KISAH CINTA SEORANG PEMUDA

MENCARI RASA SPESIAL DI HATI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( Penulis Lepas )
MENCARI RASA  DI HATI

MENCARI RASA DI HATI

Sekitar 2 tahun yang lalu, seorang pemuda bertemu tanpa disengaja dengan seorang wanita. Nama pemuda itu, Najmudin Firdaus. Dalam pandangan pertama, di hatinya timbul rasa kagum. Rasa kagum yang baru pertama kali dia rasakan. Rasa kagum yang begitu hebat. Rasa kagum yang bergetar di hati sanubari.

Dia sempat berkenalan dengan wanita tersebut, begitu mendengar namanya disebut, sekan-akan pelangi menghiasi hatinya. Seakan-akan bintang-bintang singgah di jiwanya. Nama wanita itu, Tsabita Salsabila. Nama yang indah, seindah pancaran wajahnya. Dengan berjalannya waktu, pemuda ini mengetahui bahwa Tsabita Salsbila sudah punya tunangan. Dan sebulan lagi akan menikah.

Di suatu acara pertemuan kerja lapangan, 6 bulan setelah peristiwa tersebut di atas. Si pemuda ini bertemu dengan seorang gadis. Gadis yang sesuai betul dengan idamannya selama ini. Gadis yang begitu pas dengan rasa dan bahasa  jiwanya. Seakan-akan, si pemuda ini menemukan tulang rusuknya kembali.

” ohh, bagaimana mungkin. Aku tlah menemukan tulang rusukku kembali. Yupps, aku harus kenal dengan dirinya” begitu desir bibirnya bersuara lembut.
 

Desir-desir kekaguman kembali melanda dirinya. Tetapi, rasa yang ditimbulkannya kali ini lain. Agak beda. Rasa yang begitu hebat. Rasa yang bergelombang bagaikan tsunami, begitu memuncak. Rasa yang begitu indah masuk secara perlahan ke sela-sela bilik hatinya.

“kau begitu sempurna,,,”, seperti lirik sebuah lagu. “di mataku, kamu begitu indah, seindah malai padi yang bernas,,,”
 

Dia pun berkenalan. Gadis itu bernama Fathia Fithri . Gadis ini berasal dari Sumatra, tepatnya dari daerah Pesisir Selatan. Perkenalan singkat pun terjadi. Di lain hari, sms dan email sempat tercipta. Lagi-lagi, sang gadis sudah dipinang orang lain.

Saat ini, si pemuda sedang duduk di teras masjid. Pikirannya melayang ke masa-masa sekolah. Di SMU dulu, si pemuda ini pernah menjadi rebutan beberapa teman kelas wanitanya. Tetapi sayang, di hatinya tak ada rasa tertarik pada teman wanita sekelasnya. Rasa yang spesial di hati.

Pada saat yang bersamaan, justru rasa spesial itu tertambat pada adik kelasnya. Nama adik kelasnya “titik-titik”. Dia pernah berkirim surat, tapi tak mendapat respon.

Tak berapa lama kemudian, si pemuda ini menerima sepucuk surat. Surat tsb dari adik kelasnya. Inti suratnya, si wanita tersebut menyukai pemuda ini. Cuma pada saat itu, si wanita tersebut ingin konsentrasi belajar. Dan pada saat yang bersamaan, orang tua si wanita melarangnya.

Walaupun demikian, si pemuda ini cukup senang. Rasa senang mengetahui bahwa orang yang dicintainya, menyukai pula dirinya. Surat itupun diletakkan di dadanya,,,

Pikirannya tersadar, saat ada seorang pria lain yang duduk 1 meter di sampingnya. Dia membawa buku. Pria tersebut duduk dan membaca buku itu. Sempat terlihat sekilas judul buku itu, Sepeda dari Kambing baca disini. Si pemuda ini penasaran, akhirnya ditegur pria tersebut.

” maaf, bang. judul bukunya lucu juga”
” buku apa?” pria tersebut sengaja bertanya
” buku yang abang baca ”
” ohh, buku ini. Emang judulnya menarik. Tapi yang lebih menarik lagi, isinya dik. Membaca buku ini, bisa menambah wawasan kita”
 

Akhirnya mereka berkenalan. Pria tersebut bernama Ihsan Muhamad. Setelah itu, mereka bertukar pikiran. Sampai suatu ketika, si pemuda ini bertanya kepada pria tersebut.

” bang, ada sebuah misteri yang masih kabur dari pemahaman saya”
” misteri?, maksud adik?”
” begini bang”.

Akhirnya keluarlah dengan lancar kisah hidupnya. Terutama saat-saat berkenalan dangan wanita-wanita yang pernah mampir di hatinya.

Setelah selesai mencurahkan kisah hidupnya. Si Pria tersebut terdiam. Cukup lama juga.

” sorry bang, saya minta saran”
” ohh, maaf. Aku jadi teringat kenangan juga nih”
” abang sudah menikah?”
” emang kelihatannya bagaimana? ”
” ya kelihatan, bang!”
” dari mana kelihatannya, dik?”
” ya dari mata saya, abang kan kelihatan, hee”
” bisa aja. Begini, dik. Anda beruntung”
 

Pemuda ini mengerutkan dahi sekaligus heran,

” beruntung? dari kaca mata mana, bang?”
” seseorang yang pernah merasakan rasa spesial di hatinya sungguh beruntung. Mengapa? sebab ada juga orang yang sudah tua, tapi belum juga ketemu rasa spesial itu”
” saya kok bingung, bang?”
” aku pernah ketemu dan berinteraksi dengan banyak orang yang sudah menikah, dari situlah aku dapat gambaran hidup mereka.
“trus, bang,,”
“Sewaktu muda, mereka hanya sebatas suka dengan wanita lain. Suka yang biasa saja. Suka yang tak menimbulkan gelombang besar dalam jiwanya.”
” betul, bang. Sewaktu saya bertemu dan berkenalan dengan seseorang gadis, di hati ini terasa ada gelombang tsunami yang menggerakkan jiwa. Jiwa ini tak merasa lelah tuk mengingatnya”
 

Si Pemuda yang dipanggil abang ini, terlihat geleng kepala. Dan berujur:

” luar biasa, anda sungguh beruntung, dik”
” apakah abang pernah merasakannya?. Nga perlu dijawab, Bang. Saya sudah tau”
” dari mana?”
” Karena abang bisa menjelaskan!”
” hee. Saran apa yang kau minta?”
” terus terang, saya masih mengharapkan satu dari ke-3 wanita itu, walaupun mereka sudah menjadi istri orang lain”
” kok begitu?”
” ya, saya tunggu jandanya, bang”
” luar biasa, sebegitu besarkah cintamu pada mereka?
” ini bukan cinta, bang. Ini adalah rasa. Rasa spesial yang telah terukir di hati” si pemuda mengucapkan kata-kata itu sambil berkaca-kaca. Ada butiran air mata yang menggenang di bola matanya.
 

Si pria melihat ke arah pepohonan. Dihela nafasnya dengan tarikan nafas yang panjang. Tiga kali, si pria tersebut melakukan hal tersebut.

” Dik, bila ke-3 wanita itu menjadi istrimu sekaligus, apa yang akan kamu lakukan?”
” apa mungkin, bang?”
” jangan berkata tak mungkin. Apa yang akan kamu lakukan?”
” saya akan melakukan apa saja, bang. Apa saja, walau saya tukar dengan nyawa ini, bang”
” Mau aku kasih tahu jalannya?”
” Emang abang tahu jalannya?”
” sudah, beberapa tahun yang lalu aku mendapatkan jalan itu”
” dari siapa, bang ?”
” tak aku sebutlah nama orang itu, tak eloklah. Tapi jawababnya ada di kamu, mau nga?”
” apapun akan saya tempuh, bang?”
oke, ini dia, kejarlah pintu surga!”
” kalau bisa jangan di surga dulu, bang. Di dunia inilah”
” itulah masalanya, pertama, apakah mereka ber-3 mencintaimu?.”
” kayanya iya, bang”
” kok pake kayanya sih”
 

Selanjutnya, Ihsan, nama abang ini, terdiam lagi. Dia perlu mengatur kata-kata yang pas buat lawan bicaranya.

“Okelah kalau iya. kalau di dunia ini, kamu perlu waktu puluhan tahun untuk menikahi ke-3 wanita itu. Bisa jadi, ke-3 wanita yang kamu cintai baru kamu nikahi, bila ke-3 suaminya sudah meninggal. Apa kamu mau menunggu hal yang tak pasti?”
” tapi bang?”
” teman, perbanyaklah amalmu, carilah ilmu agamamu. Jadikan Islam sebagai jalanmu. Jadilah hamba TuhanMu. Kejar pintu SurgaNya. Sebab disanalah segala angan-anganmu, segala hasratmu, segala cintamu, dan segala cita-citamu terwujud”
” Adakah cara lain, bang?”
” Cara lain ada, tapi tiada yang abadi, tiada yang kekal. Dan ingat, cara lain tak ada yang lebih mudah!!”
” maksudnya, bang?”
” Usia kita paling lama 60 tahunan. Tetapi bila kita arahkan pada Sang Pencipta, apapun keinginan kita akan tercapai. Apapun itu. Ada satu pesan yang kuingat terus sampai saat ini. Pesan dari seseorang yang tak kusebutkan namanya.”
” bisa dishering, bang?”
” kamu mau?”
” silahkan, bang”
” begini, dalam kehidupan ini, kita pasti kan menjumpai banyak wanita. Dari sekian banyak wanita, pasti ada yang cantik di hatimu. Bila dia cantik di hatimu, pastilah dia cantik di matamu. Bila sudah demikian, berdoalah, Ya Rohman Ya Rohim, jadikan dia kelak istriku di surga nanti.”
” Berapa kali doa itu, bang. hee?”
” Sebanyak wanita yang cantik di hatimu”
” Makasih, bang. Kan kukejar Pintu Surga-Mu Ya ALLAH”
 

Dan, kedua anak manusia pun tersenyum. Senyum akan sebuah harapan. Harapan akan sebuah cita-cita,,,

Posted in CINTA | 17 Comments

MENGATASI TANAH ASEM-ASEM

CARA MUDAH MENGATASI ASEM-ASEMAN PADA TANAH SAWAH
Oleh: Efendy Manan

Suka ria musim panen di MT 1 telah usai, dan segera para petani memasuki musim tanam gadu (jawa: walik dami). Pada MT 2 ini, biasanya petani dibikin pusing tujuh keliling, setelah pemupukan pertama atau biasanya 10-20 hst. Hasilnya, bukannya subur hijau royo-royo setelah dipupuk, malah daun padi menjadi kuning kecoklatan/karatan, pertumbuhan tanaman seperti berjalan ditempat anakan pun ngadat dan akhirnya ambles satu demi satu.

Kejadian ini mirip yang dialami petani di daerah saya sebut saja pak Joyo. Beliau sampai putus asa melihat perkembangan padinya yang hancur. Beberapa analisa dan saran dari rekan petani pun sudah diikuti mulai insektisida kelas bawah hingga kelas wahid dibeli, namun bukan sembuh malah bertambah parah saja hingga akhirnya padi harus dibajak ulang jika masih ingin panen.

Peristiwa diatas sering kita jumpai pada MT 2 disekitar kita dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit ,modal yang membengkak dan hasil panen yang tidak maksimal.Secara singkat peristiwa asem2x an terjadi karena beberapa faktor diantaranya :

1.Tunggul /jerami bekas panen yang tidak terdekomposisi secara baik akibat proses tanam yang singkat tanpa ada faktor jeda.Sehingga saat bibit padi ditanam gas CO2 dan metan hasil proses dekomposisi yg belum selesai meracuni akar tanaman.
2.Lapisan pirit tanah teroksidasi akibat proses pembalikan tanah/pembajakan sehingga tanaman mengalami gejala keracunan besi/fe.
3.Sistem drainase yang buruk sehingga lapisan pirit yang timbul tidak bisa tercuci.
4.Mikroba tanah perombak bahan organik yang jauh menurun akibat perlakuan pupuk kimia yang over dosis,fungisida yg berlebihan dan minimnya bahan organik yang masuk.
5.Akibat proses diatas maka munculnya mikroba patogen yang menyerang akar padi sehingga akar nampak sakit,menghitam dan busuk.

Ada cara kimia yang bisa digunakan yaitu penyemprotan ZnSo4 ke tanaman, namun hal itu hanya langkah kuratif dan alangkah baiknya jika kita sedia payung sebelum hujan. Cara yang efektif utk menanggulangi asem2x secara dini adalah dengan menggunakan mikroba perombak/dekomposer yang kandungan didalamnya mampu merombak selulosa jerami secara cepat sekaligus menangkal mikroba “jahat” yang akan mengganggu pertumbuhan padi. Mikroba tersebut misalnya streptomices sp,geobacillus sp,trichoderma.

Ada banyak produk dekomposer yang dijual di pasaran namun secara iseng saya mencoba membiakkan produk dekoprima untuk mengatasi masalah asem-aseman sehingga jatuhnya ke petani lebih murah,bahannya mudah dicari dengan teknologi yang mudah diterapkan oleh petani kita.

Bahan- bahan yang digunakan untuk membuat dekomposer adalah sebagai berikut:
1. Dekoprima 1 sachet
2. Gula 250 gram
3. Air suling/air mineral (Aqua) 1 galon
4. Tepung kanji 200 gram
5. Asam amino berbentuk tepung

Alat yang diperlukan :
1. Galon Aqua yang baru
2. Aerator aquarium 2 lubang 5 watt
3. Penyambung selang atau T
4. Selang aerator secukupnya
5. Kapas
6. 3 botol kosong aqua 600 cc
7. Sterilisator methly blue
8. Gandul pemberat selang

Cara perakitan dan tahap pembuatan sebagai berikut :
1. Semua bahan direbus hingga mendidih dan dimasukkan kedalam galon Aqua yang kosong biarkan hingga dingin dengan sendirinya selama 12 jam.
2. Siapkan alat2x yang sudah dibeli dan disambung sesuai dengan foto yang terlampir..Aerasi selama 14 hari atau 2 minggu.
3. Dekomposer dapat dikatakan jadi jika aromanya harum tidak busuk.

Dekomposer yang sudah jadi dapat diaplikasikan dengan dosis 2 gelas aqua per tangki 14 liter ke tanah atau bahan kohe yang akan dikompos.Untuk mengendalikan asem2x an harap diaplikasikan pada saat olah tanah dan saat umur 20 hst.Dekomposer ini pun bisa untuk menanggulangi penyakit layu pada tanaman cabai,melon,semangka dengan cara 1 gelas aqua dekompose diencerkan dengan 10 L air bersih disemprotkan saat tutup mulsa dan dikocorkan 250 cc pada akar tanaman 1 bulan sekali.

Alhamdulillah dari beberapa petani yang menggunakan metode ini sudah tidak mengalami asem-aseman lagi….

Nah selamat Mencoba.

Posted in ABOUT TANAMAN PADI, MENGENAL MIKROBA | 8 Comments

PERTANIAN DI KEJAYAAN UMAT ISLAM

PERTANIAN DALAM BINGKAI ISLAM
NURMAN IHSAN

Ada sebuah paradigma di sebagian besar kalangan umat Islam: “bila umat islam kembali kepada pedoman hidupnya, maka dalam seluruh sendi kehidupannya, umat islam akan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia,,, “.

Menurut saya, Paradigma ini jelas memiliki nilai kebenaran. Paradigma seperti inilah yang harus kita miliki sebagai seorang muslim, bila kita ingin memiliki kejayaan di dunia. Bahkan di akhirat kelak.

Ada sebagian umat islam yang masih ragu akan kebenaran ini mengatakan, apa betul pernyataan demikian ?

Coba kita baca sejarah tentang robot , siapakah bapak robot dunia? selama ini dunia barat sengaja menutupi dengan nama Leonardo da Vinci yang merupaka pelopor bapak robot itu. Itulah tipu daya Dunia Barat. Padahal pelopor robot itu sendiri berasal dari seorang muslim brilian yang bernama Ibnu Ismail al Jazari.

Pada abad ke-13 M Insinyur Muslim Al Jazari yang hidup di zaman kekhalifahan sudah mampu menciptakan robot mirip manusia. Pencapaian itu sekaligus mematahkahkan klaim Barat yang kerap menyebut Leonardo da Vinci sebagai perintis teknologi robot. Ketika Da Vinci baru merancang teori pembuatan robot pada 1478, itu pun baru berbentuk desain di atas kertas.

Robot Burung Merak

Robot Burung Merak

Hebatnya, 200-300 tahun sebelumnya Insinyur Muslim yang sangat brilian, Ibnu Ismail al Jazari, sudah berhasil merancang dan menciptakan aneka bentuk robot pada awal abad ke-13 M. Atas dasar itulah, masyarakat sains modern menjulukinya sebagai ”Bapak Robot”. Peradaban Islam lebih maju tiga abad dalam teknologi robot dibanding Barat.

Itu baru sebagian kecil prestasi umat islam pada saat itu. Bagaimana dengan bidang yang lainnya. Ternyata, di dalam bidang pertanian juga tak kalah hebatnya.

Insinyur Pertanian Muslim yang bernama Abu Zakariyyah Yahya b. Muhammad atau lebih dikenal dengan Ibnu Al-Awwam telah membuat kagum dunia. Ibnu Al-Awwam menulis kitab pertanian yang fenomenal dengan judul Kitab Al-Filaha.

Dari Buku Pedoman Pertanian inilah kemungkinan besar dunia barat belajar ilmu pertanian modern-nya. Karena kitab/buku pedoman pertanian tersebut diketahui sampai berabad-abad kemudian diterjemahkan ke bahasa Spanyol dan kemudian juga kedalam bahasa Perancis hingga pertengahan abad 19.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca tulisan Islamic Agriculture

Bila dunia pertanian dan perkebunan kita nyaris stagnan sejak jaman Belanda, bisa jadi karena kita salah belajar pertanian dari penjajah yang memang tidak mau membuat kita pinter. Bila kemudian pertanian kita banyak merusak lahan-lahan yang semula subur menjadi lahan yang hasilnya pas-pasan, bisa jadi karena kita salah mengambil guru karena belajar dari para kapitalis yang menjadikan petani sebagai pasar semata untuk pupuk dan obat-obat kimia mereka. Lantas dari mana mestinya kita belajar ? Anda akan terkejut dengan referensi yang ada di dunia Islam tentang pertanian ini !

Sekitar enam ratus tahun sebelum Belanda mengajari atau memaksa kita berkebun, di dunia Islam sudah bermunculan ahli-ahli pertanian dan perkebunan yang mulai menyusun dasar-dasar ilmu agronomi dan botani modern. Nama-nama seperti Ibnu Wafid, Abu ‘Umar Ahmad, Abu Al-Khayr, Ibnu Bassel dlsb. mulai menulis kitab-kitab pertanian sejak abad 4 H.

Puncaknya adalah di abad ke 6 H ketika Abu Zakariyyah Yahya b. Muhammad atau lebih dikenal dengan Ibnu Al-Awwam (meninggal th 580H atau 1185 M) menulis kitab pertanian yang fenomenal dengan judul Kitab Al-Filaha. Dari kitab inilah kemungkinan besar dunia barat belajar ilmu pertanian modern-nya. Karena kitab tersebut diketahui sampai berabad-abad kemudian diterjemahkan ke bahasa Spanyol dan kemudian juga kedalam bahasa Perancis hingga pertengahan abad 19.

Kitab Al-Filaha – menurut saya sendiri yang pernah kuliah 4 tahun di perguruan tinggi pertanian – adalah referensi yang sangat lengkap meliputi seluruh ilmu pertanian dalam arti luas, yang kalau di perguruan tinggi modern diajarkan di belasan jurusan yang berbeda-beda !

Bahkan untuk jaman modern ini-pun kitab ini masih sangat relevan, yang mungkin perlu diupdate hanya pada teknologi-teknologi yang berkembang saja. Selebihnya malah bisa mengoreksi kesalahan dunia pertanian di abad terakhir yang mengandalkan pupuk dan obat-obatan kimia.

Di antara isi dari kitab ini meliputi antara lain hal-hal sebagai berikut :

· Teori tentang tanah, jenis-jenis dan kwalitas tanah, cara memperbaiki tanah – (di perguruan tinggi sekarang diajarkan di jurusan ilmu tanah)

· Kotoran ternak dan kompos, jenis dan kwalitasnya, cara penyiapan dan penggunaannya – (jurusan peternakan/hasil peternakan)

· Tentang Air, jenis dan kwalitasnya, knostruksi sumur air, leveling dan pengairan – (jurusan hidrologi atau tata guna air)

· Perencanaan kebun, pemilihan pohon dan penempatannya – (jurusan agronomi atau perkebunan)

· Pembibitan dan penanaman pohon, pembenihan dengan biji, cangkok, tunas dan akar – (jurusan agronomi, kehutanan dlsb)

· Penanaman dan pemeliharaan pohon buah – (jurusan hortikultura)

· Penanaman dan pemeliharaan tananam-tanaman khusus seperti anggur, zaitun, tebu, pisang, bunga mawar dan teh –(bisa di jurusan apa saja)

· Transplantasi tanaman, metode dan pemilihan waktunya, jenis-jenisnya dan berbagai teknik transplantasi dari Persia, Yunani, Romawi – (bisa di jurusan apa saja)

· Pruning atau pemangkasan, tanaman-tanaman yang perlu pemangkasan dan yang tidak perlu, peremajaan tanaman dengan pruning dan pemangkasan tunas – (bisa di jurusan apa saja).

· Teknik-teknik pengolahan tanah, pembajakan, penggalian dan pencangkualan – (bisa di jurusan apa saja).

· Irigasi khusus tanaman buah, peningkatan hasil dan kwalitas rasa – (jurusan hortikultura)

· Polinasi atau pembuahan dengan keterlibatan manusia untuk buah tin, delima dan kurma – (jurusan hortikultura)

· Perlakuan terhadap hama dan penyakit tanaman – (jurusan hama dan penyakit tanaman)

· Teknik-teknik untuk perbaikan kwalitas warna, aroma (bau dan rasa) untuk buah-buahan dn bunga-bunga-an – (jurusan horticultura atau tanaman hias)

· Pengolahan dan pengawetan buah, sayur, benih dan biji-bijian – (jurusan pengolahan hasil pertanian atau teknologi pertanian)

· Biji-bijian/legume dan manfaatnya untuk kesuburan tanah – (bisa jurusan apa saja)

· Penyemaian biji-bijian seperti padi, wijen dan kacang-kacangan dll– (jurusan agronomi)

· Penyemaian untuk jenis umbi-umbian (bisa di jurusan agronomi)

· Penyemaian untuk tanaman khusus seperti mentimun, melon, semangka, sawi, habatussauda, coriander dlsb – (bisa di horticultura)

· Teknik untuk kebun kebutuhan sehari-hari – ( bisa jurusan apa saja)

· Teknik penanaman tanaman sumber minyak atsiri – (bisa di jurusan agronomi)

· Teknik pemanenan, penyimpanan, pencegahan serangga, penggilingan dan pengawetan biji-bijian dan kacang-kacangan (bisa di jurusan teknologi pasca panen)

· Teknik pengolahan hasil pertanian, pengepresan minyak zaitun, penyulingan minyak atsiri, pengolahan sirup buah dan cuka (bisa di jurusan teknologi pangan atau hasil pertanian)

· Pengelolaan kalender tanam dan adaptasi cuaca ( di jurusan agroklimatologi)

· Teknik pembiakan dan perawatan ternak domba, kambing, sapi , pengeloaan pakan, kandang dan kesehatannya ( jurusan peternakan)

· Teknik kedokteran dan pembedahan hewan (jurusan kedokteran hewan)

· Teknik pemeliharaan unggas ( bisa di jurusan peternakan)

· Teknik pemeliharaan lebah madu, dst.

Daftar tersebut baru sebagian saja dari isi Kitab Al-Filaha yang ketika diterjemahkan kedalam bahasa Perancis menjadi dua kitab dengan total halaman sampai sekitar 1,300-an halaman.

Dari sebagian isi tersebut saja kita sudah bisa menangkap pesan betapa majunya pertanian dunia Islam sembilan abad lampau, lantas mengapa sekarang kita seolah ketinggalan ? ya bisa jadi karena kita belajar dari sumber-sumber yang keliru tersebut di atas. Bila saja kita mau kembali ke sumber-sumber ilmu dari para ulama di bidang pertanian ini, maka kita tidak akan merusak tanah dan ecosystem lingkungan dengan pupuk dan obat-obat kimia.

Kitab seperti Al-Filaha ini juga merupakan dokumentasi best practice pada jamannya, jadi itulah yang dilakukan ulama atau petani-petani yang berilmu di jaman itu – ketika mereka menghijaukan padang pasir dari Jordania sampai Damascus dan menyuburkan pinggiran gurun dari Mesir sampai Marocco. Maka rujukan semacam ini insyaAllah juga sangat berguna untuk menyuburkan kembali bumi pertiwi kita yang aslinya memang sudah subur ini.

Masalahnya adalah tinggal siapa yang akan mengajarkan kitab semacam ini kepada para petani kita ? jelas kitab semacam ini tidak dijadikan rujukan di perguruan tinggi pertanian jaman ini. Tidak juga dijadikan rujukan di perguruan tinggi agama – karena dianggap bukan bidangnya. Lantas siapa yang akan membawakannya ?

Insyaallah kitab semacam ini akan menjadi salah satu rujukan pengajaran pertanian di madrasah-madrasah pertanian kita nantinya. Saat ini kami sedang melacak keberadaan kitab-kitab tersebut dalam bahasa aslinya selengkap mungkin, untuk kemudian diterjemahkan oleh Baitul Hikmah dan juga disebar luaskan untuk masyarakat luas secara gratis pada waktunya – Insyaallah !

Posted in ABOUT TANAMAN PADI | Leave a comment

PADI INPARI 31, 32 DAN 33

MENGENAL INPARI 31,32 DAN 33
Oleh : Efendy Manan

Tak terasa sudah 1 tahun lebih saya tidak menulis artikel dalam Blog ini…karena kesibukan dan rutinitas yang membuat kesempatan menulis menjadi tersita.Dan untuk mengobati rasa kangen ini saya ingin memulainya dengan menulis deskripsi tentang varietas-varietas padi inbrida baru yang direlease oleh BBPadi pada tahun 2013 lalu.

Varietas inpari 31-33 ini sengaja dirakit untuk menghadapi berbagai serangan OPT utama padi seperti penyakit kresek/Xanthomonas dan wereng batang coklat (WBC) yang akhir-akhir ini intensitasnya semakin tinggi akibat perubahan iklim di Indonesia.Sehingga diharapkan dengan hadirnya varietas yang baru ini mampu membantu petani memperoleh varietas padi unggul baru yang tahan terhadap hama dan penyakit.Untuk lebih jelasnya mari kita mengupas satu persatu varietas padi inpari 31-33 sebagai berikut:

1.INPARI 31 (TAHAN HDB)
Nomor seleksi : B12743-MR-18-2-3-8
Asal seleksi : Pepe/BP342B-MR-1-3-KN-1-2-3-6-MR-3-BT-1
Umur tanaman : ±112 hari setelah sebar
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : ±104 cm
Kerebahan : Tahan
Bentuk gabah : Panjang, ujung gabah kadang-kadang berbulu pendek
Warna gabah : Kuning bersih
Kerontokan : Sedang
Tekstur nasi : Pulen
Kadar Amilosa : + 21,1 %
Rata–rata hasil : + 6,0 ton/ha GKG
Potensi hasil : 8,5 ton/ha GKG
Ketahanan terhadap Hama & Penyakit :
Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2 dan 3
Tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri
patotipe IV dan VIII, tahan terhadap blas 033, agak tahan terhadap blas ras 133, serta
tahan terhadap tungro ras Lanrang
Anjuran tanam : Cocok ditanam diekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl.
Pemulia : Buang Abdullah, Sularjo, Heni safitri.

2.INPARI 32 (TAHAN HDB)
Nomor seleksi : BP10620F-BB4-15-BB8
Asal seleksi : Ciherang/IRBB64
Umur tanaman : + 120 hari setelah sebar
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : + 97 cm
Daun bendera : Tegak
Bentuk gabah : Medium
Warna gabah : Kuning bersih
Kerontokan : Sedang
Kerebahan : Agak Tahan
Tekstur nasi : Sedang
Kadar Amilosa : + 23,46 %
Rata-rata hasil : + 6,3 ton/ha GKG
Potensi hasil : 8,42 ton/ha GKG
Ketahanan terhadap
Hama : Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2 dan 3
Penyakit : Tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV dan VIII, tahan terhadap penyakit blas ras 033, agak tahan terhadap blas ras 073, serta agak tahan terhadap tungro ras Lanrang
Anjuran tanam : Cocok ditanam di ekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl.
Pemulia : Aan A. Daradjat, Cucu Gunarsih, Trias Sitaresmi dan Nafisah.

3. INPARI 33 (TAHAN WBC)
Nomor seleksi : B11742-RS*2-3-MR-5-5-1-Si-1-3
Asal seleksi : BP/360E-MR-79-PN-2/IR71218-38-4-3//BP360E-MR-79-PN-2
Umur tanaman : ± 107 hari setelah sebar
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : ± 93cm
Daun bendera : Tegak
Bentuk gabah : Panjang Ramping
Warna gabah : Kuning bersih
Kerontokan : Sedang
Kerebahan : Agak tahan
Tekstur nasi : Sedang
Berat 1000Butir : 28,6 gram
Kadar Amilosa : ± 23,42 %
Rata-rata hasil : 6,6 t/ha
Potensi hasil : 9,8 t/ha
Ketahanan terhadap
• Hama : Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3.
• Penyakit : Tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe 3, agak tahan patotipe VIII. Agak tahan blas ras 033, tahan ras 073, serta rentan tungro
Anjuran tanam : Cocok untuk ditanam diekosistem tanah dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl
Pemulia : Buang Abdullah, Sularjo, Heni Safitri

Posted in ABOUT TANAMAN PADI | 17 Comments

PADI MERAH PUTIH

Kenangan Di Ciamis 2013

Masih teringat di memori saya, kenangan manis silaturahim ke rumah Pak Ali Cantrik, bersama Mas Suli dan Mas Yuri. Setelah iu, kami berkunjung ke tempat Pak Sutar. Di sana kmai jumpai, ada padi hitam lokal yang panjang malainya bisa mencapai 44 cm. Ada padi merah putih. Ada juga padi fatmawati, dll.

Kisah ini pernah saya tulis di dalam tulisan Petani Organik (3), sebagian isinya adalah sbb:

Kalau melihat padi merah putih lewat internet, sudah lama saya ketahui. Tapi melihat langsung gabahnya baru sempat terjadi di saung Pak Sutar.

Saya sempat membuka kulit gabah padi merah putih, kemudian saya lihat bagian dalamnya. Wah betul-betul pas. Bagian merah dan putihnya rata.

Seperti biasa, padi tsb saya foto. Ada 2 padi merah putih yang sudah terlepas dari kulitnya. Dan lagi-lagi, 2 padi merah tsb berada di tangan Pak Cantrik.

Saya pernah merendam padi merah putih, setelah setengan hari, dari kulitnya yang basah sudah terlihat secara samar bagian merah dan putihnya.

Padi Merah Putih

Sebelum ke rumah Pak Sutar, saya sudah pernah mendengar ada padi merah putih. Nah, di rumah Pak Sutarlah, saya pertama kali melihat langsung padi/beras merah putih. Sepulang dari rumah Pak Sutar, saya memperoleh “hadiah”, salah satunya benih padi merah putih.

Setelah kunjungan ke Ciamis, saya ke Cilacap, ke rumah Mas Yuri. Melihat pematang sawah Mas Yuri. Selesai berkunjung Ke Cilacap, saya dan mas suli lanjut ke Kebumen, tempat tinggal mas suli.

Di Kebumen,saya dan mas suli sempat mampir ke kediaman mas pur. Di sana pula, selain melihat koleksi-koleksi padinya mas pur, kami juga sempat melihat benih/gabah padi merah putih.

Tanam Padi Merah Putih

Tak berapa lama pulang dari road show dari Ciamis – Cilacap – Kebumen, saya menanam padi merah putih dari Pak SUtar tsb. Saya menanamnya di pot. Setelah penen, ambil beberapa malainya. Saya penasaran, saya ambil beberapa gabahnya, buka kulitnya. Dari sekian banyak, yang warna merah putih sedikit sekali.

Selain saya, Pak Ali Cantrik juga menanam padi merah putih di pot. Ketika saya konfirmasi, apa yang saya alami, tak berbeda jauh dengan saya. Padi merah putihnya yang dihasilkan malah sedikit sekali.

April 2015

Pada bulan April ini, saya memesan benih padi tertentu dari seorang teman. Setelah pesanan datang, saya pun membukanya. Ternyata, selain padi yang saya pesan, di dalammnya ada beberapa padi yang dihadiahkan kepada saya, salah satunya adalah padi merah putih.

Beras Merah Putih

Beras Merah Putih

Saya ambil sekitar 14 gabah, gabah-gabah tsb saya kupas. Dan hebatnya, ke-14 gabah tsb menjadi beras merah putih semua. Luar Biasa.

Sayangnya, dari sekian banyak gabah/benih padi merah putih tsb, 1/3 nya gabahnya ada sungutnya (bulunya).

Beras Merah Putih

Beras Merah Putih

Kemudian, beras-beras merah putih tsb saya jejerkan supaya rapih

Beras Merah Putih (2)

Beras Merah Putih (2)

Posted in BENIH PADI, BENIH UNGGUL PADI | 1 Comment

BERTANI DENGAN KIMIA

BERTANI DENGAN KIMIA
Penulis : Nurman Ihsan, SP

Pada suatu kesempatan, saya dan teman sesama PPL sempat berbincang-bincang dengan salah satu petani. Petani ini tinggal di Kecamatan Teluk Naga. Petani ini saya panggil Pak Haji. Memang dia sudah berhaji. Nama petani ini saya sebut saja Haji Fulan. Saya tidak enak menyebut namanya di sini. Dari perbincangan tsb, saya ingin ada seputar ilmu yang bisa saya dapatkan.

” musim ini,tanam padi apa pak haji?”
” biasalah ciherang dan beberapa padi lain”
” hasil musim sebelumnya bagaimana pak haji?”
” hasilnya biasa aja sih”

Teman saya yang ikut dalam pembicaraan tsb berkata,
” oh ya pak haji, inpari 15 yang ditanam kemarin bagaimana perkembangannya?”

Saya kaget plus penasaran, sebab inpari 15 tsb berasal dari saya. Saya dapat dari teman. Teman saya ini dua musim lalu menanam padi inpari 15 dengan hasil bagus. Pada musim ini pun, sebagian besar petani di daerahnya yang tanam inpari 15, hasilnya pun bagus.
Dan saya menunggu jawaban pak haji.

“padi itu ya, wah padi kurang bagus. dibanding dengan ciherang dan lainnya, perkembangan inpari 15 kurang bagus”
“kok bisa gitu ya pak haji?” tanya saya
“tanah disini (tanah di lahan pertaniannya) memang beda dengan tempat lain. hasilnya beda jauh dengan tempat lain. saya juga bingung”
” bedanya bagaimana pak haji?”
” saya beberapa kali ambil bibit padi dari teman di Kerawang. Bibitnya sama. teman saya tanam di Kerawang, saya tanam di sini. Hasilnya beda jauh. faktor tanah kayanya”
” bisa jadi sih pak haji, mungkin cara budidayanya beda, mungkin perlakuannya beda,,,”
” saya penasaran, saya pernah panggil teman saya yang tinggal di Kerawang tsb. Dia petani yang ahli dah. Saya suruh tanaman di sawah saya. ya pas panen hasilnya sama saja

Rasa Penasaran

Saya jelas penasaran mendapatkan penjelasan dari pak haji tsb. Di mana letak permasalah tsb. Akhirnya, saya pancing dengan pembicaraan lain

” pak haji, sejak bertani sampai sekarang, pake padi apa hasilnya paling banyak?”
” ciherang, kayanya ciherang gulabet deh”
” dapat berapa banyak waktu itu?”
” 1 hektar bisa 5 ton”
” GKP pak haji, eh basahnya dapat segitu?”
” iya basah”

Bertani dengan Kimia

” pak haji, jerami biasa dimasukkan ke sawah lagi nga?”
” nga sih”
” sekam padinya?”
” nga juga
” pake pupuk ayam ( baca sekam plus kotoran ayam )”
” nga juga, pernah pake sekali, itu dah lama banget, kaki pada gatel. tukang tandur ngan mau lagi”
” kalo pupuk kompos bagaimana?”
” nga pake juga”

Bayangkan, selama bertani pupuk organik/kompos/jerami/kohe/dll tidak pernah masuk ke dalam sawahnya. Padahal, sudah berapa puluh ton jerami dan gabah yang terangkut dari sawahnya. Keluar dari sawahnya. Pada sisi lain, tidak ada yang masuk ke dalam sawahnya.

“kalau pemupukan bagaimana pak haji?”
“pemupukan biasa, pake urea, ponska, dan TSP”
Sayang saya lupa, saya tak tanya dosis pemupukannya

” kalo untuk hama dan penyakit, biasa pake obat apa pak haji. ehh, bukan pake obat, pake racun apa pak haji?” kelekar saya
” kalo soal semprot, saya sih MINIM 5 kali dalam satu kali musim tanam. buat jaga-jaga. pokoknya jangan lengah aja. musim ini saja, dah berapa kali semprot. kalo sampe panen bisa banyak”
” banyak juga ya pak haji?”
” ya minim itu 5 kali semprot”
” biayanya dikeluarkan untuk beli obat ( baca racun ) semprot, berapa per hektar pak haji?”
” kalo sehektar bisa keluar buat beli obat, ada sih sekitar 800-900 ribu”

Setelah itu
” Pak haji, pernah dapat hasil di atas 5 ton/ha GKP?”
” 5 ton itu dah mentok kayanya”
” kalo dijadikan 5,2 ton/ha, dinaikkin dikit bisa pak haji?” teman saya bertanya sekaligus berharap
” kalo naik belum, kalo turun sering juga”

Bayangkan, setelah tanah tidak mendapatkan ASUPAN bahan organik seperti kompos/kohe/jerami/sekam/dll, tetapi malah banyak kemasukan pupuk kimia dan racun pestisida.

Jadi, wajar saja dengan cara budidaya dengan gaya seperti itu, petani tsb hasilnya akan mentok sampai di situ. Sebab, petani ini bertani dengan gaya kimia full. Full abis deh,,,,

Posted in ABOUT TANAMAN PADI | 3 Comments

MENCANGKOK TANAMAN (3)

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan batang tanaman apa yang hendak kita cangkok. Tentunya, batang tanaman yang akan kita cangkok harus memenuhi syarat tertentu agar hasil cangkokan yang kita dapat lebih cepat berakar. Dan tanaman yang sudah dicangkok bisa cepat pertumbuhannya.

Sekarang kita melanjutkan pada pelajaran selanjutnya,,,

Pelajaran Ketiga : Fokus ke Ruas-Ruas Batang Tanaman

Pada pelajaran kali ini, setelah kita fokus kepada batang yang akan kita cangkok. Maka coba perhatikan tiap ruas-ruasnya.

Pertanyaannya, di batang tanaman bagian mana yang akan kita cangkok???

Coba perhatikan gambar yang saya ambil dari internet.

Posisi cangkok

Posisi cangkok

atau

Posisi batang cangkokan

Posisi batang cangkokan

Pertanyaan saya: apakah letak/posisi bagian yang dicangkok sudah tepat?

Secara umum, hampir sebagian besar insan yang melakukan pencangkokan pada batang tanaman, letak/posisi modelnya seperti ini. Setahu saya, sebagian besar para penyuluh pun melakukan hal yang sama.

Menurut saya, model cangkok demikian tidak salah. Sebab ujung-ujungnya pun akan mengeluarkan akar kok. Selama cangkokan tsb mengeluarkan akar memang tidak salah.

Percobaan sederhana

Untuk mengetahui lebih jelasnya, saya pernah melakukan percobaan sederhana untuk mengetahui dimana letak/posisi bagian batang yang pas untuk dicangkok. Posis batang yang kelak akan kita kupas/kerat.

Pada tanaman jambu air, saya telah melakukan 6 titik pengkupasan pada kulit batang. 2 titik di antara dua ruas daun (titik A) , 2 titik persis di bawah ruas daun (titik B) dan 2 titik pas di ruas daun (titik C).

Para pembaca pun bisa melakukan hal yang sama,,,

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar gambar di bawah ini.

Titik A : diantara 2 ruas daun

Keratan di antara dua ruas

Keratan di antara dua ruas

Titik B : dibawah ruas daun

Keratan di bawah ruas daun

Keratan di bawah ruas daun

Titik C : di tengah-tengah ruas daun

Keratan tengah-tengah ruas daun

Keratan tengah-tengah ruas daun

Setelah 1 pekan, bagaimana hasilnya ?

Posted in TANAMAN BUAH | 9 Comments

MENCANGKOK TANAMAN (2)

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan tanaman apa yang hendak kita cangkok.
Sekarang kita melanjutkan pada pelajaran selanjutnya,,,

Pelajaran Kedua : Fokus ke Batang Tanaman

Setelah kita menentukan tanaman apa yang akan kita tanam, maka sekarang kita fokus kepada tanaman yang nantinya akan kita cangkok. Kita fokus kepada batang-batang tanaman tsb.

Saya ambil contoh saja, tanaman delima.
Saya pernah memfoto tanaman delima hitam milik saudara.
Inilah gambar tanamannya, Perhatikan baik-baik

Batang delima hitam

Batang delima hitam

Batang tanaman yang akan kita cangkok, sebaiknya batang yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Atau sedang dalam masa akselarasi/percepatan tumbuh.

Batang seperti ini sedang mengalami pertumbuhan aktif, sehingga akan lebih cepat mengeluarkan akar. Dan bila nanti ditanam akan cepat tumbuh dan berkembang.

Imajinasi sederhana

Dalam pandangan saya, bila melihat tanaman dengan ragam pertembuhannya, ada yang baru trubus(keluar tunas), ada tunas yang baru tumbuh, ada batang muda, ada yang batang yang muda berwarna kecoklatan, ada batang yang sedang, ada batang tua, dll

Untuk mudahnya, kita perumpamakan saja, atau lebih tepatnya, kita imajinasikan (membayangkan) saja bahwa ragam pertumbuhan batang dengan urutan pertumbuhannya, adalah seperti wanita. Ya seperti wanita. Tepatnya pertumbuhan wanita sejak masih bayi, balita, anak SD, gadis remaja, wanita dewasa hingga nenek-nenek.

Nah, kita yang normal tentu akan memilih gadis remaja, atau setelah itu wanita yang sudah dewasa. Tak bedalah, bila kita ingin mencangkok, kita akan memilih dengan kriteria batang yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Tulisan selanjutnya,,,

Posted in TANAMAN BUAH | Leave a comment