KISAH CINTA SEORANG PEMUDA

MENCARI RASA SPESIAL DI HATI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( Penulis Lepas )
MENCARI RASA  DI HATI

MENCARI RASA DI HATI

Sekitar 2 tahun yang lalu, seorang pemuda bertemu tanpa disengaja dengan seorang wanita. Nama pemuda itu, Najmudin Firdaus. Dalam pandangan pertama, di hatinya timbul rasa kagum. Rasa kagum yang baru pertama kali dia rasakan. Rasa kagum yang begitu hebat. Rasa kagum yang bergetar di hati sanubari.

Dia sempat berkenalan dengan wanita tersebut, begitu mendengar namanya disebut, sekan-akan pelangi menghiasi hatinya. Seakan-akan bintang-bintang singgah di jiwanya. Nama wanita itu, Tsabita Salsabila. Nama yang indah, seindah pancaran wajahnya. Dengan berjalannya waktu, pemuda ini mengetahui bahwa Tsabita Salsbila sudah punya tunangan. Dan sebulan lagi akan menikah.

Di suatu acara pertemuan kerja lapangan, 6 bulan setelah peristiwa tersebut di atas. Si pemuda ini bertemu dengan seorang gadis. Gadis yang sesuai betul dengan idamannya selama ini. Gadis yang begitu pas dengan rasa dan bahasa  jiwanya. Seakan-akan, si pemuda ini menemukan tulang rusuknya kembali.

” ohh, bagaimana mungkin. Aku tlah menemukan tulang rusukku kembali. Yupps, aku harus kenal dengan dirinya” begitu desir bibirnya bersuara lembut.
 

Desir-desir kekaguman kembali melanda dirinya. Tetapi, rasa yang ditimbulkannya kali ini lain. Agak beda. Rasa yang begitu hebat. Rasa yang bergelombang bagaikan tsunami, begitu memuncak. Rasa yang begitu indah masuk secara perlahan ke sela-sela bilik hatinya.

“kau begitu sempurna,,,”, seperti lirik sebuah lagu. “di mataku, kamu begitu indah, seindah malai padi yang bernas,,,”
 

Dia pun berkenalan. Gadis itu bernama Fathia Fithri . Gadis ini berasal dari Sumatra, tepatnya dari daerah Pesisir Selatan. Perkenalan singkat pun terjadi. Di lain hari, sms dan email sempat tercipta. Lagi-lagi, sang gadis sudah dipinang orang lain.

Saat ini, si pemuda sedang duduk di teras masjid. Pikirannya melayang ke masa-masa sekolah. Di SMU dulu, si pemuda ini pernah menjadi rebutan beberapa teman kelas wanitanya. Tetapi sayang, di hatinya tak ada rasa tertarik pada teman wanita sekelasnya. Rasa yang spesial di hati.

Pada saat yang bersamaan, justru rasa spesial itu tertambat pada adik kelasnya. Nama adik kelasnya “titik-titik”. Dia pernah berkirim surat, tapi tak mendapat respon.

Tak berapa lama kemudian, si pemuda ini menerima sepucuk surat. Surat tsb dari adik kelasnya. Inti suratnya, si wanita tersebut menyukai pemuda ini. Cuma pada saat itu, si wanita tersebut ingin konsentrasi belajar. Dan pada saat yang bersamaan, orang tua si wanita melarangnya.

Walaupun demikian, si pemuda ini cukup senang. Rasa senang mengetahui bahwa orang yang dicintainya, menyukai pula dirinya. Surat itupun diletakkan di dadanya,,,

Pikirannya tersadar, saat ada seorang pria lain yang duduk 1 meter di sampingnya. Dia membawa buku. Pria tersebut duduk dan membaca buku itu. Sempat terlihat sekilas judul buku itu, Sepeda dari Kambing baca disini. Si pemuda ini penasaran, akhirnya ditegur pria tersebut.

” maaf, bang. judul bukunya lucu juga”
” buku apa?” pria tersebut sengaja bertanya
” buku yang abang baca “
” ohh, buku ini. Emang judulnya menarik. Tapi yang lebih menarik lagi, isinya dik. Membaca buku ini, bisa menambah wawasan kita”
 

Akhirnya mereka berkenalan. Pria tersebut bernama Ihsan Muhamad. Setelah itu, mereka bertukar pikiran. Sampai suatu ketika, si pemuda ini bertanya kepada pria tersebut.

” bang, ada sebuah misteri yang masih kabur dari pemahaman saya”
” misteri?, maksud adik?”
” begini bang”.

Akhirnya keluarlah dengan lancar kisah hidupnya. Terutama saat-saat berkenalan dangan wanita-wanita yang pernah mampir di hatinya.

Setelah selesai mencurahkan kisah hidupnya. Si Pria tersebut terdiam. Cukup lama juga.

” sorry bang, saya minta saran”
” ohh, maaf. Aku jadi teringat kenangan juga nih”
” abang sudah menikah?”
” emang kelihatannya bagaimana? “
” ya kelihatan, bang!”
” dari mana kelihatannya, dik?”
” ya dari mata saya, abang kan kelihatan, hee”
” bisa aja. Begini, dik. Anda beruntung”
 

Pemuda ini mengerutkan dahi sekaligus heran,

” beruntung? dari kaca mata mana, bang?”
” seseorang yang pernah merasakan rasa spesial di hatinya sungguh beruntung. Mengapa? sebab ada juga orang yang sudah tua, tapi belum juga ketemu rasa spesial itu”
” saya kok bingung, bang?”
” aku pernah ketemu dan berinteraksi dengan banyak orang yang sudah menikah, dari situlah aku dapat gambaran hidup mereka.
“trus, bang,,”
“Sewaktu muda, mereka hanya sebatas suka dengan wanita lain. Suka yang biasa saja. Suka yang tak menimbulkan gelombang besar dalam jiwanya.”
” betul, bang. Sewaktu saya bertemu dan berkenalan dengan seseorang gadis, di hati ini terasa ada gelombang tsunami yang menggerakkan jiwa. Jiwa ini tak merasa lelah tuk mengingatnya”
 

Si Pemuda yang dipanggil abang ini, terlihat geleng kepala. Dan berujur:

” luar biasa, anda sungguh beruntung, dik”
” apakah abang pernah merasakannya?. Nga perlu dijawab, Bang. Saya sudah tau”
” dari mana?”
” Karena abang bisa menjelaskan!”
” hee. Saran apa yang kau minta?”
” terus terang, saya masih mengharapkan satu dari ke-3 wanita itu, walaupun mereka sudah menjadi istri orang lain”
” kok begitu?”
” ya, saya tunggu jandanya, bang”
” luar biasa, sebegitu besarkah cintamu pada mereka?
” ini bukan cinta, bang. Ini adalah rasa. Rasa spesial yang telah terukir di hati” si pemuda mengucapkan kata-kata itu sambil berkaca-kaca. Ada butiran air mata yang menggenang di bola matanya.
 

Si pria melihat ke arah pepohonan. Dihela nafasnya dengan tarikan nafas yang panjang. Tiga kali, si pria tersebut melakukan hal tersebut.

” Dik, bila ke-3 wanita itu menjadi istrimu sekaligus, apa yang akan kamu lakukan?”
” apa mungkin, bang?”
” jangan berkata tak mungkin. Apa yang akan kamu lakukan?”
” saya akan melakukan apa saja, bang. Apa saja, walau saya tukar dengan nyawa ini, bang”
” Mau aku kasih tahu jalannya?”
” Emang abang tahu jalannya?”
” sudah, beberapa tahun yang lalu aku mendapatkan jalan itu”
” dari siapa, bang ?”
” tak aku sebutlah nama orang itu, tak eloklah. Tapi jawababnya ada di kamu, mau nga?”
” apapun akan saya tempuh, bang?”
oke, ini dia, kejarlah pintu surga!”
” kalau bisa jangan di surga dulu, bang. Di dunia inilah”
” itulah masalanya, pertama, apakah mereka ber-3 mencintaimu?.”
” kayanya iya, bang”
” kok pake kayanya sih”
 

Selanjutnya, Ihsan, nama abang ini, terdiam lagi. Dia perlu mengatur kata-kata yang pas buat lawan bicaranya.

“Okelah kalau iya. kalau di dunia ini, kamu perlu waktu puluhan tahun untuk menikahi ke-3 wanita itu. Bisa jadi, ke-3 wanita yang kamu cintai baru kamu nikahi, bila ke-3 suaminya sudah meninggal. Apa kamu mau menunggu hal yang tak pasti?”
” tapi bang?”
” teman, perbanyaklah amalmu, carilah ilmu agamamu. Jadikan Islam sebagai jalanmu. Jadilah hamba TuhanMu. Kejar pintu SurgaNya. Sebab disanalah segala angan-anganmu, segala hasratmu, segala cintamu, dan segala cita-citamu terwujud”
” Adakah cara lain, bang?”
” Cara lain ada, tapi tiada yang abadi, tiada yang kekal. Dan ingat, cara lain tak ada yang lebih mudah!!”
” maksudnya, bang?”
” Usia kita paling lama 60 tahunan. Tetapi bila kita arahkan pada Sang Pencipta, apapun keinginan kita akan tercapai. Apapun itu. Ada satu pesan yang kuingat terus sampai saat ini. Pesan dari seseorang yang tak kusebutkan namanya.”
” bisa dishering, bang?”
” kamu mau?”
” silahkan, bang”
” begini, dalam kehidupan ini, kita pasti kan menjumpai banyak wanita. Dari sekian banyak wanita, pasti ada yang cantik di hatimu. Bila dia cantik di hatimu, pastilah dia cantik di matamu. Bila sudah demikian, berdoalah, Ya Rohman Ya Rohim, jadikan dia kelak istriku di surga nanti.”
” Berapa kali doa itu, bang. hee?”
” Sebanyak wanita yang cantik di hatimu”
” Makasih, bang. Kan kukejar Pintu Surga-Mu Ya ALLAH”
 

Dan, kedua anak manusia pun tersenyum. Senyum akan sebuah harapan. Harapan akan sebuah cita-cita,,,

Posted in CINTA | 15 Comments

PENDUDUK DUNIA

PENDUDUK DUNIA
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Jumlah Penduduk Dunia

Bila ada pertanyaan, berapa kira-kira penduduk dunia sejak Nabi Adam ada di bumi?
Wah, berapa ya?

Kalau penduduk dunia saat ini saja, ada sekitar 10 milyar. Maka sejak nabi Adam, menurut saya ada lah sekitar 20 milyaran.

Kalau 100 tahun kedepan, berapa kira-kira penduduk dunia? Bisa jadi sekitar 100 milyaran

Trus kalau 1000 tahun kedepann, brp kira-kira penduduk dunia? Nga kebayang
Jadi, berapa kira-kira manusia yang telah dilahirkan ke dunia ini sampai hari kiamat? Hanya Allah yang Maha Tahu

Logika sederhana

Bila ada 10 insan, kemudian dipilih secara acak, hanya ada 2 insan yang akan berhasil masuk sebuah rumah? maka peluang statistik keberhasilannya hanya 20%

Bila ada 1000 insan, kemudian dipilih secara acak, hanya 2 insan yang akan berhasil masuk sebuah rumah, maka peluang keberhasilannya adalah 0.2 %

Bila ada 1000.000 insan, kemudian dipilih secara acak, hanya 2 insan yang akan berhasil masuk sebuah rumah, maka peluang keberhasilannya adalah 0.0002 %

Bila ada 1 milyar insan, kemudian dipilih secara acak, hanya 2 insan yang akan berhasil masuk sebuah rumah maka peluang keberhasilannya adalah 0.0000002 %

Bila ada 100 milyar insan, kemudian dipilih secara acak, hanya 2 insan yang akan berhasil masuk sebuah rumah, maka peluang keberhasilannya adalah 0.000000002 %

Peluang keberhasilan yang saya ceritakan di atas bisa terjadi bila tidak memasukan katagori yang ada nama-namanya

Katagori Nama-nama

Misalkan begini, ada sepuluh nama A,B,C,D,E,F,G,H,I dan J. Maka, berapa peluang statistik A dan D masuk kedalam sebuah rumah?
Kalau kita mengacu kepada 2 insan saja yang akan masuk ke dalam rumah maka peluangnya adalah 20%.

Akan beda peluang statistiknya misalnya bila nama A dan nama D masuk kedalam rumah secara bersamaan.

Saya belum cari berapa peluang statistik untuk kasus seperti itu. Akan tetapi secara logika saja, menurut saya, peluangnya bisa di bawah 1 %

Kok gitu? Sebab itu tadi, peluang statistik akan berbeda jauh bila melibatkan nama-nama.
Kalau ada 1000 insan, maka peluang statistik A dan D masuk kedalam rumah lebih rumit lagi peluangnya

Bagaimana kalau ada 100 milyar insan, berapa peluang nama A dan D masuk secara bersamaan ke dalam sebuah rumah. Saya hanya bisa menyebut kata ini : Allah Akbar

Lauhul Mahfuzh

Dalam ajaran islam, sepengetahuan saya, ada “data bash” apa saja termasuk manusia yang akan lahir ke bumi. Nama-nama mereka sudah ada di Lauhul Mahfuzh. Semua kejadian yang ada di alam semesta tercatat di Lauhul Mahfuzh.

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. Dan Allah mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daupun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh). (QS. Al An’aam, 6:59).

Jadi, daun yang jatuh dari pepohonan/rerumputan saja tercatat di lauful mahfud. Subhanallah,,,

Dan nama-nama kita sudah tercatat dan ditentukan: rizkinya, kapan lahir dan matinya, jodohnya, dll di lauful mahfuz.

Kalau saya asumsikan manusia yang lahir kedunia dari Nabi Adam hingga hari qiyamah ada 100 milyar. Maka akan ada 100 milyar nama.

Jadi berapa peluang statistiknya: Hanya Allah yang Tahu.

Tapi untuk sekedar membayangkan berapanya, maka peluang statistik nama A dan nama D masuk kedalam satu rumah adalah seperti 1 butir pasir di padang sahara. Coba bayangkan!!!

Suami Istri

Kalau saja, jumlah manusia yang lahir kedunia dari Nabi Adam hingga hari qiyamah ada 100 milyar. Maka akan ada 100 milyar nama. Dan anggap saja A adalah kita, dan D adalah istri kita, maka SEBETULNYA peluang statistik kita dan istri kita menjadi suami istri adalah 1 butir pasir di padang sahara.

Jadi, bertemunya kita dengan istri kita dalam ilmu statistik (menurut saya) adalah sebuah kemustahilan. Sebab bila dimasukkan ke dalam program komputer tidak ada ada angkanya !!!. Hasil di komputer tsb pasti akan error

Realitanya, kita berjodoh dengan istri kita. Itu artinya, bertemunya kita dan istri kita dalam 1 rumah adalah anugrah dari Sang Pencipta. Sama seperti bertemunya 2 pasir yang diambil secara acak di gurun sahara,,,

Dengan mengetahui kaidah ini, semoga saja penjelasan ini dapat memberikan inspirasi bagi kita untuk menghargai, menghormati, menyanyangi, bersyukur, dll, kepada pasangan kita.

Dari sepasang suami istri tsb akan hadir anak-anaknya, mereka ini punya kata baru menjadi keluarga.

Bila ada 100 milyar manusia yang pernah lahir ke dunia, kemudian ada 5 nama yang akan masuk ke dalam sebuah rumah maka itulah keluarga kita.

Misi Kelurga

Sekarang ini, bagi yang sudah berkeluarga sudah mengetahui bahwa berkumpulnya kita dengan istri dan anak-anak kita sebuah anugrah. Kita dipilih menjadi 1 keluarga.

Menurut saya, salah satu misi kita adalah selamat di dunia dan di akhirat. Bisa masuk ke dalam surga. Oleh sebab untuk mengarungi dunia ini salah satu misi diperlukan sarana. Dan sarana itu, menurut saya adalah keluarga. Dengan adanya keluarga maka seharusnya ada perjalanan bersama dalam mengarungi misi dunia ini,,,
Supaya kelak keluarga kita bisa berkumpul kembali di surgaNya Allah SWT. Aminn

Posted in ABOUT TANAMAN PADI | 1 Comment

PERTANIAN ALAMIAH (4)

PLOWBOY: Dan apakah Anda terus bertani sejak saat itu?

FUKUOKA: Ya, nyaris terus-menerus. Selama Perang Dunia Kedua saya dikirim untuk bekerja di Pusat Percobaan Pertanian di Kochi, di mana saya terpaksa terperosok lagi ke dalam pelatihan-pelatihan ilmiah. Tetapi setelah perang berakhir, saya senang sekali bisa kembali ke gunung dan kembali hidup jadi petani.

PLOWBOY: Mulai berapa luas lahan yang Anda garap?

FUKUOKA : Setelah perang diselenggarakan pembaruan agraria secara masif di Jepang —yang disebut dengan Nochi-kaiho. Pemilik tanah seperti ayah saya harus melepaskan kepemilikan tanahnya. Ayah saya meninggal tak lama kemudian, dan saya diwarisi sepetak kecil sawah sekitar seperempat akre ukurannya (kira-kira 1.000 meter persegi).

KEBUN

Caption foto: Keseimbangan alami yang barangkali
dibayangkan oleh Fukuoka ..
Lokasi taman National Olympic Park ini disebutnya
dalam salah satu wawancara dengannya.
Bukankah kita juga punya banyak hutan hujan tropis?
Tapi siapa yang sungguh bisa dipercaya menjaganya?
Bisakah kita juga menanam padi di lingkungan semacam itu?
Bukankah konflik rakyat dan BKSDA sporadis terjadi di mana-mana?

PLOWBOY : Apakah Anda langsung mulai mempraktikkan pertanian alami?

FUKUOKA : Saya telah mulai melakukan eksperimen di beberapa kebun jeruk mandarin ayah saya bahkan sebelum perang. Saya yakin bahwa —supaya alam bekerja sesuai dengan keinginannya— pohon-pohon seharusnya tumbuh sepenuhnya tanpa campur tangan saya, maka saya tidak menyemprotkan apa-apa atau memangkasnya atau memberinya pupuk … Saya tidak melakukan apa-apa. Dan, tentunya, sebagian besar dari kebun itu lalu rusak karena dimakan serangga atau kena penyakit.

Masalahnya, Anda tahu kan, adalah bahwa karena saya tidak mempraktikkan pertanian alami, tapi yang saya praktikkan barangkali adalah apa yang bisa disebut dengan “bertani secara malas”. Saya sama sekali tak terlibat. Saya biarkan seluruh pekerjaan kepada alam dan sekaligus berharap bahwa semuanya akan jadi baik pada akhirnya.

Tetapi saya keliru. Pohon-pohon muda itu sebenarnya telah sebelumnya dijinakkan, ditanam, dipangkas dan diurus oleh manusia. Pohon-pohon itu telah menjadi budak-budak manusia, sehingga mereka tidak dapat survive ketika dukungan buatan tiba-tiba tidak lagi diberikan oleh petani.

PLOWBOY : Jadi jika hendak bertani secara alami, itu tak berarti bahwa petani tidak melakukan apa-apa? (do-nothing technique)

FUKUOKA : Tentu bukan, pertanian alami melibatkan suatu proses yang mengarahkan pikiran Anda mendekat dan segaris dengan haluan alamiah dari fungsi-fungsi lingkungan.

Tetapi Anda harus hati-hati: Metode ini tidak berarti bahwa kita tiba-tiba membuang begitu saja pengetahuan ilmiah tentang hortikultur yang telah kita miliki. Tindakan itu adalah pembiaran tanpa tanggung jawab sama sekali, karena melalaikan siklus ketergantungan yang telah dipaksakan oleh manusia terhadap ekosistem yang telah berubah.

Jika seorang petani membiarkan lahannya atau lahan yang telah ‘dijinakkan’-nya itu secara tidak bertanggung jawab dengan begitu saja menyerahkannya kepada alam, maka kekeliruan dan kehancuran tak akan dapat dihindarkan.

Cara yang benar dalam bertani secara alami menuntut seseorang untuk mengetahui apa itu yang disebut dengan ‘alam yang asali’ atau belum diubah atau disentuh manusia, sehingga dia dapat memahami dengan nalurinya apa yang perlu dilakukan —dan apa yang wajib dilakukan—, bagaimana caranya bekerja dalam keselarasan bersama dengan proses-prosesnya.

PLOWBOY : Sikap itu tentunya menyangkal pendasaran dari pertanian modern yang bekerja dengan cara “memanipulasi dan mengendalikan”. Bagaimana Anda dapat berubah dari praktik pertanian tradisional menuju suatu konsep pertanian yang sama sekali tak biasa?

FUKUOKA : Sewaktu masih muda, saya telah melihat semua petani di desa menanam padi dengan cara memindahkan benih dari tempat persemaian ke sawah yang telah digenangi air .. tetapi pada akhirnya saya menyadari bahwa itu bukanlah cara bagaimana padi itu tumbuh dari kodrat dirinya sendiri!

Maka saya kesampingkan pengetahuan saya tentang metode pertanian tradisional dan langsung saja saya lihat siklus alamiah dari tumbuhan padi.

Dalam kondisi liar, padi menua pada musim panas. Selama musim gugur daun-daunnya rontok, dan tumbuhan padi merunduk untuk menjatuhkan benih-benihnya ke bumi. Setelah salju meleleh selama musim semi, benih-benih itu mulai melembaga, dan siklusnya berputar lagi. Dengan kata lain, bijih padi jatuh di tanah yang tidak dibajak, melembaga, dan tumbuh dengan dayanya sendiri.

Caption: Tanaman buah-buahan berdampingan dengan sayuran. Jangan sampai ada lahan yang terbuka dan tak terpakai. Kecuali untuk menjaga kelembaban tanah, sayuran dan rumput-rumputan menjamin ketersediaan kandungan sari makanan untuk tanah dan tanaman serta mengendalikan penyakit dan hama. Sumber: Pertanian Alami – Natural Farming

Setelah mengamati proses alami itu, saya berpendapat bahwa rutinitas memindahkan bibit padi ke lahan atau menggenangi sawah adalah kegiatan yang sama sekali tidak alami. Saya juga berpendapat bahwa praktik-praktik yang selama ini sudah jadi kebiasaan seperti memberikan pupuk di sawah dengan kompos yang telah disiapkan terlebih dahulu, membajak sawah, dan menyiangi sampai bersih adalah kegiatan yang sama sekali tidak perlu.

Semua penelitian saya sejak saat itu mengarah kepada prinsip tidak melakukan ini atau itu. Praktik pertanian yang telah saya jalani selama 30 tahun ini mengajarkan pada saya bahwa lebih baik jika para petani itu tidak melakukan apa-apa sama sekali!

Orang sering berpikir, dengan kesombongan dan kebodohan mereka, bahwa alam membutuhkan bantuan mereka agar bisa berkembang. Padahal, yah, yang benar adalah bahwa alam sesungguhnya (dapat) melakukan semuanya itu jauh lebih baik tanpa “bantuan” dari manusia!

Jika lahan sudah jadi sehat dan mampu bekerja sendiri, pertanian alami —atau “tanpa campur tangan manusia”— menjadi suatu kemungkinan yang nyata. Namun, seperti tampak jelas dari percobaan di kebun jeruk saya, kondisi (kesuburan) semacam itu tidak akan bisa tercapai begitu saja.
Di Jepang and negeri-negeri pertanian yang lain, lahan-lahan itu telah dibajak-bajak dengan mesin-mesin selama berpuluh-puluh dekade .. dan sebelumnya juga sudah diputarbalik oleh sapi, kerbau dan kuda. Di lahan-lahan seperti itu, Anda tidak akan mencapai hasil yang bagus pada permulaannya, jika Anda begitu saja menghentikan kegiatan bertani dan kemudian tak melakukan apa-apa saja sekali (do-nothing agriculture).
Lahan tanah haruslah pertama-tama diberi kemungkinan untuk memulihkan dirinya sendiri. Kesuburan kemudian dapat dipertahankan dengan cara menutup permukaan lahan dengan berbagai bahan organik dan (terutama) jerami yang semuanya akan membusuk ke dalam lahan.

PLOWBOY : Untuk orang-orang yang mungkin tak akrab dengan buku Anda, Revolusi Sebatang Jerami, bisakah Anda meringkas praktik-praktik dasar yang Anda kembangkan dalam sistem penanam secara alami untuk menumbuhkan bulir-buliran, sayuran dan jeruk.

FUKUOKA : Pertama-tama, saya menerapkan empat prinsip pokok.

Pertama, JANGAN MEMBAJAK … maksudnya, jangan membalik atau membongkar tanah. Sebaliknya, saya membiarkan bumi membudidayakan dirinya sendiri dengan cara membiarkan masuknya akar-akar tumbuhan ke dalam tanah dan dengan cara membiarkan kegiatan menggali yang dilakukan oleh mikroorganisme, cacing tanah, dan semua binatang kecil dalam tanah.

Prinsip kedua adalah JANGAN MENGGUNAKAN PUPUK KIMIA ATAU PUN KOMPOS YANG DISIAPKAN TERLEBIH DAHULU. Saya temukan bahwa Anda sebenarnya dapat menghabiskan sari-sari makanan tumbuhan dari dalam tanah dengan cara menggunakan kompos secara sembarangan! Biarkan saja, bumi menjaga kesuburannya sendiri, sesuai dengan siklus keteraturan antara tumbuhan dan kehidupan binatang, (antara flora dan fauna).

Petunjuk ketiga adalah JANGAN MENYIANGI, baik dengan cara melakukan budidaya tanaman tertentu atau dengan pembasmi rumput-rumputan. Gulma memiliki bagian peranan penting dalam membangun kesuburan tanah dan menjaga keseimbangan komunitas biologis ..

Maka saya melakukan praktik mengendalikan —daripada memusnahkan— gulma di ladang saya. Jerami sebagai tutupan tanah, atau tumbuhan semanggi ditanam berselang-seling dengan tanaman pangan, dan penggenangan secara sementara semuanya memberikan kemungkinan pengendalian gulma secara efektif di ladang saya.

Prinsip terakhir dari pertanian alami adalah JANGAN MENGGUNAKAN PESTISIDA.

Seperti telah saya tekankan sebelumnya, alam berada dalam keseimbangan sempurna jika sama sekali kita biarkan. Tentu, serangga-serangga dan penyakit-penyakit yang merugikan akan selalu ada, tetapi umumnya tidak sampai ke suatu tingkat seperti yang terjadi jika diterapkan bahan-bahan kimia berbahaya yang digunakan untuk mengendalikan hama.
Satu-satunya pendekatan yang paling masuk akal dan berpegang pada semangat kepedulian (sensible) terhadap pengendalian hama dan penyakit, saya kira adalah dengan cara menanam tanaman-tanaman pangan yang kuat di suatu lingkungan yang sehat.
Posted in BUDIDAYA TANAMAN | Leave a comment

PUPUK POSFAT ALAMI

Pupuk Posfat

Bila tanaman akan memasuki masa generatif, maka tak lama lagi tanaman tsb akan memasuki masa pembungaan. Di masa-masa seperti ini, biasanya tanaman akan membutuhkan unsur hara Posfat lebih besar dibandingkan unsur hara lainya. Memang, salah satunya fungsi dari unsur hara posfat adalah untuk merangsang pembungaan.

Coba bayangkan, bila di lahan 1 ha ada 160.000 rumpun tanaman padi. Bila masing-masing rumpun mempunyai 15 anakkan saja. Maka di lahan 1 ha tsb akan ada 2,4 juta batang padi yang akan keluar bunga. Dari jumlah sebanyak itu, berapa banyak pupuk posfat yang dibutuhkan agar dapat merangsang tanaman-tanaman tsb berbunga?

Dari Mana Pupuk Posfat Berasal

Pertanyaannya, dari mana tanaman membutuhkan unsur hara posfat ini?

Secara umum, unsur hara posfat didapatkan tanaman dari

Pertama, bahan organik

Memasukkan kembali jerami walau akan terdapat unsur posfat walau jumlahnya sedikit, memasukkan pupuk kandang, pupuk kompos, tanaman-tanaman tertentu, dll, akan  menambah hara posfat.

Bila di dalam tanah banyak unsur organiknya, maka proses penguraian yang dilakukan bakteri pengurai posfat akan lebih optimal menghasilkan hara tanaman yang mudah diserap akar.

Kedua, pupuk kimia

Pupuk kimia yang mempunyai kadar posfat diantaranya adalah TSP, SP-36, SP-18, NPK Ponska, dll.

Ketiga, pupuk cair yang mengandung posfat

Keempat, dll

Tanaman Bunga Matahari

Salah satu tanaman yang potensial untuk menambah hara posfat adalah tanaman bunga matahari. Di Jepang, ada petani di sana yang memanfaatkan tanaman ini sebagai penambah hara posfat. Dalam kurun tahun tertentu, di lahannya ditanam tanaman ini. Setelah berbunga tanaman ini ditebas, dibiarkan begitu saja sampai terurai,,,

Berikut ini adalah tulisannya yang saya maksud,

Bunga Matahari, Si Cantik Penyubur di blog http://petanimalas.co/

Di Jepang, bunga matahari tak sekadar tanaman hias dan solusi mengatasi radiasi nuklir. Ia diandalkan sebagai pemasok fospat di lahan pertanian.

Itulah pemandangan di kawasan pertanian Shonai, Yamagata Prefecture, kawasan Barat-Laut Pulau Honshu, Jepang. Kawasan ini dikenal sebagai sentra produksi kedelai varietas dadachamame. Di sana bunga matahari Helianthus annus ditanam pada lahan yang bersisian dengan lahan kedelai yang tumbuh subur. Bunga matahari ditanam berjarak 75 cm x 30 cm.

Pasca gempa-tsunami yang mengakibatkan bocornya PLTN Fukushima, banyak lahan pertanian di Jepang tak lagi dapat diolah. Terutama di bagian Timur pulau Honshu, meliputi provinsi Fukushima dan Ibaraki. Tanah pertanian di sana tercemar bahan radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir. Penanaman bunga matahari pun mulai digiatkan untuk menyerap bahan radioaktif dari tanah.

Tapi di kawasan Shonai bunga matahari ditanam dalam skala luas semata-mata untuk penyubur tanah. Isu radiasi tak menjadi momok bagi petani di sini. Jarak antara Fukushima – Shonai cukup jauh, sekitar 200 km. Gunung Gassan yang menjulang setinggi 1800 m dpl serta pebukitan yang berjejer di antara kedua wilayah menjadi sekat radiasi. Radiasi dalam jumlah kecil tetap saja terdeteksi, berkisar 0,042 microsievert/jam. Angka ini dianggap setara dengan tingkat radiasi alami yang dipancarkan batuan di kerak bumi.

Menurut Soma Kazuhiro, petani organis pendiri Gassan Pilot Farm, bunga matahari ditanam pada bentang yang luas—setara dengan luasan kedelai—sebagai bagian dari pergiliran tanaman. Namun begitu bunga matahari tua, ia dibabat begitu saja tanpa dipanen bijinya. Lazimnya bunga matahari dipanen sebagai bahan pangan atau ekstrak minyak. Biomassa bunga matahari dibiarkan membusuk di lahan sebagai pemasok fosfat pada musim berikutnya. Itulah teknik bertani organik untuk memenuhi kebutuhan fosfat kedelai dan tanaman lainnya.

Gilir Tanam

Sejatinya dulu kawasan itu bukan sentra pertanian organik. Semula saat lulus Fakultas Pertanian Universitas pada 1970 Soma Kazuhiro juga menggunakan pupuk anorganik dan pestisida sintetik. Ia baru beralih ke pertanian organik ketika lahir keinginan tak ingin putranya yang saat itu masih balita mengkonsumsi pangan dari hasil pertanian yang menyisakan residu beracun. Niat Soma gayung bersambut karena bertemu juga dengan sekelompok calon konsumen yang menginginkan makanan sehat dan bebas pestisida sintetik.

Proyek pertanian organik yang ia namai Gassan Pilot Farm pun dimulai di lahan sewaan seluas 5 ha yang tandus dan berbatu. Ternyata sekadar bertani organik boros dan melelahkan. Contoh kebutuhan kompos per tahun mencapai 500 ton alias 100 ton per ha. Padahal hasil panen semua jenis tanaman hanya 200 ton atau 40 ton per ha. Perbandingan antara masukan dan hasil panen sangat tak seimbang.

“Ternyata bertani organik bukan hanya memakai pupuk organik. Saya sadar hal terpenting dalam bertani tanpa bahan sintetis adalah pergiliran tanaman,” tutur Soma. Ia lalu belajar teknik pergiliran tanaman tradisional Jepang dengan menggali pengetahuan petani-petani tua di sekitar Shonai. Fakta itu mirip dengan di tanahair. Sebetulnya bertani organik di Jepang pun sebuah ilmu tua yang dipraktekkan turun temurun sebelum era modern. Ia pun mulai meniru budidaya bergilir padi, keluarga kentang, keluarga kubis, lobak merah (turnip), wortel, dan kacang terutama kedelai.

Dengan rotasi itu Soma menghemat kompos 50%, tanpa mengurangi hasil panen. Produksi beras (bukan lagi gabah, red) rata-rata 4,5 ton per hektar per musim tanam. Sayang, rotasi pun ternyata tak berjalan mulus meski hasil panen stabil. Lambat laun Soma Kazuhiro menemukan gejala tak normal pada sebagian tanaman budidaya, terutama tumbuhan sesayur buah yang sekerabat dengan kentang. Pertumbuhan terung dan tomat cenderung melambat, berpostur pendek, berbatang kurus dan lemah. Tampak pula rona kebiruan pada daun. Sebagian buah berukuran kecil dan berwarna tak cerah. Tanda-tanda itu ia kenali sebagai gejala kekurangan unsur hara fosfat (P).

Usut punya usut lahan di Gassan Pilot Farm banyak mengandung unsur alumunium (Al). Alumunium terlarut dalam bentuk Al3+ punya kemampuan mengikat fosfat yang ditaburkan ke tanah. Fosfat pun terikat dalam bentuk senyawa alumunium phospat (AlPO4) yang mengendap dan tak larut. Fospat dalam bentuk tersebut tak dapat diserap akar tanaman. Akibatnya tanaman kurang mendapat pasokan fosfat.

Menambah konsentrasi batuan fosfat atau fosfat anorganik ke dalam tanah juga bukan jawaban. Bila kebanyakan fosfat cenderung mengendap dan membentuk lapisan yang keras. Ia lantas mencari cara lain sebagai solusi. Dari sebuah buku “Explicit Green Manure Plant” ia menemukan ilham memanfaatkan bunga matahari sebagai pupuk alami sumber fosfat.

Soma Hajime, putra Soma Kazuhiro yang kini memimpin Gassan Pilot Farm mengemukakan hasil penelitian sebuah universitas di Jepang. Ada banyak mikroorganisme yang mampu melepas ikatan Al pada P yang disebut mikroorganisme pelarut fosfat. Mikroorganisme organisme itu terbagi dalam dua kelompok besar yakni, bakteri dan fungi. Ternyata perakaran anggota keluarga kenikir-kenikiran itu selalu didomplengi jamur atau fungi Mycorrhiza Vesicular-Arbuscular (MVA). Mycorrhiza yang berasosiasi dengan bunga matahari termasuk tipe yang mampu melepaskan fosfat yang terikat alumunium. Ia mengeluarkan beragam asam organik dan enzim sehingga P terlepas lalu dapat diserap tanaman inang.

Sejak itu Gassan Pilot Farm menggilir lahan pascatanaman utama dengan bunga matahari. Biomassanya—biasanya berumur 4 bulan bulan pascatanam—dibiarkan membusuk dan terurai menyediakan fosfat siap serap bagi tanaman. Sejatinya teknik itu mirip dengan mengistirahatkan (bera) tanah dalam teknik pertanian tradisional di beberapa wilayah di Indonesia. Bedanya dalam masa istirahat lahan ditanami tanaman yang dapat memulihkan lahan yang “lelah” berproduksi.

“Meski ia bagian dalam pergiliran tanaman, periode penanamannya bisa 10 tahun sekali. Tapi di negeri tropis, bisa saja ditanam dengan frekuensi yang lebih sering dan periode tanam yang lebih singkat,” tutur Hajime Soma.
Layak Tiru

Bungamatahari sebagai pemasok fungi pelarut fosfat mengundang decak kagum Yukiko Oyanagi. Staff ahli pertanian di Asian Rural Institute itu mengaku baru mengetahui hal itu. “Saya sudah berkeliling ke pertanian organik di banyak negara di seluruh Asia dan Pasific, tapi baru menemukan di sini. Ini sebuah terobosan yang ramah lingkungan,” katanya. Ia juga mengakui kondisi tanah jepang banyak mengandung unsur logam seperti alumunium dan besi. Penyebabnya bahan induk tanah kebanyakan berasal dari muntahan material gunung berapi yang banyak terdapat di Jepang.

Kondisi alam Jepang bisa dikatakan serupa dengan di tanahair. Negeri Matahari Terbit itu berada di jalur pegunungan berapi (ring of fire) dan tanahnya cenderung masam. Pada tanah masam, fosfat yang dapat diserap tanaman akan sangat kecil meski diberikan masukan berlimpah dari luar. Fosfor akan terikat oleh alumunium (AlPO4), besi (FePO4), dan kadang terikat oleh mangan (MnPO4).

Di tanah air jenis tanah masam seperti Ultisol, Alfisol, dan Entisol pun banyak mengandung Alumunium terlarut. Bukan tidak mungkin teknik ala pertanian Shonai, Jepang, dapat diadopsi di Indonesia. Ia tentu tak hanya menyuburkan tanah secara alami. Lahan pertanian pun bakal terlihat cantik.

Memang yang cantik selalu cocok buat petani. Ahahaha!

Posted in PUPUK | 1 Comment

PERTANIAN ALAMIAH (3)

Sejarah Hidup Masanobu Fukuoka (3)

PLOWBOY: Ceriterakan pengalaman perubahan itu.

FUKUOKA: Ya, seperti kebanyakan anak muda, saya banyak punya pikiran luas melayang-layang dan sangat berat membebani diri saya tentang apa itu kehidupan,,,

Dan saya sering terbawa masuk ke dalam sikap skeptis tentang kondisi hidup manusia. Keraguan saya jadi bertambah setelah saya mengalami sakit berat selama periode perubahan itu, sampai-sampai saya bertanya-tanya apakah saya mampu mengatasi persoalan saya itu.


Caption: Padi yang dibudidayakan secara alami. Gulma dibiarkan tumbuh bersamaan dengan padi. Sumber: edd.osaka-sandai.ac.jp

Menjelang saya mulai sembuh dari sakit, saya mengalami sulit tidur dalam waktu yang lama. Jika itu terjadi lalu saya keluar di jalan-jalan.

Pagi harinya, setelah mengalami situasi semacam itu, saat rasanya semua seperti mau meledak dari kepala saya, suatu cercah pencerahan menghampiri saya.

Tiba-tiba saya merasa, seluruh keberadaan manusia tak ada maknanya dan tidak ada nilainya yang berharga sama sekali. Tak ada manusia yang tahu nilai yang sesungguhnya. Setiap tindakan yang dilakukan manusia adalah kesia-siaan. Semuanya upaya yang hampa.

Saya juga melihat bahwa alam sesungguhnya tertata dengan sangat indah, ideal dan sangat kaya seperti apa adanya,,

Karenanya, saya jadi yakin bahwa kita semestinya bekerja sama dengan proses-proses alamiah, daripada mencoba “memperbaiki” alam dengan cara menundukkannya.

Saya sadar bahwa semua ini bisa terdengar sangat bertentangan dengan akal sehat, tetapi setiap kali saya mencoba menuliskan semua pengalaman itu, segalanya tampak memang begitulah keadaannya. Pencerahan itu bukanlah suatu hal yang mudah dapat dijelaskan kepada orang lain.

PLOWBOY: Mengapa?

FUKUOKA: Setiap orang yang memiliki pengalaman sama dengan saya akan memahaminya dengan nalurinya,,, Tetapi ada hal yang dapat saya sampaikan untuk mereka yang tak memiliki pemahaman ini atau kepada mereka yang bahkan tak mencarinya.

Misalnya, apakah Anda percaya ada yang dinamakan hantu? Pernahkah Anda melihat hantu? [Sambil tersenyum, ia menunjuk pada bahu pewawancara.] Apakah Anda tak melihat hantu itu tadi? Mereka yang tak pernah melihat hantu biasanya tidak akan percaya akan adanya hantu. Tetapi yang pernah mengalaminya, akan langsung percaya. .. Jadi tak ada pentingnya meyakinkan mereka.

PLOWBOY: Bagaimanakah perubahan pemikiran itu mempengaruhi diri Anda?

FUKUOKA: Saya segera keluar dari pekerjaan di Kantor Pabean. Lalu tahun berikutnya sampai sekitar dua tahun saya keliling Jepang. Saya bicara dengan banyak orang dan menguji pengalaman-pengalaman saya tadi.

Kadang-kadang saya camping di gunung-gunung dan kadang-kadang saya memilih tempat di dekat sumber-sumber air panas. Setelah sampai di satu kota biasanya saya lalu tidur di kuil Buddha atau taman. Saat itu saya sebenarnya mulai berpikir-pikir tentang maksud saya untuk menyebarkan pemahaman baru yang saya dapat itu ke seluruh negeri,,,

Tetapi setiap kali saya membicarakan tentang tak bermaknanya keberadaan manusia, tak ada seorang pun yang tertarik pada apa yang saya katakan! Saya diabaikan dan dianggap sebagai orang eksentrik.

Akhirnya saya putuskan untuk membuat agar orang memahami teori-teori saya, saya akan menunjukkan pada mereka dalam suatu cara yang nyata dan praktis. Saya sendiri juga memerlukan praktik itu, tentunya, untuk meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya memang benar.

Karena saya percaya bahwa bertani adalah pekerjaan yang paling berarti dibandingkan dengan semua jenis pekerjaan lain, saya putuskan untuk kembali ke kampung asal saya dan menjadi seorang petani.

Saya ingin melihat apakah saya dapat menerapkan teori saya bahwa pengetahuan manusia tentang pertanian yang telah ada selama ini sebenarnya tidak ada gunanya .. sehingga jika masyarakat tak mengerti kata-kata saya, saya dapat membawa mereka ke ladang saya dan memperlihatkan pada mereka kebenaran dari gagasan saya itu.

Posted in BUDIDAYA PADI, SOLUSI BUAT PETANI | Leave a comment

PERTANIAN ALAMIAH (2)

Sejarah Hidup Masanobu Fukuoka (2)

Wawancara dengan Masonobu Fukuoka

Jika pembaca merasa bingung ketika membaca ungkapan-ungkapan yang saling bertentangan satu sama lain dalam wawancara di bawah ini, barangkali alangkah baiknya dipertimbangkan kebiasaan para filosuf dari dunia timur yang suka mencoba membantu orang untuk membongkar pola-pola kebiasaannya dalam berpikir. Dan itu akan mengembangkan suatu pemahaman baru bagi kita.

Dan memang,karena pertanian alaminya tsb menuntut suatu cara berpikir yang tak biasa, maka Fukuoka-san mengingatkan bahwa pertanian ini tidaklah untuk mereka yang takut-takut atau malas: “Metode saya seluruhnya bertentangan dengan teknik pertanian modern. Metode ini membuang pengetahuan ilmiah dan cara-cara pertanian tradisional ke luar jendela.”

Apa yang paling penting dari pemikiran revolusioner Fukuoka ini (dan memang kadang-kadang mencengangkan) tentunya akan merangsang —dan menantang— siapa pun yang ingin melihat dan mengetahui suatu bentuk alamiah yang lebih sederhana, lebih alamiah dari apa yang kita kenal sebagai pertanian.

PLOWBOY: Saya lihat Anda sedang menggambar, Fukuoka-san .. Gambar apa itu?

FUKUOKA: Ini sebuah sketsa pemandangan sebuah gunung, dan ada sebuah puisi menyertai:

Jauh di dalam gunung-gunung, jiwa yang lembut hati bertanya,
Untuk siapakah bunga-bunga liar itu berkembang?
Untuk serigala-serigala dan anjing ajak,
Yang tahu angin yang berhembus di pucuk pohon cemara dan
Ruh yang mengalir di lembah.

PLOWBOY: Dapat Anda menjelaskan apa makna dari puisi itu?

FUKUOKA: Wah, ada banyak cara kita bisa menafsirkan “jiwa yang lembut hati”. Dapat berarti seseorang … sekuntum bunga … atau bahkan rumput. Dan jika seseorang dapat bertanya pada jiwa yang lembut hati itu, mengapa jiwa itu hidup sendirian, jauh di dalam perut gunung-gunung, jiwa itu menjawab, “Saya tidak hidup di sini demi siapa pun.

Saya hanya mau mendengarkan pada serigala-serigala dan anjing-anjing ajak, berbicara dengan mereka dan berada bersama dengan mereka … Itulah alasannya mengapa saya hidup dan tinggal di sini.”

PLOWBOY: Apakah seseorang dalam gambar itu adalah Anda sendiri?

FUKUOKA: Saya berharap itu adalah saya!

PLOWBOY: Tampaknya jelas dari karya gambar Anda itu dan dari pendekatan Anda dalam bertani. Anda menghargai hubungan yang dengan dengan alam. Apakah Anda dulu dibesarkan di lingkungan desa?

FUKUOKA: Ya, saya seorang anak desa biasa, dilahirkan di sebuah rumah desa yang sederhana. Ayah saya —yang bekerja sebagai pemuka sebuah desa kecil— adalah seorang pemilik tanah dan seorang petani. Saya tumbuh seperti anak-anak desa yang lain … pergi ke sekolah dan membantu orangtua dan tetangga di sawah.

PLOWBOY: Apakah Anda langsung mulai bertani begitu selesai sekolah?

FUKUOKA: Tidak. Pertama-tama saya belajar di lembaga teknik khusus untuk telaah mikrobiologi dan penyakit tanaman. Lalu saya pindah ke Yokohama untuk bekerja sebagai pejabat lembaga karantina di Kantor Pabean Pertanian.

Pekerjaan saya adalah memeriksa dan melakukan percobaan dengan jeruk mandarin Jepang dan jeruk Amerika. Saya banyak belajar tentang kelemahan dan penyakit dari berbagai tanaman .. dan saya sangat menikmati pekerjaan di laboratorium itu.

Tapi, ketika umur 25 tahun, saya mengalami perubahan hati —dan pikiran— yang membuat hidup saya seluruhnya berubah sejak saat itu.

Sumber tulisan : http://sekolahpetani.blogspot.com/

Posted in ABOUT TANAMAN PADI | Leave a comment

PERTANIAN ALAMIAH

Sejarah Hidup Masanobu Fukuoka (1)

Pada tulisan sebelumnya, telah disebutkan setidaknya ada 5 pola budidaya tanaman padi. Dari kelima pola tsb, yang paling menggelitik perhatian saya adalah pola yang kelima: Pola Pertanian alamiah.

Pertanian Alamiah

Apa sih pertanian alamiah tsb? ada juga yang menyebut pertanian alami.

Secara pribadi, saya lebih suka menggunakan kalimat: Pertanian Alamiah

Untuk memahami pertanian alamiah ini, setidaknya kita harus mengenal siapa yang pertama kali mencetuskan ide/konsep tsb.

Konseptor pertanian alamiah adalah Masanobu Fukuoka, petani dari Jepang. Siapa dia? dan apa saja yang melatarbelakangi dia melakukan konsep pertanian alamiah tsb?

Sejarah Hidup Masanobu Fukuoka

Untuk lebih mengenal sosok Masanobu Fukuoka, saya telah membaca tulisan di sini http://sekolahpetani.blogspot.com/. yang berkaitan dengan pertanian alami

Di blog tsb, telah ditulis secara berkala sampai 12 tulisan, sehingga kita bisa mengetahui jalan pikiran dan jalan hidup Masanobu Fukuoka tsb.

Di blog Oksigen Pertanian ini pula, akan saya tulis jalan hidup konseptor pertanian alamiah dari blog sekolahpetani tsb, akan tetapi akan saya edit seperlunya saja, ini tidak lain, agar dapat dibaca dengan nyaman.

Mengenang Sosok Masanobu Fukuoka

Sekarang, marilah kita pelajari jalan pikiran dan jalan hidup legenda pertanian alamiah yaitu Masanobu Fukuoka, petani dari Jepang, Dia adalah sang pelopor pertanian paling sederhana, nyaris tanpa kerja. Itulah yang disebutnya “pertanian alamiah”.

Prinsip pertanian yang dikembangkan seakan berbalik arah. Biasanya di dalam setiap usaha tani, bila ingin mendapatkan hasil yang maksimal: kerjakan ini, kerjakan itu dan kerjakan ini itu,,,

Sang legenda pertanian alami justru punya konsep terbalik: jangan kerjakan ini, jangan kerjakan itu dan jangan kerjakan ini itu,,,

Insan hebat ini telah meninggal Agustus 2008, usianya mencapai 95 tahun. Tidan aneh, beliau berumur panjang. Sebab pola pikir dan pola hidupnya dekat dengan alam. Bahkan seirama dengan alam,,,

Masanobu Fukuoka

[Sumber foto: Treehugger]

Tahun 1988 dia mendapatkan dua anugerah sekaligus, Magsaysay dari Filipina dan Deshikottam dari India. Keduanya sangat bergengsi. Tahun 1997 Fukuoka-san, begitu panggilan kehormatannya sebagai orang Jepang, mendapat “Penghargaan Dewan Bumi” (Earth Council Award), kehormatan yang biasanya diberikan pada politisi, pebisnis, sarjana, pegiat NGO karena jasa-jasanya pada pembangunan berkelanjutan.

Wawancara ini diterbitkan oleh Mother Earth News, sebuah majalah web terkenal di bidang hidup berkelanjutan dan mandiri. Majalah ini memiliki rubrik wawancara yang bertajuk Plowboy Interview. Rubrik ini berisi wawancara dengan berbagai tokoh yang memperjuangkan kelestarian bumi.

Tahun 1979 Fukuoka-san berkeliling Amerika Serikat. Suatu ketika dia diberi kesempatan memberikan kuliah di sebuah universitas, dia berbicara selama beberapa jam dengan Larry Korn, seorang mahasiswa yang mempelajari metode pertanian alami.

Waktu mereka saling berbicara, orang tua asal Jepang ini sudah beruban, suaranya tertahan, mengenakan pakaian tradisional Jepang. Penampilannya tak memberi kesan sesepuh ini adalah seorang petani inovatif yang telah berhasil menjadi teladan asali.

Di sebuah gunung yang menghadap ke Teluk Matsuyama di bagian selatan pulau Shikoku, Fukuoka-san sudah lama bercocok tanam padi, gandum, bulir-buliran lain di musim dingin, dan jeruk mandarin Jepang .. tapi dengan praktik bertani yang aneh. Banyak orang memandang caranya itu terbelakang atau bodoh!

Tapi tanahnya secara konsisten ternyata menghasilkan hasil cocok tani yang sama atau bahkan lebih tinggi daripada petani-petani lain tetangganya yang menggunakan banyak tenaga kerja dan berbagai metode yang sangat bergantung pada bahan-bahan tambahan kimiawi.

Sistem bertani yang dikembangkan Fukuoka tak hanya membuat orang jadi terheran-heran karena tingginya hasil panen, tapi juga karena fakta bahwa sudah selama puluhan tahun dia tak pernah membajaknya sama sekali.

Dia juga tak menggunakan pupuk yang dipersiapkan terlebih dahulu untuk lahannya. Bahkan kompos juga sesungguhnya tidak.

Dia juga tak mencabuti rumput-rumput liar di ladangnya atau menggenangi padinya dengan air sebegitu banyak seperti para tetangganya.

Melalui percobaan yang panjang, petani Jepang ini sekarang telah berhasil memperkenalkan suatu metode pertanian yang memantulkan kedekatan dan sekan-akan bergerak beriringan bersama dengan alam.

Dia sekarang yakin bahwa dengan memperluas pemahaman melampaui batas-batas tradisional dari pengetahuan ilmiah, tapi juga dengan mempercayakan diri pada kebijakan terhadap proses kehidupan. Maka kita dapat memperoleh apa yang kita perlukan tentang bagaimana cara yang tepat ketika menanam tanaman-tanaman pangan.

Dia mengatakan bahwa seorang petani selayaknya lebih baik bersikap cermat mempelajari dan memahami siklus alam lalu bekerja sesuai dengan pola-pola alam itu, daripada mencoba menundukkan dan menjinakkan alam.

Bertahun-tahun tak ada orang yang peduli pada gagasan Fukuoka yang unik itu. Hanya sedikit orang saja di Jepang mengenal metodenya.

Tahun 1975, sejak dia menulis buku berjudul “Revolusi Sebatang Jerami”, yang kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa. Baru diterbitkan dalam bahasa Indonesia tahun 1991 oleh Yayasan Obor. Sejak bukunya terbit kemudian dia banyak diminati oleh berbagai kelompok yang bersemangat mempelajari sikap “baru”-nya yang aneh dalam cara bercocok tanam.

Posted in ABOUT TANAMAN PADI, BUDIDAYA PADI | 2 Comments

BUDIDAYA PADI

SISTEM BUDIDAYA PADI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Macam-Macam Pola budidaya

Sampai saat ini, menurut sepengetahuan saya, setidaknya ada berbagai sistem/model/pola budidaya tanaman padi. Setiap petani akan mewakili pola budidaya yang dilakukannya. Dan setiap sistem/model/pola budidaya, setidaknya memiliki berbagai karakteristik yang mengikutinya.

Adapun pola budidaya padi adalah sbb :

Pertama, Pola Asal
Untuk menjabarkan pola ini, rada-rada susah. Sejatinya, bertani dilakukan dengan sungguh-sungguh agar hasilnya yang didapatkannya dapat maksimal.
Nah, karena pola asal, dipikirannya: tani ya tani. Apa-apa yang dilakukannya serba asal. Dan biasanya, hasil yang didapatkannya pun : asal dapat saja

Kedua, pola kimia full

Bagi petani model ini, di kepalanya penuh ide-ide kimia.
“Bertani itu modalnya berani kasih pupuk dan berani kasih obat (racun)” begitu kata seorang petani kepada saya.
Sekali beli racun, petani ini bisa menghabiskan uang sekitar 2-3 juta.
Dia pun enggan menggunakan jerami. Jerami-jerami padi yang seharusnya dibalikann lagi ke sawah, seringkali dibakar. Kadang juga dibiarkan saja, ketika buruh kerja peternak mengambil sisa jerami habis panen.
Di musim ini, di MT-3, sepertinya penyakit WBC menghajar sebagian besar areal pertanian di daearah Jawa. Tak terkecuali di daerahnya.
Racun-racun yang dia semprotkan kepada hama WBC ini seakan-akan tidak mempan. Tanaman padinya begitu merana. Berat rasanya tanaman padi dapat tumbuh dengan baik. Bila tidak panen, kerugiannya bisa mencapai 20 juta rupiah.
Di sinilah hebatnya hama penyakit, makin digempur dengan racun-racun berbahaya, semakin banyak serangan yang dilancarkan.

Ketiga, Pola Kimia Biasa
Bedanya pola ketiga dengan kedua adalah pola ketika mau memasukkan kembali jerami padinya ke sawah.
Petani model ini masih memahami manfaat jerami. Jerami dapat menyuburkan tanah. Akan tetapi, dia soal perkembangan tanaman dimeyakini bahwa dengan pupuk kimia dan obat (racun) dapat teratasi. Petani ini belum yakin ada cara lain yang bisa menggantikannya.

Keempat, Pola semi organik
Petani model ini sudah memahami pentingnya jerami padi. Begitu pula penggunaan pupuk organik/kandang di lahan sawahnya.
Pemberian MOL/pupuk hayati juga dilakukan. Akan tetapi, petani model ini belum bisa melepaskan pupuk kimia dan racun kimia.
” Ya minimal kita bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia dan racun pestisida” begitu biasanya yang mereka lontarkan
“Kalau melepaskan pupuk kimia dan pestisida sama sekali, ya belum berani lah,,,”
“Ini adalah jalan tengah untuk menjembatani petani yang suka dengan serba kimia dengan petani organik”

Saya pribadi sangat bersyukur bila banyak petani yang mempunyai pikiran seperti ini. Memasukkan  sebanyak mungkin bahan organik ke sawahnya. Plus mengurangi pemberian pupuk kimia dan racun kimia.

Keempat, Pola Organik
Petani model ini punya kaidah: “haram” memasukan bahan kimia sintetis ke dalam sawahnya.
“Apapun yang berbau kimia ujung-ujungnya akan merugikan kita semua,,,”
“Coba lihat petani kita dulu, mereka tak pakai bahan kimia, hasil panennya bagus. Tapi sejak bahan kimia masuk sawah, apa hasilnya,,,”
“Cara organik itu mudah, bisa dibuat sendiri. Jerami ada, rumput-rumput banyak, dll. Bisa buat MOL sendiri. Pupuk kandang bisa disiasati. Pertanian pasti lestari. Harga jual tinggi,,,”

Kelima, Pola Alami
Pola ini bisa juga disebut Pola Pertanian Alamiah. Sebuah konsep pertanian yang natural.
“biarkanlah alam yang bekerja, campur tangan manusia hanya seperlunya”

Coba tengok hutan. Hutan tumbuh subur tanpa campur tangan manausia. Semakin hari hutan akan semakin subur. Hutan akan berkerja dengan iramanya,,,

Dari sini timbul pertanyaan. Apa ada yang pupuk hutan. Apakah hutan pernah dibajak supaya subur. Apakah dimasukkan pupuk kandang supaya subur. Apakah perlu hutan disemprot dengan pupuk kimia supaya hama penyakit terkendali.

Nyatanya tampa itu semua, hutan semakin hari semakin subur bila tidak ada campur tangan manusia.

Secara garis besar, Konsep pertanian alamiah adalah sbb
1. Tidak membajak sawah
2. Tidak menggunakan pupuk (kompos) yang disengaja, apalagi pupuk kimia
3. Tidak mengiangi rumput-rumput
4. Tidak memberikan racun pestisida

Konsep inilah yang dinamakan Pertanian Alamiah. Konsep ini dikenalkan oleh Masanobu Fukuoka dari Jepang.

Sejak Masanobu menulis buku berjudul “Revolusi Sebatang Jerami” pada tahun 1975, konsep pertanian alamiah mulai terkenal. Pemikiran Masanobu pun kemudian banyak dikenal orang. Bahkan tidak sedikit jadi menjadi pengikutnya.

Posted in ABOUT TANAMAN PADI | 1 Comment