KISAH CINTA SEORANG PEMUDA

MENCARI RASA SPESIAL DI HATI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( Penulis Lepas )
MENCARI RASA  DI HATI

MENCARI RASA DI HATI

Sekitar 2 tahun yang lalu, seorang pemuda bertemu tanpa disengaja dengan seorang wanita. Nama pemuda itu, Najmudin Firdaus. Dalam pandangan pertama, di hatinya timbul rasa kagum. Rasa kagum yang baru pertama kali dia rasakan. Rasa kagum yang begitu hebat. Rasa kagum yang bergetar di hati sanubari.

Dia sempat berkenalan dengan wanita tersebut, begitu mendengar namanya disebut, sekan-akan pelangi menghiasi hatinya. Seakan-akan bintang-bintang singgah di jiwanya. Nama wanita itu, Tsabita Salsabila. Nama yang indah, seindah pancaran wajahnya. Dengan berjalannya waktu, pemuda ini mengetahui bahwa Tsabita Salsbila sudah punya tunangan. Dan sebulan lagi akan menikah.

Di suatu acara pertemuan kerja lapangan, 6 bulan setelah peristiwa tersebut di atas. Si pemuda ini bertemu dengan seorang gadis. Gadis yang sesuai betul dengan idamannya selama ini. Gadis yang begitu pas dengan rasa dan bahasa  jiwanya. Seakan-akan, si pemuda ini menemukan tulang rusuknya kembali.

” ohh, bagaimana mungkin. Aku tlah menemukan tulang rusukku kembali. Yupps, aku harus kenal dengan dirinya” begitu desir bibirnya bersuara lembut.
 

Desir-desir kekaguman kembali melanda dirinya. Tetapi, rasa yang ditimbulkannya kali ini lain. Agak beda. Rasa yang begitu hebat. Rasa yang bergelombang bagaikan tsunami, begitu memuncak. Rasa yang begitu indah masuk secara perlahan ke sela-sela bilik hatinya.

“kau begitu sempurna,,,”, seperti lirik sebuah lagu. “di mataku, kamu begitu indah, seindah malai padi yang bernas,,,”
 

Dia pun berkenalan. Gadis itu bernama Fathia Fithri . Gadis ini berasal dari Sumatra, tepatnya dari daerah Pesisir Selatan. Perkenalan singkat pun terjadi. Di lain hari, sms dan email sempat tercipta. Lagi-lagi, sang gadis sudah dipinang orang lain.

Saat ini, si pemuda sedang duduk di teras masjid. Pikirannya melayang ke masa-masa sekolah. Di SMU dulu, si pemuda ini pernah menjadi rebutan beberapa teman kelas wanitanya. Tetapi sayang, di hatinya tak ada rasa tertarik pada teman wanita sekelasnya. Rasa yang spesial di hati.

Pada saat yang bersamaan, justru rasa spesial itu tertambat pada adik kelasnya. Nama adik kelasnya “titik-titik”. Dia pernah berkirim surat, tapi tak mendapat respon.

Tak berapa lama kemudian, si pemuda ini menerima sepucuk surat. Surat tsb dari adik kelasnya. Inti suratnya, si wanita tersebut menyukai pemuda ini. Cuma pada saat itu, si wanita tersebut ingin konsentrasi belajar. Dan pada saat yang bersamaan, orang tua si wanita melarangnya.

Walaupun demikian, si pemuda ini cukup senang. Rasa senang mengetahui bahwa orang yang dicintainya, menyukai pula dirinya. Surat itupun diletakkan di dadanya,,,

Pikirannya tersadar, saat ada seorang pria lain yang duduk 1 meter di sampingnya. Dia membawa buku. Pria tersebut duduk dan membaca buku itu. Sempat terlihat sekilas judul buku itu, Sepeda dari Kambing baca disini. Si pemuda ini penasaran, akhirnya ditegur pria tersebut.

” maaf, bang. judul bukunya lucu juga”
” buku apa?” pria tersebut sengaja bertanya
” buku yang abang baca ”
” ohh, buku ini. Emang judulnya menarik. Tapi yang lebih menarik lagi, isinya dik. Membaca buku ini, bisa menambah wawasan kita”
 

Akhirnya mereka berkenalan. Pria tersebut bernama Ihsan Muhamad. Setelah itu, mereka bertukar pikiran. Sampai suatu ketika, si pemuda ini bertanya kepada pria tersebut.

” bang, ada sebuah misteri yang masih kabur dari pemahaman saya”
” misteri?, maksud adik?”
” begini bang”.

Akhirnya keluarlah dengan lancar kisah hidupnya. Terutama saat-saat berkenalan dangan wanita-wanita yang pernah mampir di hatinya.

Setelah selesai mencurahkan kisah hidupnya. Si Pria tersebut terdiam. Cukup lama juga.

” sorry bang, saya minta saran”
” ohh, maaf. Aku jadi teringat kenangan juga nih”
” abang sudah menikah?”
” emang kelihatannya bagaimana? ”
” ya kelihatan, bang!”
” dari mana kelihatannya, dik?”
” ya dari mata saya, abang kan kelihatan, hee”
” bisa aja. Begini, dik. Anda beruntung”
 

Pemuda ini mengerutkan dahi sekaligus heran,

” beruntung? dari kaca mata mana, bang?”
” seseorang yang pernah merasakan rasa spesial di hatinya sungguh beruntung. Mengapa? sebab ada juga orang yang sudah tua, tapi belum juga ketemu rasa spesial itu”
” saya kok bingung, bang?”
” aku pernah ketemu dan berinteraksi dengan banyak orang yang sudah menikah, dari situlah aku dapat gambaran hidup mereka.
“trus, bang,,”
“Sewaktu muda, mereka hanya sebatas suka dengan wanita lain. Suka yang biasa saja. Suka yang tak menimbulkan gelombang besar dalam jiwanya.”
” betul, bang. Sewaktu saya bertemu dan berkenalan dengan seseorang gadis, di hati ini terasa ada gelombang tsunami yang menggerakkan jiwa. Jiwa ini tak merasa lelah tuk mengingatnya”
 

Si Pemuda yang dipanggil abang ini, terlihat geleng kepala. Dan berujur:

” luar biasa, anda sungguh beruntung, dik”
” apakah abang pernah merasakannya?. Nga perlu dijawab, Bang. Saya sudah tau”
” dari mana?”
” Karena abang bisa menjelaskan!”
” hee. Saran apa yang kau minta?”
” terus terang, saya masih mengharapkan satu dari ke-3 wanita itu, walaupun mereka sudah menjadi istri orang lain”
” kok begitu?”
” ya, saya tunggu jandanya, bang”
” luar biasa, sebegitu besarkah cintamu pada mereka?
” ini bukan cinta, bang. Ini adalah rasa. Rasa spesial yang telah terukir di hati” si pemuda mengucapkan kata-kata itu sambil berkaca-kaca. Ada butiran air mata yang menggenang di bola matanya.
 

Si pria melihat ke arah pepohonan. Dihela nafasnya dengan tarikan nafas yang panjang. Tiga kali, si pria tersebut melakukan hal tersebut.

” Dik, bila ke-3 wanita itu menjadi istrimu sekaligus, apa yang akan kamu lakukan?”
” apa mungkin, bang?”
” jangan berkata tak mungkin. Apa yang akan kamu lakukan?”
” saya akan melakukan apa saja, bang. Apa saja, walau saya tukar dengan nyawa ini, bang”
” Mau aku kasih tahu jalannya?”
” Emang abang tahu jalannya?”
” sudah, beberapa tahun yang lalu aku mendapatkan jalan itu”
” dari siapa, bang ?”
” tak aku sebutlah nama orang itu, tak eloklah. Tapi jawababnya ada di kamu, mau nga?”
” apapun akan saya tempuh, bang?”
oke, ini dia, kejarlah pintu surga!”
” kalau bisa jangan di surga dulu, bang. Di dunia inilah”
” itulah masalanya, pertama, apakah mereka ber-3 mencintaimu?.”
” kayanya iya, bang”
” kok pake kayanya sih”
 

Selanjutnya, Ihsan, nama abang ini, terdiam lagi. Dia perlu mengatur kata-kata yang pas buat lawan bicaranya.

“Okelah kalau iya. kalau di dunia ini, kamu perlu waktu puluhan tahun untuk menikahi ke-3 wanita itu. Bisa jadi, ke-3 wanita yang kamu cintai baru kamu nikahi, bila ke-3 suaminya sudah meninggal. Apa kamu mau menunggu hal yang tak pasti?”
” tapi bang?”
” teman, perbanyaklah amalmu, carilah ilmu agamamu. Jadikan Islam sebagai jalanmu. Jadilah hamba TuhanMu. Kejar pintu SurgaNya. Sebab disanalah segala angan-anganmu, segala hasratmu, segala cintamu, dan segala cita-citamu terwujud”
” Adakah cara lain, bang?”
” Cara lain ada, tapi tiada yang abadi, tiada yang kekal. Dan ingat, cara lain tak ada yang lebih mudah!!”
” maksudnya, bang?”
” Usia kita paling lama 60 tahunan. Tetapi bila kita arahkan pada Sang Pencipta, apapun keinginan kita akan tercapai. Apapun itu. Ada satu pesan yang kuingat terus sampai saat ini. Pesan dari seseorang yang tak kusebutkan namanya.”
” bisa dishering, bang?”
” kamu mau?”
” silahkan, bang”
” begini, dalam kehidupan ini, kita pasti kan menjumpai banyak wanita. Dari sekian banyak wanita, pasti ada yang cantik di hatimu. Bila dia cantik di hatimu, pastilah dia cantik di matamu. Bila sudah demikian, berdoalah, Ya Rohman Ya Rohim, jadikan dia kelak istriku di surga nanti.”
” Berapa kali doa itu, bang. hee?”
” Sebanyak wanita yang cantik di hatimu”
” Makasih, bang. Kan kukejar Pintu Surga-Mu Ya ALLAH”
 

Dan, kedua anak manusia pun tersenyum. Senyum akan sebuah harapan. Harapan akan sebuah cita-cita,,,

Posted in CINTA | 20 Comments

PENYAKIT BLAS PADI

MENGAPA PENYAKIT BLAS MAKIN MENJADI?
Oleh : Efendy Manan

Judul diatas merupakan pertanyaan yang semakin sering saya terima baik lewat telepon, inbox FB maupun secara langsung dari petani yang merupakan signal bahwa dari tahun ke tahun peyakit ini semakin merajalela serangannya.

Dahulu penyakit blas hanya menyerang tanaman padi areal tadah huja saja. Namun beberapa tahun belakang sudah mulai “turun gunung” menyerang padi sawah dan menjadi momok menakutkan di beberapa sentra tanaman padi di tanah air.

Didaerah pantura Karawang-Subang-Indramayu team IPB pada tahun 2014 melaporkan sekitar 25% areal persawahan terserang blas leher/neck blast mulai dari kategori ringan sampai puso. Disisi lain beragam fungisida kimia bermunculan namun hanya mampu menahan dalam beberapa musim dan tentu saja makin lama petani semakin tergantung pada fungisida kimia.

Selama ini kita hanya tahu penyakit blas/teklik dari efek yang ditimbulkan dan pengendalian kuratif saja jika terkena penyakit ini dan dalam blog ini pun telah dibahas bagaimana pengendaliannya baik kimia maupun organik. Namun ada info terbaru dari beberapa penelitian mengapa blas seperti selalu muncul hampir di tiap musim penghujan dan gadu yang semuanya bersumber dari perilaku kita dalam budidaya padi yang kurang bijaksana namun cepat atau lambat memberikan efek yang makin memperparah serangan blas.

Perilaku budidaya petani kita yang kurang tepat adalah sebagai berikut :

1.Tidak Mengembalikan Jerami

Perilaku petani kita yang sering membakar jerami karena alasan praktis menyebabkan hara kalium dan silikat yang ada didalam tanah menjadi semakin terkuras tanpa ada penggantian yang sepadan.Seperti kita ketahui bersama padi merupakan tanaman yang menguras unsur silikat lebih banyak daripada tanaman lain.Dan juga silikat dan kalium memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan tanaman padi menghadapi serangan hama dan penyakit padi. Pendek kata Silikat diibaratkan dinding terluar tanaman dan Kalium memperkuat sel tanaman.Terkurasnya silikat dan kalium di tanah secara berlebihan membuat tanaman padi kekurangan 2 unsur tersebut sehingga bisa ditebak tanaman padi kita menjadi rapuh. https://ceritanurmanadi.wordpress.com/?s=silikat

2.Rendahnya Pemberian Pupuk Kalium

Seperti telah dijelaskan diatas bahwa perilaku petani yang tidak mengembalikan jerami memberi sumbangan defisit kalium di tanah ditambah dengan tidak seimbangnya pemberian pupuk (lebih banyak unsur Nitrogen dan phospat saja) daripada kalium menyebabkan sel tanaman menjadi lemah.Secara visual bisa dilihat tanaman yang kekurang unsur Kalium menjadi lemas,mudah terserang hama penyakit dan mudah rebah.pemberian pupuk daun berbahan dasar kalium dan MOL sabut kelapa bisa membantu mensuplai kebutuhan kalium bagi tanaman.

3.Minimnya Pemberian Pupuk Organik

Pupuk organik,kompos kohe,bokashi padat dll merupakan unsur penting sehatnya tanah sawah kita namun kurang diperhatikan petani.Rendahnya minat petani kita pada pupuk organik sebagian besar karena pupuk organik dianggap menambah beban pekerjaan semata dan stigma bahwa pupuk kimia lebih bisa memberi efek yang lebih baik dan nyata daripada pupuk organik.Sebenarnya pemerintah telah memberi subsidi harga dan bantuan pupuk organik tapi sering dijumpai petani enggan memanfaatkan bantuan tersebut.Rendahnya kandungan C organik dalam tanah menyebabkan tanah tidak mampu mendekomposisi tunggak jerami yang tersisa sebagai inang cendawan Prycularia Oryzae karena minimnya mikroba dekomposer.

4.Penggunaan Herbisida

Dari tahun ke tahun konsumsi herbisida pada padi sawah semakin meningkat.Menurut data dari Komisi Pestisida pada tahun 2012 ada 600 merek herbisida yang terdaftar (Beritasatu.com April ,2012).Dampak semakin mahal dan langkanya tenaga kerja di bidang pertanian membuat petani memakai Herbisida untuk menanggulangi gulma.Tapi secara tidak disadari herbisida membawa efek buruk bagi tanaman,padi menjadi lebih ringkih karena padi juga terkena efek herbisida.Ringkihnya ketahanan padi di fase vegetatif membuat padi juga rentan terhadap serangan penyakit termasuk blas.

Saran Pengendalian:
a. Perlakuan benih dengan PGPR
b. Menggunakan benih sumber yang sehat
c. Pengembalian jerami disertai aplikasi dekomposer sehingga lebih cepat lapuk
d. Aplikasi pupuk silikat dan kalium
e. Aplikasi compost tea atau MOL
f. Penyiangan tidak dengan herbisida
g. Aplikasi pupuk organik yang cukup dan pemupukan yang berimbang

Posted in HAMA DAN PENYAKIT | 2 Comments

BUDIDAYA PADI

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI VARIETAS IPB 3S
Oleh :Efendy Manan

Pihak Pemerintah belum lama ini panen raya padi IPB 3S sebanyak 9,4 ton GKG/ha di Karawang….

Begitulah headline beberapa media massa yang beberapa minggu yang lalu. Berita ini pula yang menjadi perbincangan dan menjadi trending topic bagi sebagian besar petani kita.Betapa tidak,varietas ini umurnya sangat genjah namun bisa menghasilkan malai hingga 400 bulir/malai dengan potensi hasil 11.23 ton GKG/ha. Selain itu varietas ini lebih tahan penyakit tungro,blas dan lebih tahan kekeringan. Sehingga tidak salah jika pemerintah melalui Kementrian Pertanian mensosialisasikan padi jenis ini untuk ditanam secara lebih luas di seluruh daerah di Indonesia.

Sebenarnya varietas ini sudah diperkenalkan 2 tahun yang lalu dalam expo memperingati 50 tahun berdirinya IPB namun baru tahun ini dilakukan tanam massal di lahan seluas 65 ha dan sebagian kecil petani kita sudah pernah menanamnya dengan berbagai hasil yang diperoleh seperti Bpk H.Faiz al Farizy dari desa Pujer Bondowoso beliau telah menanam IPB 3 S selama 3 musim dengan hasil yang lbh baik daripada jenis padi lainnya yang ditanam petani setempat.Beliau juga mengatakan IPB 3S bermalai panjang ditanam dan lbh genjah sehingga cocok ditanam didaerah beliau yang pada musim kemarau agak kesulitan air. Namun di sisi yang lainnya saya mendapat laporan beberapa petani yang menuai kekecewaan karena hasil panen tidak optimal dengan keluhan bulir tidak bisa terisi penuh hingga ke pangkal karena kurangnya pengetahuan petani terhadap Budidaya IPB 3S yang baik dan benar.

Oleh karena itu,saya mencoba menghubungi bapak Dr. Sugiyanta sebagai salah satu pakar budidaya Padi di Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB untuk berbagi Teknologi Budidaya IPB 3S hingga dapat menghasilkan panen 9,4 ton GKG yang saya coba rangkumkan sehingga dapat diaplikasikan oleh petani kita sebagai berikut:

1.Persemaian
• Gunakan benih bermutu
• Sebelum disemai benih disortir dengan larutan garam,semai benih yang tenggelam dan buang benih yang melayang,cuci dengan air bersih sebelum direndam
• Rendam benih sehari semalam dan beri perlakuan fungisida
• Inkubasikan benih dalam karung basah sampai tumbuh bakal akar (melentis putih)
• Pengamatan dan pengambilan telur ngengat penggerek batang

2.Pengolahan Tanah
• Olah tanah sempurna dan rata
• Benamkan jerami
• Aplikasikan pupuk organik hayati (Bio organik ) 300 kg/ha 1-3 hari sebelum tanam

3.Penanaman
• Pindah tanam bibit pada umur 10-14 hari setelah semai
• Kondisi air pada saat tanam adalah macak-macak
• Jarak tanam yang digunakan adalah 20 x 20 cm dengan 2-3 bibit perlubang atau 20cm x 40cm x 15 cm,atau 25 cm x 35 cm dengan 3-4 bibit per lubang.
• Beri perlakuan pencelupan akar dengan probiotik

4.Pengairan
Teknik irigasi berselang atau intermitten.Air dialirkan ke sawah hingga tergenang sekitar 5 cm dan dibiarkan meresap habis ketanah kemudian air dimasukkan kembali.Pengeringan dilakukan saat pemupukan dan 10 hari menjelang panen.

5.Pemupukan
• Umur 5-7 hari setelah tanam (HST) dipupuk 100 kg NPK 15-15-15 /ha + 50 kg pupuk Urea /ha
• Umur 21 hst dipupuk 100 kg NPK 15-15-15 /ha + 50 kg Urea /ha
• Umur 35 hst dipupuk 100 kg NPK 15-15-15 /ha
• Pupuk silika dosis 1 L/ha/aplikasi disemprot pada umur 10 dan 30 hst.Diusahakan tidak ada hujan 4 jam.
• Berdasarkan rekomendasi setempat

6.Pengendalian Hama dan Penyakit
• Lakukan pengamatan setiap hari (terutama hingga umur 1 bulan) terhadap :
a. Keberadaan hama wereng dan telurnya di pangkal batang
b. Keberadaan ngengat (penerbangan) dan telur penggerek batang
c. Keberadaan kepinding tanah di pangkal batang
d. Keberadaan kupu-kupu dan ulat hama putih palsu
e. Dilakukan gerakan pengendalian hama tikus dan penerapan LTBS
f. Penyemprotan insektisida untuk penggerek batang dan wereng apabila diperlukan serta fungisida untuk kresek dan blas pada saat stadia bunting kecil dan setelah malai keluar merata.

7.Pemanenan
• Lakukan panen setelah sekitar 90% bulir padi menguning
• Lakukan panen setelah embun kering dan tidak waktu hujan
• Segera dirontok setelah dipotong dengan menggunakan thresser dan alas panen 9m x 9 m
• Apabila gabah diproses oleh petani lakukan segera pengeringan
• Apabila tersedia gunakan jasa mesin alat panen (Combine Harvester)

Sumber :
Dr.Ir Sugiyanta Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB

Posted in BUDIDAYA PADI | 15 Comments

PENYAKIT KEMBANG API

MENGENAL PENYAKIT KEMBANG API
Oleh : Efendy Manan

Tulisan ini bermula dari keluhan teman FB saya sebut saja namanya Pak Bejo. Beliau mengeluhkan malai padinya yang kosong tanpa sebulir pun yang berisi dan menyerang hampir setengah areal sawah yang dimilikinya. Dan tak ayal lagi, hasil panenpun anjlok lebih dari 50 % yang semula 7 ton/ha sekarang tinggal 3 ton saja.

Beliau bercerita pula, penyakit itu datang tanpa beliau perkirakan karena semula tanaman sangat sehat dan tidak ada tanda-tanda datangnya kupu-kupu penggerek batang, namun saat keluar malai, bulir padi menjadi kering dan tidak mampu berisi.

kembang api

Peristiwa diatas sebenarnya sering dialami oleh petani-petani kita saat MT 1 atau musim penghujan. Dimana kelembaban udara tinggi, hujan tiada henti disertai angin kencang.

Hal ini, ditambah lagi pola tanam yang rapat dan kebiasaan petani yang menggunakan pupuk kimia Nitrogen yang tinggi. Pada satu sisi, minimnya penggunaan pupuk Pospat dan Kalium, ini jelas semakin memperparah serangan penyakit ini.

Penyakit ini secara ilmiah dinamakan penyakit Udbatta Desease yang disebabkan jamur Ephelis Oryzae Syd. Penyebaran jamur ini begitu cepat saat musim hujan yang lembab dengan intensitas curah hujan yang tinggi.

Persebarannya penyakit ini sudah lama ada di India dan Cina, sedangkan di Jawa baru pertama kali dilaporkan tahun 1976 (Amir,1986).I

nfeksi terutama terjadi pada padi namun jamur patogen ini bisa pula bersarang pada padi liar, jajagoan atau jawan (echinochloa crusgalli), rumput grinting (cynodon dactylon) dan bisa juga menyerang juwawut (setarica italica).

Dari beberapa penelitian penyakit ini terbawa oleh biji (seed born) yang semula sudah terinfeksi namun tidak dapat bertahan hidup di tanah terlalu lama. Jamur membentuk stroma putih kotor sampai kelabu.

Semula piknidium tenggelam didalam stroma, kemudian berkembang agak menonjol dan cembung, membulat dengan garis tengah 1-1,5 mm. Konidiofor seperti jarum, bercabang, hialin, dengan ukuran 22-85 x 1-1,44 mikro meter.

Konidium seperti jarum,bercabang,hialin dengan ukuran 12-40 x 1,2-1,5 mili mikro meter. Begitu miripnya penampakan penyakit ini hingga petani kita menyamakan dengan penyakit teklik, patah leher atau blast. Lebih parah lagi beberapa petani kita masih menganggapnya dengan landasan klenik seperti dimakan buto saat gerhana bulan dan kena petir/kilat saat hujan.

Gejala Serangan :
1. Gejala penyakit mulai tampak pada waktu malai keluar dari upuh daun bendera
2. Malai telah terinfeksi saat masih dalam upih daun/bunting
3. Malai terhambat perkembangannya karena terselubung/terinfeksi jamur
4. Malai yang sakit nampak keras dan terselubungi hifa putih kotor hingga kelabu
5. Makin tua jamur maka akan membentuk skelorotium berwarna hitam
6. Terkadang pula malai yang sakit tidak mampu keluar dan tetap berada didalam upih daun.

Cara penangulangan :
1. Melakukan seleksi benih dengan air garam.Selain untuk mencari benih unggul,garam dipercaya mampu mematikan jamur.
2. Seed treatment dengan menggunakan air hangat 54 derajad celcius selama 10 menit
3. Penggunaan teknik kimia dengan menggunakan jenis fungsida untuk perlakuan benih
4. Waspadai kondisi cuaca lembab dengan intensitas hujan yang tinggi pada saat padi mulai memasuki fase primordia
5. Atur jarak tanam yang longgar,tanam jajar legowo 2:1 untuk meminimalisir serangan
6. Menekan penggunaan pupuk kimia berbahan Nitrogen tinggi seperti Urea karena bisa membuat jamur berkembang lebih cepat
7. Penggunaan pupuk K dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan jamur
8. Penggunaan fungisida jenis Triazole,fungisida kombinasi,mankozeb saat padi memasuki fase primordia atau bunting sehingga mampu menekan pertumbuhan jamur.
9. Bersihkan lahan dari gulma yang bersimbiosis dengan jamur ini.

Semoga bermanfaat
Sumber : LPM-IPB

Posted in ABOUT TANAMAN PADI, HAMA DAN PENYAKIT | 2 Comments

AYO TANAM INPARI 8

INPARI 8 : SI VARIETAS JADUL NAMUN BANDEL

Oleh : Efendy Manan

Sebentar lama musim hujan akan tiba.Berarti musim tanam padi di seluruh Indonesia akan bergeliat kembali setelah lama tidur panjang akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Para petani pun kembali sibuk mencari benih unggul padi yang tentu saja diharapkan tahan hama penyakit dan berdaya hasil tinggi.

Ada beberapa varietas yang begitu dikenal dan jamak ditanam oleh petani seperti Ciherang, Mekongga, Cibogo, Sidenuk, dll, namun karena sering ditanam maka ketahanan varietas tersebut terhadap hama penyakit menjadi turun dan cenderung melemah.

Di sisi lain hama penyakit semakin resisten karena penggunaan pestisida yang berlebihan ditambah dengan ekosistem yang sudah makin tidak seimbang. Akibatnya petani kita selalu dihadapkan pada lingkaran setan yaitu selalu timbulnya hama penyakit yang terus menerus, dan ini menyebabkan makin meningkatkan konsumsi pestisida. Dan akhirnya, pendapatan petani secara real menjadi rendah.

Pemerintah pun sebenarnya tidak tinggal diam. Melalui program bantuan dan pelatihan mencoba mendidik petani agar lebih pergiliran varietas, penggunaan teknologi ramah lingkungan, pestisida yang bijak maupun pada program pemuliaan benih-benih unggul baru yang tahan hama penyakit.

Namun sayang disini petani masih sulit mengakses informasi varietas-varietas apa saja yang tahan terhadap hama penyakit tertentu.
Salah satu varietas unggul baru (VUB) yang “tahan” hama penyakit adalah inpari 8. Varietas ini direlease tahun 2009 oleh BBPadi dan BPTP Sulawesi Selatan.

Secara nasional Inpari 8 memang tidak sementereng Ciherang dkk, Inpari 13 yang pernah booming di era tahun 2010 an karena tahan WBC. Namun varietas ini begitu melegenda di hati sebagian besar petani Pasuruan Jawa Timur hingga saat ini.

Bagi petani di Pasuruan Inpari 8 seperti panasea si dewa penyelamat dari ancaman puso karena bandel di tanah dengan PH agak masam, tahan virus tungro, tahan WBC, kurang disukai penggerek batang. Bahkan hebatnya si tikus pun seperti ogah mengobrak – abrik nya sedangkan varietas lain dirusak.

Penulis pernah mengalaminya sendiri saat menguji sebuah calon galur bulan Maret 2014 lalu. Galur kami hancur diserang penggerak,tungro dan HDB namun anehnya inpari 8 disamping petakan seperti tidak terjamah.

Pengakuan yang sama pun disampaikan oleh bapak Ken Al Taerami dari Demak Jateng. Menurut beliau inpari 8 sangat handal di MT 1 karena cukup tahan HDB, penggerek batang dan kurang disukai tikus. Dan untuk hasil pun padi jenis ini tidak mengecewakan..

Agar para pembaca tidak penasaran maka saya akan memberikan sekelumit deskripsi Inpari 8 sbb:

INPARI 8 :
Nomor seleksi : IR 73012-15-2-2-1
Golongan : Cere
Umur tanaman : 125 hss
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : 105 cm
Anakan produktif : 19 batang
Warna Gabah : Kuning bersih
Bentuk gabah : Panjang ramping
Tekstur nasi : Pulen
Kerontokan ; Sedang
Kadar amilosa : 21 %
Bobot 1000 bulir : 25,3 gram
Rata- rata hasil : 6,3 ton /Ha GKP
Potensi hasil : 9,9 ton /Ha GKP
Ketahanan Hama : Tahan Tungro
Dilepas tahun : 2009

Akhirnya penulis berharap semoga sekelumit informasi ini mampu memberi solusi dalam memilih vareitas yang tepat menghadapi musim tanam mendatang. Semoga

Posted in ABOUT TANAMAN PADI, BENIH UNGGUL PADI | 7 Comments

TANAMAN KERSEN

KERSEN:TANAMAN BUAH JALANAN DENGAN SEJUTA MANFAAT
Oleh :Efendy Manan

Pohon Kersen/talok/keres (jawa) atau dengan nama latin Muntingia Calabura L merupakan tanaman buah yang sudah tidak asing lagi bagi kita baik di perkotaan maupun pedesaan.

Tanaman ini aslinya bukan tanaman endemik di Indonesia melainkan dari Amerika Tropis seperti Bolivia,panama,Meksiko hingga kepulauan Karibia yang kemudian dibawa masuk ke Filipina abad ke 19 dan kemudian menyebar ke seluruh asia tenggara (Wikipedia).

Tajuknya yang rindang dan sifatnya yang mudah tumbuh dimana saja membuat tanaman ini dijadikan alternatif tanaman penghijauan.Tidak heran dimana-mana dari abang becak hingga anak sekolahan sering berlama-lama duduk dibawahnya menghindari teriknya panas matahari atau sekedar berteduh menghindari rintik hujan.

Apalagi jika si kersen berbuah lebat pasti banyak anak kecil membawa galah berebut buah yang ranum dan manis. Tapi sebaliknya di Bali tanaman ini agak dihindari karena dipercaya sebagai pohon favorit kuntilanak tinggal.

Sebenarnya dibalik nama kersen yang dipandang sebagai buah yang “tidak berguna”, tidak ada nilai jual dan dicap sebagai tempat kuntilanak tinggal;Kersen memiliki seabrek manfaat baik dari daun,buah dan akarnya.

Buahnya selain enak dimakan juga bisa dimanfaatkan sebagai buah herbal bagi penderita asam urat dan kaku-kaku sendi, sedangkan daunnya jika direbus, airnya mujarab untuk menurunkan gula darah penderita diabetes atau kencing manis.

Secara ilmiah buah kersen memiliki kandungan gizi lengkap. Kandungan buah kersen antara lain setiap 100 gram kersen mengandung air (77,8 gram), protein (0,384 gram), lemak (1,56 gram), karbohidrat (17,9 gram), serat (4,6 gram), abu (1,14 gram), kalsium (124,6 miligram), fosfor (84 miligram), besi (1,18 miligram), karoten (0,019 gram), tianin (0,065 gram), ribofalin (0,037gram), niacin (0,554 gram), dan vitamin C (80,5 miligram). Adapun nilai energi yang dihasilkan 380 KJ/100 gram (https://www.facebook.com/notes/vat-budhiardjo-t/khasiat-daun-dan-buah-talokkersemkersen-muntingia-calabura-l/10152759969491554).

Sedangkan dalam daun kersen dengan kandungan flavonoid,saponin dan tanin membuat rebusan daun ini manjur membantu menurunkan gula darah yang tidak terkendali,sebagai anti radang dan juga beberapa penelitian menyebutkan mampu melindungi fungsi otot jantung dari kerusakan (http://www.kompasiana.com/fidiawati/kersen-yang-kaya-manfaat-dan-mitos-kuntilanaknya_552a36f2f17e61406dd623a8).

Sedangkan akar kersen diduga memiliki zat sitotoksik yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Nah…sekarang apa manfaat kersen bagi dunia pertanian?? Apakah bisa digunakan sebagai bahan sumber alternatif pembuatan MOL yang baik bagi tanaman?

Sebetulnya pertanyaan ini berputar-putar liar dalam pikiran saya saat berteduh dibawah pohon ini beberapa bulan yang lalu.Betapa tidak;biji kersen yang tidak lebih besar dari biji sawi ini mampu tumbuh dengan mudah diberbagai tempat..dari pekarangan hingga celah pondasi yang minim hara dan air. Yang kemudian mampu tumbuh subur dan “memecahkan”pondasi itu dengan kekuatan akarnya.

Pertanyaan saya mengapa akar pohon kersen begitu “perkasa”tumbuh dilahan minim hara dan air? Faktor kekuatan akarkah atau ada mikroba tertentu yang secara sinergis simbiosis mutualisme dengan akar saling bahu membahu mencari hara dan air bagi tanaman?

MOL AKAR KERSEN
Untuk menjawab pertanyaan diatas tentu harus melalui penelitian yang mendalam di laboratorium dan dibuktikan secara ilmiah di lahan uji percobaan .Tapi sebagai petani kita tidak perlu melakukan hal sejauh itu.

Kita hanya memerlukan sepotong akar pohon kersen kecil yang tumbuh dipondasi atau dinding pagar lengkap dg tanah yg menyertai ..masukkan dalam botol air mineral dan biarkan selama 3 hari agar mikroba dapat larut dalam air. Dan kemudian seperti biasa kita membuat larutan media biakan dari gula,air leri dan buah kersen sebagai tambahan nutrisi yang kemudian direbus agar steril.

Setelah didiamkan selama 12 jam,larutan media dimasukkan dalam jerigen berikut dengan larutan inokulan akar kersen dan selanjutnya di inkubasi selama 15-21 hari serta buka tutup jerigen jika menggembung.

Mol akar kersen ini saya gunakan untuk kocor dan semprot tanaman cabai rawit tabulampot depan rumah yang alhamdulillah dapat hidup subur dan berbuah lebat disaat harga cabe lagi tinggi-tingginya.

dan bagaimana jika diaplikasikan ketanaman padi?tentu saja jawabannya sangat bisa. Sekelumit pengalaman diatas hanya sebatas ujicoba sederhana dan tidak menutup kemungkinan bisa dikembangkan ke arah yang lebih ilmiah.Namun minimal kita mampu memanfaatkan sumberdaya hayati lokal yang selama ini hanya dipandang sebelah mata…Nah selamat mencoba…..

Posted in MOL, PGPR | 12 Comments

UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO

MEMAHAMI UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO PADA TANAMAN
Oleh:Efendy Manan

A. UNSUR HARA MAKRO
adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif besar.
beberapa unsur hara ini diantaranya : Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S).

B. UNSUR HARA MIKRO
adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif kecil, bila berlebihan menjadi racun.
Unsur hara ini diantaranya : Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Molibdenum (Mo), Tembaga/cuprum (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl), Natrium (Na), Cobalt (Co), Silicon (Si), Nikel (Ni).

UNSUR MAKRO

1. Nitrogen (N)
Nitrogen berperan dalam pembentukan sel , jaringan , dan organ tanaman. Ia berfungsi sebagai sebagai bahan sintetis klorofil , protein , dan asam amino. Karena itu kehadirannya dibutuhkan dalam jumlah besar , terutama saat pertumbuhan vegetatif. Bersama fosfor (P) , nitrogen digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.

Terdapat 2 bentuk nitrogen yakni amonium dan nitrat. Sejumlah penelitian membuktikan amonium sebaiknya tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi nitrogen. Jika berlebihan , sosok tanaman bongsor tetapi rentan terhadap serangan penyakit. Nitrogen yang berasal dari amonium akan memperlambat pertumbuhan karena mengikat karbohidrat sehingga pasokan sedikit. Dengan demikian cadangan makanan sebagai modal berbunga juga minimal. Akibatnya tanaman tidak mampu berbunga. Seandainya yang dominan adalah nitrogen bentuk nitrat , maka sel-sel tanaman akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan penyakit.

Untuk mengetahui kandungan N dan bentuk nitrogen dari pupuk bisa dilihat dari kemasan
a) kekurangan
Tanaman yang kekurangan nitrogen dikenali dari daun bagian bawah. Daun itu menguning karena kekurangan klorofil. Lebih lanjut mengering dan rontok. Tulang-tulang di bawah permukaan daun muda tampak pucat. Pertumbuhan tanaman lambat , kerdil dan lemah. Produksi bunga dan biji rendah.
b) Kelebihan
Warna daun terlalu hijau , tanaman rimbun dengan daun. Proses pembuangan menjadi lama. Adenium bakal bersifat sekulen karena mengandung banyak air. Hal itu menyebebkan rentan serangan cendawan dan penyakit , dan mudah roboh. Produksi bunga menurun.

2. Fosfor (P)
Fosfor merupakan komponen penyusun beberapa enzim , protein , ATP , RNA , dan DNA. ATP penting untuk proses transfer energi , sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih , akar , bunga , dan buah. Dengan membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap nutrisi pun lebih baik.
Bersama denga kalium , fosfor dipakai untuk merangsang pembungaan. Hal itu wajar sebab kebutuhan tanaman terhadap fosfor meningkat tinggi ketika tanaman akan berbunga.
a) Kekurangan
Dimulai dari daun tua menjadi keunguan cenderung kelabu. Tepi daun cokelat , tulang daun muda berwarna hijau gelap. Hangus , pertumbuhan daun kecil , kerdil , dan akhirnya rontok. Fase pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil.
b) Kelebihan
Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) , tembaga(Cu) , dan seng(Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman.

3. Kalium (K)
Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis , akumulasi , translokasi , transportasi karbohidrat , membuka menutupnya stomata , atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya gugur.

Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium. Ada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Dan juga antara kalium dan magnesium. Sifat antagonisme ini menyebabkan kekalahan salah satu unsur untuk diserap tanaman jika komposisinya tidak seimbang. Unsur kalium diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium dan magnesium. Jika unsur kalium berlebih gejalanya sama dengan kekurangan magnesium. Sebab , sifat antagonisme antara kalium dan magnesium lebih besar daripada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Kendati demkian , pada beberapa kasus , kelebihan kalium gejalanya mirip tanaman kekurangan kalsium.
a) Kekurangan
Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus. Bunga mudah rontok. Tepi daun ‘hangus’ , daun menggulung ke bawah , dan rentan terhadap serangan penyakit.
b) Kelebihan
Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman terhambat. sehingga tanaman mengalami defisiensi.

4. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa enzim di dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di daun , terutama untuk ketersediaan klorofil. Jadi kecukupan magnesium sangat diperlukan untuk memperlancar proses fotosintesis. Unsur itu juga merupakan komponen inti pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis protein.

Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut karena energi yang tersedia sedikit. Yang terbawa hanyalah unsur berbobot ‘ringan’ seperti nitrogen. Akibatnya terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer. Jaringan menjadi lemah dan jarak antar ruas panjang. Ciri-ciri persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman.
a) Kekurangan
Muncul bercak-bercak kuningdi permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg diangkut ke daun muda. Daun tua menjadi lemahd dan akhirnya mudah terserang penyakit terutama embun tepung (powdery mildew).
b) Kelebihan
Kelebihan Mg tidak menimbulkan gejala ekstrim.

5. Kalsium (Ca)
Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia komponen yang menguatkan , dan mengatur daya tembus , serta merawat dinding sel. Perannya sangat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi defiensi Ca , pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu , dan berakibat penyerapan hara terhambat. Ca berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel , dan mengatur distribusi hasil fotosintesis.
a) Kekurangan
Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah , terjadi perubahan bentuk daun , mengeriting , kecil , dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium.
b) Kelebihan
Kelebihan kalsium tidak berefek banyak , hanya mempengaruhi pH tanah.

6. Belerang (S)
a) Kelebihan
Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan asamasamamino sistin, sistein dan metionin. Disamping itu S juga merupakan bagian dari biotin, tiamin, ko-enzim A dan glutationin . Diperkirakan 90% S dalam tanaman ditemukan dalam bentuk asam amino, yang salah satu fungsi utamanya adalah penyusun protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfida antara rantai-rantai peptida. Belerang merupakan bagian (constituent) dari hasil metabolisme senyawa-senyawa kompleks. Belerang juga berfungsi sebagai aktivator, kofaktor atau regulator enzim danberperan dalam proses fisiologi tanaman
b) Kekurangan
jumlah S yang dibutuhkan oleh tanaman sama dengan jumlah fosfor (P). Kekahatan S menghambat sintesis protein dan hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya klorosis seperti tanaman kekurangan nitrogen. Kahat S lebih menekan pertumbuhan tunas dari pada pertumbuhan akar. Gejala kahat S lebih nampak pada daun muda dengan warna daun yang menguning sebagai mobilitasnya sangat rendah di dalam tanaman (Haneklaus dan Penurunan kandungan klorofil secara drastis pada daun merupakan gejala khas pada tanaman yang mengalami kahat S . Kahat S menyebabkan terhambatnya sintesis protein yang berkorelasi dengan akumulasi N dan nitrat organik terlarut.

HARA MIKRO
Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit . Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil , tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Tanpa unsur mikro , bunga adenium tidak tampil prima. Bunga akan lunglai , dll. Unsur mikro itu , adalah: boron , besi , tembaga , mangan , seng , dan molibdenum.

1. Boron (B)
Boron memiliki kaitan erat dengan proses pembentukan , pembelahan dan diferensiasi , dan pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya dalam sintetis RNA , bahan dasar pembentukan sel. Boron diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh xylem. Di dalam tanah boron tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci. Kekurangan boron paling sering dijumpai pada adenium. Cirinya mirip daun variegeta.
a) Kekurangan
Daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal , tebal , dan mengkerut.
b) Kelebihan
Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis

2. Tembaga(Cu)
Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa beberapa enzim. Dia juga berperan membantu kelancaran proses fotosintesis. Pembentuk klorofil , dan berperan dalam funsi reproduksi.
a) Kekurangan
Daun berwarna hijau kebiruan , tunas daun menguncup dan tumbuh kecil , pertumbuhan bunga terhambat.
b) Kelebihan
Tanaman tumbuh kerdil , percabangan terbatas , pembentukan akar terhambat , akar menebal dan berwarna gelap.

3. Seng(Zn)
Hampir mirip dengan Mn dan Mg , sengat berperan dalam aktivator enzim , pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis. Kekurangan biasanya terjadi pada media yang sudah lama digunakan.
a) Kekurangan
Pertumbuhan lambat , jarak antar buku pendek , daun kerdil , mengkerut , atau menggulung di satu sisi lalu disusul dengan kerontokan. Bakal buah menguning , terbuka , dan akhirnya gugur. Buah pun akan lebih lemas dan sehingga buah yang seharusnya lurus membengkok.
b) kelebihan
Kelebihan seng tidak menunjukkan dampak nyata.

4. Besi (fe)
Besi berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis dan respirasi , sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling sering bertentanganatau antagonis dengan unsur mikro lain. Untuk mengurangi efek itu , maka Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organik yang bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada pH tinggi berkurang jauh. Di pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA.
a) Kekurangan
Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa. Daun muda tampak putih karena kurang klorofil. Selain itu terjadi karena kerusakan akar. Jika adenium dikeluarkan dari potnya akan terlihat potongan-potongan akar yang mati.
b) Kelebihan
Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun.

5. Molibdenum(Mo)
Mo bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim. Unsur ini juga berperan dalam fiksasi nitrogen.
a) Kekurangan
Ditunjukkan dengan munculnya klorosis di daun tua , kemudian menjalar ke daun muda
b) Kelebihan
Kelebihan tidak menunjukkan gejala yang nyata pada adenium.

6. Mangan(Mn)
a). Kelebihan
Mangan merupakan unsur mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Mangan sangat berperan dalam sintesa klorofil selain itu berperan sebagai koenzim, sebagai aktivator beberapa enzim respirasi, dalam reaksi metabolisme nitrogen dan fotosintesis. Mangan juga diperlukan untuk mengaktifkan nitrat reduktase sehingga tunbuhan yang mengalami kekurangan mangan memerlukan sumber N dalam bentuk NH4+. Peranan mangan dalam fotosintesis berkaitan dengan pelepasan elektron dari air dalam pemecahannyamenjadi hidrogen dan oksigen.
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C
b. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
c. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
d. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
Mn diperlukan dalam kultur kotiledon selada untuk memacu pertumbuhan jumlah pucuk yang dihasilkan. Mn dalam level yang tinggi dapat mengsubstitusikan Mo dalam kultur akar tomat. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistem enzym tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948.
b). Kekurangan
Defisiensi unsur hara, atau kata lain kekurangan unsur hara. bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman yg tidak normal dapat disebabkan oleh adanya defisiensi satu atau lebih unsur hara, gangguan dapat berupa gejala visual yang spesifik.

Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas, ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil. Defisiensi unsure Mn antara lain : pada tanaman berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua, pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda, split seed pada tanaman lupin.

Identifikasi Gejala defisiensi mangan bersifat relatif, seringkali defisiensi satu unsur hara bersamaan dengan kelebihan unsur hara lainnya. Di lapangan tidak mudah membedakan gejala-gejala defisiensi. Tidak jarang gangguan hama dan penyakit menyerupai gejala defisiensi unsur hara mikro. Gejala dapat terjadi karena berbagai macam sebab.

Gejala dari defisiensi mangan memperlihatkan bintik nekrotik pada daun. Mobilitas dari mangan adalah kompleks dan tergantung pada spesies dan umur tumbuhan sehingga awal gejalanya dapat terlihat pada daun muda atau daun yang lebih tua.. Kekurangan mangan ditandai dengan menguningnya bagian daun diantara tulang-tulang daun. Sedangkan tulang daun itu sendiir tetap berwarna
hijau.

7. Klor(Cl)
a). kelebihan
Terlibat dalam osmosis (pergerakan air atau zat terlarut dalam sel),
keseimbangan ion yang diperlukan bagi tanaman untuk mengambil elemen
mineral dan dalam fotosintesis.
b). kekurangan
Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama pada tanaman sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga.
Kadang-kadang pertumbuhan tanaman tomat, gandum dan kapas menunjukkan gejala seperti di atas.

8. Natrium(Na)
a). kelebihan
Terlibat dalam osmosis (pergerakan air) dan keseimbangan ion pada
tumbuhan. Salah satu kelebihan efek negatif Na adalah bahwa itu
mengurangi ketersediaan K.
b). kekurangan
Daun-daun tenaman bisa menjadi hijau tua dan tipis. Tanaman cepat menjadi layu.

9). Cobalt(Co)
a).kelebihan
kobalt jauh lebih tinggi untuk fiksasi nitrogen daripada
amonium gizi. Tingkat kekurangan nitrogen dapat mengakibatkan gejala
defisiensi.
b). kekurangan
Mengurangi pembentukan hemoglobin dan fiksasi nitrogen

10. Silicon(Si)
a). Kelebihan
Si dapat meningkatkan hasil melalui peningkatan efisiensi fotosintesis dan menginduksi ketahanan terhadap hama dan penyakit Ditemukan sebagai komponen dari dinding sel. Tanaman dengan pasokan silikon larut menghasilkan lebih kuat, meningkatkan panas dan kekeringan tanaman toleransi silikon dapat disimpan oleh tanaman di tempat infeksi oleh jamur untuk memerangi penetrasi dinding sel oleh jamur menyerang.
b). kekurangan
Dapat mengakibatkan tanaman mudah terserang penyakit.

11. Nikel(Ni)
a). kelebihan
Diperlukan untuk enzim urease untuk menguraikan urea untuk
membebaskan nitrogen ke dalam bentuk yang dapat digunakan untuk
tanaman. Nikel diperlukan untuk penyerapan zat besi. Benih perlu nikel
untuk berkecambah. Tanaman tumbuh tanpa tambahan nikel akanberangsur-angsur mencapai tingkat kekurangan sekitar saat mereka
dewasa dan mulai pertumbuhan reproduksi
b). Kekurangan
Gagal untuk menghasilkan benih yang layak

Semoga bermanfaat
Dikutip dari Joe Garden (https://www.facebook.com/joe.hydro.lover?fref=ts)

Posted in PUPUK | 3 Comments

HASIL PANEN PADI

BAGAIMANA MENINGKATKAN HASIL PANEN

Pertanyaan Banyak Pembaca

Sejak mulai menulis di blog ini, salah satu bentuk pertanyaan yang banyak ditanyakan kepada saya adalah masalah hasil panen. Bagaimana caranya meningkatkan hasil panen?
Apa benar ada yang bisa panen sebanyak 11-12 ton/ha, padahal untuk dapat kisaran 6-8ton/ha susahnya minta ampun.
Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yg semisal tsb

Paradigma Baru Petani

Untuk membahas persoalan ini, memang tidaklah mudah, kita harus melihat permasalahan ini secara utuh. Menurut saya, pendekatan ini harus melibatkan 2 sisi.

Apa itu ?
Pertama, sisi manusia
Kedua, sisi lingkungan.

Ada yang harus dirubah dari sisi manusianya, ada juga yang harus diciptakan dari sisi lingkungannya. Ini bagai sisi mata uang.

Secara umum, menurut saya untuk meningkatkan hasil panen padi, dapat dibagi kedalam dua faktor.

Pertama, FAKTOR PRIORITAS
Kedua, FAKTOR PENUNJANG

PERTAMA, FAKTOR PRIORITAS

Faktor PRIORITAS ini harus melibatkan dua pendekatan sekaligus. Ini harus dikerjakan secara bersamaan agar hasil panen yang kita harapkan bisa meningkat.

FAKTOR PRIORITAS yang Pertama: Pendekatan Manusia

Manusia dalam hal ini kita fokuskan kepada para petani. Itu artinya petani harus menjadikan dirinya sebagai manusia baik. Manusia yang berdayaguna bagi insan lain. Petani yang harus memiliki iman dan taqwa. Ini adalah pupuk terbesar dalam bertani !!!

Coba simak ayat ini

QS 7. Al A’raaf:96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوْاْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَـٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ
وَٱلأَْرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَـٰهُمْ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya PENDUDUK SUATU NEGERI BERIMAN DAN BERTAQWA, PASTILAH KAMI akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. ”

Bila kita ingin langit dan bumi ini berkah, langit dan bumi mengeluarkan semua potensinya, syaratnya kita beriman dan bertaqwa. Ini adalah mutlak. Sebab ini janji Allah SWT yang menciptakan alam ini.

Bumi dalam bahasa petani secara khusus adalah lahan pertanian/sawah, maka petani harus beriman dan bertaqwa. Dan sebaliknya, bila bumi dan langit tidak mengeluarkan berkahnya, yang terjadi adalah banyak musibah. Banyak hama dan penyakit. Dan akibatnya akan merugikan kita.

Di lapangan, kadang saya sedih, bila menjumpai petani yang muslim tapi belum malaksanakan sholat 5 waktu. Padahal sholat ini adalah kewajiban bagi setiap muslim. Bagaimana Allah SWT akan menurunkan KEBERKAHAN pada petani yang belum malaksanakan sholat 5 waktu ?

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah.
Nabi Muhamad SAW berkata, “Ketika seorang laki-laki berada di tempat yang sunyi, dia mendengar suara awan, ‘Siramilah kebun fulan.’
Lalu awan itu menjauh dan menumpahkan airnya di tanah dengan bebatuan hitam. Ternyata ada saluran air yang telah dipenuhi oleh seluruh air itu. Laki-laki itu menelusuri jalannya air.
Ternyata ada seorang laki-laki yang berdiri di kebunnya, dia mengalirkan air dengan cangkulnya.
Dia bertanya, ‘Wahai hamba Allah, siapa namamu?’
lelaki itu menjawab, ‘Fulan.’ Nama yang didengarnya dari suara di awan.
Lelaki itu berkata, ‘Wahai hamba Allah mengapa kamu bertanya tentang namaku?’
Dia menjawab, ‘Sesungguhnya aku mendengar suara di awan di mana airnya adalah ini. Suara itu berkata, ‘Siramilah kebun fulan.’ Yaitu, namamu. Apa yang kamu lakukan padanya?’ Lelaki itu menjawab, ‘Karena kamu mengatakan itu, maka aku membagi hasil kebunku. Sepertiganya aku sedekahkan, sepertiga lagi aku makan bersama keluargaku, dan sepertiga sisanya aku kembalikan kepadanya.

Kita memang tidak bersedekah dengan 1/3 nya, akan tetapi hasil dari sawah kita ada zakatnya. Maka tunaikanlah zakat tsb.

Biasanya, realita di lapangan yang saya hadapi, ketika ada petani yang rutin menunaikan zakatnya setiap habis panen, hasil panennya lebih baik dari petani disekelilingnya.

Profesi Petani

Menjadi petani adalah pilihan kita dalam profesi/bekerja. Bekerja adalah ibadah. Ibadah bisa dapat pahala atau sebaliknya mendapat dosa. Ibadah ada aturannya. Tak boleh buat kerusakan di muka bumi. Tak merugikan orang lain. Tunaikan zakat, dll

Menjadi petani adalah pilihan pekerjaan. Pekerjaan akan sukses bila dikerjakan dengan rasa senang. Salah satu indikator petani sukses adalah adanya keterikatan antara petani dengan tanaman yang dipelihara. Bahasa sederhananya: ada ikatan bathin antara petani dengan tanaman yang dipeliharanya.

Kemudian, sebisa mungkin seorang petani memasuki wilayah Ikatan ekosistem tanaman. Dengan demikian, sang petani akan merasakan apa yang dirasakan tanamannya.

FAKTOR PRIORITAS yang Kedua: Pendekatan Sistem Lingkungan

Ada ungkapan: Bekerjalah dengan sistem, maka sistem yang akan membuat lebih mudah.

Demikian pula dalam hal bertani, bila bertani ada sistemnya maka pekerjaan petani akan lebih Mudah.
Dengan sistem pola tanam yang teratur, maka sistem inilah yang akan membuat siklus hidup tanaman dan makhluk lain yang ada disekitanya lebih teratur.

Oleh sebab itu, pertama kali yang perlu dilakukan adalah ciptakan/kondisikan sistem pola tanam di suatu tempat/daerah.

Idealnya Padi – Padi – Palawija/kacang2an

Dengan sistem ini (pola tanam) yang teratur ini, banyak manfaat yg didapat,

Ke hama penyakit

Dengan pola tanam ini akan mumutus siklus hama penyakit. Hama seperti burung, tikus, kungkang, wereng, dll siklusnya dapat terputus. Demikian juga penyakit seperti HDB, kerdil rumput, dll akan terputus siklus hidupnya.
Hama dan penyakit ini adalah momok petani dalam berbudidaya tanaman. Bila ini dapat dikendalikan, maka hasil panen dengan mudah bisa didapat.

Coba cermati, pengeluaran untuk membeli “racun” pestisida dari tahun ke tahun harganya semakin meningkat dengan tajam. Bahkan hampir di banyak tempat, pembelian pestisida ini merupakan “kewajiban” dalam bertani,,,

Ada teman yang bercanda kepada saya: “Tanpa ada hama dan penyakit, siapapun dapat bercocok tanaman”.
Dan ini adalah candaan yang masuk akal, menurut saya.

Ke tanah:

Dengan pola tanam ini, tanah lebih dinamis dng sistem pola perakaran yang berganti. Kemudian tanah lbh subur, nutrisi tanaman lebih lengkap, dll.

Ke manusia

Dengan pola tanam ini, beratri penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia berkurang. Lingkungan sawah lebih ramah buat petani. Pengeluaran para petani lebih sedikit.

Demikian juga, pola konsumsi akan bervariasi dengan menanam padi dan palawija, akan ada kombinasi tanaman penghasil karbohidrat (padi) dan protein dan vitamin (kacang2an).

Dengan pola tanam yang telah terbentuk, seakan-akan tanpa sadar, para petani dipaksa tanam serempak. Biasanya, pada bulan November-juli tanam padi, agustus-oktober tanam palawija.

Selanjutnya, Pendekatan ekosistem lingkungan sawah
Ciptakan ekosistem sawah yg dinamis. Kembalikan jerami, sekam, dedaunan ke lahan. Membiarkan binatang-binatang sawah hidup apa adanya. Biarkan ikan-ikan berenang dan berkembang biak. Biarkan katak dan anak-anaknya bernyanyi malam. Biarkan belut-belut beranak pinak, dll.

Mengapa? sebab kitalah yang akan menikmati keberadaan mereka di lahan kita !!!

Bila ini dilakukan, dengan sendirinya akan tercipta keseimbangan ekosistem. Adanya hama akan diimbangi dengan adanya predator. Bila faktor di atas telah terbentuk, MAKA PADI JENIS APAPUN YANG KITA TANAM AKAN MEMBERIKAN HASIL TERBAIK.

2. KEDUA, FAKTOR PENUNJANG

Menurut analisa saya, selama ini faktor penunjang oleh sebagian besar peneliti dan petani dipandang sebagai faktor terbesar dalam mendukung keberhasilan produk pertanian. Faktor-faktor itu adalah faktor benih, pupuk/pestisida kimia, sistem tanam, dll.

Secara pribadi, saya malah berpandangan sebaliknya. Faktor-faktor seperti benih, pupuk kimia, pestisida, dll hanya sebatas faktor penunjang saja. Selama SISTEM UTAMA/PRIORITAS belum terbentuk maka sebagus apapun benih, sebanyak apapun pupuk/pestisida kimia, dll. Maka hasil yang kita dapatkan akan kurang maksimal.

Akan banyak kendala yang dihadapi oleh petani di lapangan. Bagitu banyak faktor hama dan penyakit yang perlu dihadapi oleh petani, bila pola tanam dan ekosistem lahan belum terbentuk. Apalagi bila faktor prioritas tsb tak ada sama sekali.

Cara praktis adalah memakai pupuk kimia dan racun pestisida yang banyak. Bila cara ini dari tahun ke tahun dilakukan maka hasil panen akan statis. Bahkan cendrung turun. Sebab lingkungan akan rusak. Belum lagi biaya yang dikeluarkan akan makin besar. Apalagi biaya pupuk kimia, pestisida, tenaga kerja, dll dari tahun ke tahun akan semakin melambung tinggi. Sedangkan hasil panen yang kita harapkan hasilnya tak kunjung meningkat.

Penutup

Dengan penjelasan di atas, semoga saja bisa memberikan penjelasan kepada kita, mengapa hasil panen khususnya tanaman padi di suatu daerah bisa tinggi, sedangkan pada daerah lain tidak.

Mengapa di suatu daerah bisa dengan mudah menghasilkan panen 8-10 ton/ha, sedangkan di daerah lain untuk hasil 6-8 ton/ha saja sangat susah.

Terima kasih

Posted in BUDIDAYA PADI | 2 Comments