KISAH CINTA SEORANG PEMUDA

MENCARI RASA SPESIAL DI HATI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( Penulis Lepas )
MENCARI RASA  DI HATI

MENCARI RASA DI HATI

Sekitar 2 tahun yang lalu, seorang pemuda bertemu tanpa disengaja dengan seorang wanita. Nama pemuda itu, Najmudin Firdaus. Dalam pandangan pertama, di hatinya timbul rasa kagum. Rasa kagum yang baru pertama kali dia rasakan. Rasa kagum yang begitu hebat. Rasa kagum yang bergetar di hati sanubari.

Dia sempat berkenalan dengan wanita tersebut, begitu mendengar namanya disebut, sekan-akan pelangi menghiasi hatinya. Seakan-akan bintang-bintang singgah di jiwanya. Nama wanita itu, Tsabita Salsabila. Nama yang indah, seindah pancaran wajahnya. Dengan berjalannya waktu, pemuda ini mengetahui bahwa Tsabita Salsbila sudah punya tunangan. Dan sebulan lagi akan menikah.

Di suatu acara pertemuan kerja lapangan, 6 bulan setelah peristiwa tersebut di atas. Si pemuda ini bertemu dengan seorang gadis. Gadis yang sesuai betul dengan idamannya selama ini. Gadis yang begitu pas dengan rasa dan bahasa  jiwanya. Seakan-akan, si pemuda ini menemukan tulang rusuknya kembali.

” ohh, bagaimana mungkin. Aku tlah menemukan tulang rusukku kembali. Yupps, aku harus kenal dengan dirinya” begitu desir bibirnya bersuara lembut.
 

Desir-desir kekaguman kembali melanda dirinya. Tetapi, rasa yang ditimbulkannya kali ini lain. Agak beda. Rasa yang begitu hebat. Rasa yang bergelombang bagaikan tsunami, begitu memuncak. Rasa yang begitu indah masuk secara perlahan ke sela-sela bilik hatinya.

“kau begitu sempurna,,,”, seperti lirik sebuah lagu. “di mataku, kamu begitu indah, seindah malai padi yang bernas,,,”
 

Dia pun berkenalan. Gadis itu bernama Fathia Fithri . Gadis ini berasal dari Sumatra, tepatnya dari daerah Pesisir Selatan. Perkenalan singkat pun terjadi. Di lain hari, sms dan email sempat tercipta. Lagi-lagi, sang gadis sudah dipinang orang lain.

Saat ini, si pemuda sedang duduk di teras masjid. Pikirannya melayang ke masa-masa sekolah. Di SMU dulu, si pemuda ini pernah menjadi rebutan beberapa teman kelas wanitanya. Tetapi sayang, di hatinya tak ada rasa tertarik pada teman wanita sekelasnya. Rasa yang spesial di hati.

Pada saat yang bersamaan, justru rasa spesial itu tertambat pada adik kelasnya. Nama adik kelasnya “titik-titik”. Dia pernah berkirim surat, tapi tak mendapat respon.

Tak berapa lama kemudian, si pemuda ini menerima sepucuk surat. Surat tsb dari adik kelasnya. Inti suratnya, si wanita tersebut menyukai pemuda ini. Cuma pada saat itu, si wanita tersebut ingin konsentrasi belajar. Dan pada saat yang bersamaan, orang tua si wanita melarangnya.

Walaupun demikian, si pemuda ini cukup senang. Rasa senang mengetahui bahwa orang yang dicintainya, menyukai pula dirinya. Surat itupun diletakkan di dadanya,,,

Pikirannya tersadar, saat ada seorang pria lain yang duduk 1 meter di sampingnya. Dia membawa buku. Pria tersebut duduk dan membaca buku itu. Sempat terlihat sekilas judul buku itu, Sepeda dari Kambing baca disini. Si pemuda ini penasaran, akhirnya ditegur pria tersebut.

” maaf, bang. judul bukunya lucu juga”
” buku apa?” pria tersebut sengaja bertanya
” buku yang abang baca “
” ohh, buku ini. Emang judulnya menarik. Tapi yang lebih menarik lagi, isinya dik. Membaca buku ini, bisa menambah wawasan kita”
 

Akhirnya mereka berkenalan. Pria tersebut bernama Ihsan Muhamad. Setelah itu, mereka bertukar pikiran. Sampai suatu ketika, si pemuda ini bertanya kepada pria tersebut.

” bang, ada sebuah misteri yang masih kabur dari pemahaman saya”
” misteri?, maksud adik?”
” begini bang”.

Akhirnya keluarlah dengan lancar kisah hidupnya. Terutama saat-saat berkenalan dangan wanita-wanita yang pernah mampir di hatinya.

Setelah selesai mencurahkan kisah hidupnya. Si Pria tersebut terdiam. Cukup lama juga.

” sorry bang, saya minta saran”
” ohh, maaf. Aku jadi teringat kenangan juga nih”
” abang sudah menikah?”
” emang kelihatannya bagaimana? “
” ya kelihatan, bang!”
” dari mana kelihatannya, dik?”
” ya dari mata saya, abang kan kelihatan, hee”
” bisa aja. Begini, dik. Anda beruntung”
 

Pemuda ini mengerutkan dahi sekaligus heran,

” beruntung? dari kaca mata mana, bang?”
” seseorang yang pernah merasakan rasa spesial di hatinya sungguh beruntung. Mengapa? sebab ada juga orang yang sudah tua, tapi belum juga ketemu rasa spesial itu”
” saya kok bingung, bang?”
” aku pernah ketemu dan berinteraksi dengan banyak orang yang sudah menikah, dari situlah aku dapat gambaran hidup mereka.
“trus, bang,,”
“Sewaktu muda, mereka hanya sebatas suka dengan wanita lain. Suka yang biasa saja. Suka yang tak menimbulkan gelombang besar dalam jiwanya.”
” betul, bang. Sewaktu saya bertemu dan berkenalan dengan seseorang gadis, di hati ini terasa ada gelombang tsunami yang menggerakkan jiwa. Jiwa ini tak merasa lelah tuk mengingatnya”
 

Si Pemuda yang dipanggil abang ini, terlihat geleng kepala. Dan berujur:

” luar biasa, anda sungguh beruntung, dik”
” apakah abang pernah merasakannya?. Nga perlu dijawab, Bang. Saya sudah tau”
” dari mana?”
” Karena abang bisa menjelaskan!”
” hee. Saran apa yang kau minta?”
” terus terang, saya masih mengharapkan satu dari ke-3 wanita itu, walaupun mereka sudah menjadi istri orang lain”
” kok begitu?”
” ya, saya tunggu jandanya, bang”
” luar biasa, sebegitu besarkah cintamu pada mereka?
” ini bukan cinta, bang. Ini adalah rasa. Rasa spesial yang telah terukir di hati” si pemuda mengucapkan kata-kata itu sambil berkaca-kaca. Ada butiran air mata yang menggenang di bola matanya.
 

Si pria melihat ke arah pepohonan. Dihela nafasnya dengan tarikan nafas yang panjang. Tiga kali, si pria tersebut melakukan hal tersebut.

” Dik, bila ke-3 wanita itu menjadi istrimu sekaligus, apa yang akan kamu lakukan?”
” apa mungkin, bang?”
” jangan berkata tak mungkin. Apa yang akan kamu lakukan?”
” saya akan melakukan apa saja, bang. Apa saja, walau saya tukar dengan nyawa ini, bang”
” Mau aku kasih tahu jalannya?”
” Emang abang tahu jalannya?”
” sudah, beberapa tahun yang lalu aku mendapatkan jalan itu”
” dari siapa, bang ?”
” tak aku sebutlah nama orang itu, tak eloklah. Tapi jawababnya ada di kamu, mau nga?”
” apapun akan saya tempuh, bang?”
oke, ini dia, kejarlah pintu surga!”
” kalau bisa jangan di surga dulu, bang. Di dunia inilah”
” itulah masalanya, pertama, apakah mereka ber-3 mencintaimu?.”
” kayanya iya, bang”
” kok pake kayanya sih”
 

Selanjutnya, Ihsan, nama abang ini, terdiam lagi. Dia perlu mengatur kata-kata yang pas buat lawan bicaranya.

“Okelah kalau iya. kalau di dunia ini, kamu perlu waktu puluhan tahun untuk menikahi ke-3 wanita itu. Bisa jadi, ke-3 wanita yang kamu cintai baru kamu nikahi, bila ke-3 suaminya sudah meninggal. Apa kamu mau menunggu hal yang tak pasti?”
” tapi bang?”
” teman, perbanyaklah amalmu, carilah ilmu agamamu. Jadikan Islam sebagai jalanmu. Jadilah hamba TuhanMu. Kejar pintu SurgaNya. Sebab disanalah segala angan-anganmu, segala hasratmu, segala cintamu, dan segala cita-citamu terwujud”
” Adakah cara lain, bang?”
” Cara lain ada, tapi tiada yang abadi, tiada yang kekal. Dan ingat, cara lain tak ada yang lebih mudah!!”
” maksudnya, bang?”
” Usia kita paling lama 60 tahunan. Tetapi bila kita arahkan pada Sang Pencipta, apapun keinginan kita akan tercapai. Apapun itu. Ada satu pesan yang kuingat terus sampai saat ini. Pesan dari seseorang yang tak kusebutkan namanya.”
” bisa dishering, bang?”
” kamu mau?”
” silahkan, bang”
” begini, dalam kehidupan ini, kita pasti kan menjumpai banyak wanita. Dari sekian banyak wanita, pasti ada yang cantik di hatimu. Bila dia cantik di hatimu, pastilah dia cantik di matamu. Bila sudah demikian, berdoalah, Ya Rohman Ya Rohim, jadikan dia kelak istriku di surga nanti.”
” Berapa kali doa itu, bang. hee?”
” Sebanyak wanita yang cantik di hatimu”
” Makasih, bang. Kan kukejar Pintu Surga-Mu Ya ALLAH”
 

Dan, kedua anak manusia pun tersenyum. Senyum akan sebuah harapan. Harapan akan sebuah cita-cita,,,

Posted in CINTA | 15 Comments

BENIH PADI TERBAIK

REGENERASI BENIH PADI
 Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN )

Klasifikasi Benih

Bila berbicara benih padi, bila kita lihat dari sisi klasifikasi benih padi, akan ada benih penjenis, benih dasar, benih pokok dan benih sebar.

Bila ada benih label putih, ungu dan biru, pastinya sebagian besar dari kita akan pilih label putih. Sebab benih jenis ini bisa kita tanam untuk beberapa musim kedepannya. Benih tabel putih ini juga, hasil panennya bisa dijual kembali dengan label ungu, dst.

Benih di petani

Biasanya, sebagian besar para petani kita akan memakai kembali benih habis panen sebelumnya. Mereka belum sepenuhnya memikirkan label benih. Selama hasil panen bagus, benih tsb kembali digunakan.

Ada juga petani yang membeli benih, kemudian setelah 2-3 musim ditanam, karena tinggi tanaman tak seragam, maka kembali lagi membeli benih baru.

Ada juga petani yang “gemar” memburu benih baru, terutama yang berlabel putih/ungu. Mereka yakin dengan benih berlabel putih/ungu, hasil panen akan bagus.

Belum lagi, penamaan benih yang saat ini “amburadul”. Ketika saya lihat ada tanaman yang mirip dengan padi sidenuk, kemudian saya tanya kepada petani yang menanamnya: “padi apa ini, pak?”
Dengan bangga dia jawab,” ciherang denuk”
Nah lho? Kok ada ciherang denuk

Belum lagi, di kalangan petani sudah ada ciherang brunai, ciherang malaysia, ciherang filipin, ciherang kongga, ciherang super, ciherang dempo, dll. Sebab di sebagian besar petani, nama ciherang seakan dianggap menjadi jaminan hasil panen akan berhasil, serta rasa nasi yang enak.

Masyarakat pedalaman

Bila masalah benih bisa menjadi begitu rumit di tingkat petani-petani kita saat ini, lain halnya dengan petani-petani di daerah pedalaman. Tepatnya, di suku terpencil. Mereka tidak ambil pusing masalah benih.

Benih apa yang mereka pakai dalam usaha taninya selama beratus-ratus tahun lamanya ?
Biasanya benih lokal

Apakah mereka mengenal klasifikasi benih? Tidak juga

Mereka hanya menggunakan benih-benih lokal selama ratusan tahun. Bahkan sampai saat ini. Benih yang digunakan adalah bekas panen sebelumnya. Begitu seterusnya,,,

Cuma mereka menggunakan benih tsb dengan selektif. Mereka punya cara tersendiri dalam menggunakan benih yang akan dipakai buat ditanan musim berikutnya. Mereka begitu menghomati benih-benih yang akan dipakai buat musim berikutnya. Sebab benih-benih inilah yang akan menjadi makanan mereka dikemudian hari,,,

Hasilnya? Mereka tidak pernah punya masalah dengan bahan makanan pokok tsb. Malah mereka punya lumbung-lumbung padi yang masih menyediakan stok pangan mereka cukup dalam beberapa tahun kedepannya. Bahkan, saya pernah membaca sebuah tulisan, masih ada di dalam lumbung mereka, padi yang telah dipanen puluhan tahun yang lalu.

Regenerasi benih

Sekarang saya akan membuat sebuah kalimat: Regenerasi Benih

Apa itu regenerasi benih?
Apa ya? Hee

Gini deh, ada petani Fulan yang tanam padi A di daerah tertentu. Di daerah tsb, banyak juga petani yang tanam padi A. Padi A ini sudah 4-5 musim di tanam di daerah ini. Hasilnya, banyak tanaman padi A ini yang sudah tidak seragam lagi.

Banyak petani yang ingin mengganti padi A ini. Mereka ingin mencari jenis padi yang lain. Tapi belum mendapatkan benih padi yang terbaru.

Lain dengan Petani Fulan, dia punya cara tersendiri. Dari hasil panen sebelumnya dia pilih benih yang baik. Tidak banyak, cuma 1 kg. Dengan perlakuan seperti suku pedalaman yang diambil hanya 50-60 % dari ujung malai, maka akan didapatkan benih sekitar 6 ons.

Benih yang 6 ons ini ditanam dipetak khusus. Sebab dari petak ini akan lahir “benih baru” kembali. Benih padi yang telah di “regenerasi” untuk dipakai beberapa musim kedepannya.

Saya pernah memberikan kepada petani benih padi tertentu 3,5 ons. Benih tsb diperbanyak di petak kecil. Kemudian benih tsb sekarang menyebar luas ke beberapa titik.  Setelah beberapa musim benih tsb ditanam, saya bilang kepadanya,” coba benih tsb diregenerasi pak”.

Saya juga pernah bilang kepada petani yang tanam padi sidenuk,” sebelum dipanen, coba bapak ambil sekitar1-2 kg benih padi dari malai terbaik, disimpan. Tanam di tahun berikutnya di petak khusus. sehingga bapak tak perlu pusing dalam urusan benih,,, “

Atau bila kita dapat benih padi terbaru dari petani lain, jangan terlalu dipikirkan masalah labelnya. Dengan perlakuan seperti biasa (rendam air garam), ditanam di lahan yang sehat. Berikan MOL/pupuk organik cair, diberikan pupuk kimia secukupnya, dll. Maka setelah mau panen, kita bisa saja melakukan “regenerasi benih”. 

Dengan cara demikian, kita sebagai petani tidak menjadi tergantung kepada benih-benih tertentu. Apalagi benih hibrida. Sebab benih adalah “kado terindah” dari Allah SWT buat para petani.

Benih Padi Terbaik

Ketika saya ditanya, apa benih padi yang terbaik?

- Benih padi yang dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen terbaik di mana kita bercocok tanam. Bahasa sederhananya, benih padi yang cocok tumbuh di daerah kita dan memberikan hasil panen terbaik.

- Benih padi tsb mendapatkan perlakuan istimewa sebelum benih padi tsb ditanam. Perlakuan istimewa tsb antara lain: dipanen dengan selektif (terutama panen atas), dirontokan dengan cara diiles (jangan digebot/pakai mesin), kalau perlu seperti suku pedalaman, dengan tangan, dijemur dengan baik dan disimpan di tempat yang khusus.

- Benih padi yang mendapatkan perlakuan seperti direndam dengan air garam, ditanam di lahan yang sehat. Berikan MOL/pupuk organik cair, diberikan pupuk kimia seperlunya, disiram dengan sedikit pestisida, dll.

- Benih padi yang ketika pertumbuhan tanamannya sudah tidak rata dan keluar malainya juga tidak rata, maka untuk mendapatkan hasil yang terbaik, selain membeli kembali, kita bisa melakukan “regenerasi benih” sendiri.

- dll

 

 

Posted in ABOUT TANAMAN PADI, BENIH PADI | 1 Comment

FUNGSI ZPT

FUNGSI ZPT DI MASA GENERATIF
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN )

Perhatikan Malai Padi

Coba kita perhatikan tanaman padi kita, ketika malainya telah menunduk.
Lihatlah malai tsb, apakah terisi penuh?
Kalau iya: Alhamdulillah,,,

Selain itu, lihat juga yang lainnya, apa itu?
Coba lihat anakkan padinya???
Apakah masih banyak anakkan padi yang baru? Atau cukup banyak anakkannya atau malah sedikit sekali anakkanya?

Apa artinya ini ?

Belum lama saya ke sawah halim. Di dalam kawasan Halim, saya ke sawah Pak Pulung yang luasnya 9 ha, padi yang ditanami: sidenuk, sintanur dan menthik susu.

Ada hal menarik, padi sidenuk dan padi sintanur, malainya hampir mulai menguning, akan tetapi anakkan baru padinya sedikit sekali.

Lain halnya dengan menthik susu, ketika malai padinya sudah keluar malai dan sebentar lagi mau merunduk, anakkan baru padinya cukup banyak. Seakan-akan anakan padinya susul menyusul.

Padi Inpari 28

Belum lama ini juga, saya melihat beberapa varietas padi inpari terbaru, salah satunya adalah padi inpari 28.

Saya perhatikan padi inpari 28 ini, saya lihat malainya. Malainya telah merunduk, bulir-bulir sudah menguning. Hampir mau panen. Saya lihat juga anakkan susulannya. Ternyata sedikit sekali.

Selidik punya selidik, ternyata, padi inpari 28 ini telah didemplot oleh salah satu produk perusahaan racun pestisida. Salah satu fungisida andalan yang diberikan oleh perusahaan pestisida tsb mengandung ZPT,,,

Panen Hasil Tinggi

Coba kaji kembali tulisan-tulisan berikut ini : budidaya padi super, budidaya padi anak muda, panen ciherang 11 ton/ha, dll.

Maka akan didapatkan hasil panen dengan produksi tinggi. Ada banyak faktor agar bisa mencapai hasil panen tinggi tsb.
Membuat lahan sehat, perbanyak pupuk organik, memberian MOL/pupuk cair, pemakaian pupuk kimia dengan penginjakan, dll.

Menurus saya, ternyata, ada yang terlupakan ???

Apa itu??? Pemakaian ZPT

ZPT ( Zat Pengatur Tumbuh ) itu bisa berasal dari zat itu sendiri seperti auxsin, sitokinin, GA3, dll. Atau ZPT yang biasanya terdapat atau berada di dalam fungisida.

Menurut saya, kegunaan ZPT ketika diberikan pada masa awal generatif adalah sbb :

pertama, ZPT tsb dapat “menarik” agar malai padi bertambah panjang. Dengan panjang malai, logikanya maka bulir padi akan menjadi banyak.

kedua, ZPT diharapkan dapat “memaksa” tanaman berhenti “tumbuh”. Sehingga anakkan padi “seakan dipaksa” mengeluarkan malainya. Sehingga bisa mengejar malai yang telah berbunga terlebih dahulu.
Dengan kata lain, agar pembungaan dapat serempak.

Ketiga, ZPT pun memberikan dampak agar tanaman tidak “mengeluarkan” tanaman baru atau anakkan baru, sehingga fokus tanaman akan kepada pembungan dan pengisian.
Boleh dikatakan, tujuannya adalah agar didapatkan anakan padi yang produktif.

Misi Petani

Bila kita tanyakan kepada banyak petani, apa tujuan mereka tanam padi. Maka sebagian besar dari mereka akan menjawab ingin mendapatkan hasil panen yang tinggi. Tonase yang tinggi.

Oleh sebab itu, salah satu misinya adalah menciptakan anakkan tanaman padi yang produktif.

Dengan anakkan padi yang produktif akan keluar malai padi dengan panjang maksimal. Akan keluar jumkah bulir yang maksimal pula.

Ujung-ujungnya akan dihasilkan panen padi yang tinggi. Semoga

Posted in ABOUT TANAMAN PADI, BUDIDAYA PADI | 15 Comments

MAKANAN PENDUDUK GAZA

Diskusi perang GAZA
Saya pernah berdiskusi dengan teman pada suatu kesempatan. Salah satu tema diskusinya adalah masalah Negeri GAZA. Negeri yang saat ini sedang/telah diporakporandakan oleh pesawat-pesawat tempur Teroris Israel. Dengan tanpa merasa bersalah pesawat-pesawat tempur tsb melepaskan roket dan bom-bomnya terhadap rumah-rumah penduduk/rumah sakit/sarana publik/dll di sana.

Apakah itu perang? tidak !!!

Itu merupakan pembantaian kemanusian,,,

Sekarang ini, tiap-tiap penduduk dunia sudah tahu, siapa negara terkejam di dunia? TERORIS ISRAEL

Makanan penduduk GAZA

Mungkin ada yang bertnya, apakah makanan pokok penduduk GAZA?
Kalau saya baca di internet, makanan pokok sebagian besar penduduknya adalah gandum. Kemungkinan, gandun tsb akan dibuat menjadi roti.

Apakah ada makanan pokok selain gandum ?
Menurut saya: ada.
Apa itu?
Jawaban saya: buah kurma

Mengapa kurma?
karena buah kurma punya banyak keunggulan
Karena kurma tidak butuh dimasak. Tinggal lepp, langsung enak.
Karena kurma makanan bernutrisi tinggi.
Karena kurma tidak membutuhkan air buat dimakan
Karena kurma tahan lama, bisa tahan berbulan-bulan bila disimpan
Karena kurma tidak mudah busuk
Karena kurma tidak membutuhkan tempat yang khusus
dll

Brigade Izzudin Al-Qosam
Benteng Perlawanan penduduk GAZA saat ini adalah HAMAS dengan pasukan khususnya Brigade Izzudin Al-Qosam dan JIhad Islam. Mereka berjuang selama ini, sebagian besar dari hari-harinya berada di lorong-lorong gua bawah tanah. Dalam keadaan yang demikian, makanan apa yang cocok dalam kondisi tsb?

Ya tentunya, makanan yang tidak butuh dimasak, bisa dimakan langsung, tidak butuh air untuk memasaknya, makanan yang tahan lama, dll.

Saya jadi teringat Hadist Nabi Muhamad SAW, Hadist Riwayat Muslim,

لاَ يَجُوْعُ أَهْلُ بَيْتٍ عِنْدَهُمْ التَّمْرُ

“Tidak akan kelaparan rumah tangga seseorang yang memiliki kurma di dalamnya”.

Mengapa kurma?
Sebab memakan buah kurma akan mengandung keberkahan,
Sebab buah kurma mengandung unsur-unsur penting berupa vitamin mineral dan gula yang mudah diserap,
Sebab kurma membantu untuk mengurangi kelaparan dan memberi rasa kenyang dengan cepat.
Sebab kurma adalah makanan yang sempurna untuk pengobatan lebih dari seratus penyakit
Sebab kurma mengandung komponen penting seperti mineral, garam dan vitamin
Sebab kurma mampu memberikan pengaruh terhadap fungsi otak dan tubuh yang hilang melalui unsur-unsur Makanan
Sebab kurma mampu menyebabkan stabilitas psikologis pada manusia
Dll

Sebuah Renungan

Melihat kondisi di atas, saya jadi termenung sendiri, ada pertanyaan-pertanyaan timbul dari dalam pikiran,
“apa jadinya bila kita menjadi pejuang di sana, kita berada di dalam terowongan bawah tanah tsb?”

Menurut saya: “Kita tak akan betah”

Mengapa? sebab makanan pokok kita adalah NASI

Sebab kita butuh NASI 3x dalam sehari.
Bila kita belum makan NASI, itu sama saja kita belum makan.

Padahal untuk jadi NASI, beras mesti dicuci. Perlu alat pemasak, perlu bahan bakar, dan perlu air kembali. Perlu dimasak. Perlu didiamkan, baru dimakan. Butuh teman makan (lauk pauk). Repot.

Sepertinya, kedepannya harus ada makanan pokok yang bisa menggantikan nasi,,,

Posted in AGAMA, SHARE ILMU | 3 Comments

MENJADI PETANI SABAR

Luas Lahan dibagi penduduk

Apa kira-kira komentar kita sebagai anak bangsa, khususnya sebagai petani, bila kita dapatkan data-data sbb :

Bila lahan pertanian tanaman pangan dunia dibagi rata ke seluruh penduduknya, maka masing-masing mendapatkan bagian 0.22 ha per penduduk. Akan tetapi, bila lahan yang sama dipersempit khusus Indonesia dan dibagi juga dengan penduduk Indonesia saja, maka masing-masing penduduk hanya mendapatkan bagian 0.08 ha per penduduk.

Bayangkan saja, tiap-tiap penduduk dunia ini, bila dibagi rata, akan memiliki seluas 2.200 m2.

Ceritanya bisa lain, bila kita tinggal di bumi pertiwi seperti di INDONESIA. Tiap-tiap penduduk Indonesia akan memiliki jatah lahan “cuma” seluas 800 m2 !!!

Ya, cuma 800 m2. Dari luas segitu, apa bisa cukup memberi makan untuk tahun-tahun selanjutnya,,,

Ada data-data selanjutnya,

Bila hanya dengan melihat luas lahan Indonesia yang bisa dipakai untuk bercocok tanam, maka Indonesia hanya memiliki luas areal pertanian 1.28 % dari luas areal pertanian dunia.

Sementara itu jumlah penduduk Indonesia merupakan 3.51 % dari jumlah penduduk dunia, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sekitar 1.25% – lebih tinggi pula dari rata-rata pertumbuhan penduduk dunia yang berada di kisaran 1.15 %. Artinya by default, orang Indonesia punya (potensi) problem pangan yang lebih besar dari rata-rata penduduk dunia.

Jumlah penduduk Indonesia sekitar 3.51 % dari penduduk dunia, akan tetapi potensi luas lahannya hanya sebesar 1,28 % saja. Dari data-data di atas, apa yang bisa kita perbuat sebagai anak bangsa, khususnya kita sebagai petani.

Ternyata, ada solusinya. Solusinya sederhana: kita diarahkan menjadi insan yang sabar. Manusia yang sabar. Petani yang sabar.

Menjadi Petani Sabar

Menjadi Petani Sabar

Lho kok bisa begitu? dimana hubungan sabar dengan pertanian ???

Jawabannya disini

BIla lahan pertanian tanaman pangan dunia dibagi rata ke seluruh penduduknya, maka masing-masing mendapatkan bagian 0.22 ha per penduduk. Tetapi bila lahan yang sama dipersempit khusus Indonesia dan dibagi juga dengan penduduk Indonesia saja, maka masing-masing penduduk hanya mendapatkan bagian 0.08 ha per penduduk. Fakta ini merubah persepsi kita tentang kekayaan alam yang kita miliki, bahwa sesungguhnya kita tidak memiliki kelebihan kekayaan alam – kita hanya akan bisa makmur bila kita bekerja sangat efisien !

Bila hanya dengan melihat luas lahan Indonesia yang bisa dipakai untuk bercocok tanam, maka Indonesia hanya memiliki luas areal pertanian 1.28 % dari luas areal pertanian dunia. Sementara itu jumlah penduduk Indonesia merupakan 3.51 % dari jumlah penduduk dunia, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sekitar 1.25% – lebih tinggi pula dari rata-rata pertumbuhan penduduk dunia yang berada di kisaran 1.15 %. Artinya by default, orang Indonesia punya (potensi) problem pangan yang lebih besar dari rata-rata penduduk dunia. Lantas apa solusinya ?

Secara sederhananya manusia Indonesia harus bekerja lebih keras dan lebih cerdas agar hasil pertaniannya bisa meningkat hampir tiga kali lipat dari hasil rata-rata pertanian penduduk dunia – untuk sekedar mencapai hasil pertanian yang mencukupi bagi rakyatnya. Dengan kata lain manusia Indonesia harus bisa bekerja jauh lebih efisien ketimbang rata-rata penduduk dunia.

Dan ini tentu sudah diupayakan secara maksimal oleh teman-teman ahli pertanian Indonesia dan juga oleh instansi-instansi yang terkait. Hasilnya kita ketahui bersama bahwa hingga kini kita masih harus mengimpor begitu banyak bahan pangan kita mulai dari gandum, susu, daging, kedelai dlsb.

Dengan trend pertumbuhan penduduk negeri ini yang cenderung lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata penduduk dunia – bila kita tidak berbuat sesuatu yang luar biasa di jaman ini – problem generasi mendatang akan menjadi jauh lebih berat.

Pertama karena tentu rasio antara pendududuk dan ketersediaan lahan produktif untuk produksi pangan akan terus menurun. Kedua negeri-negeri yang selama ini menjadi pengekspor bahan pangannya untuk kita – belum tentu bisa terus mengekspor produk mereka. Disamping kebutuhan negeri produsen sendiri yang juga meningkat, perebutan produksi pangan mereka dari negara-negara lain yang juga membutuhkan akan semakin keras persaingannya.

Dalam situasi seperti ini, siapa yang akan bisa mengatasi masalah yang akan semakin pelik tersebut ? Dibutuhkan lebih dari ahli pertanian atau ahli pangan dalam mengatasi hal ini, dibutuhkan ahli pertanian atau pangan yang beriman, sabar dan mengerti apa yang harus mereka lakukan.

Dan ini berlaku umum, dalam bidang apapun ketika posisi kekuatan kita lemah dibandingkan yang lain – baik itu dibidang ekonomi, politik, pemikiran, peradaban – maka kita membutuhkan kekuatan ekstra untuk bisa mengungguli musuh atau pesaing-pesaing kita. Keunggulan ektstra itu hanya bisa dibangun dengan tiga hal tersebut yaitu keimanan, kesabaran dan kepahaman atas apa yang kita lakukan.

“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.” (QS 8: 65)

Lantas apa hubungannya antara iman, sabar dan kepahaman itu dengan keunggulan atau kemenangan kita atas orang lain yang tidak beriman, yang tidak sabar dan tidak mengerti/tidak paham ?

Dengan iman orang akan meyakini bahwa adalah Sang Pencipta – Yang Maha Kuasa – yang menentukan hasil kerja kita, kita hanya bisa bekerja tetapi bukan kita penentu hasilnya. Dengan iman pula kita yakin akan adanya petunjuk yang menuntun kita dalam setiap aspek kehidupan. Hanya dengan imanlah semangat berjuang kita bisa dikobarkan – tanpa harus diming-imingi hasil jangka pendek.

Orang yang mengandalkan ilmu dan teknologi-nya semata untuk mengatasi persoalan hidupnya, mereka akan seperti mengejar fatamorgana – mereka mengira bahwa ilmu dan teknologinya cukup untuk menjawab segala persoalan hidup mereka – tetapi nyatanya tidak. Persoalan hidup berlari lebih kencang ketimbang ilmu dan teknologi manusia yang mengejarnya. Ilmu dan teknologi manusia tentu saja sangat penting, tetapi itu saja tidak cukup.

Kemudian dengan sabar orang bisa mengendalikan perasaan dan keinginan-keinginannya, dengan sabar orang bisa mengambil keputusan berdasarkan akalnya bukan hanya perasaannya, tidak grusa-grusu. Sabar membuat kita kuat dalam pendirian, kuat dalam tekad, berani mengambil keputusan dan istiqomah dalam memperjuangkan apa yang kita putuskan.

Dengan sabar orang tidak terganggu akal dan pikirannya meskipun dia dalam duka dan penderitaan, tidak tergoda untuk memperoleh hasil jangka pendek dengan mengorbankan tujuan jangka panjang.

Ayat tersebut di atas sekaligus juga membalikkan persepsi kita selama ini yang terkesan bahwa orang sabar itu cenderung identik dengan kerja lamban, nrimo dengan hasil seadanya dan sejenisnya. Justru sebaliknya, bahwa orang sabarlah yang memiliki produktifitas tertinggi dengan hasil 10 kali lipat dibandingkan dengan orang lain yang tidak sabar.

Bagaimana orang sabar melakukan hal ini ? Dia paham tentang tujuan hidupnya dan paham apa-apa yang harus diperjuangkannya. Orang yang tidak beriman berjuang untuk keperluan duniawinya semata karena mereka tidak memahami tujuan hidup yang sesungguhnya. Orang beriman berjuang untuk mencari keridlaanNya semata dan tidan tergoda untuk hasil jangka pendek.

Lantas apa hubungannya antara ayat di atas dengan sumber daya alam dan (potensi) problem pangan kita ?

Selama ini kita mengolah tanah dengan tidak ada bedannya dengan mereka yang tidak beriman – karena juga dari merekalah kita belajar pertanian. Kita terobsesi dengan hasil jangka pendek untuk solusi masalah-masalah yang juga jangka pendek. Sangat sedikit yang berorientasi jangka panjang dan menggunakan petunjukNya untuk solusi masalah-masalah dalam jangka panjang – once for all, satu kali solusi untuk selamanya.

Solusi untuk pangan jangka panjang kita antara lain dapat kita lihat di rangkaian ayat-ayat berikut : “maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.” (QS 80 : 24-32)

Dari rangkaian ayat di atas kita tahu bahwa hanya satu dari lima sumber makanan kita yang memerlukan sawah. Selebihnya tidak harus di sawah, cukup di lahan-lahan lainnya yang semula tidak subur sekalipun – karena ada petunjukNya untuk menyuburkan lahan yang mati (QS 36:33).

Rangkaian ayat di atas juga mengindikasikan efisiensi penggunaan lahan yang kita miliki, bukan hanya tanaman tumpang sari biasa – tetapi polyculture yang memberikan sejumlah hasil pertanian sekaligus, mix antara pertanian tanaman semusim untuk bahan pangan, tanaman jangka panjang juga untuk pangan serta sekaligus lahan gembalaan untuk produksi daging, susu, pakaian dlsb.

Dengan ini bisa kita melihat, hanya dengan petunjukNyalah mata kita terbuka lebar – bahwa solusi untuk berbagai masalah kehidupan itu memang hanya ada di petunjukNya tersebut. Tetapi untuk bisa menggunakan petunjukNya ini tentu pertama harus kita imani dahulu, yang kedua harus kita amalkan dengan kesabaran dan yang terakhir kita memang harus tahu apa yang kita lakukan ini dan mengapa kita melakukannya.

Sabar tidak identik dengan nrimo dan kerja alon-alon, sabar yang dilandasi dengan keimanan dan kepahaman justru akan meningkatkan efisiensi umat ini dalam segala bidang kehidupan. InsyaAllah.

Nb; Gambar diambil dari internet

Posted in SHARE ILMU | 2 Comments

KEDELAI DARI BATAM

KEDELAI DARI BATAN
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Varietas MURIA, TENGGER DAN MERATUS

Pihak BATAN dengan teknologi radiasinya, melepas pertama kali varietas kedelai dengan nama varietas MURIA dan varietas TENGGER. KE-2 Varietas ini dilepas tahun 1987. Kemudian pada tahun 1998, pihak BATAN kembali melepas kedelai dengan nama varietas MERATUS. http://www.batan.go.id/kip/documents/Kedelai.PDF

Ke-3 varietas kedelai ini memiliki hasil panen yang tidak berbeda jauh dengan varietas unggul silangan biasa.

Varietas RAJABASA

Tahun 2004, pihak BATAN kembali melepas varietas kedelai unggul. Nama yang dipilih adalah Varietas Rajabasa. Potensi varietas kedelai Rajabasa ini, boleh disebut luar biasa, potensi hasil bisa mencapai 3,9 ton/ha. Akan tetapi di tingkat petani, produktivitasnya hanya mencapai 2.05 ton/ha.

Varietas kedelai rajabasa memiliki bobot per 100 biji mencapai 15 gram. Bobot 100 biji ini bisa mendekati kedelai import yang mencapai 18 gram/100 biji.

Varietas MITANI

Tahun 2008, pihak BATAN kembali lagi melepas varietas MITANI. Kedelai ini memiliki angka produktivitas mencapai 2 ton hingga 3,2 ton per hektar.

Varietas MUTIARA 1

Di tahun 2010, dalam dunia kedelai, pihak BATAN membuat “sensasi” monumental. Pihak BATAN melepas kedelai super besar.

Mengapa disebut super besar?

Sebab ukuran bobot per 100 biji kedelai ini bisa mencapai 23,2 gram. Bandingkan dengan kedelai impor yang “cuma” 18 gram per 100 butir.

Varietas GAMASUGEN 1 dan GAMASUGEN 2

Di tahun 2013, pihak BATAN kembali lagi membuat sensasi di dunia kedelai. Di tahun ini muncul varietas kedelai super genjah. Ke-2 varietas ini dapat dipanen dalam umur 66-68 setelah tanam.

Varietas MUTIARA 2 dan MUTIARA 3

Di tahun 2014 ini, pihak BATAN akan kembali melepas varietas kedelai. Cuma kali ini, yang akan dilepas adalah kedelai hitam. Detam-1 dengan sentuhan pihak BATAN dengan radiasnya akan menghasilkan kedelai MUTIARA 2 dan MUTIARA 3. http://www.antaranews.com/berita/441094/batan-kedelai-mutiara-2-cocok-untuk-petani

Posted in KEDELAI | 2 Comments

KEDELAI DERING 1

KEDELAI DERING 1

Pada Bulan September tahun 2012, Pemerintah melalui Kementan telah melepas varietas kedelai baru. Nama varietas tsb agak lucu dan unik. Namanya DERING 1.

Apa arti DERING tsb? secara bahasa adalah kedelai toleran kekeringan.

Kedelai disingkat dengan DE. Sedangkan toleran kekeringan disingakt RING.
Gabungan keduanya jadi DERING. Kemungkinan akan keluar kembali nama kedelai yang toleran dengan kekeringan, karena ada nama DERING 1. Kedepannya, bisa jadi ada DERING 2, 3, dst

Berikut ini adalah karakteristik DERING 1 http://www.litbang.deptan.go.id/varietas/one/856/

Komoditas : Kacang Kedelai
Tahun : 2012
Potensi hasil: 2,83 ton/ha
Rata2 hasil : 1,95 ton/ha
Umur berbunga : ± 38 hari setelah tanam
Umur masak polong: ± 81 hari setelah tanam

Keterangan:
Memiliki keunggulan toleran terhadap kekeringan pada fase reproduktif,
Berumur 81 hari (Umur sedang).
Rata-rata hasil biji kering mencapai 2 ton/ha
Potensi hasil 2,8 ton/ha biji kering.
Ukuran bijinya sedang (10, 7 g/100 biji)
Kedelai dengan tipe tumbuh determinit, warna hipokotil dan warna bunga unggu
Umur berbunga ± 38 hari setelah tanam
Umur masak polong ± 81 hari setelah tanam,
Tahan rebah, jumlah percabangan 2-6,
Jumlah polong ± 38 per tanaman, warna biji kuning,
Rentan hama ulat grayak, (Spodoptera litura), tahan hama penggerek polong (Etiella zinckenella) dan tahan penyakit karat daun (Phakopsora pachyrhizi).

Posted in KEDELAI | Leave a comment

PUISI ANAK GAZA

Puisi ini pernah saya tulis tanggal 27 Oktober 2011, akan tetapi karena pada saat ini sedang berkobar PERANG DI GAZA PALESTINA, maka puisi tsb saya tulis ulang, supaya bisa memberikan inspirasi kepada kita semua.

Korban perang yang terjadi di GAZA adalah kebanyakan masyarakat sipil terutama wanita dan anak-anak. Akan tetapi, bila kita cermati fenomena anak-anak di GAZA, mereka tumbuh dengan karakter yang unik.

Berdasarkan pengalaman mereka ( relawan/ustadz/ustadzah ) yang telah pulang dari GAZA, mereka akan kagum dengan anak-anak GAZA. Mereka adalah anak-anak INTIFADHOH yang begitu bersahabat dengan kematian,,,,

SAJAK BUAT BOCAH PALESTINA
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( Penulis Lepas )

Kerikil-kerikil kecil menerjang
Tiada habis terbilang
Bumi slalu siap menyimpan pecahannya
Tertuju bagi tentara-tentara yahudi
Mujahid kecil intifadhoh berdiri tegak
Dari mulut kecilnya keluar rasa bangga,

” Aku Ahmad, umurku 7 tahun
Abiku syahid setahun yang lalu
Dalam aksi bom syahadah, bom pencari syahid
Bukan aksi bunuh diri
Aku tinggal bersama umi dan kedua adik kecilku, Zaenab dan Umar
Aku biasa bermain dengan batu-batu kerikil
Bila sudah kugenggam batu-batu kerikil, aku bukan anak kecil lagi
Di mataku hanya ada satu sasaran: monyet-monyet yahudi”

Ahmad berdiam sebentar.
Mata jernihnya membentuk kristal-kristal kecil.
Jatuh bergulir di ayunan pipi.
Pita suara Ahmad terdengar kembali, kata-kata yang keluar, hasil didikan lingkungan perjuangan yang akan bangga akan harga diri,

” Mereka telah merampas tanah airku
Mengusir anak negeri bangsaku
Menahan saudara-saudaraku tanpa dakwaan
Membunuh manusia terbaik yang pernah dikeluarkan negeriku”

Kembali dia berjalan, bersama teman-teman seperjuangan.
Sekali lagi
Usia mereka sekitar 7 tahunan.
Mereka menuju tentara-tentara yahudi,,

“Walau usiaku baru 7 tahun
Aku tak takut pada mereka
Kematian biasa bersamaku
Aku mencari mimpi-mimpi kepahlawanan
Hasil sejarah heroik Sholahudin Al Ayubi
Hasil tempaan Syekh Ahmad Yasin
Hasil perjuangan Pergerakan HAMAS
Hasil kepintaran Yahya Iyashi
Aku terlahir di taman Para Syuhadah
Yang telah menghasilkan bunga-bunga perjuangan
Dengan siraman darah dan air mata.
Keharumannya bisa dirasakan sampai penjuru negeri
Tuk membasahi negeri tercintai ini, Palestina!!”

Sesaat dia berlari.
Menyongsong tangan melempari tentara-tentara yahudi.
Dengan teriakan bergelora:
“ Aku ingin seperti abi
Aku ingin seperti abi
Aku ingin seperti abi,,,”

Ahhh, di dadanya ada warna merah saga.
Tetesan darah keluar dan jatuh ke bumi.
Dia duduk sambil memegang dadanya.
Matanya memejam.
Di hatinya bergema alunan Al-Quran.

Sakit? tentu saja.
Tapi, dia tetap tersenyum.
Tubuhnya mulai dingin.
Dan, bocah itu bersuara lirih: ”abii, sebentar lagi kita akan bertemu,,,”

Dan Bumi Palestina akan semakin berkah. Sebab pupuknya adalah darah suci syuhadah. Dan juga air mata.

Catatan Perhatian

Doaku selalu bersama perjuangan rakyat Palestina !!!
Wahai saudaraku, doakanlah Mujahid Palestina di dalam sholatmu
Wahai saudaraku, bantulah saudaramu di Palestina, walau dengan seuntai doa,,,

Posted in PUISI DAN SYAIR | Leave a comment