KISAH CINTA SEORANG PEMUDA

MENCARI RASA SPESIAL DI HATI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( Penulis Lepas )
MENCARI RASA  DI HATI

MENCARI RASA DI HATI

Sekitar 2 tahun yang lalu, seorang pemuda bertemu tanpa disengaja dengan seorang wanita. Nama pemuda itu, Najmudin Firdaus. Dalam pandangan pertama, di hatinya timbul rasa kagum. Rasa kagum yang baru pertama kali dia rasakan. Rasa kagum yang begitu hebat. Rasa kagum yang bergetar di hati sanubari.

Dia sempat berkenalan dengan wanita tersebut, begitu mendengar namanya disebut, sekan-akan pelangi menghiasi hatinya. Seakan-akan bintang-bintang singgah di jiwanya. Nama wanita itu, Tsabita Salsabila. Nama yang indah, seindah pancaran wajahnya. Dengan berjalannya waktu, pemuda ini mengetahui bahwa Tsabita Salsbila sudah punya tunangan. Dan sebulan lagi akan menikah.

Di suatu acara pertemuan kerja lapangan, 6 bulan setelah peristiwa tersebut di atas. Si pemuda ini bertemu dengan seorang gadis. Gadis yang sesuai betul dengan idamannya selama ini. Gadis yang begitu pas dengan rasa dan bahasa  jiwanya. Seakan-akan, si pemuda ini menemukan tulang rusuknya kembali.

” ohh, bagaimana mungkin. Aku tlah menemukan tulang rusukku kembali. Yupps, aku harus kenal dengan dirinya” begitu desir bibirnya bersuara lembut.
 

Desir-desir kekaguman kembali melanda dirinya. Tetapi, rasa yang ditimbulkannya kali ini lain. Agak beda. Rasa yang begitu hebat. Rasa yang bergelombang bagaikan tsunami, begitu memuncak. Rasa yang begitu indah masuk secara perlahan ke sela-sela bilik hatinya.

“kau begitu sempurna,,,”, seperti lirik sebuah lagu. “di mataku, kamu begitu indah, seindah malai padi yang bernas,,,”
 

Dia pun berkenalan. Gadis itu bernama Fathia Fithri . Gadis ini berasal dari Sumatra, tepatnya dari daerah Pesisir Selatan. Perkenalan singkat pun terjadi. Di lain hari, sms dan email sempat tercipta. Lagi-lagi, sang gadis sudah dipinang orang lain.

Saat ini, si pemuda sedang duduk di teras masjid. Pikirannya melayang ke masa-masa sekolah. Di SMU dulu, si pemuda ini pernah menjadi rebutan beberapa teman kelas wanitanya. Tetapi sayang, di hatinya tak ada rasa tertarik pada teman wanita sekelasnya. Rasa yang spesial di hati.

Pada saat yang bersamaan, justru rasa spesial itu tertambat pada adik kelasnya. Nama adik kelasnya “titik-titik”. Dia pernah berkirim surat, tapi tak mendapat respon.

Tak berapa lama kemudian, si pemuda ini menerima sepucuk surat. Surat tsb dari adik kelasnya. Inti suratnya, si wanita tersebut menyukai pemuda ini. Cuma pada saat itu, si wanita tersebut ingin konsentrasi belajar. Dan pada saat yang bersamaan, orang tua si wanita melarangnya.

Walaupun demikian, si pemuda ini cukup senang. Rasa senang mengetahui bahwa orang yang dicintainya, menyukai pula dirinya. Surat itupun diletakkan di dadanya,,,

Pikirannya tersadar, saat ada seorang pria lain yang duduk 1 meter di sampingnya. Dia membawa buku. Pria tersebut duduk dan membaca buku itu. Sempat terlihat sekilas judul buku itu, Sepeda dari Kambing baca disini. Si pemuda ini penasaran, akhirnya ditegur pria tersebut.

” maaf, bang. judul bukunya lucu juga”
” buku apa?” pria tersebut sengaja bertanya
” buku yang abang baca “
” ohh, buku ini. Emang judulnya menarik. Tapi yang lebih menarik lagi, isinya dik. Membaca buku ini, bisa menambah wawasan kita”
 

Akhirnya mereka berkenalan. Pria tersebut bernama Ihsan Muhamad. Setelah itu, mereka bertukar pikiran. Sampai suatu ketika, si pemuda ini bertanya kepada pria tersebut.

” bang, ada sebuah misteri yang masih kabur dari pemahaman saya”
” misteri?, maksud adik?”
” begini bang”.

Akhirnya keluarlah dengan lancar kisah hidupnya. Terutama saat-saat berkenalan dangan wanita-wanita yang pernah mampir di hatinya.

Setelah selesai mencurahkan kisah hidupnya. Si Pria tersebut terdiam. Cukup lama juga.

” sorry bang, saya minta saran”
” ohh, maaf. Aku jadi teringat kenangan juga nih”
” abang sudah menikah?”
” emang kelihatannya bagaimana? “
” ya kelihatan, bang!”
” dari mana kelihatannya, dik?”
” ya dari mata saya, abang kan kelihatan, hee”
” bisa aja. Begini, dik. Anda beruntung”
 

Pemuda ini mengerutkan dahi sekaligus heran,

” beruntung? dari kaca mata mana, bang?”
” seseorang yang pernah merasakan rasa spesial di hatinya sungguh beruntung. Mengapa? sebab ada juga orang yang sudah tua, tapi belum juga ketemu rasa spesial itu”
” saya kok bingung, bang?”
” aku pernah ketemu dan berinteraksi dengan banyak orang yang sudah menikah, dari situlah aku dapat gambaran hidup mereka.
“trus, bang,,”
“Sewaktu muda, mereka hanya sebatas suka dengan wanita lain. Suka yang biasa saja. Suka yang tak menimbulkan gelombang besar dalam jiwanya.”
” betul, bang. Sewaktu saya bertemu dan berkenalan dengan seseorang gadis, di hati ini terasa ada gelombang tsunami yang menggerakkan jiwa. Jiwa ini tak merasa lelah tuk mengingatnya”
 

Si Pemuda yang dipanggil abang ini, terlihat geleng kepala. Dan berujur:

” luar biasa, anda sungguh beruntung, dik”
” apakah abang pernah merasakannya?. Nga perlu dijawab, Bang. Saya sudah tau”
” dari mana?”
” Karena abang bisa menjelaskan!”
” hee. Saran apa yang kau minta?”
” terus terang, saya masih mengharapkan satu dari ke-3 wanita itu, walaupun mereka sudah menjadi istri orang lain”
” kok begitu?”
” ya, saya tunggu jandanya, bang”
” luar biasa, sebegitu besarkah cintamu pada mereka?
” ini bukan cinta, bang. Ini adalah rasa. Rasa spesial yang telah terukir di hati” si pemuda mengucapkan kata-kata itu sambil berkaca-kaca. Ada butiran air mata yang menggenang di bola matanya.
 

Si pria melihat ke arah pepohonan. Dihela nafasnya dengan tarikan nafas yang panjang. Tiga kali, si pria tersebut melakukan hal tersebut.

” Dik, bila ke-3 wanita itu menjadi istrimu sekaligus, apa yang akan kamu lakukan?”
” apa mungkin, bang?”
” jangan berkata tak mungkin. Apa yang akan kamu lakukan?”
” saya akan melakukan apa saja, bang. Apa saja, walau saya tukar dengan nyawa ini, bang”
” Mau aku kasih tahu jalannya?”
” Emang abang tahu jalannya?”
” sudah, beberapa tahun yang lalu aku mendapatkan jalan itu”
” dari siapa, bang ?”
” tak aku sebutlah nama orang itu, tak eloklah. Tapi jawababnya ada di kamu, mau nga?”
” apapun akan saya tempuh, bang?”
oke, ini dia, kejarlah pintu surga!”
” kalau bisa jangan di surga dulu, bang. Di dunia inilah”
” itulah masalanya, pertama, apakah mereka ber-3 mencintaimu?.”
” kayanya iya, bang”
” kok pake kayanya sih”
 

Selanjutnya, Ihsan, nama abang ini, terdiam lagi. Dia perlu mengatur kata-kata yang pas buat lawan bicaranya.

“Okelah kalau iya. kalau di dunia ini, kamu perlu waktu puluhan tahun untuk menikahi ke-3 wanita itu. Bisa jadi, ke-3 wanita yang kamu cintai baru kamu nikahi, bila ke-3 suaminya sudah meninggal. Apa kamu mau menunggu hal yang tak pasti?”
” tapi bang?”
” teman, perbanyaklah amalmu, carilah ilmu agamamu. Jadikan Islam sebagai jalanmu. Jadilah hamba TuhanMu. Kejar pintu SurgaNya. Sebab disanalah segala angan-anganmu, segala hasratmu, segala cintamu, dan segala cita-citamu terwujud”
” Adakah cara lain, bang?”
” Cara lain ada, tapi tiada yang abadi, tiada yang kekal. Dan ingat, cara lain tak ada yang lebih mudah!!”
” maksudnya, bang?”
” Usia kita paling lama 60 tahunan. Tetapi bila kita arahkan pada Sang Pencipta, apapun keinginan kita akan tercapai. Apapun itu. Ada satu pesan yang kuingat terus sampai saat ini. Pesan dari seseorang yang tak kusebutkan namanya.”
” bisa dishering, bang?”
” kamu mau?”
” silahkan, bang”
” begini, dalam kehidupan ini, kita pasti kan menjumpai banyak wanita. Dari sekian banyak wanita, pasti ada yang cantik di hatimu. Bila dia cantik di hatimu, pastilah dia cantik di matamu. Bila sudah demikian, berdoalah, Ya Rohman Ya Rohim, jadikan dia kelak istriku di surga nanti.”
” Berapa kali doa itu, bang. hee?”
” Sebanyak wanita yang cantik di hatimu”
” Makasih, bang. Kan kukejar Pintu Surga-Mu Ya ALLAH”
 

Dan, kedua anak manusia pun tersenyum. Senyum akan sebuah harapan. Harapan akan sebuah cita-cita,,,

Posted in CINTA | 15 Comments

PERTANIAN ALAMIAH (3)

Sejarah Hidup Masanobu Fukuoka (3)

PLOWBOY: Ceriterakan pengalaman perubahan itu.

FUKUOKA: Ya, seperti kebanyakan anak muda, saya banyak punya pikiran luas melayang-layang dan sangat berat membebani diri saya tentang apa itu kehidupan,,,

Dan saya sering terbawa masuk ke dalam sikap skeptis tentang kondisi hidup manusia. Keraguan saya jadi bertambah setelah saya mengalami sakit berat selama periode perubahan itu, sampai-sampai saya bertanya-tanya apakah saya mampu mengatasi persoalan saya itu.


Caption: Padi yang dibudidayakan secara alami. Gulma dibiarkan tumbuh bersamaan dengan padi. Sumber: edd.osaka-sandai.ac.jp

Menjelang saya mulai sembuh dari sakit, saya mengalami sulit tidur dalam waktu yang lama. Jika itu terjadi lalu saya keluar di jalan-jalan.

Pagi harinya, setelah mengalami situasi semacam itu, saat rasanya semua seperti mau meledak dari kepala saya, suatu cercah pencerahan menghampiri saya.

Tiba-tiba saya merasa, seluruh keberadaan manusia tak ada maknanya dan tidak ada nilainya yang berharga sama sekali. Tak ada manusia yang tahu nilai yang sesungguhnya. Setiap tindakan yang dilakukan manusia adalah kesia-siaan. Semuanya upaya yang hampa.

Saya juga melihat bahwa alam sesungguhnya tertata dengan sangat indah, ideal dan sangat kaya seperti apa adanya,,

Karenanya, saya jadi yakin bahwa kita semestinya bekerja sama dengan proses-proses alamiah, daripada mencoba “memperbaiki” alam dengan cara menundukkannya.

Saya sadar bahwa semua ini bisa terdengar sangat bertentangan dengan akal sehat, tetapi setiap kali saya mencoba menuliskan semua pengalaman itu, segalanya tampak memang begitulah keadaannya. Pencerahan itu bukanlah suatu hal yang mudah dapat dijelaskan kepada orang lain.

PLOWBOY: Mengapa?

FUKUOKA: Setiap orang yang memiliki pengalaman sama dengan saya akan memahaminya dengan nalurinya,,, Tetapi ada hal yang dapat saya sampaikan untuk mereka yang tak memiliki pemahaman ini atau kepada mereka yang bahkan tak mencarinya.

Misalnya, apakah Anda percaya ada yang dinamakan hantu? Pernahkah Anda melihat hantu? [Sambil tersenyum, ia menunjuk pada bahu pewawancara.] Apakah Anda tak melihat hantu itu tadi? Mereka yang tak pernah melihat hantu biasanya tidak akan percaya akan adanya hantu. Tetapi yang pernah mengalaminya, akan langsung percaya. .. Jadi tak ada pentingnya meyakinkan mereka.

PLOWBOY: Bagaimanakah perubahan pemikiran itu mempengaruhi diri Anda?

FUKUOKA: Saya segera keluar dari pekerjaan di Kantor Pabean. Lalu tahun berikutnya sampai sekitar dua tahun saya keliling Jepang. Saya bicara dengan banyak orang dan menguji pengalaman-pengalaman saya tadi.

Kadang-kadang saya camping di gunung-gunung dan kadang-kadang saya memilih tempat di dekat sumber-sumber air panas. Setelah sampai di satu kota biasanya saya lalu tidur di kuil Buddha atau taman. Saat itu saya sebenarnya mulai berpikir-pikir tentang maksud saya untuk menyebarkan pemahaman baru yang saya dapat itu ke seluruh negeri,,,

Tetapi setiap kali saya membicarakan tentang tak bermaknanya keberadaan manusia, tak ada seorang pun yang tertarik pada apa yang saya katakan! Saya diabaikan dan dianggap sebagai orang eksentrik.

Akhirnya saya putuskan untuk membuat agar orang memahami teori-teori saya, saya akan menunjukkan pada mereka dalam suatu cara yang nyata dan praktis. Saya sendiri juga memerlukan praktik itu, tentunya, untuk meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya memang benar.

Karena saya percaya bahwa bertani adalah pekerjaan yang paling berarti dibandingkan dengan semua jenis pekerjaan lain, saya putuskan untuk kembali ke kampung asal saya dan menjadi seorang petani.

Saya ingin melihat apakah saya dapat menerapkan teori saya bahwa pengetahuan manusia tentang pertanian yang telah ada selama ini sebenarnya tidak ada gunanya .. sehingga jika masyarakat tak mengerti kata-kata saya, saya dapat membawa mereka ke ladang saya dan memperlihatkan pada mereka kebenaran dari gagasan saya itu.

Posted in BUDIDAYA PADI, SOLUSI BUAT PETANI | Leave a comment

PERTANIAN ALAMIAH (2)

Sejarah Hidup Masanobu Fukuoka (2)

Wawancara dengan Masonobu Fukuoka

Jika pembaca merasa bingung ketika membaca ungkapan-ungkapan yang saling bertentangan satu sama lain dalam wawancara di bawah ini, barangkali alangkah baiknya dipertimbangkan kebiasaan para filosuf dari dunia timur yang suka mencoba membantu orang untuk membongkar pola-pola kebiasaannya dalam berpikir. Dan itu akan mengembangkan suatu pemahaman baru bagi kita.

Dan memang,karena pertanian alaminya tsb menuntut suatu cara berpikir yang tak biasa, maka Fukuoka-san mengingatkan bahwa pertanian ini tidaklah untuk mereka yang takut-takut atau malas: “Metode saya seluruhnya bertentangan dengan teknik pertanian modern. Metode ini membuang pengetahuan ilmiah dan cara-cara pertanian tradisional ke luar jendela.”

Apa yang paling penting dari pemikiran revolusioner Fukuoka ini (dan memang kadang-kadang mencengangkan) tentunya akan merangsang —dan menantang— siapa pun yang ingin melihat dan mengetahui suatu bentuk alamiah yang lebih sederhana, lebih alamiah dari apa yang kita kenal sebagai pertanian.

PLOWBOY: Saya lihat Anda sedang menggambar, Fukuoka-san .. Gambar apa itu?

FUKUOKA: Ini sebuah sketsa pemandangan sebuah gunung, dan ada sebuah puisi menyertai:

Jauh di dalam gunung-gunung, jiwa yang lembut hati bertanya,
Untuk siapakah bunga-bunga liar itu berkembang?
Untuk serigala-serigala dan anjing ajak,
Yang tahu angin yang berhembus di pucuk pohon cemara dan
Ruh yang mengalir di lembah.

PLOWBOY: Dapat Anda menjelaskan apa makna dari puisi itu?

FUKUOKA: Wah, ada banyak cara kita bisa menafsirkan “jiwa yang lembut hati”. Dapat berarti seseorang … sekuntum bunga … atau bahkan rumput. Dan jika seseorang dapat bertanya pada jiwa yang lembut hati itu, mengapa jiwa itu hidup sendirian, jauh di dalam perut gunung-gunung, jiwa itu menjawab, “Saya tidak hidup di sini demi siapa pun.

Saya hanya mau mendengarkan pada serigala-serigala dan anjing-anjing ajak, berbicara dengan mereka dan berada bersama dengan mereka … Itulah alasannya mengapa saya hidup dan tinggal di sini.”

PLOWBOY: Apakah seseorang dalam gambar itu adalah Anda sendiri?

FUKUOKA: Saya berharap itu adalah saya!

PLOWBOY: Tampaknya jelas dari karya gambar Anda itu dan dari pendekatan Anda dalam bertani. Anda menghargai hubungan yang dengan dengan alam. Apakah Anda dulu dibesarkan di lingkungan desa?

FUKUOKA: Ya, saya seorang anak desa biasa, dilahirkan di sebuah rumah desa yang sederhana. Ayah saya —yang bekerja sebagai pemuka sebuah desa kecil— adalah seorang pemilik tanah dan seorang petani. Saya tumbuh seperti anak-anak desa yang lain … pergi ke sekolah dan membantu orangtua dan tetangga di sawah.

PLOWBOY: Apakah Anda langsung mulai bertani begitu selesai sekolah?

FUKUOKA: Tidak. Pertama-tama saya belajar di lembaga teknik khusus untuk telaah mikrobiologi dan penyakit tanaman. Lalu saya pindah ke Yokohama untuk bekerja sebagai pejabat lembaga karantina di Kantor Pabean Pertanian.

Pekerjaan saya adalah memeriksa dan melakukan percobaan dengan jeruk mandarin Jepang dan jeruk Amerika. Saya banyak belajar tentang kelemahan dan penyakit dari berbagai tanaman .. dan saya sangat menikmati pekerjaan di laboratorium itu.

Tapi, ketika umur 25 tahun, saya mengalami perubahan hati —dan pikiran— yang membuat hidup saya seluruhnya berubah sejak saat itu.

Sumber tulisan : http://sekolahpetani.blogspot.com/

Posted in ABOUT TANAMAN PADI | Leave a comment

PERTANIAN ALAMIAH

Sejarah Hidup Masanobu Fukuoka (1)

Pada tulisan sebelumnya, telah disebutkan setidaknya ada 5 pola budidaya tanaman padi. Dari kelima pola tsb, yang paling menggelitik perhatian saya adalah pola yang kelima: Pola Pertanian alamiah.

Pertanian Alamiah

Apa sih pertanian alamiah tsb? ada juga yang menyebut pertanian alami.

Secara pribadi, saya lebih suka menggunakan kalimat: Pertanian Alamiah

Untuk memahami pertanian alamiah ini, setidaknya kita harus mengenal siapa yang pertama kali mencetuskan ide/konsep tsb.

Konseptor pertanian alamiah adalah Masanobu Fukuoka, petani dari Jepang. Siapa dia? dan apa saja yang melatarbelakangi dia melakukan konsep pertanian alamiah tsb?

Sejarah Hidup Masanobu Fukuoka

Untuk lebih mengenal sosok Masanobu Fukuoka, saya telah membaca tulisan di sini http://sekolahpetani.blogspot.com/. yang berkaitan dengan pertanian alami

Di blog tsb, telah ditulis secara berkala sampai 12 tulisan, sehingga kita bisa mengetahui jalan pikiran dan jalan hidup Masanobu Fukuoka tsb.

Di blog Oksigen Pertanian ini pula, akan saya tulis jalan hidup konseptor pertanian alamiah dari blog sekolahpetani tsb, akan tetapi akan saya edit seperlunya saja, ini tidak lain, agar dapat dibaca dengan nyaman.

Mengenang Sosok Masanobu Fukuoka

Sekarang, marilah kita pelajari jalan pikiran dan jalan hidup legenda pertanian alamiah yaitu Masanobu Fukuoka, petani dari Jepang, Dia adalah sang pelopor pertanian paling sederhana, nyaris tanpa kerja. Itulah yang disebutnya “pertanian alamiah”.

Prinsip pertanian yang dikembangkan seakan berbalik arah. Biasanya di dalam setiap usaha tani, bila ingin mendapatkan hasil yang maksimal: kerjakan ini, kerjakan itu dan kerjakan ini itu,,,

Sang legenda pertanian alami justru punya konsep terbalik: jangan kerjakan ini, jangan kerjakan itu dan jangan kerjakan ini itu,,,

Insan hebat ini telah meninggal Agustus 2008, usianya mencapai 95 tahun. Tidan aneh, beliau berumur panjang. Sebab pola pikir dan pola hidupnya dekat dengan alam. Bahkan seirama dengan alam,,,

Masanobu Fukuoka

[Sumber foto: Treehugger]

Tahun 1988 dia mendapatkan dua anugerah sekaligus, Magsaysay dari Filipina dan Deshikottam dari India. Keduanya sangat bergengsi. Tahun 1997 Fukuoka-san, begitu panggilan kehormatannya sebagai orang Jepang, mendapat “Penghargaan Dewan Bumi” (Earth Council Award), kehormatan yang biasanya diberikan pada politisi, pebisnis, sarjana, pegiat NGO karena jasa-jasanya pada pembangunan berkelanjutan.

Wawancara ini diterbitkan oleh Mother Earth News, sebuah majalah web terkenal di bidang hidup berkelanjutan dan mandiri. Majalah ini memiliki rubrik wawancara yang bertajuk Plowboy Interview. Rubrik ini berisi wawancara dengan berbagai tokoh yang memperjuangkan kelestarian bumi.

Tahun 1979 Fukuoka-san berkeliling Amerika Serikat. Suatu ketika dia diberi kesempatan memberikan kuliah di sebuah universitas, dia berbicara selama beberapa jam dengan Larry Korn, seorang mahasiswa yang mempelajari metode pertanian alami.

Waktu mereka saling berbicara, orang tua asal Jepang ini sudah beruban, suaranya tertahan, mengenakan pakaian tradisional Jepang. Penampilannya tak memberi kesan sesepuh ini adalah seorang petani inovatif yang telah berhasil menjadi teladan asali.

Di sebuah gunung yang menghadap ke Teluk Matsuyama di bagian selatan pulau Shikoku, Fukuoka-san sudah lama bercocok tanam padi, gandum, bulir-buliran lain di musim dingin, dan jeruk mandarin Jepang .. tapi dengan praktik bertani yang aneh. Banyak orang memandang caranya itu terbelakang atau bodoh!

Tapi tanahnya secara konsisten ternyata menghasilkan hasil cocok tani yang sama atau bahkan lebih tinggi daripada petani-petani lain tetangganya yang menggunakan banyak tenaga kerja dan berbagai metode yang sangat bergantung pada bahan-bahan tambahan kimiawi.

Sistem bertani yang dikembangkan Fukuoka tak hanya membuat orang jadi terheran-heran karena tingginya hasil panen, tapi juga karena fakta bahwa sudah selama puluhan tahun dia tak pernah membajaknya sama sekali.

Dia juga tak menggunakan pupuk yang dipersiapkan terlebih dahulu untuk lahannya. Bahkan kompos juga sesungguhnya tidak.

Dia juga tak mencabuti rumput-rumput liar di ladangnya atau menggenangi padinya dengan air sebegitu banyak seperti para tetangganya.

Melalui percobaan yang panjang, petani Jepang ini sekarang telah berhasil memperkenalkan suatu metode pertanian yang memantulkan kedekatan dan sekan-akan bergerak beriringan bersama dengan alam.

Dia sekarang yakin bahwa dengan memperluas pemahaman melampaui batas-batas tradisional dari pengetahuan ilmiah, tapi juga dengan mempercayakan diri pada kebijakan terhadap proses kehidupan. Maka kita dapat memperoleh apa yang kita perlukan tentang bagaimana cara yang tepat ketika menanam tanaman-tanaman pangan.

Dia mengatakan bahwa seorang petani selayaknya lebih baik bersikap cermat mempelajari dan memahami siklus alam lalu bekerja sesuai dengan pola-pola alam itu, daripada mencoba menundukkan dan menjinakkan alam.

Bertahun-tahun tak ada orang yang peduli pada gagasan Fukuoka yang unik itu. Hanya sedikit orang saja di Jepang mengenal metodenya.

Tahun 1975, sejak dia menulis buku berjudul “Revolusi Sebatang Jerami”, yang kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa. Baru diterbitkan dalam bahasa Indonesia tahun 1991 oleh Yayasan Obor. Sejak bukunya terbit kemudian dia banyak diminati oleh berbagai kelompok yang bersemangat mempelajari sikap “baru”-nya yang aneh dalam cara bercocok tanam.

Posted in ABOUT TANAMAN PADI, BUDIDAYA PADI | 1 Comment

BUDIDAYA PADI

SISTEM BUDIDAYA PADI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Macam-Macam Pola budidaya

Sampai saat ini, menurut sepengetahuan saya, setidaknya ada berbagai sistem/model/pola budidaya tanaman padi. Setiap petani akan mewakili pola budidaya yang dilakukannya. Dan setiap sistem/model/pola budidaya, setidaknya memiliki berbagai karakteristik yang mengikutinya.

Adapun pola budidaya padi adalah sbb :

Pertama, Pola Asal
Untuk menjabarkan pola ini, rada-rada susah. Sejatinya, bertani dilakukan dengan sungguh-sungguh agar hasilnya yang didapatkannya dapat maksimal.
Nah, karena pola asal, dipikirannya: tani ya tani. Apa-apa yang dilakukannya serba asal. Dan biasanya, hasil yang didapatkannya pun : asal dapat saja

Kedua, pola kimia full

Bagi petani model ini, di kepalanya penuh ide-ide kimia.
“Bertani itu modalnya berani kasih pupuk dan berani kasih obat (racun)” begitu kata seorang petani kepada saya.
Sekali beli racun, petani ini bisa menghabiskan uang sekitar 2-3 juta.
Dia pun enggan menggunakan jerami. Jerami-jerami padi yang seharusnya dibalikann lagi ke sawah, seringkali dibakar. Kadang juga dibiarkan saja, ketika buruh kerja peternak mengambil sisa jerami habis panen.
Di musim ini, di MT-3, sepertinya penyakit WBC menghajar sebagian besar areal pertanian di daearah Jawa. Tak terkecuali di daerahnya.
Racun-racun yang dia semprotkan kepada hama WBC ini seakan-akan tidak mempan. Tanaman padinya begitu merana. Berat rasanya tanaman padi dapat tumbuh dengan baik. Bila tidak panen, kerugiannya bisa mencapai 20 juta rupiah.
Di sinilah hebatnya hama penyakit, makin digempur dengan racun-racun berbahaya, semakin banyak serangan yang dilancarkan.

Ketiga, Pola Kimia Biasa
Bedanya pola ketiga dengan kedua adalah pola ketika mau memasukkan kembali jerami padinya ke sawah.
Petani model ini masih memahami manfaat jerami. Jerami dapat menyuburkan tanah. Akan tetapi, dia soal perkembangan tanaman dimeyakini bahwa dengan pupuk kimia dan obat (racun) dapat teratasi. Petani ini belum yakin ada cara lain yang bisa menggantikannya.

Keempat, Pola semi organik
Petani model ini sudah memahami pentingnya jerami padi. Begitu pula penggunaan pupuk organik/kandang di lahan sawahnya.
Pemberian MOL/pupuk hayati juga dilakukan. Akan tetapi, petani model ini belum bisa melepaskan pupuk kimia dan racun kimia.
” Ya minimal kita bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia dan racun pestisida” begitu biasanya yang mereka lontarkan
“Kalau melepaskan pupuk kimia dan pestisida sama sekali, ya belum berani lah,,,”
“Ini adalah jalan tengah untuk menjembatani petani yang suka dengan serba kimia dengan petani organik”

Saya pribadi sangat bersyukur bila banyak petani yang mempunyai pikiran seperti ini. Memasukkan  sebanyak mungkin bahan organik ke sawahnya. Plus mengurangi pemberian pupuk kimia dan racun kimia.

Keempat, Pola Organik
Petani model ini punya kaidah: “haram” memasukan bahan kimia sintetis ke dalam sawahnya.
“Apapun yang berbau kimia ujung-ujungnya akan merugikan kita semua,,,”
“Coba lihat petani kita dulu, mereka tak pakai bahan kimia, hasil panennya bagus. Tapi sejak bahan kimia masuk sawah, apa hasilnya,,,”
“Cara organik itu mudah, bisa dibuat sendiri. Jerami ada, rumput-rumput banyak, dll. Bisa buat MOL sendiri. Pupuk kandang bisa disiasati. Pertanian pasti lestari. Harga jual tinggi,,,”

Kelima, Pola Alami
Pola ini bisa juga disebut Pola Pertanian Alamiah. Sebuah konsep pertanian yang natural.
“biarkanlah alam yang bekerja, campur tangan manusia hanya seperlunya”

Coba tengok hutan. Hutan tumbuh subur tanpa campur tangan manausia. Semakin hari hutan akan semakin subur. Hutan akan berkerja dengan iramanya,,,

Dari sini timbul pertanyaan. Apa ada yang pupuk hutan. Apakah hutan pernah dibajak supaya subur. Apakah dimasukkan pupuk kandang supaya subur. Apakah perlu hutan disemprot dengan pupuk kimia supaya hama penyakit terkendali.

Nyatanya tampa itu semua, hutan semakin hari semakin subur bila tidak ada campur tangan manusia.

Secara garis besar, Konsep pertanian alamiah adalah sbb
1. Tidak membajak sawah
2. Tidak menggunakan pupuk (kompos) yang disengaja, apalagi pupuk kimia
3. Tidak mengiangi rumput-rumput
4. Tidak memberikan racun pestisida

Konsep inilah yang dinamakan Pertanian Alamiah. Konsep ini dikenalkan oleh Masanobu Fukuoka dari Jepang.

Sejak Masanobu menulis buku berjudul “Revolusi Sebatang Jerami” pada tahun 1975, konsep pertanian alamiah mulai terkenal. Pemikiran Masanobu pun kemudian banyak dikenal orang. Bahkan tidak sedikit jadi menjadi pengikutnya.

Posted in ABOUT TANAMAN PADI | 1 Comment

BERAS JEPANG

BERAS DI JEPANG
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Label di Kemasan

Ketika saya membaca beberapa tulisan mengenai gabah/beras (beras yang dijual) di Jepang di dunia maya, maka timbul rasa “iri” pada negara ini.

Setahu saya (semoga betul), beras-beras yang dijual di Jepang tidak dijual eceran. Tidak dijual literan seperti di warung-warung. Melainkan dijual dalam kemasan.

Mengapa ?
Sebab di dalam kemasan inilah para penjual beras “diharuskan” mencantumkan label.
Label kemasan beras biasanya dicantumkan tanggal panen, merk, jenis beras, dan daerah produksi. Dan tentu saja adanya layanan kepada konsumen. No pengaduan. Ini untuk memberikan perlindungan kepada konsumen.

Inilah yang membuat saya “iri” kepada Pemerintah Jepang. Mereka membuat “sistem”” yang mempersempit pedagang beras yang ingin berbuat curang.

Alangkan indahnya bila di negara kita ada yang menjual beras dengan mencantumkan label seperti di atas.
Misalkan ada penjual beras di negara kita, di dalam kemasannya memcantumkan label seperti ini:

Tanggal panen : 16 september 2014
Merk : Tani Unggul
Jenis Beras : Inpari 19
Daerah produksi : Ciamis
Layanan Konsumen : 0852 xxxx xxxx

Atau

Tanggal panen : 11 April 2014
Merk : Pelita
Jenis Beras : IR 64
Daerah produksi : Cilacap
Layanan Konsumen : 0856 xxxx xxxx

Atau

Tanggal panen : 31 Januari 2014
Merk : Garuda Merah
Jenis Beras : Sintanur
Daerah produksi : Garut
Layanan Konsumen : 0838 xxxx xxxx

Dari keterangan LABEL di atas, para konsumen yang ingin membeli beras akan mendapatkan informasi yang jelas.
Dari tanggal panen, para konsumen jelas mengetahui sudah berapa lama beras yang akan dikonsumsinya. Beras ini baru atau lama.

Dari jenis padinya, konsumen akan mengetahui bahwa beras yang dijual adalah beras yang murni. Beras yang tidak dioplos dengan beras lain.

Ketika saya iseng-iseng bertanya kepada pedagang beras, “ini beras apa ya pak?
“Beras ramos” kata penjual beras
“maksud saya, beras dari padi apa?”
” Iya beras ramos, pak”
“apa beras ini dari padi ciherang atau padi 64 atau padi apa”
“wah mana saya tau”

Bagi yang sering beli beras, cobalah perhatikan baik-baik. Perhatikan dengan teliti, sebagian besar beras yang dijual pedagang terutama di warung-warung adalah beras oplosan.

Di beberapa warung di daerah saya, saya perhatikan, dari sebagian besar beras yang dijual, ada beras campurannya. Ada cukup banyak beras yang sudah “kuning” didalamnya. Itu berarti, beras tsb sudah dioplos dengan beras lama,,,

Kalau sesama beras baru yang dioplos, mungkin masih wajar. Tapi kalau dengan beras lama. Atau dioplos dengan beras raskin, inilah yang merugikan konsumen.

Belum lagi, ada kasus beras yang pakai pemutih. Beras yang pakai bahan kimia supaya awet, dll.
Ya itulah kondisi perberasan di negara tercintai ini,,,

Peluang Usaha

Dari uraian di atas, bisa jadi, ini adalah peluang besar bagi pedagang yang ingin terjun di usaha beras.
Bila ada yang ingin memulai usaha di bidang perberasan, kemudian dia menjual beras tsb dalam kemasan, misal kemasan 2 kg, 5 kg, 10 kg atau 20 kg. Kemudian diberi label seperti di atas dengan adanya tanggal panen, jenis beras, dll dengan merk tertentu, maka di indonesia hal seperti ini adalah unik dan baru.

Bisa jadi, hal ini adalah langkah awal untuk menyadarkan dan menata bidang perberasan di negara kita. Dan ini adalah peluang besar,,,.

Bila tiap-tiap kita yang ingin berusaha di bidang perberasan melakukan hal-hal di atas, maka bisa jadi kedepannya akan menjadi tren yang positif.

Dan tentu saja, apabila para konsumen mendapatkan kejelasan beras yang akan mereka makan, maka selisih harga tidak begitu diperhitungkan oleh konsumen.

Posted in ABOUT TANAMAN PADI, SEPUTAR PETANI | 15 Comments

NAIK HAJI JUAL SAWAH

KONSEP PEMBERDAYAAN LAHAN
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN )

Petani yang berhaji
Dalam beberapa pekan ini, nama NGASMO jadi terkenal. Siapa Ngasmo ini?
Ngasmo adalah calon jema’ah haji asal Desa Betek, Dusun Klampok, Kecamatan Mojoagung, Jombang.
Ngasmo menjadi CJH tertua yang diberangkatkan embarkasi Jatim tahun 2014 ini.
Agar bisa ke tanah suci dia harus menjual sawahnya seharga Rp 1,3 miliar. Uang sebanyak itu, Rp. 700 juta di antaranya dibelikan sawah lagi. Sisanya untuk tabungan, biaya haji dan membayar makelar yang berjasa menjualkan sawah saya. http://www.tribunnews.com/regional/2014/09/05/usia-99-tahun-ngasmo-jual-tanah-untuk-naik-haji

Ada juga petani lain yang bernama Sanusi. Berkat hasil menjual sawah setengah hektar Sanusi petani asal Karangbawang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, berangkat haji bersama isteri. Tekadnya yang bulat meski dengan bekal terbatas dari hasil menjual setengah hektar sawah senilai 60 juta rupiah, ia tunaikan niatnya itu dengan membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji melalui salah satu Bank di Banyumas. http://kalbar.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=12189

Rahasia Umum
Dan sudah menjadi rahasia umum bagi kita, sepertinya cukup banyak jamaan haji kita yang naik haji dengan menjual sawah/kebun/rumah/dll. Di daerah tempat kita tinggal, mungkin saja cukup banyak insan yang mau naik haji dengan menjual hartanya yang berharga seperti tanah, kebun, sawah, dll.

Tanah Umar bin Khattab r.a.

Dari cerita di atas, saya jadi teringat kisah Umar bin Khattab r a. Umar bin Khattab punya tanah yang luar biasa strategis di daerah Khaibar. Dia berfikir, tanah ini sebaiknya mau diapakan?

Akhirnya dia datang ke Nabi Muhammad SAW. Dia minta saran Nabi Muhammad SAW, apa yang harus dia lakukan atas tanah tsb?.

Apa jawaban Nabi Muhammad SAW: “kelola tanah tsb (ditanami dengan tanaman produktif, hasil dari tanaman tsb baru buat disalurkan/sedekah untuk kegiatan lain,,,”

Hadist dari Ibnu ‘Umar, dia berkata :
“Umar bin Khattab mendapatkan tanah di Khaibar, lalu dia menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan berkata : “Aku mendapatkan harta dan belum pernah aku mendapatkan harta yang lebih berharga darinya. Bagaimana baginda Rasulullah memerintahkan aku tentang harta tersebut ?”
Rasulullah SAW bersabda : “Jika kamu mau, kamu pelihara pohon-pohonnya, lalu kamu shadaqahkan hasilnya”.
Maka ‘Umar menshadaqahkannya, dimana tidak dijual pepohonannya, tidak juga dihibahkannya dan tidak diwariskannya. Dia menshadaqahkan hartanya itu untuk fakir, kerabat, membebaskan budak, untuk keperluan fii sabilillah, untuk menjamu tamu dan ibnu sabil. Dan tidak dosa bagi orang yang mengurusnya untuk memakan dari (hasil)-nya dengan cara yang ma’ruf dan untuk memberi makan teman-temannya asal bukan untuk menimbunnya”
. (Shahih Bukhari).

Tanah produktif

Kalau kita menelaah sejarah sahabat Nabi yang didik dengan ajaran Islam, sungguh luar biasa. Ketika zaman Khalifah Islamiyah, banyak penduduk dari negeri lain yang datang ke Madinah saat itu, tidak perlu repot dalam urusan perut. Sebab banyak rumah makan yang disediakan untuk para musafir. Rumah makan tsb sengaja dibuat memang untuk menerima kedatangan tamu dari luar madinah. Rumah makan tsb gratis sama sekali.

Dari hadist di atas, salah satu peruntukan hasil panen dari tanah Umar bin Khattab ra adalah untuk MENJAMU TAMU DAN IBNU SABIL.

Dari mana rumah makan tsb mendaptkan dananya???
Karena di Negeri Madinah saat itu banyak sekali tanah produktif yang punya konsep seperti Umar bin Khattab. Dan itu adalah resep dari Nabi Kita. Maka, dari hasil-hasil kebun-kebun produktiflah asalnya aliran-aliran dana tsb. Salah satu mengalir buat pemilik rumah makan tsb.

Pertanyaan saya: adakah di zaman yang ini punya konsep demikian????
Apakah ada daerah/kota di dunia ini yang bisa melakukan hal tsb????
Apakah ada di daerah/kota yang membebaskan para pengunjung makan minum dengan GRATIS

Impian Indah

Islam begitu indah mengajarkan kepada kita. Saya merenung, coba membayangkan menjadi tamu yang datang ke kota Madinah. Juga kota-kota besar dimana para khalifah Islam pada saat itu berkuasa

Saya membayangkan ke suatu tempat, saya datang kesana, saya datang ke rumah makan. Saya makan sepuasnya. Saya minum sepuasnya. Ketika saya akan membayar. “maaf bapak, di sini, di daerah ini, bila bapak makan, bapak tidak dikenakan biaya sama sekali” begitu kata seorang pelayan.

“Allah Akbar”

Konsep Pemberdayaan Aset
Benang merah dari itu semua adalah konsep pemberdayakan aset. Perberdayaan aset-aset yang ada, salah satunya adalah lahan pertanian. Untuk memahami konsep pemberdayaan ini silahkan baca di sini http://geraidinar.com/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/84-gd-articles/umum/1473-sustainable-financing-untuk-tahun-tahun-depan-yang-lebih-baik

Posted in AGAMA, SHARE ILMU | 1 Comment

BENIH PADI TERBAIK

REGENERASI BENIH PADI
 Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN )

Klasifikasi Benih

Bila berbicara benih padi, bila kita lihat dari sisi klasifikasi benih padi, akan ada benih penjenis, benih dasar, benih pokok dan benih sebar.

Bila ada benih label putih, ungu dan biru, pastinya sebagian besar dari kita akan pilih label putih. Sebab benih jenis ini bisa kita tanam untuk beberapa musim kedepannya. Benih tabel putih ini juga, hasil panennya bisa dijual kembali dengan label ungu, dst.

Benih di petani

Biasanya, sebagian besar para petani kita akan memakai kembali benih habis panen sebelumnya. Mereka belum sepenuhnya memikirkan label benih. Selama hasil panen bagus, benih tsb kembali digunakan.

Ada juga petani yang membeli benih, kemudian setelah 2-3 musim ditanam, karena tinggi tanaman tak seragam, maka kembali lagi membeli benih baru.

Ada juga petani yang “gemar” memburu benih baru, terutama yang berlabel putih/ungu. Mereka yakin dengan benih berlabel putih/ungu, hasil panen akan bagus.

Belum lagi, penamaan benih yang saat ini “amburadul”. Ketika saya lihat ada tanaman yang mirip dengan padi sidenuk, kemudian saya tanya kepada petani yang menanamnya: “padi apa ini, pak?”
Dengan bangga dia jawab,” ciherang denuk”
Nah lho? Kok ada ciherang denuk

Belum lagi, di kalangan petani sudah ada ciherang brunai, ciherang malaysia, ciherang filipin, ciherang kongga, ciherang super, ciherang dempo, dll. Sebab di sebagian besar petani, nama ciherang seakan dianggap menjadi jaminan hasil panen akan berhasil, serta rasa nasi yang enak.

Masyarakat pedalaman

Bila masalah benih bisa menjadi begitu rumit di tingkat petani-petani kita saat ini, lain halnya dengan petani-petani di daerah pedalaman. Tepatnya, di suku terpencil. Mereka tidak ambil pusing masalah benih.

Benih apa yang mereka pakai dalam usaha taninya selama beratus-ratus tahun lamanya ?
Biasanya benih lokal

Apakah mereka mengenal klasifikasi benih? Tidak juga

Mereka hanya menggunakan benih-benih lokal selama ratusan tahun. Bahkan sampai saat ini. Benih yang digunakan adalah bekas panen sebelumnya. Begitu seterusnya,,,

Cuma mereka menggunakan benih tsb dengan selektif. Mereka punya cara tersendiri dalam menggunakan benih yang akan dipakai buat ditanan musim berikutnya. Mereka begitu menghomati benih-benih yang akan dipakai buat musim berikutnya. Sebab benih-benih inilah yang akan menjadi makanan mereka dikemudian hari,,,

Hasilnya? Mereka tidak pernah punya masalah dengan bahan makanan pokok tsb. Malah mereka punya lumbung-lumbung padi yang masih menyediakan stok pangan mereka cukup dalam beberapa tahun kedepannya. Bahkan, saya pernah membaca sebuah tulisan, masih ada di dalam lumbung mereka, padi yang telah dipanen puluhan tahun yang lalu.

Regenerasi benih

Sekarang saya akan membuat sebuah kalimat: Regenerasi Benih

Apa itu regenerasi benih?
Apa ya? Hee

Gini deh, ada petani Fulan yang tanam padi A di daerah tertentu. Di daerah tsb, banyak juga petani yang tanam padi A. Padi A ini sudah 4-5 musim di tanam di daerah ini. Hasilnya, banyak tanaman padi A ini yang sudah tidak seragam lagi.

Banyak petani yang ingin mengganti padi A ini. Mereka ingin mencari jenis padi yang lain. Tapi belum mendapatkan benih padi yang terbaru.

Lain dengan Petani Fulan, dia punya cara tersendiri. Dari hasil panen sebelumnya dia pilih benih yang baik. Tidak banyak, cuma 1 kg. Dengan perlakuan seperti suku pedalaman yang diambil hanya 50-60 % dari ujung malai, maka akan didapatkan benih sekitar 6 ons.

Benih yang 6 ons ini ditanam dipetak khusus. Sebab dari petak ini akan lahir “benih baru” kembali. Benih padi yang telah di “regenerasi” untuk dipakai beberapa musim kedepannya.

Saya pernah memberikan kepada petani benih padi tertentu 3,5 ons. Benih tsb diperbanyak di petak kecil. Kemudian benih tsb sekarang menyebar luas ke beberapa titik.  Setelah beberapa musim benih tsb ditanam, saya bilang kepadanya,” coba benih tsb diregenerasi pak”.

Saya juga pernah bilang kepada petani yang tanam padi sidenuk,” sebelum dipanen, coba bapak ambil sekitar1-2 kg benih padi dari malai terbaik, disimpan. Tanam di tahun berikutnya di petak khusus. sehingga bapak tak perlu pusing dalam urusan benih,,, “

Atau bila kita dapat benih padi terbaru dari petani lain, jangan terlalu dipikirkan masalah labelnya. Dengan perlakuan seperti biasa (rendam air garam), ditanam di lahan yang sehat. Berikan MOL/pupuk organik cair, diberikan pupuk kimia secukupnya, dll. Maka setelah mau panen, kita bisa saja melakukan “regenerasi benih”. 

Dengan cara demikian, kita sebagai petani tidak menjadi tergantung kepada benih-benih tertentu. Apalagi benih hibrida. Sebab benih adalah “kado terindah” dari Allah SWT buat para petani.

Benih Padi Terbaik

Ketika saya ditanya, apa benih padi yang terbaik?

- Benih padi yang dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen terbaik di mana kita bercocok tanam. Bahasa sederhananya, benih padi yang cocok tumbuh di daerah kita dan memberikan hasil panen terbaik.

- Benih padi tsb mendapatkan perlakuan istimewa sebelum benih padi tsb ditanam. Perlakuan istimewa tsb antara lain: dipanen dengan selektif (terutama panen atas), dirontokan dengan cara diiles (jangan digebot/pakai mesin), kalau perlu seperti suku pedalaman, dengan tangan, dijemur dengan baik dan disimpan di tempat yang khusus.

- Benih padi yang mendapatkan perlakuan seperti direndam dengan air garam, ditanam di lahan yang sehat. Berikan MOL/pupuk organik cair, diberikan pupuk kimia seperlunya, disiram dengan sedikit pestisida, dll.

- Benih padi yang ketika pertumbuhan tanamannya sudah tidak rata dan keluar malainya juga tidak rata, maka untuk mendapatkan hasil yang terbaik, selain membeli kembali, kita bisa melakukan “regenerasi benih” sendiri.

- dll

 

 

Posted in ABOUT TANAMAN PADI, BENIH PADI | 7 Comments