KISAH CINTA SEORANG PEMUDA

MENCARI RASA SPESIAL DI HATI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( Penulis Lepas )
MENCARI RASA  DI HATI

MENCARI RASA DI HATI

Sekitar 2 tahun yang lalu, seorang pemuda bertemu tanpa disengaja dengan seorang wanita. Nama pemuda itu, Najmudin Firdaus. Dalam pandangan pertama, di hatinya timbul rasa kagum. Rasa kagum yang baru pertama kali dia rasakan. Rasa kagum yang begitu hebat. Rasa kagum yang bergetar di hati sanubari.

Dia sempat berkenalan dengan wanita tersebut, begitu mendengar namanya disebut, sekan-akan pelangi menghiasi hatinya. Seakan-akan bintang-bintang singgah di jiwanya. Nama wanita itu, Tsabita Salsabila. Nama yang indah, seindah pancaran wajahnya. Dengan berjalannya waktu, pemuda ini mengetahui bahwa Tsabita Salsbila sudah punya tunangan. Dan sebulan lagi akan menikah.

Di suatu acara pertemuan kerja lapangan, 6 bulan setelah peristiwa tersebut di atas. Si pemuda ini bertemu dengan seorang gadis. Gadis yang sesuai betul dengan idamannya selama ini. Gadis yang begitu pas dengan rasa dan bahasa  jiwanya. Seakan-akan, si pemuda ini menemukan tulang rusuknya kembali.

” ohh, bagaimana mungkin. Aku tlah menemukan tulang rusukku kembali. Yupps, aku harus kenal dengan dirinya” begitu desir bibirnya bersuara lembut.
 

Desir-desir kekaguman kembali melanda dirinya. Tetapi, rasa yang ditimbulkannya kali ini lain. Agak beda. Rasa yang begitu hebat. Rasa yang bergelombang bagaikan tsunami, begitu memuncak. Rasa yang begitu indah masuk secara perlahan ke sela-sela bilik hatinya.

“kau begitu sempurna,,,”, seperti lirik sebuah lagu. “di mataku, kamu begitu indah, seindah malai padi yang bernas,,,”
 

Dia pun berkenalan. Gadis itu bernama Fathia Fithri . Gadis ini berasal dari Sumatra, tepatnya dari daerah Pesisir Selatan. Perkenalan singkat pun terjadi. Di lain hari, sms dan email sempat tercipta. Lagi-lagi, sang gadis sudah dipinang orang lain.

Saat ini, si pemuda sedang duduk di teras masjid. Pikirannya melayang ke masa-masa sekolah. Di SMU dulu, si pemuda ini pernah menjadi rebutan beberapa teman kelas wanitanya. Tetapi sayang, di hatinya tak ada rasa tertarik pada teman wanita sekelasnya. Rasa yang spesial di hati.

Pada saat yang bersamaan, justru rasa spesial itu tertambat pada adik kelasnya. Nama adik kelasnya “titik-titik”. Dia pernah berkirim surat, tapi tak mendapat respon.

Tak berapa lama kemudian, si pemuda ini menerima sepucuk surat. Surat tsb dari adik kelasnya. Inti suratnya, si wanita tersebut menyukai pemuda ini. Cuma pada saat itu, si wanita tersebut ingin konsentrasi belajar. Dan pada saat yang bersamaan, orang tua si wanita melarangnya.

Walaupun demikian, si pemuda ini cukup senang. Rasa senang mengetahui bahwa orang yang dicintainya, menyukai pula dirinya. Surat itupun diletakkan di dadanya,,,

Pikirannya tersadar, saat ada seorang pria lain yang duduk 1 meter di sampingnya. Dia membawa buku. Pria tersebut duduk dan membaca buku itu. Sempat terlihat sekilas judul buku itu, Sepeda dari Kambing baca disini. Si pemuda ini penasaran, akhirnya ditegur pria tersebut.

” maaf, bang. judul bukunya lucu juga”
” buku apa?” pria tersebut sengaja bertanya
” buku yang abang baca ”
” ohh, buku ini. Emang judulnya menarik. Tapi yang lebih menarik lagi, isinya dik. Membaca buku ini, bisa menambah wawasan kita”
 

Akhirnya mereka berkenalan. Pria tersebut bernama Ihsan Muhamad. Setelah itu, mereka bertukar pikiran. Sampai suatu ketika, si pemuda ini bertanya kepada pria tersebut.

” bang, ada sebuah misteri yang masih kabur dari pemahaman saya”
” misteri?, maksud adik?”
” begini bang”.

Akhirnya keluarlah dengan lancar kisah hidupnya. Terutama saat-saat berkenalan dangan wanita-wanita yang pernah mampir di hatinya.

Setelah selesai mencurahkan kisah hidupnya. Si Pria tersebut terdiam. Cukup lama juga.

” sorry bang, saya minta saran”
” ohh, maaf. Aku jadi teringat kenangan juga nih”
” abang sudah menikah?”
” emang kelihatannya bagaimana? ”
” ya kelihatan, bang!”
” dari mana kelihatannya, dik?”
” ya dari mata saya, abang kan kelihatan, hee”
” bisa aja. Begini, dik. Anda beruntung”
 

Pemuda ini mengerutkan dahi sekaligus heran,

” beruntung? dari kaca mata mana, bang?”
” seseorang yang pernah merasakan rasa spesial di hatinya sungguh beruntung. Mengapa? sebab ada juga orang yang sudah tua, tapi belum juga ketemu rasa spesial itu”
” saya kok bingung, bang?”
” aku pernah ketemu dan berinteraksi dengan banyak orang yang sudah menikah, dari situlah aku dapat gambaran hidup mereka.
“trus, bang,,”
“Sewaktu muda, mereka hanya sebatas suka dengan wanita lain. Suka yang biasa saja. Suka yang tak menimbulkan gelombang besar dalam jiwanya.”
” betul, bang. Sewaktu saya bertemu dan berkenalan dengan seseorang gadis, di hati ini terasa ada gelombang tsunami yang menggerakkan jiwa. Jiwa ini tak merasa lelah tuk mengingatnya”
 

Si Pemuda yang dipanggil abang ini, terlihat geleng kepala. Dan berujur:

” luar biasa, anda sungguh beruntung, dik”
” apakah abang pernah merasakannya?. Nga perlu dijawab, Bang. Saya sudah tau”
” dari mana?”
” Karena abang bisa menjelaskan!”
” hee. Saran apa yang kau minta?”
” terus terang, saya masih mengharapkan satu dari ke-3 wanita itu, walaupun mereka sudah menjadi istri orang lain”
” kok begitu?”
” ya, saya tunggu jandanya, bang”
” luar biasa, sebegitu besarkah cintamu pada mereka?
” ini bukan cinta, bang. Ini adalah rasa. Rasa spesial yang telah terukir di hati” si pemuda mengucapkan kata-kata itu sambil berkaca-kaca. Ada butiran air mata yang menggenang di bola matanya.
 

Si pria melihat ke arah pepohonan. Dihela nafasnya dengan tarikan nafas yang panjang. Tiga kali, si pria tersebut melakukan hal tersebut.

” Dik, bila ke-3 wanita itu menjadi istrimu sekaligus, apa yang akan kamu lakukan?”
” apa mungkin, bang?”
” jangan berkata tak mungkin. Apa yang akan kamu lakukan?”
” saya akan melakukan apa saja, bang. Apa saja, walau saya tukar dengan nyawa ini, bang”
” Mau aku kasih tahu jalannya?”
” Emang abang tahu jalannya?”
” sudah, beberapa tahun yang lalu aku mendapatkan jalan itu”
” dari siapa, bang ?”
” tak aku sebutlah nama orang itu, tak eloklah. Tapi jawababnya ada di kamu, mau nga?”
” apapun akan saya tempuh, bang?”
oke, ini dia, kejarlah pintu surga!”
” kalau bisa jangan di surga dulu, bang. Di dunia inilah”
” itulah masalanya, pertama, apakah mereka ber-3 mencintaimu?.”
” kayanya iya, bang”
” kok pake kayanya sih”
 

Selanjutnya, Ihsan, nama abang ini, terdiam lagi. Dia perlu mengatur kata-kata yang pas buat lawan bicaranya.

“Okelah kalau iya. kalau di dunia ini, kamu perlu waktu puluhan tahun untuk menikahi ke-3 wanita itu. Bisa jadi, ke-3 wanita yang kamu cintai baru kamu nikahi, bila ke-3 suaminya sudah meninggal. Apa kamu mau menunggu hal yang tak pasti?”
” tapi bang?”
” teman, perbanyaklah amalmu, carilah ilmu agamamu. Jadikan Islam sebagai jalanmu. Jadilah hamba TuhanMu. Kejar pintu SurgaNya. Sebab disanalah segala angan-anganmu, segala hasratmu, segala cintamu, dan segala cita-citamu terwujud”
” Adakah cara lain, bang?”
” Cara lain ada, tapi tiada yang abadi, tiada yang kekal. Dan ingat, cara lain tak ada yang lebih mudah!!”
” maksudnya, bang?”
” Usia kita paling lama 60 tahunan. Tetapi bila kita arahkan pada Sang Pencipta, apapun keinginan kita akan tercapai. Apapun itu. Ada satu pesan yang kuingat terus sampai saat ini. Pesan dari seseorang yang tak kusebutkan namanya.”
” bisa dishering, bang?”
” kamu mau?”
” silahkan, bang”
” begini, dalam kehidupan ini, kita pasti kan menjumpai banyak wanita. Dari sekian banyak wanita, pasti ada yang cantik di hatimu. Bila dia cantik di hatimu, pastilah dia cantik di matamu. Bila sudah demikian, berdoalah, Ya Rohman Ya Rohim, jadikan dia kelak istriku di surga nanti.”
” Berapa kali doa itu, bang. hee?”
” Sebanyak wanita yang cantik di hatimu”
” Makasih, bang. Kan kukejar Pintu Surga-Mu Ya ALLAH”
 

Dan, kedua anak manusia pun tersenyum. Senyum akan sebuah harapan. Harapan akan sebuah cita-cita,,,

Posted in CINTA | 17 Comments

PADI MERAH PUTIH

Kenangan Di Ciamis 2013

Masih teringat di memori saya, kenangan manis silaturahim ke rumah Pak Ali Cantrik, bersama Mas Suli dan Mas Yuri. Setelah iu, kami berkunjung ke tempat Pak Sutar. Di sana kmai jumpai, ada padi hitam lokal yang panjang malainya bisa mencapai 44 cm. Ada padi merah putih. Ada juga padi fatmawati, dll.

Kisah ini pernah saya tulis di dalam tulisan Petani Organik (3), sebagian isinya adalah sbb:

Kalau melihat padi merah putih lewat internet, sudah lama saya ketahui. Tapi melihat langsung gabahnya baru sempat terjadi di saung Pak Sutar.

Saya sempat membuka kulit gabah padi merah putih, kemudian saya lihat bagian dalamnya. Wah betul-betul pas. Bagian merah dan putihnya rata.

Seperti biasa, padi tsb saya foto. Ada 2 padi merah putih yang sudah terlepas dari kulitnya. Dan lagi-lagi, 2 padi merah tsb berada di tangan Pak Cantrik.

Saya pernah merendam padi merah putih, setelah setengan hari, dari kulitnya yang basah sudah terlihat secara samar bagian merah dan putihnya.

Padi Merah Putih

Sebelum ke rumah Pak Sutar, saya sudah pernah mendengar ada padi merah putih. Nah, di rumah Pak Sutarlah, saya pertama kali melihat langsung padi/beras merah putih. Sepulang dari rumah Pak Sutar, saya memperoleh “hadiah”, salah satunya benih padi merah putih.

Setelah kunjungan ke Ciamis, saya ke Cilacap, ke rumah Mas Yuri. Melihat pematang sawah Mas Yuri. Selesai berkunjung Ke Cilacap, saya dan mas suli lanjut ke Kebumen, tempat tinggal mas suli.

Di Kebumen,saya dan mas suli sempat mampir ke kediaman mas pur. Di sana pula, selain melihat koleksi-koleksi padinya mas pur, kami juga sempat melihat benih/gabah padi merah putih.

Tanam Padi Merah Putih

Tak berapa lama pulang dari road show dari Ciamis – Cilacap – Kebumen, saya menanam padi merah putih dari Pak SUtar tsb. Saya menanamnya di pot. Setelah penen, ambil beberapa malainya. Saya penasaran, saya ambil beberapa gabahnya, buka kulitnya. Dari sekian banyak, yang warna merah putih sedikit sekali.

Selain saya, Pak Ali Cantrik juga menanam padi merah putih di pot. Ketika saya konfirmasi, apa yang saya alami, tak berbeda jauh dengan saya. Padi merah putihnya yang dihasilkan malah sedikit sekali.

April 2015

Pada bulan April ini, saya memesan benih padi tertentu dari seorang teman. Setelah pesanan datang, saya pun membukanya. Ternyata, selain padi yang saya pesan, di dalammnya ada beberapa padi yang dihadiahkan kepada saya, salah satunya adalah padi merah putih.

Beras Merah Putih

Beras Merah Putih

Saya ambil sekitar 14 gabah, gabah-gabah tsb saya kupas. Dan hebatnya, ke-14 gabah tsb menjadi beras merah putih semua. Luar Biasa.

Sayangnya, dari sekian banyak gabah/benih padi merah putih tsb, 1/3 nya gabahnya ada sungutnya (bulunya).

Beras Merah Putih

Beras Merah Putih

Kemudian, beras-beras merah putih tsb saya jejerkan supaya rapih

Beras Merah Putih (2)

Beras Merah Putih (2)

Posted in BENIH PADI, BENIH UNGGUL PADI | Leave a comment

BERTANI DENGAN KIMIA

BERTANI DENGAN KIMIA
Penulis : Nurman Ihsan, SP

Pada suatu kesempatan, saya dan teman sesama PPL sempat berbincang-bincang dengan salah satu petani. Petani ini tinggal di Kecamatan Teluk Naga. Petani ini saya panggil Pak Haji. Memang dia sudah berhaji. Nama petani ini saya sebut saja Haji Fulan. Saya tidak enak menyebut namanya di sini. Dari perbincangan tsb, saya ingin ada seputar ilmu yang bisa saya dapatkan.

” musim ini,tanam padi apa pak haji?”
” biasalah ciherang dan beberapa padi lain”
” hasil musim sebelumnya bagaimana pak haji?”
” hasilnya biasa aja sih”

Teman saya yang ikut dalam pembicaraan tsb berkata,
” oh ya pak haji, inpari 15 yang ditanam kemarin bagaimana perkembangannya?”

Saya kaget plus penasaran, sebab inpari 15 tsb berasal dari saya. Saya dapat dari teman. Teman saya ini dua musim lalu menanam padi inpari 15 dengan hasil bagus. Pada musim ini pun, sebagian besar petani di daerahnya yang tanam inpari 15, hasilnya pun bagus.
Dan saya menunggu jawaban pak haji.

“padi itu ya, wah padi kurang bagus. dibanding dengan ciherang dan lainnya, perkembangan inpari 15 kurang bagus”
“kok bisa gitu ya pak haji?” tanya saya
“tanah disini (tanah di lahan pertaniannya) memang beda dengan tempat lain. hasilnya beda jauh dengan tempat lain. saya juga bingung”
” bedanya bagaimana pak haji?”
” saya beberapa kali ambil bibit padi dari teman di Kerawang. Bibitnya sama. teman saya tanam di Kerawang, saya tanam di sini. Hasilnya beda jauh. faktor tanah kayanya”
” bisa jadi sih pak haji, mungkin cara budidayanya beda, mungkin perlakuannya beda,,,”
” saya penasaran, saya pernah panggil teman saya yang tinggal di Kerawang tsb. Dia petani yang ahli dah. Saya suruh tanaman di sawah saya. ya pas panen hasilnya sama saja

Rasa Penasaran

Saya jelas penasaran mendapatkan penjelasan dari pak haji tsb. Di mana letak permasalah tsb. Akhirnya, saya pancing dengan pembicaraan lain

” pak haji, sejak bertani sampai sekarang, pake padi apa hasilnya paling banyak?”
” ciherang, kayanya ciherang gulabet deh”
” dapat berapa banyak waktu itu?”
” 1 hektar bisa 5 ton”
” GKP pak haji, eh basahnya dapat segitu?”
” iya basah”

Bertani dengan Kimia

” pak haji, jerami biasa dimasukkan ke sawah lagi nga?”
” nga sih”
” sekam padinya?”
” nga juga
” pake pupuk ayam ( baca sekam plus kotoran ayam )”
” nga juga, pernah pake sekali, itu dah lama banget, kaki pada gatel. tukang tandur ngan mau lagi”
” kalo pupuk kompos bagaimana?”
” nga pake juga”

Bayangkan, selama bertani pupuk organik/kompos/jerami/kohe/dll tidak pernah masuk ke dalam sawahnya. Padahal, sudah berapa puluh ton jerami dan gabah yang terangkut dari sawahnya. Keluar dari sawahnya. Pada sisi lain, tidak ada yang masuk ke dalam sawahnya.

“kalau pemupukan bagaimana pak haji?”
“pemupukan biasa, pake urea, ponska, dan TSP”
Sayang saya lupa, saya tak tanya dosis pemupukannya

” kalo untuk hama dan penyakit, biasa pake obat apa pak haji. ehh, bukan pake obat, pake racun apa pak haji?” kelekar saya
” kalo soal semprot, saya sih MINIM 5 kali dalam satu kali musim tanam. buat jaga-jaga. pokoknya jangan lengah aja. musim ini saja, dah berapa kali semprot. kalo sampe panen bisa banyak”
” banyak juga ya pak haji?”
” ya minim itu 5 kali semprot”
” biayanya dikeluarkan untuk beli obat ( baca racun ) semprot, berapa per hektar pak haji?”
” kalo sehektar bisa keluar buat beli obat, ada sih sekitar 800-900 ribu”

Setelah itu
” Pak haji, pernah dapat hasil di atas 5 ton/ha GKP?”
” 5 ton itu dah mentok kayanya”
” kalo dijadikan 5,2 ton/ha, dinaikkin dikit bisa pak haji?” teman saya bertanya sekaligus berharap
” kalo naik belum, kalo turun sering juga”

Bayangkan, setelah tanah tidak mendapatkan ASUPAN bahan organik seperti kompos/kohe/jerami/sekam/dll, tetapi malah banyak kemasukan pupuk kimia dan racun pestisida.

Jadi, wajar saja dengan cara budidaya dengan gaya seperti itu, petani tsb hasilnya akan mentok sampai di situ. Sebab, petani ini bertani dengan gaya kimia full. Full abis deh,,,,

Posted in ABOUT TANAMAN PADI | 3 Comments

MENCANGKOK TANAMAN (3)

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan batang tanaman apa yang hendak kita cangkok. Tentunya, batang tanaman yang akan kita cangkok harus memenuhi syarat tertentu agar hasil cangkokan yang kita dapat lebih cepat berakar. Dan tanaman yang sudah dicangkok bisa cepat pertumbuhannya.

Sekarang kita melanjutkan pada pelajaran selanjutnya,,,

Pelajaran Ketiga : Fokus ke Ruas-Ruas Batang Tanaman

Pada pelajaran kali ini, setelah kita fokus kepada batang yang akan kita cangkok. Maka coba perhatikan tiap ruas-ruasnya.

Pertanyaannya, di batang tanaman bagian mana yang akan kita cangkok???

Coba perhatikan gambar yang saya ambil dari internet.

Posisi cangkok

Posisi cangkok

atau

Posisi batang cangkokan

Posisi batang cangkokan

Pertanyaan saya: apakah letak/posisi bagian yang dicangkok sudah tepat?

Secara umum, hampir sebagian besar insan yang melakukan pencangkokan pada batang tanaman, letak/posisi modelnya seperti ini. Setahu saya, sebagian besar para penyuluh pun melakukan hal yang sama.

Menurut saya, model cangkok demikian tidak salah. Sebab ujung-ujungnya pun akan mengeluarkan akar kok. Selama cangkokan tsb mengeluarkan akar memang tidak salah.

Percobaan sederhana

Untuk mengetahui lebih jelasnya, saya pernah melakukan percobaan sederhana untuk mengetahui dimana letak/posisi bagian batang yang pas untuk dicangkok. Posis batang yang kelak akan kita kupas/kerat.

Pada tanaman jambu air, saya telah melakukan 6 titik pengkupasan pada kulit batang. 2 titik di antara dua ruas daun (titik A) , 2 titik persis di bawah ruas daun (titik B) dan 2 titik pas di ruas daun (titik C).

Para pembaca pun bisa melakukan hal yang sama,,,

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar gambar di bawah ini.

Titik A : diantara 2 ruas daun

Keratan di antara dua ruas

Keratan di antara dua ruas

Titik B : dibawah ruas daun

Keratan di bawah ruas daun

Keratan di bawah ruas daun

Titik C : di tengah-tengah ruas daun

Keratan tengah-tengah ruas daun

Keratan tengah-tengah ruas daun

Setelah 1 pekan, bagaimana hasilnya ?

Posted in TANAMAN BUAH | 9 Comments

MENCANGKOK TANAMAN (2)

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan tanaman apa yang hendak kita cangkok.
Sekarang kita melanjutkan pada pelajaran selanjutnya,,,

Pelajaran Kedua : Fokus ke Batang Tanaman

Setelah kita menentukan tanaman apa yang akan kita tanam, maka sekarang kita fokus kepada tanaman yang nantinya akan kita cangkok. Kita fokus kepada batang-batang tanaman tsb.

Saya ambil contoh saja, tanaman delima.
Saya pernah memfoto tanaman delima hitam milik saudara.
Inilah gambar tanamannya, Perhatikan baik-baik

Batang delima hitam

Batang delima hitam

Batang tanaman yang akan kita cangkok, sebaiknya batang yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Atau sedang dalam masa akselarasi/percepatan tumbuh.

Batang seperti ini sedang mengalami pertumbuhan aktif, sehingga akan lebih cepat mengeluarkan akar. Dan bila nanti ditanam akan cepat tumbuh dan berkembang.

Imajinasi sederhana

Dalam pandangan saya, bila melihat tanaman dengan ragam pertembuhannya, ada yang baru trubus(keluar tunas), ada tunas yang baru tumbuh, ada batang muda, ada yang batang yang muda berwarna kecoklatan, ada batang yang sedang, ada batang tua, dll

Untuk mudahnya, kita perumpamakan saja, atau lebih tepatnya, kita imajinasikan (membayangkan) saja bahwa ragam pertumbuhan batang dengan urutan pertumbuhannya, adalah seperti wanita. Ya seperti wanita. Tepatnya pertumbuhan wanita sejak masih bayi, balita, anak SD, gadis remaja, wanita dewasa hingga nenek-nenek.

Nah, kita yang normal tentu akan memilih gadis remaja, atau setelah itu wanita yang sudah dewasa. Tak bedalah, bila kita ingin mencangkok, kita akan memilih dengan kriteria batang yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Tulisan selanjutnya,,,

Posted in TANAMAN BUAH | Leave a comment

MENCANGKOK TANAMAN

PERBANYAKAN TANAMAN BUAH

Secara umum, bila kita ingin memperbanyak tanaman terutama tanamana buah, maka minimal ada 2 cara yang bisa kita lakukan dalam hal ini :

Pertama, perbanyakam secara vegetatif
Memperbanyak tanaman cara ini antara lain: stek batang, cangkok, stek pucuk, dll
Kedua, Perbanyakan secara generatif (biji)

Masing-masing dari ke-2 cara perbanyakan tsb, pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Mancongkok Tanaman

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas perbanyakan tanaman secara vegetatif, khususunya mencangkok tanaman. Bila kita ketik di internet: mencangkok tanaman. Maka akan kita dapatkan informasi yang berguna dalam hal mencangkok tanaman.

Banyak tulisan yang bercerita tentang tata cara mencangkok. Banyak penulis yang menerangkan cara mencangkok yang benar. Saya sangat senang bila penulis tsb pernah/sering melakukan “mencangkok tanaman”. Artinya, penulis tsb menulis artikelnya disertai pengalaman mencangkok. Pengalaman lapangan.

Tapi, kadang ada juga penulis dengan tema mencangkok tanaman di internet, tapi si penulis sendiri belum sekali pun melakukan pencangkokan. Kalau begini kan urusannya bisa wokwow,,,

Beberapa Pelajaran

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagi tulisan ini dalam beberapa pelajaran.

Pelajaran Pertama : Tanaman apa yang harus dicangkok

Kalau urusan ini, akan berpulang kepada diri kita masing-masing. Kita akan mencangkok tanaman yang sesuai dengan keinginan kita. Bila kita ingin punya tanaman buah lengkeng, bila ada tetangga/teman kita yang punya, maka tanaman inilah yang kita cangkok. Atau kita bisa beli tanaman lengkeng kemudian kita perbanyak sendiri.

Saya pun mempunyai keinginan sendiri, bagi saya memilih tanaman sangat penting. Dalam hal ini, saya pun membaginya dalam 2 katagori: pertama, tanaman “prioritas”, dan kedua tanaman “selera”.

Di dalam Al-Quran, penurut praktisi tanaman Muhaimin Iqbal, ada 5 tanaman buah yang banyak disebut dalam Al Quran yaitu Kurma, Anggur, Zaitun, Delima dan tin. ke-5 tanaman buah tsb, saya sudah tanam semua, walaupun dalam skala pekarangan rumah dan pot.

Dari ke-5 tanaman buah tsb, bagi saya probadi, tanaman “prioritas” adalah menanam zaitun, delima dan tin. Sebab dari tanaman zaitun, delima dan tin, selain buahnya, daun-daun dari tanaman tsb bisa dijadikan daun teh. Teh daun zaitun, teh daun delima dan teh daun tin.

tanaman zaitun

Kalau tanaman kurma jelas membutuhkan tempat yang luas. Daunnya tidak bisa dijadikan teh. Demikian pula anggur. Jadi yang saya perbanyak adalah tanaman zaitun, tin dan delima. Dan saya pun memperbanyaknya dengan cangkok dan stek batang

Bagaimana dengan “tanaman selera” tsb, mas nurman?
Bagi saya, tanaman “selera” adalah tanaman yang kita sukai. karena menurut kita, tanaman tsb memiliki kelebihan dan keunggulan tersendiri. Tanaman seperti Jambu air madu medan, belimbing depok, sawo adalah untuk saat ini menjadi “tanaman selera” bagi saya.

Jadi, menurut saya, tanaman apa pun yang akan diperbanyak, itu adalah hak kita. Siapapun bebas menentukan tanaman yang dia suka. Demikian pula teman-teman,,,

Tulisan selanjutnya

Posted in TANAMAN BUAH | 9 Comments

ANAK ELANG

Jalan Hidup Anak Manusia

Setiap kita yang lahir ke dunia ini, mempunyai alur cerita kehidupan tersendiri. Mempunyai jalan hidup masing-masing. Dan tentunya, setiap kita, secara Sunatullah akan dihinggapi dengan berbagai macam persoalan/masalah hidup.

Paradigma Masalah

Karena sudah menjadi Sunatullah, bahwa manusia dilahirkan, kemudian tumbuh dan berkembang, salah satu bagian dari kehidupannya adalah akan mendapatkan ujian/cobaan/persolan/masalah/dll.

Maka paradigma (cara pandang kita) terhadap masalah menjadi sangat urgen. Ini boleh disebut “inti kehidupan”.

Bila kita menganggap masalah sebagai beban, kita sangat mungkin akan meletakkan beban tsb. Kemudian berusaha menghindarinya. Bahkan akan menjauhinya.

Bila kita menganggap masalah sebagai penghalang, kita mungkin saja akan dengan berat hati menghadapinya.

Namun, bila paradigma kita mengatakan bahwa MASALAH adalah HADIAH, maka bisa jadi kita akan terima dengan suka cita. Dengan pandangan demikian, kita bisa melihat anak-anak tangga kesuksesan dibalik setiap masalah.

Bisa jadi, masalah yg kita hadapi adalah anak tangga menuju kesuksesan berikutnya. Kesuksesan yang lebih tinggi.
Maka, hadapi dan ubahlah masalah menjadi anak tangga menuju kesuksesan. Tanpa ada masalah, kita tak layak memasuki jalur kesuksesan. Bahkan hidup ini pun pada hakekatnya adalah kumpulan masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Paradigma Anak Elang

Coba perhatikan anak-anak elang.
Apakah hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya?
Hadiah tsb bukanlah serpihan-serpihan daging yg diberikan induknya.
Bukan pula dekapan hangat sang induk di malam-malam yang dingin.

Gambar diambil dari internet

Gambar diambil dari internet

HADIAH TERBESAR anak-anak elang justru ketika mereka dilempar oleh induknya dari tempat yang tinggi. Dilempar dari atas bukit. Di lempar secara sadar oleh induknya,,,

Apa yang terjadi?
Di detik-detik pertama, apa yang ada dibenak anak-anak elang terhadap induknya ?
Paradigma anak-anak elang akan mengatakan penuh hal negatif. Anak-anak elang menganggap induk mereka sungguh tak punya nurani. Induk mereka adalah pembunuh.
Anak-anak elang akan menjerit ketakutan, menangis, dll. Tindakan induk elang seolah-olah membawa anak-anak elang kepintu kematian.

Tapi, apa yang terjadi?
Ternyata, beberapa puluh detik selanjutnya, bukan kematian yang mereka terima, namun sebaliknya. Mereka menemukan jati diri sebagai burung, terutama burung elang, yaitu mereka terbang. Di detik-detik selanjutnya anak-anak elang mendapatkan hadiah terbesarnya: mereka bisa terbang !!!

Paradigma anak-anak elang berubah seketika terhadap induknya. Ternyata, tindakan induknya adalah hadiah terbesar terhadap kehidupan mereka. Dan “tradisi” atau tindakan tsb akan diteruskan kepada keturunannya.

Renungan
Dari cerita di atas, bila Allah SWT memberikan kita musibah/cobaan/masalah, maka pergunakan paradigma anak-anak elang tsb. Ternyata, musibah yang menerpa hidup kita, bisa jadi merupakan anak-anak tangga menuju kesuksesan. Dan itulah yang bisa membuat kita bisa “terbang” jauh. Semoga. Amin.

Nb: Tulisan di tas terinspirasi dari blog Lembah Pinus

Posted in MOTIVASI, SHARE ILMU | Leave a comment

TAHU TEMPE KEDELAI IMPOR

Ketika saya membaca tulisan di link ini, hati saya bergetar. Saya takut terjadi apa-apa kepada apa yang kita makan selama ini, terutama tahu dan kedelai yang bahan bakunya impor. Begitu juga bagi keluarga saya, teman-teman saya, dll.

Selesai menbaca, saya ingat, di meja makan ada sekitar 5 tahu, saya ambil. Saya masukan ke dalam kantong plastik. Dan saya buang ke tempat sampah. Itu artinya, saya tidak ingin ke depannya terjadi pada anak-anak saya,,,

Pada tulisan saya sebelumnya, tentang kedelai : APAKAH KEDELAI TRANSGENIK BERBAHAYA? , ada komentar dari Dr. Henggar Herawana sbb :

SAYA HENGGAR HERAWANA DARI KEDIRI,KEBETULAN SAYA SUKA MAKAN SAYUR SAMBAL TUMPANG (MAKANAN FAVOURIT DI DAERAH KEDIRI) DIMANA BAHAN BAKU UTAMANYA ADALAH TEMPE. YAITU TEMPE DIBUNGKUS DAUN KEMUDIAN 1 SAMPAI 2 HARI DIA AKAN MEMBUSUK.INILAH BAHAN DASAR UTAMA UNTUK SAYUR SAMBAL TUMPANG.

SAAT INI KADANG SULIT MENEMUI TEMPE BUSUK YANG BAIK DI PASAR. MASALAHNYA TEMPE YANG BEREDAR DI PASAR,TIDAK MAU MEMBUSUK,TAPI MENJADI KERING DAN TIDAK BERBAU.TAPI KALAU TEMPENYA BERASAL BARI KEDELAI LOKAL,DIA MAU MEMBUSUK.

BAGI SAYA,SAYA MENYIMPULKAN BAHWA KEDELAI TRANSGENIK DARI KEDELAI IMPOR MENGANDUNG BAHAN TERTENTU, MUNGKIN BAKTERI ATAU ENZIM TERTENTU YANG TIDAK MEMUNGKINKAN KUMAN YANG MESTINYA BISA HIDUP DI TEMPE ITU HIDUP. SEHINGGA TIDAK BISA MEMBUSUKAN TEMPE TERSEBUT.

KIRANYA PERLU ADA PENELITIAN OLEH MAHASISWA,LIPI ATAUPUN PARA AHLI BIOLOGI UNTUK MENCARI PENYEBABNYA.DAN HASILNYA BISA UNTUK BAHAN KAJIAN KEDELAI ATAUPUN TANAMAN TRANSGENIK ITU BERBAHAYA APA TIDAK.KARENA TAHU DAN TEMPE JUGA MENJADI MAKANAN RAKYAT INDONESIA.DAN AGAR MANUSIA INDONESIA MENDAPATKAN INFORMASI YANG BENAR“.

Ternyata, pada kedelai impor yang mengandung GMO (Genetically Modified Organism) telah dimasukkan ke dalam gen kedelai adalah gen bakteri. Bakteri tsb namanya Agrobacterium tumefaciens, dan dimasukkanlah gen ini kedalam kromosom kedelai.

Silahkan baca selengkapnya di sini

Kita sering mendengar istilah you are what you eat – Anda tergantung dari apa yang Anda makan. Kalimat yang sering digunakan untuk iklan makanan ini sebenarnya bisa menjadi sangat menarik apabila kita pahami makna yang sesungguhnya. Bahwa kita sangat dipengaruhi oleh apa yang kita makan, maka Allah-pun memerintahkan kita untuk memperhatikan makanan kita (QS 80 : 24). Kalau saja kita bener-bener melaksanakan satu perintah ini, kita akan rela mati-matian untuk memperjuangkan swasembada pangan kita sendiri. Mengapa ?

Ambil contoh kasus satu saja yaitu kedelai yang harus kita impor mayoritasnya karena kita tidak memprodukinya sendiri dengan cukup, apa dampaknya ? Karena kita tidak punya pilihan lain, maka kita telan begitu saja kedeleai impor tersebut tanpa ada upaya untuk mempelajari apa isinya.

Petani kedelai menjadi tidak bergairah karena kalah bersaing dengan kedelai impor, negeri ini harus mengorbankan trilyunan Rupiah setiap tahunnya untuk mengimpor kedelai. Perajin tempe dan tahu-pun menjadi tergantung pada komoditi impor ini, sewaktu-waktu harga melonjak hanya karena Rupiah melemah misalnya – sudah tidak ada yang bisa mereka perbuat.

Tetapi bukan hanya itu masalahnya, masalah terbesar dari kedelai impor adalah dampak resiko-resiko yang belum diketahui (unkown risks) dari mengkonsumsi kedelai impor tersebut – karena hampir pasti mayoritas kedelai impor kita adalah kedelai GMO – Genetically Modified Organism.

Tahun 1997 saya masih rajin mencari ilmu asuransi ke Eropa, saat itu tanaman GMO ini masih relatif baru. Pasarnya di dunia saat itu baru sekitar 3 %, saat itupun industri asuransi sudah mewaspadai resiko makanan GMO ini sehingga mereka menaruh exclusion – pengecualian atau tidak dijamin semua resiko yang terkait langsung maupun tidak langsung dari tanaman GMO ini. Ini menunjukkan betapa dasyatnya resiko yang tidak diketahui dari makanan berbasis GMO ini.

Dalam dasawarsa terakhir pasar komoditi hasil pertanian GMO ini seperti tidak terbendung. Untuk kedelai, tiga produsen kedelai terbesar dunia yaitu Amerika, Brasil dan Argentina komposisi tanaman GMOnya masing-masing sudah mencapai 94 %, 88 % dan 98 %. Padahal produksi kedelai dari tiga negara ini mewakili lebih dari 80 % kedelai dunia. Jadi bisa dibayangkan, impor dari manapun hampir pasti kita akan ketemu kedelai GMO !

Nah sekarang apa masalahnya dengan GMO ini ? bukankan ini teknologi yang baik yang bisa meningkatkan produksi ? Alasan para pemegang patent-nya memang demikian, tetapi Allah Maha Tahu apa yang mereka rencanakan.

Maka pasti bukan kebetulan kalau terkait masalah ini, Allah sudah mengingatkan kita dengan petunjukNya sebagai berikut :

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menakjubkanmu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan keturunan, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.” (QS 2 : 204-205)

Dua ayat tersebut sangat relevan dengan masalah swasembada pangan yang kita hadapi saat ini. Pertama kita diberi tahu bahwa ada pihak yang menakjubkan kita ketika mereka bicara urusan dunia, siapa mereka ini ? siapa yang paling menakjubkan kita ketika bicara masalah dunia politik, ekonomi, budaya, teknologi dlsb. saat ini ? kita pasti tahu siapa-siapa mereka ini.

Lantas apa yang diperbuat oleh pihak yang menakjubkan ini di belakang kita ? mereka merusak tanaman dan keturunan ! bagaimana mereka melakukannya ?

Kedelai GMO

Kedelai GMO

Kedelai yang merupakan salah satu karya Allah Yang Maha Tahu, dianggap oleh mereka sebagai organisme yang kurang sempurna – maka mereka berupaya dengan teknologi yang mereka kuasai untuk ‘menyempurnakan’ kedelai ini. Diambillah gen dari bakteri yang namanya Agrobacterium tumefaciens, dan dimasukkanlah gen ini kedalam kromosom kedelai.

Karena yang diubah adalah ditingkat gen ini (bahasa latinnya gene dari genesis – yang artinya kelahiran/keturunan), maka kedelai yang sudah diubah gen-nya tersebut akan terbawa sampai ke anak keturunannya.

Bagaimana kalau kedelai tersebut dimakan manusia ? disitulah masalahnya. Ilmu manusia ini terbatas, kita tidak bisa tahu dampak dari setiap perubahan yang kita lakukan – apalagi kalau perubahan ini tidak didasari suatu petunjukNya.

Karena ketidak tahuan inilah maka industri asuransi-pun memasukkannya sebagai unknown risk yang patut dikecualikan dalam jaminannya. Bahkan di Eropa, mereka melakukan moratorium – menghentikan impor komoditi hasil rekayasa genetika sejak 2003 – kecuali dengan peraturan yang sangat ketat, meskipun untuk pakan ternak sekalipun. Karena ternak ujungnya dimakan manusia, resiko yang ada di dalamnya akan terbawa pula.

Sepandai-pandai mereka menutupi suatu rahasia, akhirnya toh akan terbongkar juga. Untuk mengetahui rahasia karya mereka terhadap tanaman GMO ini-pun kita tidak perlu jauh-jauh dari teman-teman mereka sendiri.

Sebagaimana diinformasikan di Al-Qur’an “…Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah…” (QS 59 :14)

Di Perancis ada suatu lembaga yang namanya Committee for Research and Independent Information for Genetic Engineering (CRIIGEN). Mereka inilah salah satu pihak yang berhasil melakukan penelitian independen – untuk mengetahui dampak dari makanan GMO.

Video hasil penelitian mereka ini dapat Anda saksikan di link ini.

Tumor yang hampir sebesar perut tikus percobaan di video tersebut terjadi pada usia tikus selama 200 hari percobaan – atau kurang lebih 40 persen dari usia tikus rata-rata. Artinya kalau terjadi pada manusia kemungkinan dampaknya baru muncul pada rentang waktu sekitar 20-30 tahun.

Dunia baru mengkonsumsi secara massif produk GMO sekitar 10 tahun terakhir, di kita yang massif ini ada pada kedelai impor. Bila ada resiko yang kita belum tahu apa itu – makanya diexclude oleh perusahaan asuransi – kemungkinan baru terjadi dalam 10-20 tahun yang akan datang.

Namun sebelum resiko-resiko itu bermunculan, harusnya kita bisa berbuat. Apa yang paling memungkinkan kita bisa lakukan ? ya kembali menyimak baik-baik perintahNya dalam surat ‘Abasa tersebut di atas. Yaitu memperhatikan makanan kita, terus berbuat mulai dari yang kita bisa. InsyaAllah kita bisa !

Posted in KEDELAI, SHARE ILMU | 5 Comments