KISAH CINTA SEORANG PEMUDA

MENCARI RASA SPESIAL DI HATI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( Penulis Lepas )
MENCARI RASA  DI HATI

MENCARI RASA DI HATI

Sekitar 2 tahun yang lalu, seorang pemuda bertemu tanpa disengaja dengan seorang wanita. Nama pemuda itu, Najmudin Firdaus. Dalam pandangan pertama, di hatinya timbul rasa kagum. Rasa kagum yang baru pertama kali dia rasakan. Rasa kagum yang begitu hebat. Rasa kagum yang bergetar di hati sanubari.

Dia sempat berkenalan dengan wanita tersebut, begitu mendengar namanya disebut, sekan-akan pelangi menghiasi hatinya. Seakan-akan bintang-bintang singgah di jiwanya. Nama wanita itu, Tsabita Salsabila. Nama yang indah, seindah pancaran wajahnya. Dengan berjalannya waktu, pemuda ini mengetahui bahwa Tsabita Salsbila sudah punya tunangan. Dan sebulan lagi akan menikah.

Di suatu acara pertemuan kerja lapangan, 6 bulan setelah peristiwa tersebut di atas. Si pemuda ini bertemu dengan seorang gadis. Gadis yang sesuai betul dengan idamannya selama ini. Gadis yang begitu pas dengan rasa dan bahasa  jiwanya. Seakan-akan, si pemuda ini menemukan tulang rusuknya kembali.

” ohh, bagaimana mungkin. Aku tlah menemukan tulang rusukku kembali. Yupps, aku harus kenal dengan dirinya” begitu desir bibirnya bersuara lembut.
 

Desir-desir kekaguman kembali melanda dirinya. Tetapi, rasa yang ditimbulkannya kali ini lain. Agak beda. Rasa yang begitu hebat. Rasa yang bergelombang bagaikan tsunami, begitu memuncak. Rasa yang begitu indah masuk secara perlahan ke sela-sela bilik hatinya.

“kau begitu sempurna,,,”, seperti lirik sebuah lagu. “di mataku, kamu begitu indah, seindah malai padi yang bernas,,,”
 

Dia pun berkenalan. Gadis itu bernama Fathia Fithri . Gadis ini berasal dari Sumatra, tepatnya dari daerah Pesisir Selatan. Perkenalan singkat pun terjadi. Di lain hari, sms dan email sempat tercipta. Lagi-lagi, sang gadis sudah dipinang orang lain.

Saat ini, si pemuda sedang duduk di teras masjid. Pikirannya melayang ke masa-masa sekolah. Di SMU dulu, si pemuda ini pernah menjadi rebutan beberapa teman kelas wanitanya. Tetapi sayang, di hatinya tak ada rasa tertarik pada teman wanita sekelasnya. Rasa yang spesial di hati.

Pada saat yang bersamaan, justru rasa spesial itu tertambat pada adik kelasnya. Nama adik kelasnya “titik-titik”. Dia pernah berkirim surat, tapi tak mendapat respon.

Tak berapa lama kemudian, si pemuda ini menerima sepucuk surat. Surat tsb dari adik kelasnya. Inti suratnya, si wanita tersebut menyukai pemuda ini. Cuma pada saat itu, si wanita tersebut ingin konsentrasi belajar. Dan pada saat yang bersamaan, orang tua si wanita melarangnya.

Walaupun demikian, si pemuda ini cukup senang. Rasa senang mengetahui bahwa orang yang dicintainya, menyukai pula dirinya. Surat itupun diletakkan di dadanya,,,

Pikirannya tersadar, saat ada seorang pria lain yang duduk 1 meter di sampingnya. Dia membawa buku. Pria tersebut duduk dan membaca buku itu. Sempat terlihat sekilas judul buku itu, Sepeda dari Kambing baca disini. Si pemuda ini penasaran, akhirnya ditegur pria tersebut.

” maaf, bang. judul bukunya lucu juga”
” buku apa?” pria tersebut sengaja bertanya
” buku yang abang baca ”
” ohh, buku ini. Emang judulnya menarik. Tapi yang lebih menarik lagi, isinya dik. Membaca buku ini, bisa menambah wawasan kita”
 

Akhirnya mereka berkenalan. Pria tersebut bernama Ihsan Muhamad. Setelah itu, mereka bertukar pikiran. Sampai suatu ketika, si pemuda ini bertanya kepada pria tersebut.

” bang, ada sebuah misteri yang masih kabur dari pemahaman saya”
” misteri?, maksud adik?”
” begini bang”.

Akhirnya keluarlah dengan lancar kisah hidupnya. Terutama saat-saat berkenalan dangan wanita-wanita yang pernah mampir di hatinya.

Setelah selesai mencurahkan kisah hidupnya. Si Pria tersebut terdiam. Cukup lama juga.

” sorry bang, saya minta saran”
” ohh, maaf. Aku jadi teringat kenangan juga nih”
” abang sudah menikah?”
” emang kelihatannya bagaimana? ”
” ya kelihatan, bang!”
” dari mana kelihatannya, dik?”
” ya dari mata saya, abang kan kelihatan, hee”
” bisa aja. Begini, dik. Anda beruntung”
 

Pemuda ini mengerutkan dahi sekaligus heran,

” beruntung? dari kaca mata mana, bang?”
” seseorang yang pernah merasakan rasa spesial di hatinya sungguh beruntung. Mengapa? sebab ada juga orang yang sudah tua, tapi belum juga ketemu rasa spesial itu”
” saya kok bingung, bang?”
” aku pernah ketemu dan berinteraksi dengan banyak orang yang sudah menikah, dari situlah aku dapat gambaran hidup mereka.
“trus, bang,,”
“Sewaktu muda, mereka hanya sebatas suka dengan wanita lain. Suka yang biasa saja. Suka yang tak menimbulkan gelombang besar dalam jiwanya.”
” betul, bang. Sewaktu saya bertemu dan berkenalan dengan seseorang gadis, di hati ini terasa ada gelombang tsunami yang menggerakkan jiwa. Jiwa ini tak merasa lelah tuk mengingatnya”
 

Si Pemuda yang dipanggil abang ini, terlihat geleng kepala. Dan berujur:

” luar biasa, anda sungguh beruntung, dik”
” apakah abang pernah merasakannya?. Nga perlu dijawab, Bang. Saya sudah tau”
” dari mana?”
” Karena abang bisa menjelaskan!”
” hee. Saran apa yang kau minta?”
” terus terang, saya masih mengharapkan satu dari ke-3 wanita itu, walaupun mereka sudah menjadi istri orang lain”
” kok begitu?”
” ya, saya tunggu jandanya, bang”
” luar biasa, sebegitu besarkah cintamu pada mereka?
” ini bukan cinta, bang. Ini adalah rasa. Rasa spesial yang telah terukir di hati” si pemuda mengucapkan kata-kata itu sambil berkaca-kaca. Ada butiran air mata yang menggenang di bola matanya.
 

Si pria melihat ke arah pepohonan. Dihela nafasnya dengan tarikan nafas yang panjang. Tiga kali, si pria tersebut melakukan hal tersebut.

” Dik, bila ke-3 wanita itu menjadi istrimu sekaligus, apa yang akan kamu lakukan?”
” apa mungkin, bang?”
” jangan berkata tak mungkin. Apa yang akan kamu lakukan?”
” saya akan melakukan apa saja, bang. Apa saja, walau saya tukar dengan nyawa ini, bang”
” Mau aku kasih tahu jalannya?”
” Emang abang tahu jalannya?”
” sudah, beberapa tahun yang lalu aku mendapatkan jalan itu”
” dari siapa, bang ?”
” tak aku sebutlah nama orang itu, tak eloklah. Tapi jawababnya ada di kamu, mau nga?”
” apapun akan saya tempuh, bang?”
oke, ini dia, kejarlah pintu surga!”
” kalau bisa jangan di surga dulu, bang. Di dunia inilah”
” itulah masalanya, pertama, apakah mereka ber-3 mencintaimu?.”
” kayanya iya, bang”
” kok pake kayanya sih”
 

Selanjutnya, Ihsan, nama abang ini, terdiam lagi. Dia perlu mengatur kata-kata yang pas buat lawan bicaranya.

“Okelah kalau iya. kalau di dunia ini, kamu perlu waktu puluhan tahun untuk menikahi ke-3 wanita itu. Bisa jadi, ke-3 wanita yang kamu cintai baru kamu nikahi, bila ke-3 suaminya sudah meninggal. Apa kamu mau menunggu hal yang tak pasti?”
” tapi bang?”
” teman, perbanyaklah amalmu, carilah ilmu agamamu. Jadikan Islam sebagai jalanmu. Jadilah hamba TuhanMu. Kejar pintu SurgaNya. Sebab disanalah segala angan-anganmu, segala hasratmu, segala cintamu, dan segala cita-citamu terwujud”
” Adakah cara lain, bang?”
” Cara lain ada, tapi tiada yang abadi, tiada yang kekal. Dan ingat, cara lain tak ada yang lebih mudah!!”
” maksudnya, bang?”
” Usia kita paling lama 60 tahunan. Tetapi bila kita arahkan pada Sang Pencipta, apapun keinginan kita akan tercapai. Apapun itu. Ada satu pesan yang kuingat terus sampai saat ini. Pesan dari seseorang yang tak kusebutkan namanya.”
” bisa dishering, bang?”
” kamu mau?”
” silahkan, bang”
” begini, dalam kehidupan ini, kita pasti kan menjumpai banyak wanita. Dari sekian banyak wanita, pasti ada yang cantik di hatimu. Bila dia cantik di hatimu, pastilah dia cantik di matamu. Bila sudah demikian, berdoalah, Ya Rohman Ya Rohim, jadikan dia kelak istriku di surga nanti.”
” Berapa kali doa itu, bang. hee?”
” Sebanyak wanita yang cantik di hatimu”
” Makasih, bang. Kan kukejar Pintu Surga-Mu Ya ALLAH”
 

Dan, kedua anak manusia pun tersenyum. Senyum akan sebuah harapan. Harapan akan sebuah cita-cita,,,

Posted in CINTA | 18 Comments

HASIL PANEN PADI

BAGAIMANA MENINGKATKAN HASIL PANEN

Pertanyaan Banyak Pembaca

Sejak mulai menulis di blog ini, salah satu bentuk pertanyaan yang banyak ditanyakan kepada saya adalah masalah hasil panen. Bagaimana caranya meningkatkan hasil panen?
Apa benar ada yang bisa panen sebanyak 11-12 ton/ha, padahal untuk dapat kisaran 6-8ton/ha susahnya minta ampun.
Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yg semisal tsb

Paradigma Baru Petani

Untuk membahas persoalan ini, memang tidaklah mudah, kita harus melihat permasalahan ini secara utuh. Menurut saya, pendekatan ini harus melibatkan 2 sisi.

Apa itu ?
Pertama, sisi manusia
Kedua, sisi lingkungan.

Ada yang harus dirubah dari sisi manusianya, ada juga yang harus diciptakan dari sisi lingkungannya. Ini bagai sisi mata uang.

Secara umum, menurut saya untuk meningkatkan hasil panen padi, dapat dibagi kedalam dua faktor.

Pertama, FAKTOR PRIORITAS
Kedua, FAKTOR PENUNJANG

PERTAMA, FAKTOR PRIORITAS

Faktor PRIORITAS ini harus melibatkan dua pendekatan sekaligus. Ini harus dikerjakan secara bersamaan agar hasil panen yang kita harapkan bisa meningkat.

FAKTOR PRIORITAS yang Pertama: Pendekatan Manusia

Manusia dalam hal ini kita fokuskan kepada para petani. Itu artinya petani harus menjadikan dirinya sebagai manusia baik. Manusia yang berdayaguna bagi insan lain. Petani yang harus memiliki iman dan taqwa. Ini adalah pupuk terbesar dalam bertani !!!

Coba simak ayat ini

QS 7. Al A’raaf:96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوْاْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَـٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ
وَٱلأَْرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَـٰهُمْ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya PENDUDUK SUATU NEGERI BERIMAN DAN BERTAQWA, PASTILAH KAMI akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. ”

Bila kita ingin langit dan bumi ini berkah, langit dan bumi mengeluarkan semua potensinya, syaratnya kita beriman dan bertaqwa. Ini adalah mutlak. Sebab ini janji Allah SWT yang menciptakan alam ini.

Bumi dalam bahasa petani secara khusus adalah lahan pertanian/sawah, maka petani harus beriman dan bertaqwa. Dan sebaliknya, bila bumi dan langit tidak mengeluarkan berkahnya, yang terjadi adalah banyak musibah. Banyak hama dan penyakit. Dan akibatnya akan merugikan kita.

Di lapangan, kadang saya sedih, bila menjumpai petani yang muslim tapi belum malaksanakan sholat 5 waktu. Padahal sholat ini adalah kewajiban bagi setiap muslim. Bagaimana Allah SWT akan menurunkan KEBERKAHAN pada petani yang belum malaksanakan sholat 5 waktu ?

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah.
Nabi Muhamad SAW berkata, “Ketika seorang laki-laki berada di tempat yang sunyi, dia mendengar suara awan, ‘Siramilah kebun fulan.’
Lalu awan itu menjauh dan menumpahkan airnya di tanah dengan bebatuan hitam. Ternyata ada saluran air yang telah dipenuhi oleh seluruh air itu. Laki-laki itu menelusuri jalannya air.
Ternyata ada seorang laki-laki yang berdiri di kebunnya, dia mengalirkan air dengan cangkulnya.
Dia bertanya, ‘Wahai hamba Allah, siapa namamu?’
lelaki itu menjawab, ‘Fulan.’ Nama yang didengarnya dari suara di awan.
Lelaki itu berkata, ‘Wahai hamba Allah mengapa kamu bertanya tentang namaku?’
Dia menjawab, ‘Sesungguhnya aku mendengar suara di awan di mana airnya adalah ini. Suara itu berkata, ‘Siramilah kebun fulan.’ Yaitu, namamu. Apa yang kamu lakukan padanya?’ Lelaki itu menjawab, ‘Karena kamu mengatakan itu, maka aku membagi hasil kebunku. Sepertiganya aku sedekahkan, sepertiga lagi aku makan bersama keluargaku, dan sepertiga sisanya aku kembalikan kepadanya.

Kita memang tidak bersedekah dengan 1/3 nya, akan tetapi hasil dari sawah kita ada zakatnya. Maka tunaikanlah zakat tsb.

Biasanya, realita di lapangan yang saya hadapi, ketika ada petani yang rutin menunaikan zakatnya setiap habis panen, hasil panennya lebih baik dari petani disekelilingnya.

Profesi Petani

Menjadi petani adalah pilihan kita dalam profesi/bekerja. Bekerja adalah ibadah. Ibadah bisa dapat pahala atau sebaliknya mendapat dosa. Ibadah ada aturannya. Tak boleh buat kerusakan di muka bumi. Tak merugikan orang lain. Tunaikan zakat, dll

Menjadi petani adalah pilihan pekerjaan. Pekerjaan akan sukses bila dikerjakan dengan rasa senang. Salah satu indikator petani sukses adalah adanya keterikatan antara petani dengan tanaman yang dipelihara. Bahasa sederhananya: ada ikatan bathin antara petani dengan tanaman yang dipeliharanya.

Kemudian, sebisa mungkin seorang petani memasuki wilayah Ikatan ekosistem tanaman. Dengan demikian, sang petani akan merasakan apa yang dirasakan tanamannya.

FAKTOR PRIORITAS yang Kedua: Pendekatan Sistem Lingkungan

Ada ungkapan: Bekerjalah dengan sistem, maka sistem yang akan membuat lebih mudah.

Demikian pula dalam hal bertani, bila bertani ada sistemnya maka pekerjaan petani akan lebih Mudah.
Dengan sistem pola tanam yang teratur, maka sistem inilah yang akan membuat siklus hidup tanaman dan makhluk lain yang ada disekitanya lebih teratur.

Oleh sebab itu, pertama kali yang perlu dilakukan adalah ciptakan/kondisikan sistem pola tanam di suatu tempat/daerah.

Idealnya Padi – Padi – Palawija/kacang2an

Dengan sistem ini (pola tanam) yang teratur ini, banyak manfaat yg didapat,

Ke hama penyakit

Dengan pola tanam ini akan mumutus siklus hama penyakit. Hama seperti burung, tikus, kungkang, wereng, dll siklusnya dapat terputus. Demikian juga penyakit seperti HDB, kerdil rumput, dll akan terputus siklus hidupnya.
Hama dan penyakit ini adalah momok petani dalam berbudidaya tanaman. Bila ini dapat dikendalikan, maka hasil panen dengan mudah bisa didapat.

Coba cermati, pengeluaran untuk membeli “racun” pestisida dari tahun ke tahun harganya semakin meningkat dengan tajam. Bahkan hampir di banyak tempat, pembelian pestisida ini merupakan “kewajiban” dalam bertani,,,

Ada teman yang bercanda kepada saya: “Tanpa ada hama dan penyakit, siapapun dapat bercocok tanaman”.
Dan ini adalah candaan yang masuk akal, menurut saya.

Ke tanah:

Dengan pola tanam ini, tanah lebih dinamis dng sistem pola perakaran yang berganti. Kemudian tanah lbh subur, nutrisi tanaman lebih lengkap, dll.

Ke manusia

Dengan pola tanam ini, beratri penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia berkurang. Lingkungan sawah lebih ramah buat petani. Pengeluaran para petani lebih sedikit.

Demikian juga, pola konsumsi akan bervariasi dengan menanam padi dan palawija, akan ada kombinasi tanaman penghasil karbohidrat (padi) dan protein dan vitamin (kacang2an).

Dengan pola tanam yang telah terbentuk, seakan-akan tanpa sadar, para petani dipaksa tanam serempak. Biasanya, pada bulan November-juli tanam padi, agustus-oktober tanam palawija.

Selanjutnya, Pendekatan ekosistem lingkungan sawah
Ciptakan ekosistem sawah yg dinamis. Kembalikan jerami, sekam, dedaunan ke lahan. Membiarkan binatang-binatang sawah hidup apa adanya. Biarkan ikan-ikan berenang dan berkembang biak. Biarkan katak dan anak-anaknya bernyanyi malam. Biarkan belut-belut beranak pinak, dll.

Mengapa? sebab kitalah yang akan menikmati keberadaan mereka di lahan kita !!!

Bila ini dilakukan, dengan sendirinya akan tercipta keseimbangan ekosistem. Adanya hama akan diimbangi dengan adanya predator. Bila faktor di atas telah terbentuk, MAKA PADI JENIS APAPUN YANG KITA TANAM AKAN MEMBERIKAN HASIL TERBAIK.

2. KEDUA, FAKTOR PENUNJANG

Menurut analisa saya, selama ini faktor penunjang oleh sebagian besar peneliti dan petani dipandang sebagai faktor terbesar dalam mendukung keberhasilan produk pertanian. Faktor-faktor itu adalah faktor benih, pupuk/pestisida kimia, sistem tanam, dll.

Secara pribadi, saya malah berpandangan sebaliknya. Faktor-faktor seperti benih, pupuk kimia, pestisida, dll hanya sebatas faktor penunjang saja. Selama SISTEM UTAMA/PRIORITAS belum terbentuk maka sebagus apapun benih, sebanyak apapun pupuk/pestisida kimia, dll. Maka hasil yang kita dapatkan akan kurang maksimal.

Akan banyak kendala yang dihadapi oleh petani di lapangan. Bagitu banyak faktor hama dan penyakit yang perlu dihadapi oleh petani, bila pola tanam dan ekosistem lahan belum terbentuk. Apalagi bila faktor prioritas tsb tak ada sama sekali.

Cara praktis adalah memakai pupuk kimia dan racun pestisida yang banyak. Bila cara ini dari tahun ke tahun dilakukan maka hasil panen akan statis. Bahkan cendrung turun. Sebab lingkungan akan rusak. Belum lagi biaya yang dikeluarkan akan makin besar. Apalagi biaya pupuk kimia, pestisida, tenaga kerja, dll dari tahun ke tahun akan semakin melambung tinggi. Sedangkan hasil panen yang kita harapkan hasilnya tak kunjung meningkat.

Penutup

Dengan penjelasan di atas, semoga saja bisa memberikan penjelasan kepada kita, mengapa hasil panen khususnya tanaman padi di suatu daerah bisa tinggi, sedangkan pada daerah lain tidak.

Mengapa di suatu daerah bisa dengan mudah menghasilkan panen 8-10 ton/ha, sedangkan di daerah lain untuk hasil 6-8 ton/ha saja sangat susah.

Terima kasih

Posted in BUDIDAYA PADI | 2 Comments

UDARA TIDAK GRATIS

HATI-HATI UDARA BISA TIDAK GRATIS LAGI

Apa yang ada dibenak kita, bila kita harus membayar udara yang kita hirup? kita butuh udara bersih, tapi kita harus membelinya. Bila sudah lama ada air kemasan. Air yang dikemas dalam bentuk botol, kaleng, dll. Sekarang ini sudah ada: UDARA KEMASAN. Udara bersih yang dikemas kemudian dihirup oleh yang membelinya.

Bisa jadi, bagi kita hal ini adalah tidak mungkin. Tidak masuk akal.

Tapi ini ada realitasnya. Ini baru awal dari gejala udara bersih mulai diperjualbelikan.

Setahu saya, di dalam Islam, ada beberapa sumber yang tidak boleh diperjual belikan. Dan negara melalui pemimpinnya dipercayakan kepada rakyatnya untuk mengatur hal tsb. Agar kesejahteraaan rakyat bisa dirasakan oleh penduduknya.

Air, Udara, jalan, pasar adalah beberap sumber daya yang harus diupayakan pemerintah agar bisa diakses oleh rakyatnya.

Berikut ini adalah tulisan yang memberikan gambaran kepada kita bahwa permulaan udara yang kita hirup tidak gratis lagi

Udara Kemasan

Bayangkan di dalam suatu jaman yang tidak terlalu jauh dari saat ini, untuk menghirup udara bersih orang harus membeli udara dalam kemasan – seperti kita sekarang membeli air kemasan dalam gelas atau botol. Saat itu akan segera tiba bila pencemaran udara terus berlangsung dan system kapitalisme terus mengeksploitasi pasar. Orang-orang seperti kita terpaksa harus bekerja ekstra keras karena untuk bisa bernafas-pun kita harus membayar sebagaimana kita membayar sebotol air yang kita minum. Tetapi kita semua bisa mencegah trend komersialisasi sumber-sumber kehidupan itu, bila kita mau berbuat sekarang.

Udara Kemasan Di Xinjiang – China
Mengapa saya katakan bisa segera tiba jaman yang mengerikan ketika manusia harus membeli udara yang dihirupnya itu ? karena jaman seperti itu telah tiba di bagian lain dari dunia ini. Di daerah Xinjiang, daerah yang pencemaran udaranya sudah sangat buruk di China – puluhan juta udara dalam kaleng seperti kaleng-kaleng minuman ringan yang ada di sekitar kita sekarang – sudah terjual setiap tahunnya sejak beberapa tahun terakhir.

Udara Kemasan

Udara Kemasan

Apakah pencemaran udara di negeri kita lebih baik dari Xinjiang ? belum tentu. Utamanya di kota-kota besar pencemaran udara karena kendaraan-kendaraan yang berjubel dalam kondisi mesin menyala tetapi nyaris tidak bergerak – sudah terjadi di hampir semua kota di Indonesia. Belum lagi di daerah-daerah tertentu ada pencemaran parah musiman berupa asap dari pembakaran hutan.

Walhasil, penduduk kota-kota di negeri ini menjadi semakin jarang bisa melihat warna birunya langit. Maka tinggal menunggu waktu saja, sebelum otak-otak kapitalis mengambil keuntungan dari kotornya udara tersebut dengan berjualan udara bersih dalam kemasan – seperti yang terjadi di Xinjiang tersebut di atas.

Lantas mengapa hal ini harus kita cegah bersama ? Bayangkan kalau untuk menghirup udara bersih harus membeli – dan di China ini harganya sekitar Rp 10,000 untuk sekaleng ukuran kaleng minuman ringan – maka hanya orang-orang yang berduit yang mampu terus membeli udara bersih ini, hanya orang kaya yang bisa terus bernafas !

Akan lengkaplah penderitaan masyarakat miskin karena semua harus berbayar, dan pendapatannya tidak cukup untuk membayar semua keperluannnya untuk sekedar bertahan hidup. Kapitalisme yang seperti ini akan membunuh secara perlahan-lahan milyaran manusia di muka bumi – karena tidak mampu membeli udara bersih setelah sebelumnya juga gagal membeli air bersih !

Dengan konsekwensi tersebut kita mudah paham, betapa kejamnya kapitalisme yang memperjual belikan sumber-sumber kehidupan seperti air dan kemudian bisa jadi juga udara seperti dalam skenario tersebut di atas. Tetapi sadarkah kita bahwa selama ini sumber-sumber kehidupan lainnya juga telah diperjual belikan dengan sangat mahal ?

Semua fasilitas umum mestinya gratis dan tugas para pemimpin untuk mempersiapkannya, bagian dari tugas melayani masyarakat yang dipimpinnya. Pasar misalnya adalah fasilitas umum, dia harus bisa diakses oleh siapa saja – karena melalui pasar-pasar inilah 9 dari 10 pintu rejeki terbuka.

Oleh sebab itu dalam Islam pasar disifati dengan dua hal yaitu falaa yuntaqosonna walaa yudrabanna – jangan dipersempit (agar semua orang bisa berjualan) dan jangan dibebani dengan berbagai beban biaya ( agar tidak ada entry barrier bagi siapapun untuk bisa berjualan).

Jalan juga fasilitas umum, maka tugas para pemimpin untuk membuat jalan yang baik bagi rakyatnya. Itulah sebabnya pemimpin seperti Umar bin Khattab tidak bisa tidur nyenyak karena kekawatirannya : “Demi Allah, seandainya seekor keledai di Iraq terperosok jatuh lantaran jalan yang dilaluinya rusak, aku takut dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah di hari kiamat” katanya.

Iraq jaraknya lebih dari 1000 km dari tempat Umar bin Khattab memimpin di Madinah, hanya keledai nun jauh di sana saja dia pikirkan – jangan sampai ada yang terperosok jatuh, apalagi manusia di sekitarnya !

Sekarang orang berlomba untuk menjadi pemimpin, setelah itu melupakan tanggung jawabnya – yang kasat mata ya dalam bentuk jalan-jalan yang diperlukan rakyatnya. Sekalinya membangun jalan yang bagus, maka jalan ini dijualnya kepada rakyat yang melewatinya !

Krisis kepemimpinan ini terjadi di seluruh tingkatan kepemimpinan. Secara nasional nampak dengan tumbuhnya jalan-jalan yang baik tetapi ‘dijual’ tersebut. Sedangkan pemimpin-pemimpin di daerah rata-rata nampak dari ketidak peduliannya dengan sarana jalan raya ini.

Di tempat saya tinggal misalnya ada lampu merah yang tidak jelas kapan harus nyala dan matinya. Dalam perjalanan saya ke kantor setiap hari ada penghalang jalan berupa mobil-mobil rongsokan yang mengambil hampir separuh jalan dan dibiarkan saja dan tidak ada tindakan dari otoritas setempat – padahal mobil-mobil tersebut sudah bertahun-tahun menghalangi jalan !

Tetapi ini juga bukan semata salah para pemimpin – sebagiannya tentu juga salah kita sendiri. Itulah sebabnya yang dijanjikan oleh Allah keberkahan dari langit dan dari bumi itu adalah suatu negeri yang penduduknya beriman dan bertaqwa (QS 7 :96).

Sebab bila penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, maka ketika salah satu dari mereka yang terbaik dipilih menjadi pemimpin – pastilah dia juga beriman dan bertaqwa. Sebaliknya juga demikian, bila penduduk negeri itu belum beriman dan bertaqwa yang sesungguhnya – ya jangan berharap banyak – ketika salah satunya terpilih menjadi pemimpin, ya dia hanyalah cerminan dari kondisi rakyatnya.

Nah sekarang apa yang bisa kita perbuat agar rakyat seperti kita tidak hanya bisa mengeluh dan menjadi korban ? Setelah pasar, jalan raya dan air dikomersialkan – jangan sampai udara yang kita hirup-pun nantinya harus dibeli !

Salah satu solusinya yang paling efektif adalah wakaf. Mulai dari yang kecil, wakaf pohon misalnya. Dengan menanam pohon banyak-banyak insyaAllah kita bisa menjaga udara tetap bersih, sehingga diharapkan tidak ada yang punya ide untuk menjual udara dalam kemasan. Kalau udara tetap bersih secara umum, udara dalam kemasan tidak akan pernah ketemu pasarnya.

Komersialisasi air-pun mestinya bisa dihentikan dengan wakaf seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alihi Wasallam di Medinah. Di Medinah sempat ada Yahudi yang jualan air, tetapi bisa dipatahkan dengan wakaf-nya Utsman bin Affan.

Komersialisasi air yang terlanjur merajalela di negeri ini, tentu membutuhkan kekuatan yang sangat besar untuk bisa menghentikannya dengan wakaf. Demikian pula dengan komersialisasi pasar-pasar dan jalan-jalan yang seharusnya gratis dan menjadi fasilitas umum.

Di jaman Khalifah Harun Al-Rasyid, yang membangun jalan dari Bagdad ke Mekkah dengan panjang hampir 1,400 km itu cukup wakaf dari Zubaidah – yaitu istrinya. Bukan hanya jalannya, tetapi juga termasuk rumah-rumah singgah (rest area !) di sepanjang perjalanan itu.

Jadi kalau di jaman ini ruas tol terpanjang baru 116.75 km yaitu tol Cikopo – Palimanan yang baru diresmikan pekan lalu, dan inipun dijual mahal untuk rakyat yang akan melaluinya – maka mestinya ibu-ibu atau istri-istri kita bisa rame-rame mewakafkan harta diluar keperluannya – untuk membangun tol gratis di seluruh negeri ini !

Karena yang perlu kita jaga agar yang gratis itu tetap gratis – jalan , pasar, air, udara dlsb – maka tentu juga tidak cukup hanya ibu-ibu atau para istri yang wakaf dengan yang dimilikinya.

Para lelaki seperti kita-kita ini, perlu kerja lebih keras lagi. Bekerja keras bukan untuk membangun kekayaan untuk diri sendiri – yang menjadi liability nanti di akhirat, tetapi agar kita bisa mewakafkan sebanyak mungkin harta – agar menjadi asset yang sesungguhnya di akhirat, yang bisa dipakai untuk menjaga yang gratis agar tetap gratis tersebut di atas.

Agar kita tidak merasa berat dalam melakukannya, niat wakaf itu bisa dimulai dari ketika kita belum memiliki harta yang diwakafkan – kemudian terus menjaga niat itu agar tidak lupa ketika nantinya bener-bener memiliki harta yang diwakafkan. Bahkan niat ini bisa diformalkan, tertulis dalam dokumen lengkap dengan para saksinya – sehingga kita tidak lupa nantinya. Seperti apa contoh bentuknya ?

Di Startup Center misalnya, kami membuat Yayasan Dana Wakaf Indonesia. Setiap inisiatif usaha yang dilahirkan – Startup Center yang mendampingi usaha-usaha baru tersebut tentu berhak untuk memperoleh bagian atau saham dalam perusahaan yang baru. Saham-saham inilah yang kami serahkan menjadi asset dari Yayasan Dana Wakaf Indonesia.

Insyaallah kelak usaha-usaha dari anak-anak muda terbaik negeri ini tersebut sebagiannya bisa bener-bener berhasil, bisa ada yang menjadi perusahaan-perusahaan era teknologi informasi sekaliber Google misalnya – maka Dana Wakaf kita itu akan ikut membesar.

Saat itulah Dana Wakaf ini akan cukup untuk membeli pasar-pasar kemudian diwakafkan, membeli perusahaan-perusahaan jalan tol – kemudian juga diwakafkan (kalau tidak kalah duluan dengan ibu-ibu yang juga akan membeli jalan tol!). Membeli mata air-mata air, kemudian juga diwakafkan. Menanam sebanyak-banyaknya pohon agar udara tetap bersih – agar tidak ada yang iseng ingin jualan udara dalam kemasan !

Dengan Dana Wakaf inilah, bersama-sama kita akan bisa menjaga yang gratis itu tetap gratis. Anda semuanya bisa terlibat di dalam gerakan ini. InsyaAllah.

Aside | Posted on by | Leave a comment

MENGATASI TANAH ASEM-ASEM

CARA MUDAH MENGATASI ASEM-ASEMAN PADA TANAH SAWAH
Oleh: Efendy Manan

Suka ria musim panen di MT 1 telah usai, dan segera para petani memasuki musim tanam gadu (jawa: walik dami). Pada MT 2 ini, biasanya petani dibikin pusing tujuh keliling, setelah pemupukan pertama atau biasanya 10-20 hst. Hasilnya, bukannya subur hijau royo-royo setelah dipupuk, malah daun padi menjadi kuning kecoklatan/karatan, pertumbuhan tanaman seperti berjalan ditempat anakan pun ngadat dan akhirnya ambles satu demi satu.

Kejadian ini mirip yang dialami petani di daerah saya sebut saja pak Joyo. Beliau sampai putus asa melihat perkembangan padinya yang hancur. Beberapa analisa dan saran dari rekan petani pun sudah diikuti mulai insektisida kelas bawah hingga kelas wahid dibeli, namun bukan sembuh malah bertambah parah saja hingga akhirnya padi harus dibajak ulang jika masih ingin panen.

Peristiwa diatas sering kita jumpai pada MT 2 disekitar kita dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit ,modal yang membengkak dan hasil panen yang tidak maksimal.Secara singkat peristiwa asem2x an terjadi karena beberapa faktor diantaranya :

1.Tunggul /jerami bekas panen yang tidak terdekomposisi secara baik akibat proses tanam yang singkat tanpa ada faktor jeda.Sehingga saat bibit padi ditanam gas CO2 dan metan hasil proses dekomposisi yg belum selesai meracuni akar tanaman.
2.Lapisan pirit tanah teroksidasi akibat proses pembalikan tanah/pembajakan sehingga tanaman mengalami gejala keracunan besi/fe.
3.Sistem drainase yang buruk sehingga lapisan pirit yang timbul tidak bisa tercuci.
4.Mikroba tanah perombak bahan organik yang jauh menurun akibat perlakuan pupuk kimia yang over dosis,fungisida yg berlebihan dan minimnya bahan organik yang masuk.
5.Akibat proses diatas maka munculnya mikroba patogen yang menyerang akar padi sehingga akar nampak sakit,menghitam dan busuk.

Ada cara kimia yang bisa digunakan yaitu penyemprotan ZnSo4 ke tanaman, namun hal itu hanya langkah kuratif dan alangkah baiknya jika kita sedia payung sebelum hujan. Cara yang efektif utk menanggulangi asem2x secara dini adalah dengan menggunakan mikroba perombak/dekomposer yang kandungan didalamnya mampu merombak selulosa jerami secara cepat sekaligus menangkal mikroba “jahat” yang akan mengganggu pertumbuhan padi. Mikroba tersebut misalnya streptomices sp,geobacillus sp,trichoderma.

Ada banyak produk dekomposer yang dijual di pasaran namun secara iseng saya mencoba membiakkan produk dekoprima untuk mengatasi masalah asem-aseman sehingga jatuhnya ke petani lebih murah,bahannya mudah dicari dengan teknologi yang mudah diterapkan oleh petani kita.

Bahan- bahan yang digunakan untuk membuat dekomposer adalah sebagai berikut:
1. Dekoprima 1 sachet
2. Gula 250 gram
3. Air suling/air mineral (Aqua) 1 galon
4. Tepung kanji 200 gram
5. Asam amino berbentuk tepung

Alat yang diperlukan :
1. Galon Aqua yang baru
2. Aerator aquarium 2 lubang 5 watt
3. Penyambung selang atau T
4. Selang aerator secukupnya
5. Kapas
6. 3 botol kosong aqua 600 cc
7. Sterilisator methly blue
8. Gandul pemberat selang

Cara perakitan dan tahap pembuatan sebagai berikut :
1. Semua bahan direbus hingga mendidih dan dimasukkan kedalam galon Aqua yang kosong biarkan hingga dingin dengan sendirinya selama 12 jam.
2. Siapkan alat2x yang sudah dibeli dan disambung sesuai dengan foto yang terlampir..Aerasi selama 14 hari atau 2 minggu.
3. Dekomposer dapat dikatakan jadi jika aromanya harum tidak busuk.

Dekomposer yang sudah jadi dapat diaplikasikan dengan dosis 2 gelas aqua per tangki 14 liter ke tanah atau bahan kohe yang akan dikompos.Untuk mengendalikan asem2x an harap diaplikasikan pada saat olah tanah dan saat umur 20 hst.Dekomposer ini pun bisa untuk menanggulangi penyakit layu pada tanaman cabai,melon,semangka dengan cara 1 gelas aqua dekompose diencerkan dengan 10 L air bersih disemprotkan saat tutup mulsa dan dikocorkan 250 cc pada akar tanaman 1 bulan sekali.

Alhamdulillah dari beberapa petani yang menggunakan metode ini sudah tidak mengalami asem-aseman lagi….

Nah selamat Mencoba.

Posted in ABOUT TANAMAN PADI, MENGENAL MIKROBA | 18 Comments

PERTANIAN DI KEJAYAAN UMAT ISLAM

PERTANIAN DALAM BINGKAI ISLAM
NURMAN IHSAN

Ada sebuah paradigma di sebagian besar kalangan umat Islam: “bila umat islam kembali kepada pedoman hidupnya, maka dalam seluruh sendi kehidupannya, umat islam akan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia,,, “.

Menurut saya, Paradigma ini jelas memiliki nilai kebenaran. Paradigma seperti inilah yang harus kita miliki sebagai seorang muslim, bila kita ingin memiliki kejayaan di dunia. Bahkan di akhirat kelak.

Ada sebagian umat islam yang masih ragu akan kebenaran ini mengatakan, apa betul pernyataan demikian ?

Coba kita baca sejarah tentang robot , siapakah bapak robot dunia? selama ini dunia barat sengaja menutupi dengan nama Leonardo da Vinci yang merupaka pelopor bapak robot itu. Itulah tipu daya Dunia Barat. Padahal pelopor robot itu sendiri berasal dari seorang muslim brilian yang bernama Ibnu Ismail al Jazari.

Pada abad ke-13 M Insinyur Muslim Al Jazari yang hidup di zaman kekhalifahan sudah mampu menciptakan robot mirip manusia. Pencapaian itu sekaligus mematahkahkan klaim Barat yang kerap menyebut Leonardo da Vinci sebagai perintis teknologi robot. Ketika Da Vinci baru merancang teori pembuatan robot pada 1478, itu pun baru berbentuk desain di atas kertas.

Robot Burung Merak

Robot Burung Merak

Hebatnya, 200-300 tahun sebelumnya Insinyur Muslim yang sangat brilian, Ibnu Ismail al Jazari, sudah berhasil merancang dan menciptakan aneka bentuk robot pada awal abad ke-13 M. Atas dasar itulah, masyarakat sains modern menjulukinya sebagai ”Bapak Robot”. Peradaban Islam lebih maju tiga abad dalam teknologi robot dibanding Barat.

Itu baru sebagian kecil prestasi umat islam pada saat itu. Bagaimana dengan bidang yang lainnya. Ternyata, di dalam bidang pertanian juga tak kalah hebatnya.

Insinyur Pertanian Muslim yang bernama Abu Zakariyyah Yahya b. Muhammad atau lebih dikenal dengan Ibnu Al-Awwam telah membuat kagum dunia. Ibnu Al-Awwam menulis kitab pertanian yang fenomenal dengan judul Kitab Al-Filaha.

Dari Buku Pedoman Pertanian inilah kemungkinan besar dunia barat belajar ilmu pertanian modern-nya. Karena kitab/buku pedoman pertanian tersebut diketahui sampai berabad-abad kemudian diterjemahkan ke bahasa Spanyol dan kemudian juga kedalam bahasa Perancis hingga pertengahan abad 19.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca tulisan Islamic Agriculture

Bila dunia pertanian dan perkebunan kita nyaris stagnan sejak jaman Belanda, bisa jadi karena kita salah belajar pertanian dari penjajah yang memang tidak mau membuat kita pinter. Bila kemudian pertanian kita banyak merusak lahan-lahan yang semula subur menjadi lahan yang hasilnya pas-pasan, bisa jadi karena kita salah mengambil guru karena belajar dari para kapitalis yang menjadikan petani sebagai pasar semata untuk pupuk dan obat-obat kimia mereka. Lantas dari mana mestinya kita belajar ? Anda akan terkejut dengan referensi yang ada di dunia Islam tentang pertanian ini !

Sekitar enam ratus tahun sebelum Belanda mengajari atau memaksa kita berkebun, di dunia Islam sudah bermunculan ahli-ahli pertanian dan perkebunan yang mulai menyusun dasar-dasar ilmu agronomi dan botani modern. Nama-nama seperti Ibnu Wafid, Abu ‘Umar Ahmad, Abu Al-Khayr, Ibnu Bassel dlsb. mulai menulis kitab-kitab pertanian sejak abad 4 H.

Puncaknya adalah di abad ke 6 H ketika Abu Zakariyyah Yahya b. Muhammad atau lebih dikenal dengan Ibnu Al-Awwam (meninggal th 580H atau 1185 M) menulis kitab pertanian yang fenomenal dengan judul Kitab Al-Filaha. Dari kitab inilah kemungkinan besar dunia barat belajar ilmu pertanian modern-nya. Karena kitab tersebut diketahui sampai berabad-abad kemudian diterjemahkan ke bahasa Spanyol dan kemudian juga kedalam bahasa Perancis hingga pertengahan abad 19.

Kitab Al-Filaha – menurut saya sendiri yang pernah kuliah 4 tahun di perguruan tinggi pertanian – adalah referensi yang sangat lengkap meliputi seluruh ilmu pertanian dalam arti luas, yang kalau di perguruan tinggi modern diajarkan di belasan jurusan yang berbeda-beda !

Bahkan untuk jaman modern ini-pun kitab ini masih sangat relevan, yang mungkin perlu diupdate hanya pada teknologi-teknologi yang berkembang saja. Selebihnya malah bisa mengoreksi kesalahan dunia pertanian di abad terakhir yang mengandalkan pupuk dan obat-obatan kimia.

Di antara isi dari kitab ini meliputi antara lain hal-hal sebagai berikut :

· Teori tentang tanah, jenis-jenis dan kwalitas tanah, cara memperbaiki tanah – (di perguruan tinggi sekarang diajarkan di jurusan ilmu tanah)

· Kotoran ternak dan kompos, jenis dan kwalitasnya, cara penyiapan dan penggunaannya – (jurusan peternakan/hasil peternakan)

· Tentang Air, jenis dan kwalitasnya, knostruksi sumur air, leveling dan pengairan – (jurusan hidrologi atau tata guna air)

· Perencanaan kebun, pemilihan pohon dan penempatannya – (jurusan agronomi atau perkebunan)

· Pembibitan dan penanaman pohon, pembenihan dengan biji, cangkok, tunas dan akar – (jurusan agronomi, kehutanan dlsb)

· Penanaman dan pemeliharaan pohon buah – (jurusan hortikultura)

· Penanaman dan pemeliharaan tananam-tanaman khusus seperti anggur, zaitun, tebu, pisang, bunga mawar dan teh –(bisa di jurusan apa saja)

· Transplantasi tanaman, metode dan pemilihan waktunya, jenis-jenisnya dan berbagai teknik transplantasi dari Persia, Yunani, Romawi – (bisa di jurusan apa saja)

· Pruning atau pemangkasan, tanaman-tanaman yang perlu pemangkasan dan yang tidak perlu, peremajaan tanaman dengan pruning dan pemangkasan tunas – (bisa di jurusan apa saja).

· Teknik-teknik pengolahan tanah, pembajakan, penggalian dan pencangkualan – (bisa di jurusan apa saja).

· Irigasi khusus tanaman buah, peningkatan hasil dan kwalitas rasa – (jurusan hortikultura)

· Polinasi atau pembuahan dengan keterlibatan manusia untuk buah tin, delima dan kurma – (jurusan hortikultura)

· Perlakuan terhadap hama dan penyakit tanaman – (jurusan hama dan penyakit tanaman)

· Teknik-teknik untuk perbaikan kwalitas warna, aroma (bau dan rasa) untuk buah-buahan dn bunga-bunga-an – (jurusan horticultura atau tanaman hias)

· Pengolahan dan pengawetan buah, sayur, benih dan biji-bijian – (jurusan pengolahan hasil pertanian atau teknologi pertanian)

· Biji-bijian/legume dan manfaatnya untuk kesuburan tanah – (bisa jurusan apa saja)

· Penyemaian biji-bijian seperti padi, wijen dan kacang-kacangan dll– (jurusan agronomi)

· Penyemaian untuk jenis umbi-umbian (bisa di jurusan agronomi)

· Penyemaian untuk tanaman khusus seperti mentimun, melon, semangka, sawi, habatussauda, coriander dlsb – (bisa di horticultura)

· Teknik untuk kebun kebutuhan sehari-hari – ( bisa jurusan apa saja)

· Teknik penanaman tanaman sumber minyak atsiri – (bisa di jurusan agronomi)

· Teknik pemanenan, penyimpanan, pencegahan serangga, penggilingan dan pengawetan biji-bijian dan kacang-kacangan (bisa di jurusan teknologi pasca panen)

· Teknik pengolahan hasil pertanian, pengepresan minyak zaitun, penyulingan minyak atsiri, pengolahan sirup buah dan cuka (bisa di jurusan teknologi pangan atau hasil pertanian)

· Pengelolaan kalender tanam dan adaptasi cuaca ( di jurusan agroklimatologi)

· Teknik pembiakan dan perawatan ternak domba, kambing, sapi , pengeloaan pakan, kandang dan kesehatannya ( jurusan peternakan)

· Teknik kedokteran dan pembedahan hewan (jurusan kedokteran hewan)

· Teknik pemeliharaan unggas ( bisa di jurusan peternakan)

· Teknik pemeliharaan lebah madu, dst.

Daftar tersebut baru sebagian saja dari isi Kitab Al-Filaha yang ketika diterjemahkan kedalam bahasa Perancis menjadi dua kitab dengan total halaman sampai sekitar 1,300-an halaman.

Dari sebagian isi tersebut saja kita sudah bisa menangkap pesan betapa majunya pertanian dunia Islam sembilan abad lampau, lantas mengapa sekarang kita seolah ketinggalan ? ya bisa jadi karena kita belajar dari sumber-sumber yang keliru tersebut di atas. Bila saja kita mau kembali ke sumber-sumber ilmu dari para ulama di bidang pertanian ini, maka kita tidak akan merusak tanah dan ecosystem lingkungan dengan pupuk dan obat-obat kimia.

Kitab seperti Al-Filaha ini juga merupakan dokumentasi best practice pada jamannya, jadi itulah yang dilakukan ulama atau petani-petani yang berilmu di jaman itu – ketika mereka menghijaukan padang pasir dari Jordania sampai Damascus dan menyuburkan pinggiran gurun dari Mesir sampai Marocco. Maka rujukan semacam ini insyaAllah juga sangat berguna untuk menyuburkan kembali bumi pertiwi kita yang aslinya memang sudah subur ini.

Masalahnya adalah tinggal siapa yang akan mengajarkan kitab semacam ini kepada para petani kita ? jelas kitab semacam ini tidak dijadikan rujukan di perguruan tinggi pertanian jaman ini. Tidak juga dijadikan rujukan di perguruan tinggi agama – karena dianggap bukan bidangnya. Lantas siapa yang akan membawakannya ?

Insyaallah kitab semacam ini akan menjadi salah satu rujukan pengajaran pertanian di madrasah-madrasah pertanian kita nantinya. Saat ini kami sedang melacak keberadaan kitab-kitab tersebut dalam bahasa aslinya selengkap mungkin, untuk kemudian diterjemahkan oleh Baitul Hikmah dan juga disebar luaskan untuk masyarakat luas secara gratis pada waktunya – Insyaallah !

Posted in ABOUT TANAMAN PADI | Leave a comment

PADI INPARI 31, 32 DAN 33

MENGENAL INPARI 31,32 DAN 33
Oleh : Efendy Manan

Tak terasa sudah 1 tahun lebih saya tidak menulis artikel dalam Blog ini…karena kesibukan dan rutinitas yang membuat kesempatan menulis menjadi tersita.Dan untuk mengobati rasa kangen ini saya ingin memulainya dengan menulis deskripsi tentang varietas-varietas padi inbrida baru yang direlease oleh BBPadi pada tahun 2013 lalu.

Varietas inpari 31-33 ini sengaja dirakit untuk menghadapi berbagai serangan OPT utama padi seperti penyakit kresek/Xanthomonas dan wereng batang coklat (WBC) yang akhir-akhir ini intensitasnya semakin tinggi akibat perubahan iklim di Indonesia.Sehingga diharapkan dengan hadirnya varietas yang baru ini mampu membantu petani memperoleh varietas padi unggul baru yang tahan terhadap hama dan penyakit.Untuk lebih jelasnya mari kita mengupas satu persatu varietas padi inpari 31-33 sebagai berikut:

1.INPARI 31 (TAHAN HDB)
Nomor seleksi : B12743-MR-18-2-3-8
Asal seleksi : Pepe/BP342B-MR-1-3-KN-1-2-3-6-MR-3-BT-1
Umur tanaman : ±112 hari setelah sebar
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : ±104 cm
Kerebahan : Tahan
Bentuk gabah : Panjang, ujung gabah kadang-kadang berbulu pendek
Warna gabah : Kuning bersih
Kerontokan : Sedang
Tekstur nasi : Pulen
Kadar Amilosa : + 21,1 %
Rata–rata hasil : + 6,0 ton/ha GKG
Potensi hasil : 8,5 ton/ha GKG
Ketahanan terhadap Hama & Penyakit :
Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2 dan 3
Tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri
patotipe IV dan VIII, tahan terhadap blas 033, agak tahan terhadap blas ras 133, serta
tahan terhadap tungro ras Lanrang
Anjuran tanam : Cocok ditanam diekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl.
Pemulia : Buang Abdullah, Sularjo, Heni safitri.

2.INPARI 32 (TAHAN HDB)
Nomor seleksi : BP10620F-BB4-15-BB8
Asal seleksi : Ciherang/IRBB64
Umur tanaman : + 120 hari setelah sebar
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : + 97 cm
Daun bendera : Tegak
Bentuk gabah : Medium
Warna gabah : Kuning bersih
Kerontokan : Sedang
Kerebahan : Agak Tahan
Tekstur nasi : Sedang
Kadar Amilosa : + 23,46 %
Rata-rata hasil : + 6,3 ton/ha GKG
Potensi hasil : 8,42 ton/ha GKG
Ketahanan terhadap
Hama : Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2 dan 3
Penyakit : Tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV dan VIII, tahan terhadap penyakit blas ras 033, agak tahan terhadap blas ras 073, serta agak tahan terhadap tungro ras Lanrang
Anjuran tanam : Cocok ditanam di ekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl.
Pemulia : Aan A. Daradjat, Cucu Gunarsih, Trias Sitaresmi dan Nafisah.

3. INPARI 33 (TAHAN WBC)
Nomor seleksi : B11742-RS*2-3-MR-5-5-1-Si-1-3
Asal seleksi : BP/360E-MR-79-PN-2/IR71218-38-4-3//BP360E-MR-79-PN-2
Umur tanaman : ± 107 hari setelah sebar
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : ± 93cm
Daun bendera : Tegak
Bentuk gabah : Panjang Ramping
Warna gabah : Kuning bersih
Kerontokan : Sedang
Kerebahan : Agak tahan
Tekstur nasi : Sedang
Berat 1000Butir : 28,6 gram
Kadar Amilosa : ± 23,42 %
Rata-rata hasil : 6,6 t/ha
Potensi hasil : 9,8 t/ha
Ketahanan terhadap
• Hama : Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3.
• Penyakit : Tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe 3, agak tahan patotipe VIII. Agak tahan blas ras 033, tahan ras 073, serta rentan tungro
Anjuran tanam : Cocok untuk ditanam diekosistem tanah dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl
Pemulia : Buang Abdullah, Sularjo, Heni Safitri

Posted in ABOUT TANAMAN PADI | 27 Comments

PADI MERAH PUTIH

Kenangan Di Ciamis 2013

Masih teringat di memori saya, kenangan manis silaturahim ke rumah Pak Ali Cantrik, bersama Mas Suli dan Mas Yuri. Setelah iu, kami berkunjung ke tempat Pak Sutar. Di sana kmai jumpai, ada padi hitam lokal yang panjang malainya bisa mencapai 44 cm. Ada padi merah putih. Ada juga padi fatmawati, dll.

Kisah ini pernah saya tulis di dalam tulisan Petani Organik (3), sebagian isinya adalah sbb:

Kalau melihat padi merah putih lewat internet, sudah lama saya ketahui. Tapi melihat langsung gabahnya baru sempat terjadi di saung Pak Sutar.

Saya sempat membuka kulit gabah padi merah putih, kemudian saya lihat bagian dalamnya. Wah betul-betul pas. Bagian merah dan putihnya rata.

Seperti biasa, padi tsb saya foto. Ada 2 padi merah putih yang sudah terlepas dari kulitnya. Dan lagi-lagi, 2 padi merah tsb berada di tangan Pak Cantrik.

Saya pernah merendam padi merah putih, setelah setengan hari, dari kulitnya yang basah sudah terlihat secara samar bagian merah dan putihnya.

Padi Merah Putih

Sebelum ke rumah Pak Sutar, saya sudah pernah mendengar ada padi merah putih. Nah, di rumah Pak Sutarlah, saya pertama kali melihat langsung padi/beras merah putih. Sepulang dari rumah Pak Sutar, saya memperoleh “hadiah”, salah satunya benih padi merah putih.

Setelah kunjungan ke Ciamis, saya ke Cilacap, ke rumah Mas Yuri. Melihat pematang sawah Mas Yuri. Selesai berkunjung Ke Cilacap, saya dan mas suli lanjut ke Kebumen, tempat tinggal mas suli.

Di Kebumen,saya dan mas suli sempat mampir ke kediaman mas pur. Di sana pula, selain melihat koleksi-koleksi padinya mas pur, kami juga sempat melihat benih/gabah padi merah putih.

Tanam Padi Merah Putih

Tak berapa lama pulang dari road show dari Ciamis – Cilacap – Kebumen, saya menanam padi merah putih dari Pak SUtar tsb. Saya menanamnya di pot. Setelah penen, ambil beberapa malainya. Saya penasaran, saya ambil beberapa gabahnya, buka kulitnya. Dari sekian banyak, yang warna merah putih sedikit sekali.

Selain saya, Pak Ali Cantrik juga menanam padi merah putih di pot. Ketika saya konfirmasi, apa yang saya alami, tak berbeda jauh dengan saya. Padi merah putihnya yang dihasilkan malah sedikit sekali.

April 2015

Pada bulan April ini, saya memesan benih padi tertentu dari seorang teman. Setelah pesanan datang, saya pun membukanya. Ternyata, selain padi yang saya pesan, di dalammnya ada beberapa padi yang dihadiahkan kepada saya, salah satunya adalah padi merah putih.

Beras Merah Putih

Beras Merah Putih

Saya ambil sekitar 14 gabah, gabah-gabah tsb saya kupas. Dan hebatnya, ke-14 gabah tsb menjadi beras merah putih semua. Luar Biasa.

Sayangnya, dari sekian banyak gabah/benih padi merah putih tsb, 1/3 nya gabahnya ada sungutnya (bulunya).

Beras Merah Putih

Beras Merah Putih

Kemudian, beras-beras merah putih tsb saya jejerkan supaya rapih

Beras Merah Putih (2)

Beras Merah Putih (2)

Posted in BENIH PADI, BENIH UNGGUL PADI | 1 Comment

BERTANI DENGAN KIMIA

BERTANI DENGAN KIMIA
Penulis : Nurman Ihsan, SP

Pada suatu kesempatan, saya dan teman sesama PPL sempat berbincang-bincang dengan salah satu petani. Petani ini tinggal di Kecamatan Teluk Naga. Petani ini saya panggil Pak Haji. Memang dia sudah berhaji. Nama petani ini saya sebut saja Haji Fulan. Saya tidak enak menyebut namanya di sini. Dari perbincangan tsb, saya ingin ada seputar ilmu yang bisa saya dapatkan.

” musim ini,tanam padi apa pak haji?”
” biasalah ciherang dan beberapa padi lain”
” hasil musim sebelumnya bagaimana pak haji?”
” hasilnya biasa aja sih”

Teman saya yang ikut dalam pembicaraan tsb berkata,
” oh ya pak haji, inpari 15 yang ditanam kemarin bagaimana perkembangannya?”

Saya kaget plus penasaran, sebab inpari 15 tsb berasal dari saya. Saya dapat dari teman. Teman saya ini dua musim lalu menanam padi inpari 15 dengan hasil bagus. Pada musim ini pun, sebagian besar petani di daerahnya yang tanam inpari 15, hasilnya pun bagus.
Dan saya menunggu jawaban pak haji.

“padi itu ya, wah padi kurang bagus. dibanding dengan ciherang dan lainnya, perkembangan inpari 15 kurang bagus”
“kok bisa gitu ya pak haji?” tanya saya
“tanah disini (tanah di lahan pertaniannya) memang beda dengan tempat lain. hasilnya beda jauh dengan tempat lain. saya juga bingung”
” bedanya bagaimana pak haji?”
” saya beberapa kali ambil bibit padi dari teman di Kerawang. Bibitnya sama. teman saya tanam di Kerawang, saya tanam di sini. Hasilnya beda jauh. faktor tanah kayanya”
” bisa jadi sih pak haji, mungkin cara budidayanya beda, mungkin perlakuannya beda,,,”
” saya penasaran, saya pernah panggil teman saya yang tinggal di Kerawang tsb. Dia petani yang ahli dah. Saya suruh tanaman di sawah saya. ya pas panen hasilnya sama saja

Rasa Penasaran

Saya jelas penasaran mendapatkan penjelasan dari pak haji tsb. Di mana letak permasalah tsb. Akhirnya, saya pancing dengan pembicaraan lain

” pak haji, sejak bertani sampai sekarang, pake padi apa hasilnya paling banyak?”
” ciherang, kayanya ciherang gulabet deh”
” dapat berapa banyak waktu itu?”
” 1 hektar bisa 5 ton”
” GKP pak haji, eh basahnya dapat segitu?”
” iya basah”

Bertani dengan Kimia

” pak haji, jerami biasa dimasukkan ke sawah lagi nga?”
” nga sih”
” sekam padinya?”
” nga juga
” pake pupuk ayam ( baca sekam plus kotoran ayam )”
” nga juga, pernah pake sekali, itu dah lama banget, kaki pada gatel. tukang tandur ngan mau lagi”
” kalo pupuk kompos bagaimana?”
” nga pake juga”

Bayangkan, selama bertani pupuk organik/kompos/jerami/kohe/dll tidak pernah masuk ke dalam sawahnya. Padahal, sudah berapa puluh ton jerami dan gabah yang terangkut dari sawahnya. Keluar dari sawahnya. Pada sisi lain, tidak ada yang masuk ke dalam sawahnya.

“kalau pemupukan bagaimana pak haji?”
“pemupukan biasa, pake urea, ponska, dan TSP”
Sayang saya lupa, saya tak tanya dosis pemupukannya

” kalo untuk hama dan penyakit, biasa pake obat apa pak haji. ehh, bukan pake obat, pake racun apa pak haji?” kelekar saya
” kalo soal semprot, saya sih MINIM 5 kali dalam satu kali musim tanam. buat jaga-jaga. pokoknya jangan lengah aja. musim ini saja, dah berapa kali semprot. kalo sampe panen bisa banyak”
” banyak juga ya pak haji?”
” ya minim itu 5 kali semprot”
” biayanya dikeluarkan untuk beli obat ( baca racun ) semprot, berapa per hektar pak haji?”
” kalo sehektar bisa keluar buat beli obat, ada sih sekitar 800-900 ribu”

Setelah itu
” Pak haji, pernah dapat hasil di atas 5 ton/ha GKP?”
” 5 ton itu dah mentok kayanya”
” kalo dijadikan 5,2 ton/ha, dinaikkin dikit bisa pak haji?” teman saya bertanya sekaligus berharap
” kalo naik belum, kalo turun sering juga”

Bayangkan, setelah tanah tidak mendapatkan ASUPAN bahan organik seperti kompos/kohe/jerami/sekam/dll, tetapi malah banyak kemasukan pupuk kimia dan racun pestisida.

Jadi, wajar saja dengan cara budidaya dengan gaya seperti itu, petani tsb hasilnya akan mentok sampai di situ. Sebab, petani ini bertani dengan gaya kimia full. Full abis deh,,,,

Posted in ABOUT TANAMAN PADI | 4 Comments