna jika, sekalian ‘silang’ (utara-selatan,timur-barat) > diprapat (bahasa jawa) di injak injak pertama,jika tanpa sisipan akan mudah memakai silang, jika ada sisipan di pinggir sedikit nabrak sisipan, silakan mencoba dua duanya, tidak ada salahnya.

  6. rahayu says:

    Assalamu’alaikum Mas Nurman, Mas avi dan bapak-bapak semua…
    Saya mau tanya kalau ditempat saya sulit mendapatkan pupuk NKP pelagi, kira-kira bisa diganti apa? saya pernah mencampur pupuk NPK Phonska dengan urea untuk pemupukan pertama, tidak habis ada sisa kemudian disimpan. Saat akan pupuk kedua kok pupuk yang disimpan itu basah becek sekali jadi warna merah, apakah sudah kadaluarsa ya? Saya tidak berani pakai takut tanaman padinya mati. bagaimana cara menyimpan pupuk yang benar? Terima kasih

  7. avi says:

    wa’alaikum slm mba rahayu,utk pemupukan pertama biasanya petani pny resep sendiri sesuai dg kesuburan lahan mba.Memang skr NPK pelangi lg menghilang dr pasar khususnya wilayah daerah sy.Utk pupuk pertama sy g pernah pakai phonska krn kurang cocok ditempat sy,phonska cocok utk pemupukan terakhir.
    Pupuk pertama bisa dicoba rumusan ini mba NPK 32-10-10+S
    Utk pupuk yg sdh dicampur(urea+phonska harus habis mba krn akan cepat meleleh.

  8. qohar says:

    ass wr.wb
    minta ijin pak buat aplikasi sop budidaya padi hasil tinggi,tapi saya mau tanya berapa luasan area yg di gunakan untuk dosis pupuk di atas.trims,pak nurman ditunggu info benih BSM nya

  9. lelono says:

    upload dong analisa ekonominya……matur thank you

  10. Mesin Ide says:

    Bisa dijelaskan lebih spesifik tentang tujuan dari penginjakan tersebut..? secara teoritis, pemutusan akar atau atau beberapa bagian dari tanaman akan menyebabkan stres pada tanaman, memang ada beberapa efek pada hal tsb,baik dari sisi yang menguntungkan dan tidak menguntungkan. Kalau pada fase generatif, dan lebih khusus pada masa pengisian bulir pada padi,maka yang terjadi adl sistem akan mengadakan respon utk perbaikan, tetapi hal ini akan mempengaruhi kinerja sistem pada fokus pengisian bulir,atau lebih tepatnya sistem pengisian bulir akan tergannggu.Akibatnya energi yang di dapat pada sistem tanaman akan dibagi dua, yaitu untuk pengisian malai dan perbaikan sistem perakaran, dan hal ini tentu saja akan meningkatkan sistem respirasi dan dan transpirasi pada padi yang akan lebih menguras daya kerja dan energi pada padi. Saya kira jawaban masuk akal tentang waktu yang tertunda atau lebih panjang selama pengisian bulir, lebih di pengaruhi oleh pemberian nutrisi baik dakam bentuk pupuk atau hormon pada masa pengisian bulir tsb.

  11. diinda says:

    Pak penginjakan itu seprti apa gambaranya …

    Sma dngn ngerabet gak

  12. suli says:

    Mungkin sudah di jelaskan di depan tujuan penginjakan sama mas avi…..saya mengulang aja

    Pada dasarnya penginjakan dari kacamata petani adalah membuat lunak/gembur lagi sawah sehabis di tanam,makanya penginjakan pertama umur 7- 12 hr, lebih baik di lakukan silang,kenapa silang biar sekalian tanah rata/hancur,nah di sini peran penanaman memakai cablak garis/roda >>>banyak berguna, sebagai perbandingan yang tidak memakai cablak/model cakar ayam >>>>>wah penginjakan akan nabrak nabrak. kembali ke cablak, jika ada jarwo yang memakai sisipan akan nabrak sisipan perlu diantisipasi. kedua membunuh calon gulma, makanya penginjakan makin rapat (jarak telapak kaki rapat) makin baik, ketiga pemupukan bisa setelah penginjakan, bisa sebelumnya…..kalau saya sendiri setelah penginjakan.
    Jika di lakukan penginjakan secara rutin minimal 2 kali, penyiangan (penginjakan ke-3) hampir tidak ada atau keadaan gulma sedikit sekali daripada tidak di lakukan penginjakan, tapi tetap harus di lakukan penginjakan daripada tidak. atau memang kita sudah salah kaprah BAHWA penyiangan di lakukan karena ada gulma ???? kadang sebagian petani malah menunggu gulma tumbuh besar supaya mudah di cabut ???? salah siapa ???? apa PPL nya ??? kurang sosialisasi, atau udah sosialisasi tapi terlalu teoritis jadi petani ngantuk ??? atau PPLnya anggap petani sudah pinter sejak nenek moyang menjadi petani tapi tidak maju maju….., jadi cukup di kantor sajalah……..atau ….

  13. cantrik says:

    atau petaninya yang terlalu dungu seperti saya sehingga kurang bisa menyerap ilmu..

  14. Dengan metode ini, tanaman padi sidenuk (padi non hibrida) yang ditanam dapat menghasilkan panen sebanyak 12,5 ton/ha. Benarkah….?
    Setahu saya hasil panen 7 ton / Ha itu sudah maksimal, jika dipaksa lebih, batang padi ndak akan kuat menahan beban, apalagi di musim penghujan dg curah hujan tinggi disertai angin lesus .Bobok massal mas… itu tanaman padi, rata ta seperti lapangan sepak bola. maunya untung malah buntung

    • Hasil 12.5 ton/ha itu di tanam di temptnya mas Avi,di tempat lain bisa saja berbeda.. Banyak hal yg mempengaruhi ,bahkan sawah dengan perlakuan sama belum tentu hasilnya sama,, klo di tempat saya sendiri sidenuk di angka 8-9 ton/ha pemupukan standar,inpari 10/11: 10-11 ton/ha.http://setkab.go.id/en/nusantara-7794-cilacap-sukses-panen-padi-10-tonhektar.html

    • NURMANIHSAN says:

      Mas megantara
      Pemahaman sebagan besar petani kita selama ini adalah tanaman padi dng panen 5-7 ton/ha. Mengapa karena mereka itu sangat2 bergantng kepada pupuk kimia dan pestisida. pupuk kimia buat makanan tanaman padi. trus pestisida buat mengusir/membunuh hama dan penyakit.

      Hasilnya sawah rusak, sawah jadi ekosistem sampah, sawah menjadi kubangan sampah-sampah pestisida. sehingga hasilnya berputar diangka tsb.

      Tetapi ketika sawah menjadi sehat, tanah menjadi sumber makanan bagi tanaman. ditambah bantuan pupuk kimia sekedarnya, pupuk tsb diinjak2 supaya masuk kedalam agar maksimal diserap akar tanaman.
      hasilnya tanaman akan memberikan hasil terbaiknya. tks

  15. efendy manan says:

    Betul pendapat mas Yuri..perlu kita ingat padi tidak seperti kelapa yg berbatang tunggal namun terdapat “anakan” yang dapat berpengaruh pada hasil panen,begitu juga panjang malai dan jumlah bulir bernas yang mampu kita maksimalkan untuk memperoleh hasil diatas 10 ton/ha.Dan tentu saja hal tersebut juga perlu perlakuan khusus baik pola tanam,pemupukan dan bantuan mikroba.Untuk batang pun kita bisa menggunakan silikat dan kalsium untuk memperkuat batang selain phosphat dan kalium sebagai hara makro.

  16. Zainal says:

    Lama tdk berkunjung pak..
    Ikut nyamak

  17. jaufan rangga says:

    apakah cukup dng pupuk za untk mmprkuat btang padi pa lg musim hujan kali ini sngat extrime

  18. Sulistyo says:

    Mau nanya mas..untk mmbuat agrobio apa bisa staternya pake petrobio,karena harga petrobio terasa mahal untk petani

  19. surya says:

    met siang mas efendy.bagaimana cara membuat pupuk organik cair yg mengandung silikat dan kalsium?bahan-bahan apa saja yg diperlukan?trims

  20. zuziki says:

    Wah itu bagus tapi kalau saya itu terlalu ruwet. Cari tenaga kerja susah banget di tempat saya jadi tidak mungkin pakai penginjakan.

  21. Iwan says:

    Assalamu’aikum pak. Saya mau nanya , mikoriza itu apa, dan ada di pasaran tidak? Kalo tidak, bagaimana cara membuatnya?

  22. Hariyanto says:

    Slm knl, mas avi, mas nurman saya br memulai tanam2 2th ni tu pun ikt model lama, mhn bantuanny dn ijin tany kalo pak idin khoerudin sawahnya slalu tergenang aer bagaimana dgn sawah yg jarang dpt aer/tadah hujan? Krn slama ini anakan hampir tidak ada cm induk aja, gulma banyk digasrok jg tk bisa karena tanah yg tidak gembor

  23. dadang says:

    salam pertanian dulur” sedoyo…. perkenalkan saya dadang petani yg baru belajar… mohon pencerahan mas avi klo dtempat saya untuk npk pelangi g ada bisa diganti dgn pupuk apa..apa lg sering terjadi kelangkaan pupuk urea,za…mksih…

  24. sayyid says:

    menurut apa yang saya baca dari cara pemupukan mas navi ini sudah benar.
    saya sudah mencoba tehnik ini mas.hasilnya memang berbeda dengan pemupukan yang hanya di tebar begitu saja.per luas lahan 1250 m2 ada perbedaan hasil panen sekitar 2 kwintal.cuma saya dulu menggunakan metode tanam pada umumnya.

    maju terus petani muda indonesia!

  25. Pingback: Ari Padi KeluarCD-DVD MATERI PRESENTASI | CD-DVD MATERI PRESENTASI

  26. adhi says:

    Kami distributor Penjualan Karung, Plastik, Goni Dan Jumbo Bag.

    jual jumbo bag baru dan second bekas sekali pakai, tersedia dalam jumlah banyak dan rutin, cocok untuk tempat barang jadi ( finish goods) dan bahan baku ( Raw Matrial) pada industri pabrikan dan pertambangan, kami melayani partai besar dan eceran, harga paling ekonomis dengan barang berkualitas adapun list harga yang kami tawarkan adalah sebagai berikut :

    1. Jumbo bag kapasitas 1 ton Baru Rp 45.000/Pcs

    2. Jumbo bag Kapasitas 1 Ton Second Rp.15.000/Pcs

    3. Jumbo bag Kapasitas 2 Ton Second Rp. 25.000/Pcs

    4. Jumbo bag Kapasitas 1.5 Ton Second Rp. 18.000/pcs

    5. Jumbo bag Kapasitas 5 Kwintal Second Rp.10.000/Pcs

    Jumbo Bag Bekas dengan kapasitas 1000 Kg. Ukuran : 90 x 90 x 100, 90 x 90 x 110 cm atau 90 x 90 x 120 cm. Tipe : Warna : Putih, Biru, Hijau dan Coklat
    spesifikasi yang 1 ton
    -tinggi 110cm, 115cm& dan 120cm
    -lebar umum 90cm

    * sfesifikiasi karung 500kg*

    -tinggi 90cm, 85cm
    -lebar 90cm
    -kondisi barang tidak bau tidak kotor
    -tidak sobek ataupun bocor
    KARUNG BEKAS (Second)
    1. Karung Bekas PUPUK
    – kondisi karung bekas 1x pakai
    – tidak cacat, tidak berlubang
    – karung bekas pupuk daun buah
    – ukuran 50 kg, harga Rp. 900

    2. Karung Bekas BULOG
    – kondisi karung bekas 1x pakai ex bulog
    – tidak cacat
    – ukuran karung 15 kg
    – warna putih, Harga Rp. 450
    karung transparan yang tersedia, antara lain:
    – 10kg 35 x 55cm
    – 20kg 40 x 70cm
    – 25kg 45 x 71cm
    – 25kg 45 x 75cm
    – 50kg 56 x 90 cm
    Ready Stock Karung bekas Tepung Terigu dan lainnya

    1. Ukuran : 45 x75 atau lebih
    2. Ukuran Berat : 25 kg
    3. Ketebalan : Mulai 600 s/d 800 Diner
    4. Jumlah : Tergantung Permintaan
    5. Harga : Rp. 600
    6. Kondisi : Kondisi Baik satu kali Pakai
    Karung Gula Rafinasi

    1. Ukuran : 56 x 90 atau lebih
    2. Ukuran Brt : 50 KG
    3. Harga Rp. 900
    4. Kondisi : 1. satu kali pakai
    Karung Tapioka dan Kacang Kedele
    Ukuran : 60 x 100 dan 65 x 105 cm
    Kondisi \: Sekali Pakai, Buka benang, tdk ganco dan bolong
    Harga : Rp. 700
    Ukuran: 110cmx150cm
    Kwalitas: Super, Berat 180gr
    Rp 3.500

    1.Karung Goni Baru

    Spesifikasi :
    – Ukuran 75 x 110cm
    – Kapasitas 100kg
    – Strip Hijau Super
    – Berat per lbr 1,1kg
    Harga Rp 12.500/lbr

    Karung Goni Bekas Kopi
    Spesifikasi :
    – Ukuran 75 x 110cm
    – Kapasitas 100kg
    – Strip Hijau Super
    – Berat per lbr 1,1kg
    a. Harga Kw 1 Rp 5.500 / lbr ( tdk ada cap/polos, tdk ada sobek/bekas jahit )
    b. Harga Kw 2 Rp 4.500 / lbr, ( ada cap, tdk ada sobek)
    c. Harga Kw 3 Rp 3.300 /lbr (ada bekas jahit di bawah)

    Karung Goni Bekas Cengkeh
    Spesifikasi :
    – Ukuran 75 x 108 cm
    – Kapasitas 100kg
    – Strip Hijau
    – Berat per lbr 1,0kg
    Harga Rp 4.500 /lbr

    No Hp Produsen
    085756190217

    Kami Siap Melayani Pemesanan Anda

  27. imambay says:

    sungguh bener apa yg dkta beliau beliau diatas meski sya baru coba semakin banyak pupuk hayati dlm tanah kesuburan semakin awet dan hasillpun meningkat. semakin kita belajar semakin ketagihan soalnya hasilnya jelas meski tidak instan.

  28. aankpudin says:

    budidaya padi berkualitas harus terus ditingkatkan

  29. Info yang sangat berguna. Saya share juga informasi seputar rahasia panen padi melimpah. Silakan kunjungi https://gibgro.wordpress.com/
    Salam,

  30. kiosfurni says:

    info yang sangat bagus… mungkin bisa saya gunakan
    izin share juga
    jual furniture dan ukiran jepara
    http://kiosfurniture.com/

  31. Terima kasih. sangat menginspirasi sekali. Berdasarkan pengalaman, apakah Bapak pernah mencoba menggunakan PGR asam Gibberelin, misal GibGro 10 SP? Mungkin bisa dibuatkan sedikit pengalamannya pak. Saya juga ada beberapa tulisan mengenai GibGro 10 SP di blog saya : https://gibgro.wordpress.com/ Jika berkenan, mohon bisa berkunjung. Terima kasih.

  32. amsah says:

    asalamualaikum saudara2 ku, maaf bukan saya menyangkal, terlebih saya ingin bertanya, keliatannya kok terlalu banyak pupuk kimia ya mas, sementara pupuk organiknya juga sudah banyak, apakah tidak malah memperlambat proses pembuahan dan pasca panen ya mas, trimakasih.. dan biaya di atas, apa sesuai atas hasil panen yang di dapatkan

  33. Lim Mulyono says:

    info sangat berguna, jika anda membutuhkan karung beras untuk panen padi, kami distributor karung beras mungkin kami bisa membantu anda. info lengkap di http://www.karungberas99.com. thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s